Black Rose From Fans

Black Rose From Fans
Capter 22 Bebas



Rendi yang melihat kedatangan keluarga besar menatap dengan binggung, sedangkan mama Rendi yang melihat kebingungan Rendi dan suami malah tertawa tanpa dosa.


"Ha..ha ...ha kalian kompak sekali kalau lagi panik"


Rendi dan suami menoleh keasal suara dengan tatapan tajam dan wajah yang kesal.


"Maaf' mas, Ren, mama cuman memberikan sedikit kejutan biar lebih seruh"


mendengar penjelasan sang pembuat onar kompak mereka merasa lega dengan wajah yang masih kesal.


"Selamat ulang tahun yang ke 40 tahun sayang, semoga sehat selalu dan perusahan yang di pimpin makin sukses"


Kompak mereka bertiga langsung menoleh keasal suara dengan wajah yang terkejut dan papa Rendi langsung memeluk mama tercinta.


"Lo kok ucapan selamat dari mama gak di jawab "


Oma nana bertanya kepada papa Rendi namun papa Rendi semakin memeluk erat mamanya sambil mengucapkan kata maaf.


"Maaf' ma"


"Terimaksih atas doa nya dan makasih mama mau datang ke indonesia, ini hadia yang paling spesial yang pernah aku dapatkan"


Mendengar penuturan papa Rendi, oma Nana merasa bersalah dengan meneteskan air mata.


" La kok mama nagis"


Oma Nana langsung menghapus air mata dengan tangan.


"Mama gak nagis sayang mama cuman merasa bersalah karena gak pernah datang lagi ke indonesia."


Sementara disisi lain


Rey menjalankan mobil menuju ke toko bunga indah, 30 menit kemudian Rey sampai di depan toko bunga indah yang baru saja di buka.


Rey langsung turun dari mobil dengan wajah berseri-seri masuk ke toko bunga indah


" maaf' Mas ada yang bisa saya bantu"


Tuti pegawai baru bekerja hari ini langsung menayakan apa yang di cari oleh pemuda di depan dengan wajah ramah.


"Saya mau mengambil pesanan yang saya pesan kemarin"


" Baik la Mas tunggu sebentar"


Tuti langsung mencari mona untuk bertanya apa yang di pesan oleh Rey.


"Maaf' Mbak mona saya mau memberitahu di depan ada seorang pemuda yang mau mengambil pesan bunga nya kemarin"


Mona yang mendengar perkataan Tuti langsung paham dengam membawah satu buket bunga mawar hitam.


" Maaf Mas menunggu lama"


Rey hanya membalas dengan agukan dan langsung bertanya berapa harga buket bunga mawar hitam pesan nya.


" Berapa harga pesan buket bunga mawar hitam saya mbak"


Mano langsung menjawab pertanyaan Rey.


"150 ribu Mas"


Rey memberikan 2 lebar 100 ribu sisa nya ambil saja sebagai bonusnya.


"Terimakasih mas "


Rey hanya menbalas agukan dengan segera berjalan kuluar dari toko bunga indah.


Sementara disisi lain


Rose mendengar alarm langsung bagun dari tidur segera masuk kamar mandi untuk mandi secepatn nya, sekitar 30 menit Rose sudah siap dengan penampilan yang memakai dres lengan sebahu dengan motif bunga-bunga.


Setelah sudah merasa penampilan cukup rapi Rose segera menuju ke dapur untuk membuat sarapan di hari ke 2, belum sempat Rose membuat sarapan panggilan telpon Rendi mengalikan konsentrasinya.


" Hello Ada apa yang Ren?"


" Ren kamu masih ada disanakan?"


" Kenapa emang ya Ren?"


" Ya Ren, aku ngerti dan aku usahkan akan datang ke acara papa kamu"


" Baik Ren"


Setelah panggilan telpon berakhir Rose segera meninggalkan dapur dan mengambil tas serta memakai sepatu untuk bersiap-siap ke kampus mengunakan motor matic kesayangan dengan hati yang gembira.


Sementara disisi lain


Rendi yang melihat kebahagian sang papa merasa senang, hingga dia teringat kalau hari ini dia lupa memberi kabar untuk Rose agar tidak usah membuat sarapan dan mengundang mengahadiri perayan ulang tahun papa ke 40.


Sekitar 30 menit baru telpon tersebut di angkat Rose, Rendi yang mendengar suara Rose termenung dengan sendirinya hingga suara Rose kembali membuat dia sadar dan langsung menjawab dengan nada yang sedikit jutek.


"Masih la, Gue mau bilang kalau lo gak usah buat sarapan gue pagi ini"


" Karena hari ini ulang tahun papa ke 40, gue bebasin hukuman lo, tapi kalau besok hukum lo berlanjut lagi"


"Iya"


"Sekalian gue mau undang lo untuk datang ke acara ulang tahun papa malam nanti ini di rumah gue"


" Dah gue masih bayak urusan, gue tutup duluh telpon nya"


Setelah Rose mejawab Rendi langsung mengakhiri pagilan dan mengahampiri keluarga besar untuk berpamitan ke kampus.


"Ma, pa, oma, tante, dan om"


Kompak mereka semua menoleh ke arah Rendi


" Ada apa Ren ?"


Mereka semua kompak bertannya dan membuat Rendi sidikit canggung.


" Itu ...itu"


mama Rendi yang binggung dengan kelakuan Rendi langsung bertanya kembali.


" Itu ..itu apa ya Ren?, jangan buat kami penasaran"


Rendi membuang nafaa secara kasar dan menjawab pertanyaan mama"


"Rendi mau bilang kalau Rendi mau pergi kampus karena ada mata kuliah pagi ma"


" Ya sudah kamu boleh pergi"


Rendi yang telah mendapat izin langsung menyalami satu persatu anggota keluarga dan mengambil kunci mobil yang ada di atas meja.


Sementara disisi lain


Rey yang sudah sampai di kampus baru dengan semangat membuka pintu mobil dengan membawah sebuket bunga mawar hitam, dengan kondisi kampus yang masih sepi namun tidak dengan hati Rey yang merasa sudah sangat berbunga-bunga untuk menghampiri sang pujaan hati.


Rey berjalan menelusuri koridor kampus baru dengan langkah cepat hingga sampaila ia di depan kelas bisnis yang akan menjadi kelas barunya dengan Rose, karena kampus masih sepi dengan cepat kesempatan itu Rey gunakan untuk meletakan satu buket bunga mawar hitam dan surat yang telah di buat dengan amplop pink dengan sedikit pita di dalam loker meja Rose.


" Untuk kampus masih sepi, jadi gue gak perluh takut kalau ada orang yang lihat kalau gue yang ngasih buket bunga dan sebuah surat di dalam loker meja Rose"


Setela memastikan dengan baik Rey keluar dari kelas dengan langkah cepat meninggalkan kampus. mobil menuju cafe yang tidak jauh dari kampus agar tidak ada yang mencurigai gerak gerik nya.


15 menit kemudian Rose melewati cafe tersebut, Rey yang melihat Rose mengedarai motor matic tersenyum tanpa sepengetahuan Rose.


Rey masih memandang motor matic tersebut hingga menghilang dari pandangan dengan wajah yang masih tersenyum.


Namun senyum nya Rey langsung luntur karena mendengar suara pegawai cafe yang mengagu aktivitasnya.


" Mas mau pesan apa ?"


Dengan wajah kesal Rey langsung mejawab dengan nada yang dingin


"saya mau pesan kopi hitam 1 dan roti gandum 1 dan di bungkus saja"


pegawai cafe mencatat pesan Rey


" Oke pesan akan segerah siap"


Rey membalas agukan dengan ekspresi wajah yang masih kesal, Rey menunggu pesanan membuka galeri ponsel dan tak sengaja melihat foto Rose yang ada di danau kemarin.