BREATHE

BREATHE
thirty five



" sepertinya si kembar suka sama kamu, sampai-sampai memanggilmu bunda ta" kata devina tersenyum bahagia.


" mama boleh minta tolong nggak, tolong bantu suapin si kembar" pinta mama devina.


"em.. tapi Leta belum berpengalaman nih mah" kata Leta jujur.


" nggak papa sekalian belajar" kata mama devina.


" yaudah boleh mah" kata Leta.


" keponakan aunty makan dulu ya biar cepat besar" kata Leta pada si kembar.


" mam...mam" kata si kembar.


" iya mamam" kata Leta.


setelah selesai makan si kembar pun langsung tertidur lelap karena mungkin merasa nyaman berada di pangkuan Leta.


" em.. mah Leta pulang dulu ya udah sore, nggak enak kalo lama-lama bertamu" kata Leta sungkan.


" kayak dirumah siapa aja, makasih ya udah mau bantuin jaga si kembar" kata mama devina.


" sama-sama mah, let juga seneng kok jagain si kembar" kata Leta.


"Leta pulang dulu yah mah " pamit Leta.


" hati-hati dijalan " kata mama devina sambil tersenyum.


setelah berpamitan Leta pun langsung berjalan menuju pintu depan.


ceklek


suara pintu terbuka sebelum Leta memegang gagang pintu. namun Leta masih sibuk mencari kunci mobilnya dan ketemu.


betapa kagetnya Leta saat didepannya ada seseorang yang masih mengisi hati sampai saat ini.


disisi lain...


setelah meeting dengan clientnya selesai Dafin memutuskan untuk langsung pulang dan beristirahat dirumah.


sesampainya di rumah dafin langsung berjalan kearah pintu depan dan membukanya.


saat pintu sudah terbuka tampaklah wanita cantik yang pernah membuat hatinya berdetak begitu kencang beberapa tahun yang lalu, dan kini datang membawa detakan itu kembali.


dafin hanya memandang wanita yang sibuk mencari sesuatu di tasnya.


tak berselang lama wanita itu pun mengangkat wajahnya dan bommmm!!.


pandangan mereka bertemu ada rasa rindu teramat dalam yang dirasakan oleh keduanya.


" Leta" panggil dafin namun Leta tak menjawabnya dan langsung meninggalkan dafin.


sudah lama sekali dafin mencoba untuk melupakan Leta, tetapi tidak pernah bisa.


" udah pulang kamu dafin?" tanya mama devina .


" iya" kata Dafin singkat.


walaupun dafin sudah mengikhlaskan kepergian dirly, namun dirinya masih tetap dingin dan irit bicara.


" dafin mama mau ngomong sama kamu" kata mama devina.


" aku ingin istirahat" kata dafin langsung berlalu meninggalkan ruang tamu.


malam harinya diruang tamu...


" dafin duduk lah sebentar mama mau membicarakan sesuatu" kata mama devina, dafin pun hanya menuruti tanpa berkata apapun.


" kapan kamu akan memberikan nama kepada kedua putramu?" tanya mama devina.


" mereka bukan anakku mah, jadi sampai kapan pun aku tidak akan pernah memberikan nama kepada mereka" kata Dafin tegas dan langsung pergi meninggalkan mama devina.


mama devina pun hanya bisa diam melihat punggung anaknya yang mulai menjauh.


dikamar si kembar..


"huwahhhh....huwahhhh.. nda " tangisan si kembar memenuhi ruang kamar si kembar. membuat mama devina langsung berlari menuju kamar si kembar.


" ada apa dengan si kembar?" tanya mama devina.


" setelah bangun tidur si kembar nangis mulu buk, manggil nda nda terus, kita udah coba nenangin tapi masih aja nangis" kata salah satu baby sister.


tanpa menunggu lama-lama mama devina pun mencoba menghubungi Leta dan meminta agar datang kerumahnya. Leta pun menyetujuinya mama devina pun berinisiatif untuk menunggu Leta di luar rumah.


tak berselang lama taksi Leta berhenti di depan rumah Bagaskara.


" si kembar mana mah?" tanya Leta khawatir.


" mereka ada di dalam ta "kata mama devina.


sesampainya di depan pintu si kembar, Leta membuka pintu secara perlahan dan langsung menghampiri si kembar yang masuk menangis sesenggukan.


" biar saya aja mbak" kata Leta mengambil alih si kembar dan langsung menidurkan si kembar.


" keponakannya aunty kenapa nangis, kangen aunty ya?" tanya Leta pada si kembar yang tangisannya mulai mereda.


namun mendengar kata aunty membuat si kembar kembali menangis lebih kencang.


" huwahhhh..."


" eh... maksudnya kenapa anak bunda nangis kangen bunda ya" seakan mengerti apa yang dibicarakan Leta si kembar pun berhenti menangis dan langsung bangun dari tidurnya untuk memeluk Leta.


" udah ya jangan nangis lagi, kan bunda ada disini" kata Leta sambil menghapus bekas air si kembar bergantian.