
Alesa bergegas bangun dan melakukan pekerjaan rumah. Ia mencuci wajah dan menggosok gigi lalu memakai penyegar wajah agar terlihat lebih glowing dan lembut meski belum mandi.
Ale memulai dari mencuci baju. Ia meraih keranjang tempat baju kotor lalu menyalakan mesin cuci sembari ditinggal ke dapur.
Alesa menyalakan mesin pencuci piring yang Hendra beli impor entah dari mana. yang jelas mesin itu memudahkan pekerjaan Ale.
Selesai dengan urusan cuci mencuci, Ale segera memasak sarapan. Ia mengeluarkan bahan makanan yang kemarin ia beli bersama mama.
Ale akan membuat nasi goreng untuk sarapan.
"Hmmmm harum banget masak apa sayang?" Hendra rupanya sudah bangun bahkan sudah mandi dan rapi dengan stelan jasnya.
"Masak nasi goreng mas, bentar lagi matang" kata Ale sembari mengaduk nasi goreng dengan spatula panjangnya.
Ale menyajikan dua porsi nasi goreng dan dua gelas teh hangat.
"Enak sayang" kata Hendra sambil melahap nasi gorengnya.
"Mas nanti bisa pulang lebih awal?"
"Belum tahu sayang, nanti mas coba kalau pekerjaan sudah selesai mas segera pulang"
"Iya mas, aku kan ingin berduaan dengan mas Hen"
"Iya sayang maaf ya mas terlalu sibuk belakangan ini soalnya pekerjaan benar-benar menumpuk"
"Iya Ale ngerti mas"
Hendra berangkat ke kantor dengan mobilnya sementara Ale bersiap mandi. ia ada janji ke rumah orang tuanya siang ini.
Sopir pribadi keluarga Sungkono sudah menunggu di depan rumah Ale.
"Ayo pak kita jalan" kata Alesa seraya memasuki mobil.
"Baik non"
Di sepanjang perjalanan menuju rumah orang tuanya Alesa mencoba menelpon Hendra di kantor tapi tidak di jawab..
Baiklah mungkin mas Hen sedang sibuk ada meeting nanti saja aku telepon lagi.
Setibanya di rumah keluarga Sungkono Alesa bergegas turun dan berjalan memasuki rumah.
Di ruang utama terdengar suara laki-laki yang asing bagi Alesa.
"Eh non Ale, iya non bapak ada tamu"
Alesa sedikit mengintip siapa tamu papanya. Rupanya seorang pria berwajah indo dengan stelan jas yang terlihat parlente sekali.
Siapa dia?
"Eh kamu sudah datang Ale?"
"Mama.." Alesa dan mamanya cipika cipiki dan berpelukan melepas kangen.
"Ma siapa tamu papa itu?"
"Oh itu kolega baru perusahaan namanya pak Victor , tampan sekali ya dia?" kata maama sambil setengah tertawa.
"Ah mama nanti Ale bilangin papa lho"
"Bukan gitu Ale, dia sih telat bertamu kesini jadi mama baru lihat sekarang"
"Memang kenapa ma?"
"Kalau dari dulu kan sudah mama jadikan menantu"
"Mamaaaaa!"
"Laki-laki itu lebih tua dari Ale ma selisihnya cukup jauh sepertinya"
"Ah tapi dia kan tampan dan masih terlihat muda, kaya raya lagi"
Entah kenapa nyonya Sungkono kurang suka dengan Hendra karena sebagai ibu ia merasa Hendra tidak tulus terhadap Alesa.
"Udah ah ma yuk ke meja makan, Ale lapar mam"
"Tunggu papa sama tamunya ya, sekalian mau makan bersama"
"Hah dia ikut makan juga ma?"
"Iya pak Victor itu memang tamu spesial kita, makanya ini mama masak banyak untuk menyambut dia. Dia membeli saham di perusahaan papa"
"Oh gitu .." Ale mengangguk sambil melihat Victor dari kejauhan.
Alesa kembali mencari ponselnya didalam tas, ia melihat apa Hendra sudah membalas pesannya atau belum.