Black Rose From Fans

Black Rose From Fans
Capter 23 Panik



Dengan gerakan pelan jari Rey mengusap foto Rose, seakan menyalurkan kasih sayang kepada Rose.


"Akhir nya kita akan bertemu lagi Rose"


"Akhir nya usaha ku mencari mu membuahkan hasil"


"Maaf' Rose aku membohongi mu, tapi percayalah ini adalah keputusan yang paling tepat untuk kita semua"


" Aku harap kamu tidak marah atas apa yang aku lakukan, jangan menjauh lagi dari ku, jangaan meninggalkan aku lagi karena alasan yang tidak penting bagi ku"


"Aku lebih takut kehilangan mu dari pada diri ku sendiri, percayalah tak angkat aku biarkan air mata kesedihan jatuh dari mata indah mu lagi yang ada air mata kebahagian"


"Melihat kondisi diri mu sekarang hati ku juga ikut merasa sakit yang kau rasakan"


"Aku tak bisa berjanji membuat mu bahagia selama nya karena aku manusia bisa, namun aku berjanji akan selaluh ada di samping mu selamannya Rose"


"Aku juga tak bisa bisa berjanji perhatian ku hanya untuk mu selamanya, karena kelak akan ada anak-anak kita yang juga butuh perhatian ku yang bisa membuat mu marah, kesal dan cemburu"


" Tapi percayalah cinta ku untuk mu selamanya Rose, tak akan ada cinta yang lain dan tak akan ada wanita lain dalam hidup ku nanti selain diri mu dan putri kita kelak.


"Karena aku yakin kau adalah jodoh yang Allah siapkan untuk dunia dan akhirat ku"


" Dan bersama-sama memperbaiki diri dalam menuju ridho nya"


(Guman Rey dalam hati)


Sementara disisi lain


Rose berada di parkiran kampus, berjalan menulusuri karidor kampus.


Menuju kelas bisnis dengan wajah tersenyum di sepanjang jalan, sehingga banyak mahasiswa mengira Rose gila .


"Kenapa Rose senyum terus dari tadi"


"Entahla bisanyakan dia gak pernah senyum, jangkan senyum berjalan aja ia nunduk"


" Benar baget, apa jangan-jagan Rose gila karena gak sanggup di hina"


"Bisa jadi tu"


"Iya kasian ya hidup nya"


" Kasian si kasian, tapi salah Rose sendiri"


" Udah tau miskin wajah buruk rupa masih nekat mau ngamampus disini"


" Benar baget aku setuju, jadi terima aja akibatnya sendiri"


Rose yang mendengar hinaan mereka hanya menggelangkan kepala tanpa memperdulikan perkataan mereka, Rose terus melangkah dengan penuh kebahagian.


Rose sampai di depan kelas bisnis langsung masuk dan duduk di meja.


Sementara disisi lain


Rendi juga baru sampai di kampus ,karena hari ini dia mendapat mata kuliah pagi.


Namun bukan itu membuat nya semangat untuk ke kampus, alasan Rendi segera ke kampus untuk menghampiri Rose.


Mengaja sarapan pagi bersama di kantin kampus mereka, dengan langkah semangat Rendi menulusuri karidor kelas bisnis.


15 menit kemudian Rendi sampai di depan kelas dengan senyum mengembang Rendi berjalan penuh hati-hati untuk menghampiri Rose, namun langkah Rendi terhenti saat melihat Rose memegang buket mawar hitam dan surat yang beramplop pink dengan hiasaan pita senada.


Seketika wajah Rendi berubah menjadi dingin dengan langkah cepat, Rendi merebut buket mawar hitam dan amplop pink di tangan Rose dengan kasar.


Rose yang masih binggung dan terkejut hanya mematung dengaan perlakuan Rendi.


Rendi yang sudah tersulut emosi langsung membuka amplop tersebut dengan kasar, untuk mengetahui isi surat dan siapa pengirim surat.


Untuk: Bidadari ku


"Kerinduan Ku"


"Angin malam menghiasi ke rinduan ku"


"Rasanya diingin, senyap, dan sepi mulai menusuk"


"Sama seperti perasaan ku saat ini"


"Semenjak perpisahan itu"


"Hati ku sunyi, senyap , dan sepi yang menusuk"


"Aku selalu mencari mu"


"Sampai aku menemukan mu kembali"


"Di kota kenangan kita"


"Izinkan aku mengagumi"


"Jika tak bisa seperti dahulu"


"Izinkan aku melihat senyum mu"


"Meski dari jauh"


"Izinkan berada di sisi mu"


"Meskipun kau tak menyadari kehadiran ku"


"Percayalah aku datang kembali untuk melindungi mu"


"Yang menerangi aku dalam kegelapan malam"


"Semangat selalu aku bersama mu"


"Aku akan mengihiasi hari mu"


"Tampa kau sadari"


"Teruntuk kau sayang ku"


Dari: R.P.Y


Rendi yang membaca surat romantis dengan tidak ketahui nama dengan jelas, langsung tersulut emosi dan membuang di sertaiinjakan kaki.


surat tersebut hampir hancur, namun wajah Rendi bertambah merah padam menahan amarah yang siap meledak, Rose yang telah sadar dari lamunanya seketika marah atas apa yang Rendi lakukan.


" RENDI KENAPA KAMU BUANG SURAT ITU AKU KAN BELUM BACA DAN KAMU INJAK-INJAK SAMPAI MAU RUSAK"


Rendi yang mendengar suara Rose yang meninggi, semakin membuat emosi nya meninggi .


"KENAPA EMANG NYA KALAU AKU BUANG SURAT ITU, EMANG AKU PEDULI KAMU UDAH BACA ATAU BELUM, MAU RUSAK ATAU GAK AKU GAK PEDULIH"


Rose yang mendengar kata-kata Rendi semakin marah dan langsung mendorong Rendi untuk menyikirkan kaki Rendi agar bisa mengambil surat tersebut.


Rendi yang mendapat serangan tiba-tiba dari rose langsung terjatuh ke lantai dengan keadaan yang memalukan, karena tidak terimah atas yang di lakukan Rose.


Rendi langsung berdiri dan langsung menginjak tangan Rose yang sudah memegang surat, Rose yang merasakan injakan dari kaki Rendi hanya bisa menahan sakit dan memohon agar Rendi mau melepaskan kaki dari tanggannya.


" Ren aku mohon jauhi kaki kamu dari tangan aku"


"Ren tolong tangan aku rasa perih"


"Ren..Ren to..long"


Rendi yang masih dalam amarah tidak menghiraukan permohonan Rose.


Tanpa perasaan Rendi mengenjak semakin keras tangan Rose, dengan sepatu snakers hingga tanggan Rose mengeluarkan banyak darah.


" Ren toooo...long aku gak kuat la...gi"


Setelah mengucapkan kata tersebut kesadaran Rose langsung menghilang, dengan tubuh ambruk di samping Rendi.


Rendi yang melihat Rose ambruk hanya diam temenung.


sementara disisi lain


Pegawai cafe membuyar lamunan Rey dan memberikan pesannya kedapa Rey.


"Mas ini pesan nya"


Karena tak mendapat respon, pegawai cafe memagil Rey dengan suara yang lebih tinggi.


"MAS INI PESAN NYA"


Mendengar suara pegawai cafe Rey langsung menoleh dan menyimpan ponsel ke dalam saku celannya.


"Oke berapa harga nya mbak"


"80 ribu mas"


Rey mengeluarkan 1 lembar uang 100 ribu


" kembalian nya diambil saja"


" Terimakasih mas"


Rey hanya mengaguk dan berjalan keluar dari cafe menuju kampus


25 menit kemudian Rey sampai di kampus, namun dalam keadaan kampus yang hebo.


Karena penasaran Rey bertanya kepada salah satu mahasiswa yang sedang berbisik-bisik


" Maaf mbak' boleh saya bertanya"


Mahasiswa tersebut menoleh kepada Rey


" Ya ada apa mas ?"


" Kenapa seluruh mahasiswa hebo ya mbak"


"Oh.. itu mas ada mahasiswa Fakultas bisnis yang pingsan kata nya"


Deg


Tiba -tiba perasaan Rey langsung tidak enak, namun Rey harus bertanya lebih detail lagi untuk memastikan dugaan nya.


" Siapa nama nya mbak"


"Nama nya gak salah prettyRose"


Rey yang mendengar nama tersebut langsung berlari tampah mengucapkan terimakasih, yang ada di pikiran nya sekarang adalah bagaimana kaadaan Rose.


Rey berlari menulusuri karidor kampus yang sudah ramai mahasiswa dengan keadaan sangat kacau.


"Ros itu gak mungkin kamu kan"


"Itu pasti bukan kamu, nama nya sama bukan kamu"


(Guman Rey dalam hati)