Black Rose From Fans

Black Rose From Fans
Capter 1 Kekejaman Rendi Aditama



Rose berjalan menyusuri koridor kampus sendirian tanpa ada sahabat ataupun teman, setiap hari Rose mengalami pembuliyan.


"Hey teman-teman lihat tu ada yang jalan kesini"


"Iya siapa ya kira-kira ?"


"Oh itu Rose anak fakultas bisnis"


"Rose yang mana sih?"


"Itu anak yang dari fakultas bisnis yang sering di bully,katanya karena di hitam dan jelek."


"Ngak sesuai tu dengan namanya"


"Emang namanya siapa?"


"Pretty Rose,, kan gak cocok tu sama dia. Bagusan kalo namanya diganti jadi Black Rose kan lebih cocok"


"haahaahaha....iya tu benar baget sesuai dengan orangnya"


Rose yang mendengar sebuah tawa yang mengejeknya itu hanya menunduk dan menagis di dalam hati.


"Ya allah aku gak mau jadi seperti ini,tapi apa daya ku kau yang menentukan semua takdir manusia. Kuatkanlah diri ini dalam menerima cobaan mu ya allah" (Gumam Rose dalam hati sambil menyeka air mata yang ingin jatuh).


Rose masih berjalan sambil menundukan pandangan ke arah lantai. Tanpa sengaja iya menabrak Rendi yang berjalan berlawan arah dengannya.


"Eh lo buruk rupa mata lo dimana liat liat dong kalau jalan pakai kaki jangan pakai dengkul"


"Maaf' Ren aku gak sengaja nabrak kamu"


"Maaf 'kata lo, enak banget lo ya bilang maaf ke gue"


"Sekarang juga lo ikut gue"


"maaf' Ren aku gak sengaja lain kali aku gak ngulangi kesalahan aku lagi"


"Gak ada maaf' buat lo sekarang juga lo ikut gue, NGAK ADA PENOLAKAN"


Rose yang mendengar kata-kata Rendi yang meninggi seketika ketakutan dan tubuh yang bergetar, mengikuti arah langkah kaki Rendi yang menuju ke arah toilet yang paling kotor dan paling menyeramkan.


"MASUK LO BURUK RUPA,KALAU GAK GUE SERET LO JANGAN SALAHIN GUE KALAU GUE MAIN KASAR SAMA LO"


Rose yang mendengar suara Rendi yang menyeramkan hanya menuruti kata-kata Rendi dengan tubuh yang bergetar"


"Iii.... ya ren aku masuk"


Sambil melangkah dan melihat ke arah dalam toilet.


"Melihat Ros yang sudah masuk ke dalam toilet Rendi tersenyum miring.


"haahahaaahaa ......mati lo buruk rupa"(Guman Rendi dalam hati)


Setelah Rose masuk ke dalam toilet yang gelap dan bau Rendi mengunci toilet dengan hati yang senang, Rose yang melihat pintu toilet yang tertutup berlari dan mengedor pintu.


"Ren buka Ren maafin aku gak sengaja nabrak kamu sampe kamu terjatuh".


"Enak aja lo bilang kata maaf , emang dengan kata maaf' sepatu gue bisa balik kaya semula dan harus lo tau ya duit lo itu gak bakal mampu untuk gantiin sepatu mahal gue"


"Ngak ren aku akan berusaha gantiin sepatu kamu"


"Kapan bisa lunasnya lo aja kuliah lewat beasiswa"


"Ngak Ren aku janji akan berusaha atau turutin apa kata kamu"


Rendi mulai berpikir dengan ide licik, apalagi yang bisa iya gunakan untuk membully gadis yang ada di dalam.


"Okey gue mau buka pintu ini, dengan syarat lo harus jadi pembantu gue selama satu semester. Di kampus ataupun rumah"


Karena Rose yang takut dengan kegelapan dan tak tahan dengan suasana tolilet yang mencengkam maka Rose meyetujui permintaan Rendi.


"Iii.....ya Ren aku mau jadi pembatu kamu,di rumah atau kampus"


"Tolong buka pintu toiletnya dulu Ren aku takut"


Setelah mendengar kata-kata Rose yang meyakinkan dan penuh dengan ketakutan Rendi mumbuka pintu dan tersenyum penuh dengan kemenangan.


"Okey' ni gue bukain,awas lo ya bohong. Bakal gue cari lo dan gue seret lo ke tempat yang lebih menyeramkan dari ini"


"Bagus,sekarang juga lo beliin gue nasi goreng siput yang ada di cafe ujung gang jalan kampus"


Rose mulai berjalan, namun belum sampai Rose melangka Rendi kembali bersuara.


"Dan lo harus sampe sebelum 10 menit"


Rose mulai ingin bersuara untuk melayangkan protes kepada Rendi.


"Tapi Ren, itukan cafe yang ramai penggunjung dan tempatnya juga jauh dari kampus"


"Gue gak peduli,yang gue tau lo harus sampai kesini sebelum jam 8."


"Kalau sampai lo telat 1 menit,lo akan terima HUKUMAN dari gue"


Rendi menekan kalimat hukuman dan mulai melirik jam tangan.


"Waktu lo gak banyak lagi,apa lo masih mau diam di sana,sebagai bentuk protes atau gue ajak lo ketempat yang lebih menyeramkan dan gelap dari pada toilet ini"


Rose yang melihat Rendi mengucapkan itu dengan senyum yang mengancam sengera berlari meninggalkan tempat dan berjalan mencari taksi untuk menuju Cafe yang berada di ujung gang kampus.


Sekitar 5 menit Rose berdiri taksi sampai di depan cafe Mentari yang berada di ujung gang kampus. Dengan terburu-buru masuk cafe tampah melihat jalan sekitar dan tak jarang mendapatkan kemarahan para pengunjung cafe yang di tabrak.


"Eh.... kalau jalan lihat dong"


"Woy mata tu lihat,kan jadi minuman gue tumpah mana baju gue kotor"


Dengan masih berlari mengucapkan kata maaf kepada para pengunjung cafe yang emosi telah memuncak karena tertabrak Rose.


"Maaf' kak ngak sengaja lagi buru-buru kak"


Sesampai ia didalam cafe Rose langsung memangil pelayan cafe dan mengucapkan pesanan yang Rendi minta.


"Mba saya pesan 1 nasi goreng siput di bungkus ya mba dan 2 caffe latte"


"Tolong cepat ya mba pesanan ya"


"Okey'mba mohon tunggu sebentar pesanannya"


Pelayan yang sudah menulis pesan Rose, segera pergi meninggalkan meja Rose dan melangkah menuju ke tempat safe yang bertugas membuat makanan.


Sekitar 5 menit pesanan yang di pesan jadi, dengan terburu-buru Rose bangkit dari tempat duduk untuk membayar dan mengambil makanan yang sudah di pesan.


"Ini mba pesananya, semua 250 ribu"


Rose mengambil uang yang ada di dalam dompet,memberikan uang 100 ribuan dua lembar dan satu lembar 50 ribu.


"Makasi mba, selamat menikmati dan jangan lupa kembali lagi ke cafe kami"


Rose tak menghiraukan perkataan pelayan cafe tersebut dan segera berjalan meninggalkan cafe dengan terburu-buru memasuki taksi yang sudah iya pesan sebelumnya.


Taksi yang di pesan melaju meninggalkan cafe, setelah 5 menit perjalanan menuju kampus akhirnya taksi sampai di depan kampus. Rose sudah sampai di depan kampus dengan terburu-buru keluar dari taksi dan menuju kelas Rendi yang berada di fakultas manajemen yang tepat berada di sebelah kelas Rose.


Sesampai di depan kelas Rendi, Rose mulai masuk dan mencari sosok Rendi.


"Ma.....af' Ren aku telat,cafenya rame penggunjung"


Dengan menuduk di hadapan Rendi serta meremas jari-jari tangan untuk menghilangkan ketakutanya.


"Lama amat deh lo, mana makananya"


Rose memberi bungkus makanan yang berisi nasi goreng siput dan 2 cap caffe latte.


"i....ini Ren"


Rendi menerima dan membuka bungkusan makanan dan menuangkan 2 caffe latte.


"Ini lo minum gue gak haus lagi"


Sambil menuangkan ke atas kepala Rose


"Ren kok lo kejam banget sama gue "


Rendi tak memperdulikan kata-kata Rose dan pergi meninggalkannya.