Black Rose From Fans

Black Rose From Fans
Capter 16 Melihat



(Sementara disisi lain)


15 menit kemudian Beno sudah sampai di depan pintu utama perusahaannya, sekuriti perusahan menyapa dengan sopan dan tubuh sedikit membungkuk.


"Pagi Pak Beno"


Beno membalas sapaan sekuriti sambil tersenyum ramah


"Pagi mang iin"


Setelah membalas sapaan sukuriti Beno melangkah masuk ke perusahan yang menuju ke ruangan CEO dan segera mengambil telpon yang khusus untuk memanggil anak buahnya.


"Hallo, Arman kamu datang ke ruangan saya sekarang dan bawa beberapa anak buah mu untuk membantu mu meyelidiki seseorang"


mendengar perintah dari tuannya Arman langsung menjawab dan segera memanggil anak buahnya untuk melaksanakan perintah tuannya


"Baik tuan akan saya laksanakan perintah anda"


Selesai menelpon Arman ia segera menyadarkan diri di kursinya dan memijat pelipis matanya yang sangat mengantuk karena tidak tidur semalam untuk mengerjakan tugas kantor. Namun baru saja matanya tertutup suara dering ponsel Beno berbunyi dengan mata yang masih tertutup, ia mengeserkan tombol terima telpon agar mengetahui siapa yang menelponnya.


"Hallo"


Beno yang mendengar suara di telpon, langsung bersuara untuk menjawab.


"Iya ada apa Rey ?"


Beno sudah tau kebiasaan putranya jika sang putra menghubungi dirinya maka putranya akan datang telat keperusahan.


"Jadi gini ayah aku ngak bisa datang langsung setelah sarapan ke perusahan"


Beno bingung kenapa Rey ngak bisa datang setelah sarapan, apakah Rey lagi menyembunyikan masalah.


"Kenapa Rey ?"


"Apa kamu lagi ada masalah ?"


Rey yang mendengar pertanyan ayahnya yang dengan nada khawatir langsung menjelaskan agar ayahnya lebih tenang dan ngak mikir macam-macam tentang dirinya.


"Tidak ayah Rey tidak ada masalah, tapi Rey harus datang untuk ke kampus baru dahulu, untuk menyelesaikan beberapa berkas yang di butuhkan dan akan datang kekantor ayah setelah Rey selesai melengkapi berkas di kampus baru"


Beno yang mengerti dari pembicaran sang putra segera bersuara untuk menjawab


"Ya sudah kalau kamu ke kampus baru untuk melengkapi berkas yang kurang maka ayah setuju"


Dengan nada senang Rey segera menjawab perkatan ayahnya yang tidak marah dan memberikan izin.


"Baik ayah, Rey akan secepatnya menyelsaikan urusan di kampus"


Beno segera mengucapkan beberapa kata sebelum menutup telpon


"Okey semoga urusannya lancar dan kamu di terima sebagai mahasiswa pindahan dijurusan bisnis"


"Udah ayah mau kerja lagi, ayah tutup dulu telponnya yah".


Rey yang mendengar perkataan ayahnya berdoa dan mengucap perpisahan sebelum akhirnya sambungan telpon benar-benar berakhir.


"Aamiin"


"Baik ayah "


Rey yang telah selesai menelpon ayahnya segera melaju mobil menuju kampus barunya, 25 menit kemudian Rey sampai di kampus barunya segera dia turun dari mobil. Semua mahasiswi histeris melihat siapa yang turun dari mobil mewah tersebut, dan beberapa saat kemudian pintu mobil terbuka oleh seorang pemuda tampan dengan mata coklat tua serta senyum manis yang di tampilkan


"Ya ampun pangeran gue datang"


"Aduh bisa mimisan gue lihat wajahnya"


"Calon imam ku datang"


"Masa depanku menjemputku"


"Calon pacar ku "


Dan banyak lagi kata-kata serta pujian-pujian yang mengagumi ketampanan Rey, namun Rey hanya membalas dengan senyum manisnya.


Setelah berjalan melewati koridor kampus yang ramai karena mahasiswa yang penasaran dengan mahasiswa baru yang pindah dari kampus terkenal di Bogor, akhirnya Rey sampai di ruang rektor dan langsung mengetuk sambil berbicara untuk meminta izin agar di persilahkan untuk masuk ke ruang.


"Tok..tok assalamualaikum wr wb"


Setelah cukup lama Rey berdiri di depan pitu rektor akhirnha iya mengetuk pintu, setelah 2 menit berlalu akhirnya orang yang berada di dalam ruangan itu mempersilakan masuk.


"Waalaikumussalam"


"Boleh, silakan masuk"


Dengan pelan Rey membuka kenop pintu sebelum akhirnya Rey melangkah masuk ruang dan segera memberikan salam dengan sopan.


"Assalammualaikum wr.wb"


"Maaf' bu sebelumnya saya adalah murid baru yang pindah dan saya datang untuk melengkapi berkas saya"


"Oh.. iya kamu hanya perlu memberikan keterangan kenapa kamu pindah ke kampus ini dan harus di tanda tangani oleh pihak kampus yang lama kamu tepati, agar kami tau apa alasan kamu pindah dan kamu pindah bukan karena ada semua masalah ataupun kasus tertentu"


"Sampai disini kamu paham apa yang saya jelaskan ?"


"Atau ada hal lain yang belum kamu pahami"


Rey yang mendengar kata demi kata yang di ucapkan Bu Susi atas kurang berkas pindahan hanya mencerna agar tidak terjadi kesalahan, namun mendengar pertanyaan dari Bu Susi apakah ada yang keliru atau tak mengerti dengan berkas pindah kampus.


"Tidak Bu terimakasih saya sudah mengerti atas penjelasan Bu Susi dengan kekurangan berkas pindah kampus saya"


"Dan juga besok kamu sudah mulai bisa menjadi salah satu mahasiswa kampus ini"


Mendengar pernyataan dari Rey bahwa dirinya sudah mengerti Bu Susi menganguk dan bersuara untuk menjawab


"Sama-sama. kalau ada kesulitan datang saja kepada saya"


Bu susi bersuara untuk menawarkan diri kepada Rey, jika Rey menemui kesulitan.


"Okey bu, terimakasih atas tawarannya"


"maaf telah menggangu aktivitas ibu, saya permisi untuk undur diri bu"


Dengan kata-kata yang santun dan lembut Rey berpamitan kepada Bu Susi


"Ya silahkan tidak apa-apa itu sudah kewajiban saya"


Setelah di persilakan untuk undur diri, Rey segera berjalan dan membuka kenop pintu untuk keluar dari ruangan rektor. Rey menyusuri koridor kampus sambil melihat-lihat kelas yang sudah ada dosen pembimbing mata kuliah dan sampailah ia berjalan di Fakultas Bisnis.


Namun langkah kakinya terhenti karena melihat gadis yang ingin iya tau identitasnya sedang duduk di belakang sambil memperhatikan dosen yang menjelaskan, Rey yang melihat Rose sedang duduk mendengarkan dosen dengan wajah serius tersenyum dan berbicara di dalam hati.


"Akhirnya aku bertemu lagi dengannya, ternyata benar kata orang jika orang itu berjodoh pasti akan di pertemukan kembali"


"Aku yang tak tau namanya, enta mengapa menatap wajahnya yang sedang serius memandangi dosen itu terlihat sangat lucu"


"Oh aku tak menyangka kami satu Fakultas, semoga saja kami satu ruangan kelas tapi kalau aku tidak satu ruangan kelas dengan gadis itu aku harus meminta ayah agar aku satu ruangan kelas dengannya"


"Ah .. gawat aku lupa, aku kan ada janji sama ayah untuk keperusahannya"


"Untuk mencari tau indentitas serta kisah hidupnnyanya"


"Aku harus segera pergi aku tak tahan lagi untuk mengetahui siapa gadis itu ?"


"Semoga saja hasilnya tak mengecewakanku, ku harap dia Rose orang yang selama ini aku rindukan"


"Tapi rasanya aku tak ikhlas untuk meninggalkan dirinya, tanpa ada aku di sampingnya"


"Ohh tidak boleh aku harus rela untuk sekarang, tapi kalau kau benar gadis cantik yang berubah karena sebuah bencana itu aku tidak akan membiarkan kamu menderita lagi"


"Aku akan membantu untuk merebut apa yang harusnya menjadi hak mu dan aku pastikan wajah dan kulit mu akan kembali seperti dahulu cantik"


"Aku tak akan membiarkan satu orangpun merebut mu dari ku saat kau telah kembali seperti dulu, karena aku yakin orang hanya melihat harta dan fisik bukan karena cinta tulus yang selalu keberikan untuk mu"


"Bersabarlah dulu gadis cantik ku ke bahagiaan akan segera menjemput mu, tangis mu hari ini akan menjadi bahagia yang akan segera datang untuk selamanya"


(Guman Rey dalam hati)


Namun seketika lamunannya buyar karena ponsel yang ada di dalam tasnya berbunyi, Rey segera mengambil ponsel di dalam tas namun dengan mata yang masi mamandang Rose.


"Hallo Rey"


Mendengar suaranya Rey terkejut dia pikir itu dari Bi Ema, namun segera iya normalkan suaranya kembali.