
Dua Tahun berselang sejak Marisa menghilang tanpa kabar. sejak itu pula Alesa masih berusaha dengan program kehamilannya bersama Hendra.
Beberapa Minggu ini Ale lebih banyak terdiam, ia malas ke AleStar dan lebih banyak mengurung diri di kamarnya.
Hendra bingung menjelaskan situasi ini pada mertuanya. Nyonya Sungkono yang kurang menyukai Hendra semakin kesal dengan menantunya itu.
Nyonya Sungkono merasa pernikahan Ale tidak bahagia.
Siang itu Hendra pulang lebih awal dan ia membawa seorang anak perempuan yang cantik dan manis berusia dua tahun.
Hendra menggendong anak kecil itu masuk ke dalam rumahnya.
"Sayang ...Ale...?" Hendra menaiki tangga menuju kamarnya. benar saja Ale sedang duduk di balkon melamun.
"Mas?" Ale terkejut melihat Hendra menggendong anak kecil yang gemuk dan lucu.
"Eh siapa ini? yuk ikut" Ale mengambil alih anak itu dari gendongan Hendra.
"Mas anak siapa ini?"
"Anak kita" jawab Hendra sambil tersenyum.
"Mas jangan bercanda?!"
"Yasudah sayang mas mau ke kantor lagi, kalau kamu mau main sama anak ini boleh tapi kalau nggak biar mas kembalikan ke panti"
"Panti? maksudnya panti asuhan?" tanya Ale
"Iya sayang"
"Mas, biar anak ini di rumah dulu sama Ale"
"Iya deh"
"Mas berangkat dulu ya..." Hendra mengecup kening Ale lalu berjalan menuju mobilnya.
Seharian Ale bermain dengan anak kecil itu. tingkah polah nya lucu sekali dan menggemaskan.
Ale jadi senang dan terhibur seolah ia sedang jadi seorang ibu sekarang. mata Ale berkaca-kaca membayangkan yang berada di hadapannya saat ini adalah anaknya.
Saat sore hari Ale memandikan anak itu dan memesan baju ganti yang baru dari online shop.
Ale menyuapi anak itu makan dan mengajaknya kembali bermain sampai keduanya tertidur lelap.
"Mas, udah pulang?"
Hendra meraih anak itu kedalam gendongannya dan memindahkannya ke kamar.
"Mas besok dia masih boleh disini kan?"
"Mas hanya janji membawanya sehari sayang, besok harus kita antar kembali ke ibu panti"
"Nama anak ini siapa mas?"
"Oh iya mas lupa memberitahu Ale, nama si kecil ini Mikhaela"
"Wah namanya cantik sekali Mikhaela" kata Ale mengulang nama anak itu.
"Mas tapi Ale senang ada Mikhaela di rumah ini, bagaimana kalau kita adopsi saja mas?"
"Bagaimana ya sayang soalnya kita harus mengurus surat dan kita harus lolos seleksi di panti"
"Ya kita lakukan saja mas, Ale sudah terlanjur jatuh hati sama Mikhaela"
"Iya deh, tapi kita bicara juga sama mama dan papa ya"
"Iya mas besok sebelum ke panti kita kerumah mama papa ya?"
"Besok? sepertinya mas belum bisa sayang karena ada meeting di kantor"
"Aduh mas sekali aja meetingnya di undur" kata Ale memohon.
"Yasudah nanti mas minta izin dulu sama papa"
"Oke, mas sudah makan malam?"
"Sudah sayang, Ale tidur lagi saja sama Mikhaela mas mau mandi dulu"
Alesa mengangguk lalu berbaring di samping Mikhaela si anak lucu yang membuat Ale jatuh hati seharian.
Sementara Hendra mulai mempersiapkan semua persyaratan untuk adopsi Mikhaela.
Senyum Hendra mengembang wajahnya terlihat senang.
Alesa ternyata langsung terhibur dan terlihat menyayangi anak itu. tidak salah aku membawanya pulang. semoga setelah ini Ale tidak murung lagi ...