Black Rose From Fans

Black Rose From Fans
Capter 18 Foto



Rose yang sudah merasa nafasnya sudah teratur mulai bertanya kepada Rendi mengapa dia sini dan sejak kapan.


"Mengapa bisa disini Ren ?"


"Dan sejak kapan kamu mulai disini Ren?"


Rendi yang mendengar pernyataan beruntun dari Rose hanya menghela nafas dan ia mulai bersuara.


"Tadi gue gak sengaja lewat taman ini dan lihat lo sendirian"


"Sudah hampir 30 menit gue di samping lo dan lihatin apa yang lo lihat kok sampe gak berkedip lagi tu mata"


Rose yang mendengar perkataan hanya menggaruk tekuk kepalanya yang tidak gatal dan langsung mengucapkan maaf.


"Maaf' Ren aku gak tau kalau kamu udah lama di samping aku"


Rendi yang mendengar kata Rose hanya mengangguk dan bersuara lagi untuk menanyakan apa yang di renungkan Rose.


"Emang apa yang lo pikirin si samapai lo gak sadar gue ada di samping lo sejak 30 menit yang lalu"


"Apa karena kata-kata gue tadi pagi ?"


"Kalau emang gara-gara kata-kata gue tadi nyakitin lo gue minta maaf"


Rose yang mendengar pertanyaan Rendi menjawab dengan suara yang sangat lembut.


"Gak ada yang gue pikirin Ren"


"Kata-kata lo tadi pagi gak salah, memang benar aku harus sadar diri. Karena aku sama kamu sangat berbeda bagai punggung merindukan bulan, kamu di atas sedangkan aku hanya di dahan pohon yang tak mungkin merai bulan"


"Kamu gak perluh minta maaf' kamu gak salah yang salah keadaan ini"


Rendi mendengar jawaban dari Rose, hanya bisa diam dan berguman dalam hati.


"Maafin' gue Ros, gue gak bermaksud untuk nyakitin hati lo dan dari kata-kata yang lo ucapain nusuk di hati gue"(Guman Rendi dalam hati)


Rose yang melihat Rendi diam saja bersuara agar tak terjadi kecanggungan.


"Kenapa kamu diam aja Ren ?"


"Kamu gak usah merasah bersalah karena semua yang di katakan kamu benar dan makasih ya udah ngigatin aku"


Rendi yang mendengar ucapan terimakasih dari Rose semakin bersalah dan sedikit nyeri di hati melihat wajah Rose yang di paksa tersenyum meski matanya mulai berkaca-kaca.


"Gue ngerasa semakin bersalah samo lo Rose, tapi gue gak boleh goyang dengan pendirian gue entar lo besar kepala" (Guman Rendi dalam hati)


Rendi mulai bersuara dengan tatapan yang menggap Rendah Rose.


"Gak kok gue gak merasah bersalah biasa aja udah sewajarnya gue harus ngomong seperti itu karena lo emang pantas"


Tampah Rendi duga kata-kata yang di ucapnya sekarang akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri karena telah tumbuhnya benih-benih cinta di hati Rendi untuk Rose, namun dia menepis segala perasaan yang ada kepada Rose agar tidak tumbuh.


(Sementara disisi lain)


Setelah hampir 45 menit Rey sampai di rumah karena kemacetan yang panjang, namun semua itu tak memperdangkal semangat Rey untuk mempersiapkan hari esok. Dengan hati yang gembira Rey, segera mengambil semua kebutuhan yang akan di gunakan esok pagi.


Kemudian setelah selesai menyiapkan kebutuhan untuk esok pagi, Rey sedikit istirahat di ranjang dan sambil berpikir apa yang harus di berikan untuk Rose.


"Aduh apa yang harus aku kasih sama Rose ?"


"Gimama kalau gaun?"


"Atau lionit dan cincin"


"Ahh.. gak mungkin kan Rose mau aja nerima pemberian aku, secara dia aja baru bertemu aku lagi kemarin setelah lama berpisah dan mungkin dia lupa sama aku"


"Oh ya kenapa aku gak kasih surat sama bunga mawar hitam aja, pasti Rose senang dan juga penasaran karena cuman aku yang pernah ngasih itu sama dia"


15 menit berpikir akhirnya Rey memutuskan untuk ke mall dan ke toko bunga, namun saat ingin berdiri tangan Rey tak sengaja mengenai foto yang ada di samping meja tempat tidur. Rey mengambil bingkai foto untuk meletakan kembali ketempanya.


Rey tersenyum memandang foto tersebut dan terus mengelus-ngelus foto tersebut dengan sayang kepada foto anak perempuan.


"Akhirnya aku menemukan mu Rose"


"Sudah lama aku mencari keberadaan mu, hingga aku memutuskan kembali ke kota ini agar aku bisa menemui jejak mu"


"Tapi ternyata aku menemukan mu"


"Aku sangat senang dan ingin sekali aku memeluk mu untuk menyalurkan rasa rindu yang sangat dalam kepada mu"


"Namun aku tak mau gegabah, aku takut nanti kamu marah kepada ku dan meninggalkan ku lagi"


"Kali ini tak akan aku biarkan kita terpisah lagi, meskipun tak akan mudah melewati semua coban ini yang menghalang untuk kita bersatu"


"Dah duluh ya gadis cantik besok kita akan bertemu di kampus dan ruangan kelas yang sama"


"Aku mau pergi dulu nenyiapkan hari esok untuk pertemuan kita pertama setelah lama berpisah"


(Guman Rey dalam hati)


Akhirnya Rey meletakan foto tersebut ketempat semula dan melangkah pergi meninggalkan rumah untuk menuju ke toko bunga terlebih dahulu untuk membeli satu buket mawar hitam.


20 menit kemudian Rey sampai di sebuah toko bunga yang cukup terkenal di jakarta yaitu toko bunga indah, Rey langsung melangkah masuk ke toko bunga dan di sambut seorang pegawai toko bunga.


"Selamat datang di toko bunga indah kami Mas"


"Ada yang bisa saya bantu ?"


Rey yang mendengar pertanyaan dari pegawai toko bunga, mulai bersuara untuk memesan satu buket bunga mawar hitam.


"Saya mau memesan satu buket bunga mawar hitam dan akan di ambil besok pagi pukul 8"


"Apakah bisa ?"


Pegawai toko mendengar pesanan Rey yang cukup unik karena memasan bunga mawar hitam hanya binggung, karena tak mendapat respon dari pegawi toko Rey mulai bersuara lagi.


"Apakah mbak mendengar perkataan saya ?"


Pegawai toko segera tersadar dari lamunannya mendengar suara Rey yang sudah cukup kesal karena tak ada Respon.


"Eh.. maaf' Mas"


"Saya hanya binggung saja kenapa Mas ini memesan bunga mawar hitam"


Rey mendengar pernyataan pegawai toko hanya menatap dan mulai bertanya lagi kenapa pegawai toko bunga tersebut binggung dengan pesannya.


"Memangnya kenapa dengan pesanan saya ?"


pegawai toko mulai bersuara lagi untuk menjawab kebingguan Rey.


"Tidak ada masalah dengan pesanan Mas, tapi apakah Mas tau arti bunga mawar hitam"


Rey yang mendengar pertanyaan pegawai toko bunga yang bertanya arti dari bunga mawar hitam hanya diam karena dia tidak tau artinya yang dia tau itu adalah kesukan Rose dan Rose memang gadis yang unik.


"Tidakan Mas, mawar hitam adalah melambangkan kematian"


Mendegar arti dari mawar hitam Rey terkejut, namun sesegera mungkin Rey menormalkan ekspresi keterkejutnya.


"Memangnya kenapa kalau bunga mawar hitam melambangkan kematian, karena bunga mawar hitam melambangkan kematian kita akan teringat dengan kematian"


Mendengar pernyataan Rey pegawai toko hanya diam dan Rey segera bersuara untuk memerintahkan membuat pesannya.


"Sudah jangan banyak pertanyaan buatkan pesanan saya besok pagi saya ambil"


Pegawai toko hanya mengaguk dan menjawab perkataan Rey.


"Baik la mas besok pagi datang saja buket bunga mawar hitamnya sudah selesai"