
Rose yang melihat Rendi memegang bekal makanan dengan wajah yang sulit di artikan, ia bersuara untuk bertanya.
"Kenapa Ren dilihat aja?"
"Apa ngak selera Ren?"
"Atau ada yang salah dari bentuk bekal sarapan yang aku buat?"
Rendi yang terpaku dengan bekal makanan yang dibuat Rose, langsung mengalihkan pandangan ke arah Rose yang sedang bertanya dalam kebinggungan.
"Ngak kok"
"Ngak ada yang salah"
"Bekal makanan kamu lumayan bagus"
"Dah yok kamu temanin aku sarapan"
Rose yang mendapat perintah dari Rendi menemani sarapan pagi hanya menganguk dan mengikuti Rendi dari belakang, Rendi terus berjalan melewati parkiran kampus dan menuju sebuah pohon mangga besar yang berada di dekat kampus.
Rendi yang sudah sampai di bawah pohon mangga, segera duduk diakar pohon yang paling besar. Rose yang berada di belakang Rendi hanya mengikuti Rendi dengan duduk di sebelahnya, Rendi membuka bekal makanan dan menyantapnya.
"Aduh enak banget ni nasi goreng siput buatan si Rose ni !!
"Pakai bahan apa si dia sampai nasi goreng siputnya beda dari yang biasa gue beli dan buatan mama" (gumamnya dalam hati)
Saat Rendi ingin memasukan suapan ke tiga dalam muluntnya, Perut Rose berbunyi yang sedikit keras sehingga terdengar oleh Rendi.
"Kruy....Kruy....Kruy"
Rendi yang mendengar suara yang berasal dari perut Rose memberhentikan suapan dan langsung meletakan sendok ke dalam bekal makanan, sebelum suara tawa Rendi pecah
"ha..ha...ha...ha...ha ..ha"
"Kamu belum sarapan Rose?"
Rose yang melihat Rendi tertawa keras hanya membuang muka kesembarang arah untuk menutupi rasa malunya, dan sambil mengerutui kebodohan di dalam hati.
"Aduh ni perut kok ngak bisa di ajak kompromi si, kan aku jadi malu ni sama Rendi"( Guman Rose dalam hati)
Rendi yang melihat Rose tak menjawab pertanyaannya, namun lebih memilih untuk memalingkankan wajahnya untuk menutupi rasa malunya. Hanya bisa mengelengkan kepala dan langsung mengambil sendok untuk menyedokan nasi goreng siput, ia menyuapi Rose dan Rose menerima dengan sedikit malu karena paksaan dari Rendi.
"Ni Rose makan"
"Ngak usah Ren, entar aja. Kamu aja yang sarapan dulu dan aku masih kuat kok nahan laparnya"
"Ngak boleh"
"Telat makan itu dapat mengakibatkan asam lambung kamu naik nanti kamu bisa maag, sekarang kamu buka mulut kamu dan makan"
"Tapi..Ren"
"Ngak ada tapi-tapi sarapan bareng aku atau kamu kena hukuman"
Rose yang mendengar ancaman Rendi hanya bisa pasrah dan langsung menerima suapan dari Rendi, yang membuat Rendi tak henti-hentinya bersorak senang di dalam hati.
"Ah.. lucu juga ya Rose kalau lagi makan gini, gue serasa lagi nyuapin istri"( Guman Rendi dalam hati)
Akhirnya mereka menyelsaikan sarapan dengan satu kotak bekal makan yang berisi nasi goreng siput dengan penuh kemesraan.
(Sementara disisi lain)
Setelah pertemuan Rey satu hari yang lalu di toko buku, Rey mulai berbicara kepada Ayahnya untuk menyuruh anak buahnya menyelidiki identitas dan dimana Rose berada .
"Ayah"
Ayah Rey yang mendengar Rey memangilnya segera menoleh ke arah putranya dan bersuara.
"Iya kenapa Rey ?"
"Aku rasa aku sudah menemukan adik cantik ya"
"Maksud kamu siapa Rey ?"
"Rose ayah,, adik cantik yang kita tolong dan sahabat Rey"
"Oh.. ya kamu bertemu nak Rose di mana Rey ?"
"Tapi kenapa ngak kamu ajak main ke rumah Rey?"
"Sebenarnya yah itu masih dugaan Rey aja"
"Maksudnya kamu itu masih belum yakin, kalau gadis yang kamu temui Rose atau bukan"
"Iya ayah aku masih binggung, tapi aku yakin kalau gadis itu adalah Rose"
"Kenapa kamu bisa yakin ?"
"Aku mengenal Rose ayah, dia adalah gadis yang mempunyai mata yang hitam dengan tatapan yang meneduhkan dan mempunyai hobi yang aneh"
"Dari tatapan gadis itu aku yakin kalau itu Rose, tapi ayah aku boleh minta bantuan ayah"
"Bantuan apa Rey ?"
"Aku ingin menyelidiki identitas gadis itu apakah benar dia Rose atau bukan"
"Bagimana ayah bisa menyelidiki gadis itu?"
"Apakah kamu mempunyai foto atau kamu ingat dengan wajah gadis itu ?"
"Fotonya Rey tak punya ayah karena kami hanya berbicara sebentar dan belum sempat aku berkenalan denganya"
"Jadi bagaimana ayah bisa mencari informasi tentang dirinya nak ?"
"Rey saja binggung memikirkannya ayah"
"Atau kamu masih ingat ciri-ciri wajah gadis yang menurut mu itu Rose"
"Aku hanya ingat kalau dirinya berambut sebahu, berkulit hitam, bermata senduh dan berbadan kecil"
"Oh.. ya nak bukannya Rose gadis yang cantik berkulit putih ?"
"Iya ayah Rose gadis cantik dan ceria yang sangat aku rindukan sampai sekarang, walaupun aku tak tau dimana keberadaannya sekarang"
"Sudah jangan kamu mengigat masa lalu, jadilah masa lalu sebagai pelajaran"
"Iya ayah aku akan fokus untuk mencari gadis cantik ku"
"Oh.. ya kita kembali bahas lagi yang kamu duga Rose"
"Okey Rey lanjut lagi ceritanya, kenapa Rey yakin gadis yang berkulit hitam dan sedikit bercak luka bakar itu"
"iya kamu lanjutkan lagi ayah penasaran kenapa kamu bisa seyakin ini, padahalkan selama ini kamu udah banyak mencari orang yang bernama Rose namun tak ada satu orang yang menurutmu gadis cantik yang pernah ayah tolong"
"Gini yah kenapa Rey yakin dia Rose karena dari caranya yang ceroboh, matanya dan yang buat aku semakin yakin karena kulitnya yang hitam serta luka bakarnya"
"Kenapa kamu yakin dengan kulit hitam dan luka bakar yang ada di tubuh dan wajahnya Rey ?"
"Karena Rose menghilang setelah insiden kebakaran, yang melanda keluarga Rose yah dan juga sampai sekarang tak ada yang bisa menemukan keberadan keluarganya Rose"
Ayah Beno berpikir apa yang di katakan anak tunggalnya memang benar setelah insiden bencana kebakaran yang melanda rumah bak istana itu, tak ada satu mayat yang di temukan namun anehnya kabakaran rumah itu mengahanguskan segalanya hingga tanpa ada yang tersisa.
"Benar juga kata kamu Rey, pihak polisi saja binggung menyelidiki kasus ini sampai sekarang tak bisa di pecahkan"
"Nah iya yang aku curigakan kalau kebakaran ini sudah di rencanakan untuk menghancurkan keluarga Rose untuk menderita, tapi dengan cara membakar segala dokumen serta aset-aset yang berharga"
"Kalau menurut ayah Rey bukan itu alasannya"
"Jadi apa alasannya ya ?"
"Alasan mereka yang membakar rumah itu untuk membuat sebuah kekacauan dari segala pihak"
"Aku setuju yah kalau keluarga Rose kacau atau menghilang, Paman Rose akan menjadi pengelolah perusahaan Rose. Karena perusahan pemasok dan pegelolah berbagi jenis bahan yang berasal dari bunga mawar harus di pimpin seorang wanita"
"Namun jika tak ada satu dari keluarga mereka yang mempunyai keturunan yang berjenis kelamin Prempuan, maka untuk sementara waktu perusahan yang di kelola anak pertama akan jatuh ke pamannya"
"Kamu taukan paman Rose"
"Tau. diakan orang yang serakah dengan kekayaan serta kedudukan sampai tega menghancurkan penghalang untuk mencapai tujuannya"
"Nah itu menurut ayah kenapa rumah Rose di bakar, untuk membuat Rose meninggal atau cacat seumur hidup"