Black Rose From Fans

Black Rose From Fans
Capter 4 Kerinduan Rose



Namun kini semua tinggal kenangan, sesuatu di masa lalu tidak akan pernah kembali lagi menyesal pun tak berguna. Lama Rose merenungi masa lalu yang indah bersama orang yang sangat di rindukan, hingga suara yang memanggil namanya terdengar dengan jelas sehingga membuyarkan lamunan dan tersadar.


"Lo neng kok ngelamun aja?"


Rose yang mendengar suara yang sedang menyapa, menoleh kesumber suara.


"Eh.. Bu Erni, Rose gak lagi melamun"


"Cuman mau menghirup udara,sambil mandangin buang mawar putih yang cantik didepan rumah ni buk"


"Iya memang bunga mawar itu cantik mirip kamu neng"


Rose yang mendengar pernyataan dari Bu Erni menoleh dan sedikit tersenyum, Rose menjawab dengan sedikit menatap dengan nada sedih.


"Mungkin benar, kalau saya seperti bunga mawar itu"


"Namun kenyataan, tak sesuai apa yang kita dambakan"


"Saya hanya Rose yang berkulit hitam dan buruk rupa, tak seperti bunga nawar putih yang ada di taman ini"


"Bukan hanya putih dan cantik, tetapi menyebarkan bau harum yang dapat memikat semua orang"


"Tapi saya sebaliknya"


Rose berbicara sambil tak mengalihkan padangan, karena menahan sesak di hati serta berusah menyeka air mata yang sudah di pelupuk mata. Mengingat tak ada satu orang yang mau berteman ataupun hanya melirik.


Bu Erni yang melihat perubahan raut wajah Rose, memberikan semangat kepada Rose.


"Jangan begitu nak Rose,Tak semua yang indah di mata itu cantik dan baik"


"Terkadang yang terlihat buruk, itu jauh lebih baik dan lebih cantik dengan yang cara unik"


"Sehingga yang memilikinya merasa bangga, karena dia mendapatkan seorang yang spesial dan unik"


"Karena kecantikan itu berasal dari hati bukan fisik"


Rose yang mendengar kata-kata manis dan sedikit menyejukan hati, hanya tersenyum dan berterima kasih.


"Terimakasih Bu Erni atas semangat dan dukungannya yang memberikan motivasi untuk saya"


Bu Erni yang melihat perubahan wajah Rose yang tadinya sedikit murung dan sedih, kini telah berubah menjadi sedikit senang dan lebih ceria.


"Iya neng gelis, sama-sama"


Dengan tersenyum di wajah wanita paruh baya, Yang sedikit berkerutan karena termakan usia.


"Yaudah neng Ibu mau pergi, Pamit dulu ya"


"Lain kali kita ngobrol lagi, Ibu mau pergi dulu beli kopi"


Rose pun mempersilahkan Bu Erni untuk pergi membeli kopi di warung dekat rumah Rose.


"Silahkan Bu, hati-hati di jalan"


Setelah berpamitan dengan Rose Bu Erni sengera melangkahkan kaki, menuju warung yang ada didekat rumah Rose untuk membeli kopi. Tak terasa setelah insiden tadi sore, sekarang awanpun menyelimuti langit senja yang perlahan pergi bergantikan awan sedikit gelap yang menanda kan hari mulai malam.


Namun Rose masih setia dengan memandang sekitarnya dan melihat ke arah langit yang telah bertaburan bintang di temani bulan purnama. Sambil melihat ke langit Rose berguman dalam hati dengan tatapan yang berbinar, dan menyiratkan sercecak kebahagian yang telah lama tak terlukis di wajah Rose.


"Bintang apakah engkau mendengarkan aku ?"


"Yang sedang di landa kesepian tanpa ada seorang teman satupun di sisiku,tak seperti diri mu yang di temani oleh banyaknya teman mu dan bulan yang setia menunggu mu"


"Bintang apakah engkau dapat menyampaikan pesan?"


"Jika kau bisa menyampaikan pesan maka, katakanlah bahwa aku sangat merindukan dirinya,merindu gelak tawanya, dan senda gurau nya, yang dulu senantiasa membuat ku tertawa dengan menghiasi hari-hari ku dengan penuh warna"


"Namun kini, aku tak tau dimana dirinya berada ?"


"Bagaimana keadaan dirinya, setelah kepergian ku ?"


"Masihkah, dirinya mengingatku yang tak sama seperti dulu ?"


"Mampukah aku, menemukan dirinya yang telah aku tinggalkan ?"


"Rela kah dia menerima kekurangan ku saat ini ?"


"Malu kah dia mempunyai sahabat, yang selalu di anggap bidadari di hatinya,kini telah berubah menjadi buruk rupa"


"Kapan takdir bisa mempertemukan kita kembali ?"


"Kapan sosok diri mu yang ku rindukan, bisa menghiasi hari ku lagi ?"


"Meskipun aku tau, mengkin kelak kau tak akan mengangap ku lagi atau malah pergi meninggalkan diri ini"


"Bintang, jika benar engkau bisa menyampaikan pesan hati ku terhadap dirinya, yang entah tak tau di mana ?"


"Maka sampaikan kepadanya, aku sangat merindukan dirinya dan maaf'kan atas kesalahan ku yang tak bisa menepati janji"


"Namun takdir yang memaksakan kita untuk berpisah ?"


"Karena takdir aku terluka"


"Dan juga karena takdir aku bisa bertemu dan mengenal dirimu"


"Dan semoga kelak takdir bisa mempersatukan kita kembali, tanpa harus berpisah lagi"


"Percayalah, aku disini setia menunggu mu kembali kepada ku seperti dulu"


"Aku disini akan selalu berdoa agar kau baik-baik disana, selama tak ada aku disisi mu"


"Aku disini selalu setia, menanti hari di mana kau memanggil ku bidadari ku yang cantik seperti bunga mawar putih seperti dahulu"


"Bukan diriku sekarang, yang telah berubah menjadi bunga mawar hitam"


"Bukan sekarang yang buruk rupa dan kotor"


"Bukan sekarang, yang jauh dari berlimangan harta seperi dulu"


"Aku bukan lagi, sosok yang kau kenal di masa lalu"


"Aku bukan lagi sahabat yang bisa kau banggakan,dan juga sosok bidadari yang kau impikan"


"Aku tak lagi pantas untuk mu"


"Wahai pangeran ku, yang selalu menjadi raja di relung hatiku"


"Yang dapat membuat ku tersenyum dengan tingkah mu"


"Yang dapat menjadi sosok penolong mu, jika lah saat kau merasa sedih dan kesepian"


"Kini yang melanda mu di masa lalu, menjadi terbalik menjadi diriku"


"Kini yang menjadi sosok pahlawan diri mu, menjadi seorang yang lemah dan tak berdaya"


"Kini diri ku terluka, oleh belati yang tak kasat mata"


"Menusuk di tubuh ku"


"Kau harusnya sebagai perisai ku, telah pergi kemana ?"


"Sudah banyak ku coba untuk menemukan kembali, Sosok dirimu tapi aku gagal dan terus saja gagal"


"Sebenarnya kemana kau pergi, setelah kepergian ku ?"


"Mengapa kau harus pergi"


"Apakah kau marah padaku, karena aku pergi tak memberi tahuku sehingga kau ingin balik membalas pergi"


"Dengan rasa yang tentu kau ketahui"


"Yang rasa semakin hari, semakin besar"


"Yang rindu semakin hari, semakin tak tertahankan"


"Andaikan aku tau kau di mana sekarang ?"


"Aku akan pergi menghampiri mu, dan membawamu pulang serta membuat lembaran baru"


"Karena kepergian mu dari sisi hidupku yang hilang tanpa kabar, merubah diri ku"


"Rose yang dulu, cantik jelita sekarang yang ada hanya Rose buruk rupa"


"Jika benar karena kerpergian ku, kau mengutuskan untuk pergi juga meninggalkanku dan kenangan kita dengan sendiri"


"Maka pulanglah, Kembali kau menang"


"Aku tak sanggup, melewati kejam dan kerasnya dunia ini, maka pulanglah segera aku tak bisa tanpa dirimu disisi ku"


"Kau adalah seseorang yang sangat berarti dalam hidupku"


"Kau adalah segalanya bagi ku"


"Kau adalah tempat ternyaman bagiku untuk bertukar cerita dalam segala hal"


"Kau adalah orang yang telah mengajarkan arti sebuah kehidupan"


"Sudah lela kumencari dirimu, berharap bisa melihat wajah mu walau dari kejauhuan tak masalah"


"Yang terpenting adalah agar kerinduan ku terpenuhi"


Pemikiran Rose semakin melayang memikirkan tentang sosok yang sangat ia rindukan itu. Rose harap kelak takdir dapat mempertemukan mereka kembali.


Rose kemudian masuk kedalam rumah dan mulai berbaring diatas kasur nyamannya tak terasa kantuk mulai menyerang sehingga Rose pun tertidur dengan lelap dan memimpikan masalalunya bersama seseorang yang ia rindukan.