
Ale bangun pagi seperti biasanya ia langsung mandi keramas. selesai mandi Ale mengenakan baju terusan santai dengan motif bunga-bunga kecil. Wajahnya nampak segar dengan polesan make up tipis dan lipstick warna pink samar.
Ale pergi ke dapur untuk membuat nasi goreng spesial. ia mengeluarkan toping tambahan seperti sosis, sawi hijau dan suwiran ayam goreng. Hendra sangat menyukai nasi goreng buatan Alesa.
Sementara di kamar Hendra baru saja membuka mata dan mematikan alarm di ponselnya. Ia mengembalikan ponsel kedalam nakas lalu pergi mandi.
Ale sudah menyiapkan stelan kerja Hendra di atas tempat tidur. selesai mandi Hendra tinggal memakainya.
"Mas sudah selesai belum?" Alesa mengajak suaminya untuk segera turun sarapan.
"Sudah sayang" jawab Hendra sembari merapikan dasinya. Ale dengan sigap mengambil alih merapikan dasi suaminya.
"kamu istri terbaik Ale"
"Ah mas bisa aja, yuk sarapan Ale masak nasi goreng spesial".
"Wah pasti enak sekali, ayo sayang mas sudah lapar"
Hendra duduk dengan tenang memandang Ale yang menyendok nasi goreng di atas piring untuk Hendra.
"Segini cukup mas?"
"Cukup sayang, terimakasih" Hendra menerima uluran piring berisi nasi goreng dan langsung menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya.
"Ummmm enak sekali sayang nasi goreng buatan kamu"
"Kalau begitu cepat mas habiskan keburu dingin nanti malah nggak enak"
Hendra mengangguk dan tak lagi banyak bicara. ia menghabiskan sarapannya dan menyesap kopi yang sudah di buatkan Ale.
"Mas nanti siang aku keluar bentar ya, mau mengurus keperluan cafe"
"Oke, kalau kamu perlu bantuan telepon mas ya"
"Iya , tenang mas Ale di bantu mama juga"
"Siap" Ale mencium pipi Hendra yan di balas Hendra dengan kecupan di bibir Ale.
wajah Ale sedikit memerah karena malu. entah kenapa ia masih sering malu jika tiba-tiba Hendra memeluk atau mencium bibirnya.
Setelah Hendra berangkat ke kantor, Ale bergegas mencuci piring bekas sarapan. selesai mencuci piring ia kembali ke kamarnya untuk merias wajah dan berganti pakaian.
Mama pasti sudah menunggu ku....
Ale melirik jam sembari menyapukan blush on ke pipinya. setelah di rasa sempurna riasannya ia segera menyambar tasnya dan bergegas menyusul mama yang sudah menunggunya di cafe yang baru akan launching.
Setelah melawan macet Ale sampai juga di cafenya. ia bergegas turun dan menghampiri mama yang sibuk mengarahkan pelayan untuk menata meja dan kursi di cafe itu.
"Wow...." Ale terkesima dengan interior cafe yang bagus dan kekinian. mama yang memilih hiasan dan cat dindingnya. sungguh pas perpaduan cat dinding dan berbagai ornamen di cafe itu.
"Mamaku memang paling-paling-paling hebat!" kata Ale sambil mencium pipi ibunya.
"Kamu memuji mama kalau ada maunya, gimana baguskan?"
"Bagus sekali mam, Ale suka kok ide mama"
"Oh ya cafe ini sudah siap kalau kamu mau memulai buka"
"Mam gimana kalau sebelum mulai buka cafe ini kita syukuran dulu?"
"Boleh ide bagus itu sekalian memperkenalkan cafe ini ke teman dan saudara kita"
"Sip kalau begitu nanti Ale akan undang teman-teman Ale dan teman mas Hendra"
"Mama juga nggak mau kalah ah, mama undang teman sosialita mama"
Alesa dan ibunya tertawa senang dan puas dengan hasil kerja mereka.