Black Rose From Fans

Black Rose From Fans
Capter 20 Penolakan



Setelah lama mereka saling pandang dan saling melempar senyum, Rose bersuara untuk bertanya siapa nama pemuda yang 2 kali iya temukan.


"Eh iya kita kan udah 2 kali bertemu masa belum tau nama satu sama lain"


Rey mendengar pernyataan Rose hanya tersenyum dan juga bersuara untuk bersandiwara seakan-akan dia tidak kenal kalau yang berada di depannya adalah Rose.


"Iya, nama kamu siapa ?"


Rose yang mendengar pertanyaan Rey yang bertanya tentang namanya tersenyum dan mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri.


" Nama saya Pretty Rose, kalau nama kamu ?"


Rey yang melihat uluran tangan Rose menyambut dan memperkenalkan diri juga kepada Rose


"Nama aku Rey Pratama Yonata"


Mendengar nama yang di ucapkan oleh pemuda di depan matanya, tiba-tiba tangan Rose dingin dengan wajah terkejut.


Rey yang melihat perubahan wajah Rose sedikit panik namun dia harus menormalkan ke khwatirannya agar Rose tidak curiga dan dengan segera Rey bersuara agar tidak terjadi ke canggungan di antara mereka.


"Kamu kenapa Rose ?"


Rose yang mendengar suara Rey bertanya kepadanya langsung tersadar dan menormalkan kembali keadaannya sambil berguman dalam hati kalau yang berada di depannya bukan Rey sahabatnya.


"Ngak mungkin aku yakin ini hanya kebetulan aja kan, nama Rey di dunia ini banyak bukan Rey sahabat aku aja"( Guman Rose dalam hati)


"E..ngak kok, cuman nama kamu ngigatin aku sama seseorang"


Rey mendengar pernyataan Rose merasa bahagia dan langsung berguman dalam hati


"Ahh... ternyata dia ingat sama aku pangeran ya , aku senang banget pengen sekali rasanya. Aku memeluk Rose untuk menyalurkan kerinduan"


"Tapi aku ngak boleh gegabah aku harus tau apa yang dia ingat bersama aku"


Dengan penasaran Rey dan hati yang tak keruan Rey bertanya untuk mengetahui apa yang diingat tentang dirinya.


"Emang siapa Rose ?, kok sampe kamu gugup banget dengan orang itu"


Rose yang mendengar pertanyaan Rey binggung harus menjawab sejujurnya atau berbohong, tapi kalau dia berbohong sama saja dia tidak mengakui pangeran penyelamatnya. Akhirnya Rose berkata jujur kepada Rey namun dengan suara yang sedikit sedih.


"Dia adalah orang yang paling penting bagi aku setelah keluargaku"


"Dia orang yang menerima aku apa adanya"


"Dia yang membuat hari-hari ku penuh warna"


"Dia orang yang sangat berarti dalam hidup ku"


"Dia tempat aku menceritakan keluhkesa ku"


"Dia selalu membuat aku tersenyum,melindungi,dan menyayangi ku setulus hati"


"Dia pangeran di hati ku untuk selamanya"


"Tapi sekarang dia pergi meninggalkan aku sendiri"


Rey yang mendengar pernyataan Rose hanya menatap dengan rasa bersalah di hati nya


"Maaf' kan aku Rose aku bukan bermaksud meninggalkan mu, tapi aku tidak sanggup mengingat kenangan bersama mu. Hingga kau memutuskan untuk pergi dari kota kenangan ini , tapi sekarang tenang Rose aku ngak akan pergi ninggalin kamu"


Rose masih melanjutkan kata-katanya sampai kalimat terakhir yang mengutarakan isi hatinya yang telah lama dia pendam dengan air mata yang menetes.


"Aku cinta sama dia selamanya, walaupun takdir mungkin tak akan mempersatukan kami kembali"


Mendengar pernyataan "cinta" dari Rose hati Rey merasa senang namun juga dengan rasa nyeri karena kata tak akan "bersatu kembali"


Rey bersuara kembali untuk menanyakan apa maksud dari kata yang tak akan bersatu kembali


Rose yang mendengar pertanyaan Rey menjawab tanpa ada rasanya curiga.


"Karena tidak mungkin dia mau dengan ku yang buruk rupa dan meskipun nantinya ia masih menerima keadaan ku, aku yang tak mau lagi dengan dia"


Rey yang mendengar pernyataan Rose yang tidak mau lagi dengan dirinya langsung khawatir dan mulai bersuara kembali untuk mengetahui penyebabnya.


"Kenapa kamu tidak mau lagi dengan dirinya ?"


"Bukannya kamu mengharapkan ada orang yang menerima kamu apa adanya"


"Dan aat orang yang kamu cintai menerima kamu apa adanya, kenapa kamu tidak menerima dirinya"


Rose mendengar pertanyaan beruntun dari Rey hanya bisa menghelakan nafas dan sebelum akhirnya dia menjawab dengan tenang, namun menyiratkan luka di matanya.


"Hem..mungkin benar aku mengharapkan seseorang menerima aku apa adanya dan aku lebih bahagia lagi seorang yang menerima keadaan ku adalah dia orang yang ku cintai, namun apakah aku tega melihat dia terluka dan mengorbankan kebahagiannya demi aku yang tak berharga ini"


"Aku mungkin bahgia dia bersama ku seperti dahulu kala, tapi aku tak akan ingin membuat dia merasa sedih menerima hinaan yang orang lontarkan untuk ku dan berimbas kepadanya"


"Mungkin aku adalah orang yang paling tidak berhati karena mengatasnamakan cinta untuk membuat dia tetap bersama ku"


"Bagi ku dengan cara menolaknya adalah pilihan yang terbaik untuk kami"


"Bukankan cinta tak perlu memiliki satu sama lain"


"Cukup simpan dalam hti agar tak pernah hilang, walaupun bukan aku yang berada disisinya tapi aku bahagia bisa melihatnya bahagia"


Mendengar pernyataan Rose, Rey merasa sakit di hatinya. Dalam keadaan yang seperti ini Rose masih memikirkan dirinya.


"Maaf' kan aku Rose harusnya biar aku saja yang menerima semua ini, kamu tak pantas mendapatkan semua ini"


"Mendengar jawaban yang kau berikan, semakin meyakinkan aku untuk memiliki mu dan aku tak peduli apapun yang terjadi pada mu"


"Tapi aku sedih Rose kamu tak mempercayai aku"


"Kamu meragukan aku dan menganggap aku sama seperti mereka yang menilai diri mu dari fisik"


"Dari apa yang kamu ucapkan itu membuat aku tidak ragu untuk mulai rencana ini, karena ketakutan aku benar kau tak akan mungkin menerima aku seperti dulu"


"Maafkan aku Rose membohongi mu dan jujur melihat diri mu seperti ini kepada ku membuat hati ku sakit"


(Guman Rey dalam hati)


Rose yang merasa terlalu banyak berbicara kepada Rey, merasa tidak enak dan mulai bersuara untuk mengucapkan maaf


"Aduh... maaf ya, kalau aku udah banyak bicara sama kamu dan membuat kamu gak nyaman dengan aku"


Rey yang mendengar suara Rose tersadar dari lamunan dan menyambut kata Rose dengan senyum sambil bersuara rama.


"Iya gak apa aku ngerti persaan kamu dan boleh kita berteman"


Rose yang mendengar pernyaatan Rey mengucapkan terimaksih dan menolak secara halus.


"Makasih ya udah dengarin cerita aku, tapi maaf' untuk berteman aku ngak bisa"


Rey mendengar penolakan Rose untuk berteman denganya binggung, Rose yang melihat kebinggungan dari Rey bersuara untuk menjawab kebingguan Rey


" Karena aku lebih nyaman sendiri"


Rey hanya menanggapi kata-kata Rose dengan senyum yang di paksakan, Rose yang melihatnya hanya bisa membalas senyum. Hingga Rey bersuara untuk berpamitaan dengan Rose karena sudah sore.


"Ya udah aku pulang dulu ya ?"


Rose mengangguk dan juga melangkah pergi dari danau untuk segera pulang ke rumahnya, tubuhnya sudah sangat kaget dengan kenyaataan ini.