
Dengar rasa kesal Rose mematika alarm tersebut, kemudian Rose melihat jam alarm yang sudah menunjukan pukul 7.30. Rose mau tak mau harus bangun, dengan langkah gontai menuju kamar mandi. 15 menit kemudian, Rose selesai dengan ritual mandi dan bergegas menggunakan pakaian untuk kuliah.
Rose berjalan menuju ke arah motor matic, yang terparkir dengan indah di depan rumahnya. kemudian Rose duduk dan menyalahkan mesin motor matic menuju kampus. Sesampainya di parkiran kampus, Rose di kejutkan oleh kedatangan Rendi dan teman-temannya.
"Eh pembantu bagus ya, baru datang jam segini"
Rendi berbicara dengan nada sinis sambil melirik ke jam tangannya.
"Iya tu Ren enak banget, masak majikan nunggu pembantu"
Ze mengompori Rendi agar Rose menerima kemarahannya.
"Nah bener baget tu Ze, kayanya harus di beri hukuman deh biar pembantu lo ini ngak ngelunjak"
Zian menimpal perkataan Ze, dan menatap Rose dengan tatapan penuh kemenangan.
Rendi mulai berpura-pura berpikir, dengan mengangkat alisnya. Dan beberapa saat kemudian mulai menyetujui perkataan sahabatnya.
"Benar banget kata kalian, biar dia tau diri kalau disini gue yang jadi majikannya bukan dia"
"Kira-kira hukuman apa ya yang cocok untuk pembantu yang ngak tau diri kaya gini"
Rendi menatap Rose dengan tatapan sinis sambil memegang kepalanya, seperti sedang berpikir dan menekan kata hukuman di hadapan Rose. Rose yang mendengar kata hukuman tersebut mulai resah dan mulai bersuara dengan tatapan yang memohon.
"Maaf' Ren aku ngak maksud untuk telat, tadi itu aku bangunnya kesiangan"
"Alah alasan aja lo, gak ada maaf' buat lo"
"Pokoknya lo harus dapat hukuman dari gue, dan lo harus nurut perintah gue"
"Biar lo ingat, disini gue majikan lo dan bukan lo majikan gue"
"Jangan hukum aku Ren, aku janji ngak akan datang telat lagi"
"Aku akan datang sebelum kamu datang ke kampus, tapi sekarang aku minta sama kamu beri aku keringanan untuk ngak di hukum"
"Ngak ada kata keringanan dirumus gue pokoknya lo harus dapat hukuman dari gue"
"Tapi Ren sebentar lagi aku ada jam mata kuliah Pak Wisnu dia kan dosen kiler yang paling ganas dan suka menghukum dengan cara yang aneh"
"Gue gak mau tau dan gue gak mau di bantah"
"Lo gak mau dengarin gue? hukuman lo akan bertambah"
Rose yang mendengar perkataan Rendi dengan penuh ancaman tanpa mau di bantah hanya pasrah dan mengikuti kemauan Rendi.
"Sekarang lo ikut gue!!
"Mau kemana kita Ren?
"Gak usah banyak tanya, ikutin gue aja"
Tepatnya disebelah motor matic Rose, mobil Rendi terparkir.
"Masuk lo ke dalam"
Rose melangkah masuk kemobil Rendi di ikuti oleh kedua sahabat Rendi. Mobil melaju dengan kecepatan sedang, setelah 10 menit sampailah mereka disebuah tempat yang sepi.
Dengan pencahayaan matahari yang minim dan banyak binatang yang menjijikan berkumpul di gedung yang tak terawat. Rendi mulai bersuara dan diikuti oleh Ze dan Zian di belakang.
"Turun lo pembantu"
Rose melangkahkan kaki untuk turun dari mobil Rendi.
"Nah karena lo udah melanggar perintah gue, lo harus di hukum"
"Dengan lo harus membersihkan tempat ini dan harus menggunakan tangan lo"
"Tanpa sapu ataupu lap pel"
"Gue kasih lo waktu 30 menit, dengan pengawasan Ze dan Zian"
"Setelah 30 menit, gue akan kesini untuk lihat kerja lo"
"Dan gue ngak tau bagaimana dengan nasib lo, kalau sampai lo ada ditangan mereka"
Rose mulai bersuara untuk melayangkan protes kepada Rendi
"Loh Ren kok bisa jadi mereka yang beri gue hukuman ini kan urusan lo sama gue, ngak ada hubungan sama teman-teman lo yang mesum akut ini"
Rendi mulai bersuara untuk membela diri, karena tak mau disalahkan.
"Yah suka-suka gue, Kan disini majikannya gue bukan lo"
Rose mulai bersuara lagi untuk membatah, tapi langsung dibantah oleh Rendi.
"Tapi... Ren"
"Gak ada tapi-tapian, kalau lo masih ngebantah gue. Gue bakal nambahin hukuman buat lo"
Rose hanya bisa pasrah, dengan apa yang disuruh Rendi.Dan mulai melangkah gontai sambil berjalan membersihkan ruangan gedung yang kotor dan gelap serta banyak dihuni oleh binatang yang menjijikan. Melihat Rose yang telah melakukan perintahnya, Rendi pamit kepada kedua temannnya dan mulai melangkah untuk menuju mobilnya dan pergi kekampus untuk mengikuti kelas yang sebentar lagi akan ada mata kuliah Pak Bagas.
"Hem..... Ze, Zian gue titip dulu ya sipembantu jelek ini"
"Ingat, jangan sampai dia gak ngerjain hukuman gue"
"Dan juga ingat pastikan kalau kalian ngak apa-apain, pembantu gue"
" Kalau sampai, gue dengar pemabantu gue diapa-apain sama kalian"
"Atau kalian gak becus jaga dia, dalam menjalani hukuman dari gue. Kalian berdua akan berhadapan langsung dengan gue"
Dengan nada mengancam sambil menatap dengan tatapan yang membunuh.
"Yah elah, ngak akan gue apa-apain pembantu lo. Lagian gue liat dia aja ngak nafsu, malah gue jijik"
Ze menjawab pertanyaan Rendi sambil mengisyaratkan, untuk Zian meyakinkan Rendi.
"Benar baget tu Ren, dan lagi Rose bukan tipe kita"
"Gini-gini kami masih bisa juga milih, bukan asal sama cwek"
"Tapi karena lo perhatian sama pembantu lo, gue penasaran emang ada yang spesial apasih dari dia"
Zian menjawab sambil memegang kepalanya, seperti sedang berpikir. Melihat dua temannya bertanya dengan tatapan menyelidik, Rendi mulai mengelak agar tidak diejek oleh kedua teman laknatnya.
"Eh... kalian sembarang aja kalau ngomong, gak di filter tu kata-kata"
"Mana ada gue perhatian sama dia, secara dia bukan level gue"
"Gue ngomong gitu, biar kalian ngak macam-macam"
"Kaliankan ngak bisa lihat namanya cwek, langasung kalian sikat"
Ze dan Zian langasung menjawab pertanyaan Rendi dengan kompak, sambil menatap Rendi dengan tatapan kesal.
" Sembarangan aja lo ya, kami ini pencinta cwek cantik bukan cwek buruk rupa"
"Mata kami masih berfungai dengan normal"
Karena jam mata kuliah sebentar lagi mulai, dan jika di lanjutkan maka perdebatan tersebut bakalan lebih panjang. Akhirnya Rendi bersuara untuk pamit kepada dua sahabat, Agar perdebatan berakhir.
"Dah la gue mau pergi dulu ke kekampus, ingat 30 menit lagi gue kesini"
Sesudah mengucapkan itu, Rendi melangkah pergi dan melangkah menuju mobilnya dan bergegas pergi.
(Sementara disisi lain)
Rose sudah mulai membersihkan gudang yang tidak layak lagi di sebut tempat tinggal. Zian dan Ze sambil melihat pekerjaan Rose, Duduk dikursi yang ada digudang dengan sekali-kali melihat ponsel yang berisi game dan ditemani oleh minum serta makanan ringan.
Rose yang melihat mereka membuang kemasan makanan dan minuman di tempat sembarangan mulai bersuara.
"Eh.. kalian berdua jangan dibuang sembarangan sampah kemasan makanan dan minumanya, kan didepan kalian ada kotak sampah"
Ze dan Zian tidak memperdulikan perkataan Rose, mereka masih asik memainkan game di ponselnya.Rose yang melihat semua itu hanya diam, dan melanjutkan hukuman dari Rendi. Agar cepat selesai dan bisa mengikuti mata kuliah Pak wisnu yang terkenal sebagai dosen kiler yang paling menakutkan.