
Hendra meraih ponselnya di atas meja di samping ranjang Marisa. Setelah makan malam ia dan Marisa melalui malam romantis berdua.
Hendra segera bangun dari atas kasur dan bergegas ke kamar mandi. Ia mengenakan pakaiannya dengaan cepat karena Alesa menelponnya ber- ulang sampai dua puluh kali.
"Mau kemana?" Marisa menggeliat di balik selimutnya.
"Aku harus segera pulang, Ale menelpon ku sejak tadi"
Marisa menguap dan tidak peduli lagi, ia melanjutkan tidurnya.
Sementara Hendra segera pergi dari apartemen Marisa dengan mobilnya. Ia memacu mobilnya dengaan kecepatan di atas rata-rata.
Setibanya di rumah Alesa ternyata menunggu Hendra pulang hingga tertidur di sofa.
"Sayang,....Ale?" Hendra menyentuh lembut pipi Ale yang sedang tidur nyenyak.
"Sayang...."
Ale tampak bergerak dan membuka matanya. Ia terkejut mendapati Hendra ada di hadapannya sekarang.
"Mas ...jam berapa ini? kenapa baru pulang?" tanya Ale disela kantuknya.
"Maaf sayang mas banyak pekerjaan" Hendra mengecup kening Alesa.
"Aku ngantuk, kamu sudah makan?" tanya Alesa.
"Sudah sayang, yuk ke kamar istirahat" ajak Hendra sembari menggandeng tangan Ale.
Ale menurut saja dan mengikuti langkah Hendra menuju kamar mereka tanpa rasa curiga.
Sebelum tidur Hendra segera menghapus chat nya dengan Marisa tadi siang sewaktu di kantor. ia buru-buru mengganti pakaiannya dan ikut tidur di samping Ale.
🖤🖤🖤
Flash back...
Siang itu Alesa dan mama berada di pusat perbelanjaan. sewaktu memilih bahan makanan mama seperti melihat Hendra.
"Nggak mungkin lah ma mas Hendra ada disini, setahu Ale mas Hendra sedang sibuk di kantor"
"Lagi pula mana mungkin mas Hendra belanja bahan makanan ma, untuk apa? kan semua kebutuhan dapur sudah Ale yang handel"
"Iya juga sih tapi mama tadi yakin itu Hendra suami kamu"
"Mama salah lihat pasti ..udah ah yuk kita belanja yang lain"
Nyonya Sungkono terdiam dan mencobaa melupakan jika tadi ia melihat menantunya.
Kalau Hendra bilang pada Alesa sedang sibuk di kantor, berarti dia memang di kantor. coba ah nanti aku tanyakan pada sekretaris papa dia pasti tahu Hendra pulang jam berapa dari kantor.
Masalahnya nyonya Sungkono tidak mau sampai anak semata wayangnya di khianati oleh suaminya.
Sejak awal nyonya Sungkono kurang percaya pada Hendra, entah kenapa ia merasa hanya Alesa yang mencintai Hendra tapi Hendra tidak mencintai Alesa.
"Ma kenapa bengong sih?" Alesa yang sedang memilih baju jadi menegur ibunya.
"Iya Ale, mama sedang berpikir mau beli baju yang mana, belum lama ini kan mama beli baju disini juga"
"Oh gitu, kenapa mama nggak bilang? kalau begitu kita pindah ke butik sebelah aja yuk"
"Ayo .."
Jadilah kedua wanita itu menenteng tas belanjaan yang sudah memenuhi tangan mereka. tapi keduanya masih ingin berbelanja baju baru.
"Oh ya Ale Hendra pulang jam berapa nanti?" mama kembali bertanya soal Hendra.
"Malam ma soalnya mas Hendra baru diangkat jadi wakil CEO katanya pekerjaannya menumpuk"
"Oh gitu, nanti kalau Hendra pulang ke rumah kamu segera telepon mama ya"
"Telepon mama? memang kenapa ma?"
"Enggak...mama cemas saja kamu di rumah baru kalian kan sendirian"
"Iya deh ma nanti Ale telepon dan kabari Mama kalau mas Hendra sudah sampai di rumah"