
Setelah keluar dari toko bunga Rey langsung melajukan mobil menuju mall terbesar yang ada di kota Jakarta.
30 menit kemudian mobil Rey sudah sampai di mall, Rey memasuki mall dan segera menuju tempat binder dan amplop.
"Aduh mana ya binder yang lucu dan amplop yang imut"( Guman Rey didalam hati)
Mata Rey masih melihat sekitar tempat binder dan amplop, hingga tertuju dengan satu kotak binder berbentuk hati dengan hiasan bunga mawar dan satu kotak amplop pink.
Tak ingin membuang waktu,Rey segera mengambil binder dan amplop tersebut. Karena iya tak sabar lagi merangkai kata-kata manis untuk sang pujaan hati yang telah lama iya rindukan.
(Sementara disisi lain)
Rose yang mendengar ucapan Rendi, hanya bisa diam sambil menunduk dan berguman didalam hati.
"Aku pikir maaf' yang kamu ucapkan barusan tulus dan merasa bersalah dengan nada suara yang kamu sangat lembut"
"Tapi aku salah nilai kamu Ren, kamu sama saja seperti mereka tak pernah merasah bersalah"
Rendi yang sudah mungucapkan kata-kata kasar kepada Rose segera meninggalkan taman tanpa memperdulikan Rose yang masih menunduk, namun baru 5 langkah kaki Rendi meninggalkan tempat. Rose segera berteriak hingga kaki Rendi berhenti dan menoleh kesumber suara.
"KAMU BENAR REN AKU ITU NGAK PANTAS UNTUK MENDAPATKAN SIMPATI DARI KALIAN, SEMUA YANG KAMU UCAPKAN ITU BENAR DAN HARUSNYA AKU SADAR DIRI"
Rendi yang melihat Rose menyeka air mata sambil mengucapkan kalimat yang sering iya ucapkan hanya terdiam, hingga Rose mengucapkan kalimat terakhir lalu pergi.
"KAMU TENANG AJA REN SETELAH PERJANJIAN KITA BERAKHIR AKU NGAK AKAN PERNAH MENCUL DI HADAPAN KAMU LAGI, AKU AKAN MENJAUH SESUAI APA YANG KAMU INGINKAN"
Rendi masih mencerna kata-kata terakhir yang di ucapkan Rose.
"Maksud Rose apa menjauh dan ngak akan mencul di hadapan aku lagi ?"( Guman Rendi dalam hati)
5 menit kepergian Rose, Rendi baru menyadari bahwa yang Rose maksud adalah dia akan menghindar.
"Ahhh bukan itu maksud gue Rose, gue ngomongin gitu biar lo berubah bukan ngejauhin gue"
"Lo tau ngak si Rose gue itu takut kalau lo deket dengan gue terus, lo bisa makin di bully dan dimusuhin sama satu kampus.
Rendi masih berguman di dalam hati sambil mengacak rambutnya karena frustasi.
"Ahhh.... gimana ni kalau apa yang di kata Rose itu benar"
Sambil menarik rambut karena kepalanya pusing memikirkan perasaannya terhadap Rose dan meyakinkan kalau itu bukan perasaan cinta tapi cuman perasaan kasihan.
"Gak mungkin gue suka sama Rose, gue yakin perasaan bersalah gue itu karena kasihan ngak lebih"
Setelah berguman didalam hati untuk meyakinkan perasaanya terhadap Rose, Rendi segera pergi meninggalkan taman.
(Sementara disisi lain)
Rose yang sudah lelah menangis segera mengambil motor maticnya dan melaju untuk meninggalkan kampus.
25 menit kemudian Rose sampai di sebuah danau yang sering iya kunjungi saat hatinya merasa sedih untuk sekedar menangkan pikiran ataupun hanya berteriak untuk membagi beban dihati.
Rey yang baru saja pulang dari mall melihat motor matic Rose yang melintas didepan mobilnya, dengan segera dia mengikuti dari belakang hingga motor matic tersebut berhenti di sebuah danau.
Rey segera turun dan berjalan untuk mengahampirinya, namun iya urungkan saat mendengar Rose berteriak sambil berjalan menyusuri danau.
Karena penasaran apa yang diteriakan Rose, Rey mendekat agar bisa mendengar lebih jelas apa yang di ucapkan Rose.
"YA ALLAH AKU CAPEK HADAPIN SEMUA INI SENDIRIAN"
"AKU CAPEK JALANIN HIDUP INI, SEMUA ORANG ANGGAP AKU SAMPAH YANG MENJIJIKAN"
"AKU CAPEK SELALU DI FITNAH"
"AKU CAPEK YA ALLAH HIDUP DI DALAM RASA BERSALAH DAN KESEPIAN"
"KENAPA YA ALLAH ENGKAU HUKUM AKU SEPERTI INI ?"
"KENAPA SEMUA ORANG YANG AKU SAYANGI HILANG DAN MENIGGALKAN AKU SENDIRIAN"
"KENAPA SEMUA HARUS TERJADI PADA KU YA ALLAH"
"JIKA MEMANG TAK ADA LAGI KEBAHAGIAAN YANG TERSISA DI HIDUP KU INI, AMBIL SAJA NYAWA KU INI "
"Deg"
Mendengar ucapan terakhir yang di ucapkan Rose, Rey merasa nyeri di hati. Namun Rey segera tersadar dari lamunanya saat melihat Rose yang telah berjalan turun ke danau, Rey segera berlari dan menarik tangan Rose untuk menuju tepi danau dan refleks Rose menoleh ke arah tangannya.
"Kamu ngapain narik tangan aku ?"
"Kamu ngak boleh bunuh diri"
"Ha...ha..ha...ha...ha...ha"
Rey yang melihat Rose tawa binggung dan bersuara untuk bertanya
"Kamu kenapa ketawa ?"
"Aku lucu, lihat tingkah kamu"
Dengan wajah binggung Rey bertanya lagi
"Emang tingkah apa yang lucu ?"
Rose yang melihat tingkah Rey semakin gemas dan berusaha mengontrol tawanya agar normal kembali
"Aku lucu aja kamu bilang aku mau bunuh diri padahalkan aku cuman ngambil kunci motor aku yang jatuh ke danau"
Mendengar ucapan Rose, Rey segera menggaruk tekuk lehernya yang tak gatal untuk menahan malu. Rose yang melihat tingkah salting Rey semakin tertawa lepas.
"Ha...a..ha...ha kok kamu makin gemasin si"
Sambil menoel-noel pipi Rey, Rey yang merasakan tangan Rose menoel-noel pipinya seketika pipinya bersemu merah dan dengan menahan kegugupan Rey segera menjauhkan tangan Rose dari pipinya.
"Aduh.... Rose jangan gini dong, bisa jantungan aku kalau kamu gini"( Guman Rey dalam hati)
Rose yang melihat Rey menjauh hanya mengangkat tangan artinya dia menyerah dan segera menormalkan tawanya. Rey yang melihat tingkah Rose hanya tersenyum dan mendekat lagi.
"Kamu ngapain tadi teriak-teriak ?"
Rey bertanya dengan Rose setelah mendekat kembali, Rose yang mendengar pertanyaan Rey balik bertanya
"Kamu ngupingin aku ya ?"
Dengan sedikit tersenyum Rey menjawab
"Iya"
Mendengar pernyataan Rey mata Rose menatap tajam Rey dan bersuara untuk bertanya apa saja yang telah Rey dengar dari teriakannya.
"Apa aja yang kamu dengar dari teriakan ku tadi"
Tanpa perasaan bersalah Rey menjawab dengan jujur
"Semuanya"
Dengan wajah terkejut Rose menatap Rey dan memukul tangan Rey.
"Apa ?"
"Ternyata kamu itu orang yang hobinya nguping yah"
Rey yang mendapat pukulan bertubi-tubi dari Rose kelelahan untuk menghindar dan segera menangkap tangan Rose agar berhenti.
"Aku gak bermaksud untuk nguping"
"Aku cuman penasaran aja"
Dengan perasaan kesal Rose menjawab perkataan Rey
"Sama aja itu namanya"
Dengan tersenyum Rey memandang Rose, Rose yang melihat Rey tersenyum tulus seketika terpesona. Namun lamunanya buyar saat Rey bersuara
"Kamu kenapa ngomong gitu tadi ?"
Mendengar pertanyaan Rey mata Rose mulai berkaca-kaca. melihat reaksi Rose, Rey segera menepuk pundak Rose agar tidak menangis.
"Udah ngak apa kalau kamu ngak mau cerita sekarang, tapi aku harap kalau suatu saat kamu butuh apa-apa kamu boleh cari aku"
Rose yang mendengar pernyaatan Rey hanya menganguk dan tersenyum, Rey yang melihat Rose tersenyum kembali membalas dengan senyum yang paling menawan.
"Maaf ya Rose pasti berat untuk kamu jalanin hari-hari kamu selama ini, tanpa ada seorang disisi mu"
"Aku janji Rose setelah ini ngak akan ada lagi air mata yang keluar dari mata mu"
"Aku udah kembali untuk melindungi mu lagi"
(Guman Rey dalam hati)