
Hari-hari Ale habiskan bersama Mikha anaknya. ia bermain dan jalan-jalan ke taman atau pergi ke mall bersama Mikha. Kebahagiaan Ale rasakan kini, ia sudah menjadi seorang ibu dari putri kecil yang cantik dan menggemaskan.
Saking bahagia dan stabilnya kehidupan rumah tangga Ale, bobot tubuhnya naik tanpa ia sadari. saat Mikha tidur siang Ale bersantai membaca buku sambil ngemil atau makan cake kesukaannya.
Hendra sebagai suami merasa terkejut melihat perubahan fisik Alesa semakin hari semakin gemuk.
Pagi itu Hendra putuskan untuk menegur Ale agar melakukan diet ketat. ia merasa pusing melihat penampilan Ale sekarang jarang ke salon dan semakin gemuk.
"Sayang mas rasa kamu sudah terlalu gemuk coba timbang berapa berat badan kamu?"
"Iya mas Ale memang naik sembilan kilo mas" kata Ale merasa bersalah pada Hendra.
"Sembilan kilo Ale?!"
"Iya mas tapi aku janji aku akan diet ketat mas"
"Ale .....mas senang melihat kamu bahagia bersama anak kita Mikha tapi tolong kamu juga pikirkan mas"
"Iya mas Ale minta maaf ya"
Hendra terlihat kesal dan berlalu pergi
Malam hari Hendra pulang bekerja ia sudah mandi dan membersihkan diri seperti biasanya. wajahnya terlihat menawan dan segar.
Sementara Ale seperti biasa sedang bersantai di ranjang sembari membaca novel yang baru ia beli. Ale mengenakan piama transparan berwarna ungu muda. kulit putihnya terlihat bersih hanya saja pinggang nya sekarang sudah tertutup lemak.
Hendra yang tadinya ingin segera minta dilayani jadi mengurungkan niatnya. ia merasa tidak tertarik dengan istrinya sendiri. yang ada di benak Hendra adalah tubuh Marisa yang tetap ramping meski sudah memiliki satu anak. Marisa tetap seperti dulu tidak berubah malah tambah cantik, begitu menurut Hendra.
"Mas sudah mau tidur?"
"Iya Ale mas lelah"
Ale terdiam ia pikir Hendra akan mengajaknya bertempur malam itu tapi ternyata suaminya itu malah tertidur lelap.
🌵🌵🌵
Paginya Ale sudah mempersiapkan keperluan Hendra ke kantor. ia juga sudah menyiapkan sarapan sebelum Mikha bangun tidur.
Ale terlihat biasa saja pagi itu, rambut panjangnya sudah mulai tak beraturan karena jarang ke salon. pagi itu ia bahkan hanya mengenakan celana pendek dan kaos oblong saja.
Hendra semakin muak melihat penampilan istrinya itu.
"Nanti mas lembur ya"
"Tapi kita mau makan malam bersama papa dan mama mas"
"Sayang mas nggak bisa ikut, nanti sampaikan salam saja pada papa dan mama ya"
"Yasudah kalau begitu" kata Ale kecewa.
"Sayang nanti hari libur kita berkunjung ke rumah papa dan mama"
"Iya mas" senyum Ale mengembang ceria sembari melambaikan tangan pada Hendra yang sudah masuk kedalam mobil ya.
Di kantor Hendra tidak konsentrasi, pikirannya berkelana membayangkan tubuh Marisa sejak semalam.
"Cancel meeting siang ini" kata Hendra pada sekretarisnya.
"Baik pak"
Hendra menyambar kunci mobilnya dan bergegas pergi ke apartemen Marisa.
"Hei sayang kenapa kemari? aku kira kau sibuk di kantor" kata Marisa saat membuka pintu apartemennya dan melihat Hendra tersenyum di hadapannya.
"Aku merindukan mu sayang" Hendra meraih pinggang ramping Marisa. ia memagut bibir Marisa tanpa permisi.
Marisa terkejut tapi ia membiarkan Hendra melakukan itu padanya. kedua tangan Hendra tidak berhenti menjelajah di balik rok ketat Marisa.
"Hey.....sabar dulu sayang"
Hendra melepas jas dan dasinya dengaan cepat, ia meremas bagian pribadi Marisa yang membuat Hendra tidak tahan.
"Hen....dra.." Marisa mendesah kecil dengan perlakuan Hendra.
Hendra menjatuhkan tubuh Marisa di ranjang sembari menindihnya. dengan cepat Hendra melepas ikat pinggangnya. ia bahkan merobek baju Marisa saking gemasnya.
"Aku tidak tahan lagi cepat berikan dirimu padaku Marisa sayang" bisik Hendra di telinga Marisa yang membuat geli.
Akhirnya siang itu terjadi berkali-kali kegiatan yang membuat Marisa dan Hendra melayang. keduanya lupa jika Hendra sudah menikah dengan Alesa. pria itu seperti lupa diri dan mabuk kepayang dengan tubuh sexy Marisa.