
Pagi itu Ale berangkat ke cafe miliknya untuk mengurus belanja bulanan cafe. ia sendiri tidak mengajak Mikha dan menitipkan anaknya pada mama.
Ale sengaja berjalan-jalan di sekitar cafe nya. ia mendapati kumpulan kucing liar yang sepertinya kelaparan.
"Oh kasian, kalian pasti lapar"
Ale masuk kedalam cafe dan mengambil satu mangkuk susu serta ikan yang sudah di goreng. ia kembali pada kawanan kucing liar tadi dan memberikan makanan pada mereka.
Sekawanan kucing langsung menyerbu ikan goreng yang Ale bawa.
"Ya ini untuk kalian, makanlah pelan-pelan jangan berebut" kata Ale sambil tersenyum sumringah.
Ia menunggu sampai para kucing menghabiskan makanan itu.
"Baiklah aku akan kemari lagi besok" Ale berjalan pergi masuk kedalam cafenya.
"Sisil aku pergi dulu ya, jangan lupa mulai lagi catat pengeluaran cafe dengan rapi" kata Ale pada asistennya di cafe.
"Iya Bu Ale"
Sementara di apartemen Marisa ia sedang berbincang dengan Hendra di atas ranjang. keduanya selesai memadu kasih. sekarang Hendra berlari pada Marisa yang terlihat lebih menarik baginya.
"Lalu kapan kamu akan menghancurkan keluarga Sungkono? apa sengaja berlama-lama dengan Alesa? cinta ya sama dia?"
"Aku hanya mencintai mu dan anak kita" sahut Hendra.
"Kalau begitu cepatlah, aku sudah tidak sabar melihat Alesa hancur"
"Sayang kenapa kamu begitu dendam pada Ale?"
"Apa lagi, sejak sekolah dulu dia selalu menjadi pusat perhatian. ia memiliki segalanya. kau juga tahu itu bukan?"
"Hmmm ya aku tahu kehidupannya memang membuat iri semua orang yang mengenalnya"
"Minggu depan aku ada meeting untuk proyek terbesar Sungkono Group akan kuhancurkan dulu proyek itu sehingga perusahaan membayar pinalti dalam jumlah besar. Jika sudah hancur aku akan meninggalkan Sungkono Group beserta Alesa"
"Lalu apa kau akan mengatakan pada Ale kalau Mikhaela adalah anak kita?"
"Tentu saja aku akan mengatakan itu padanya dan juga pada ayahnya! biar situa itu jantungan sekalian!"
"Kau jahat sekali sayang tapi aku suka itu" Marisa.mengecup bibir Hendra. keduanya berpelukan dan kembali melakukan pergumulan di atas ranjang.
🖤🖤🖤
Siang itu Victor sedang ada meeting dengan kliennya di luar perusahaan. mobil yang di kemudikan supirnya menuju sebuah restoran barat. saat berhenti di lampu merah ia tanpa sengaja menoleh ke arah kiri.
Di kejauhan terlihat seorang gadis sedang memberi makan kucing liar. Victor terus memandang gadis itu dari balik kaca mobilnya.
Senyum samar terlihat di bibirnya. sampai mobilnya berjalan menjauh ia masih teringat dengan gadis itu.
Alesa Sungkono, gadis yang hampir mirip dengan mendiang istriku ....
"Tuan kita sudah sampai" kata supir yang membukakan pintu mobil untuk Victor.
"Oh ya tolong kau minta sekretaris ku untuk membeli buket bunga dan kirimkan pada anak gadis keluarga Sungkono"
Sang sopir terlihat mencatat perintah majikannya dengan ponselnya.
"Baik tuan"
"Oh ya katakan pada sekretaris ku untuk tidak menyematkan nama ku di buket itu"
"Baik tuan, akan saya laksanakan"
Victor berjalan menemui kliennya. sementara di sopir sibuk mengirim pesan ke nomor sekretaris Victor di kantor.
Malam itu Alesa menerima buket bunga cantik dari seseorang. disana tidak ada nama pengirim hanya ada tulisan misterius.
Untuk gadis yang sudah memberi makan kucing liar siang tadi ....