Black Rose From Fans

Black Rose From Fans
Capter 13 Sarapan



Setelah keluar dari kamar mandi, Rose berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan Rendi. Iya mencari peralatan dan bahan yang ada di dapur untuk segera mulai memasak dengan berpikir sebelumnya.


"Aduh aku masak apa untuk Rendi ?"


"Mana aku ngak tau Rendi suka sarapan apa, Entar kalau dia ngak suka bisa kena hukuman lagi aku"


"Dan bahan-bahannya cuman ada untuk buat nasi goreng siput aja"


"Dah la aku rasa Rendi suka makan itu karena pas pertama dia nyuruh aku beli makanan kan nasi goreng siput"


"Dari pada aku buang-buang waktu lebih baik aku langsung masak aja deh"


Setelah lama berpikir ia memutuskan untuk segera memasak sarapan Rendi dengan bahan yang ada untuk hari pertama, yang berupa menu nasi goreng siput karena hanya itu bahan yang tersisa, Rose segera memotong bahan-bahan dengan cepat dan tak lupa menambahkan udang.


15 menit kemudian nasi goreng siput buatan Rose sudah matang dengan segera ia mengambil kotak bekal dan memasukan nasi goreng siput kedalam bekal makan yang di bentuk semenarik mungkin dan menambahkan sedikit garnis bawang goreng serta irisan tomat yang di buat seperti bunga mawar yang sedang mekar agar dapat meguga selera.


Selesai menyiapkan sarapan untuk Rendi Rose segera bergegas untuk kekamar mandi dan segera mandi, namun sebelum mandi Rose melirik ponsel untuk melihat jam berapa.


"Udah jam berapa ya sekarang?"(Guman Rose dalam hati)


jam di ponsel Rose menunjuk angka 6.15 menit.


"Aduh gawat ni bisa-bisa kena macet dan telat lagi kalau aku ngak buru-buru berangkat bisa kena hukaman lagi aku"(Guman Rose dalam hati)


Rose segera mengambil handuk serta pakaian yang akan ia gunakan untuk masuk kekamar mandi dengan tergesa-gesa. Rose yang biasa mengahabiskan waktu mandi sampai 30 menit.


Karena terburu-buru hanya butuh waktu 10 menit Rose keluar dari kamar mandi, dengan pakaian Rapi untuk kekampus dan mengambil tas untuk memasukan peralatannya yang akan ia gunakan nanti ke dalam tas raselnya. Rose segera berjalan menuju dapur untuk mengambil bekal sarapan Rendi, Rose berjalan terburu-buru keluar menuju motor maticnya dan segera melaju menuju kampus.


(Sementara disisi lain)


Seorang pemuda masih asik meringkuk tubuhnya di dalam selimut dengan menutup tubuhnya, tanpa tergangu pada jam alarm ponselnya yang sudah berbunyi dari 15 menit yang lalu dan semakin menutupi tubuhnya dengan selimut. Hingga terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar dengan memanggil namanya.


"Ren bangun nak, hari udah siang nanti kamu telat ke kampus"


Mama Rendi yang tak mendengar balasan putranya, terus memanggil dari luar kamar hingga dia lelah dan membuka pintu kamar putranya.


"Ren...Ren...Ren... bangun nak, ya udah kalau kamu ngak mau bangun mama masuk ya kekamar kamu"


Setelah membuka pintu kamar putranya, dia melihat sekeliling kamar untuk melihat dimana penghuni kamar berada. Hingga akhirnya berhenti di atas kasur yang menutup tubuh putranya, dengan kesal mama Rendi segera mendekati diri kepada putranya dan langsung menggoyang-goyang tubuh dengan sedikit keras.


"Nak bangun, Entar kamu telat"


Karena tak mendapat respon dari putranya dengan kesal mama Rendi segera mengambil air yang ada di atas meja.


"BANJIR SELAMATKAN DIRI"


Karena terkejut dengan wajah yang basah terkena siraman air dari sang mama, reflek Rendi berteriak banjir dan langsung loncat-loncat di atas kasur tanpa melihat sang mama yang ada di depan dengan sedikit menahan tawa karena tingkah laku konyol putranya.


"Hem... "


Sang mama bersuara untuk menetralkan keadan agar Rendi segera sadar


"Eh.. maaf' ma Rendi ngak lihat"


"Kok mama disini?"


Rendi binggung melihat mamanya yang biasa membangunkan hanya mengetuk pintu tapi kali ini berbebeda, mamanya masuk ke kamarnya.


"Ngak boleh apa masuk ke kamar putra sendiri?"


Rendi segera bersuara lagi agar mamanya tak salah paham dan bisa marah.


"Boleh kok ma"


"Tapi Rendi heran aja ngak biasanya mama bangunin Rendi sampai masuk ke kamar langsung"


Dengan tatapan binggung Rendi menatap mamanya, mama yang tau maksud tatapan putranya langsung bersuara.


"Kamu tau kan hari ini jam kuliah pagi?"


mama bertanya kepada sang putranya dan di balas angukan


"Kamu tau jam berapa sekarang?"


"Ngak tau ma, Emang jam berapa sekarang ma?"


Mamanya Rendi menjawab dengan suara yang sedikit kesal, namun masih mengunakan kata-kata yang sopan.


"Ren ini udah siang Nak"


"Nanti kalau kamu masih belum bangun bisa telat, ini udah jam 7 kamu masuk mata kuliah jam 8"


Rendi yang mendengar pernyataan mama kalau sudah jam 7 sudah gelabakan dan langsung segera mengambil handuk dengan sedikit berlari memasuki kamar mandi tanpa menghiraukan sang mama yang masih ada di dalam kamar.


"Ren..Ren kamu ngak pernah berubah kalau panik, pasti lupa dengan sekitar"( Guman mama dalam hati)


Setelah berbicara sendiri di dalam hati sang mama segera pergi meninggalkan kamar sang putranya yang sedang mandi, 15 menit kemudian Rendi sudah selesai dengan menggunakan pakaian rapi.


Rendi turun dan segera melewati ruang makan, mama dan papanya Rendi, yang melihat putranya melewati ruang makan yang tak seperti biasanya bertanya dengan sedikit berteriak.


"MAU KEMANA KAMU REN KOK NGAK SARAPAN DULU"


"Buru-buru pa,ma. Rendi sarapannya di kampus aja karena ngak sempat, bisa telat Rendi mengikuti mata kuliah kalau sarapan di rumah"


"Dah ya ma,pa Rendi berangkat dulu, lanjutin aja sarapannya"


Dengan suara yang sedikit tinggi dan setelah itu langsung pamit kepada kedua orang tuanya, sambil berjalan ke bagasi mobil dan langsung menjalankan mobil untuk keluar rumah menuju kampus.


(Sementara Disisi lain)


Rose yang berada di kampus sejak 30 menit yang lalu menunggu Rendi di parkiran, dengan membawa kotak bekal makan di tangan.


"Aduh gimana ya Rendi nya kok belum datang"


"Apa Rendi udah sampai ya tapi mana mobilnya"


"Dia ngak hukumin aku lagi kan, kalau dia emang udah datang"


"Ah.. gimana ini semoga aja Rendi belum datang"


(Rose berguman dalam hati)


Namun kecemasan Rose hilang seketika saat mobil Rendi sudah memasukan area parkiran kampus, sambil mengucapkan syukur didalam hati.


"Alhamdulilah aku selamat Rendi baru datang, untung Rendi hari ini datangnya kesiangan" ( Guman Rose dalam hati)


Rendi yang sudah memarkiran mobil segera turun dan berjalan menuju Rose, Rendi yang sudah di depan Rose melihat kotak bekal sarapannya langsung bersuara.


"Itu yang ada di tangan kamu bekal sarapan aku atau bukan"


Rose yang sedang mengucap kata syukur di dalam hati, segera tersadar saat Rendi bertanya tentang bekal makanan yang ada di tangannya.


"Iya Ren ini bekal makanan nya"


Sambil mengulurkan tangan untuk memberi makanan.


"Oh iya gue buka ya bekalnya"


Rendi langsung membuka bekal makanan yang Rose beri dan betapa terkejutnya Rendi saat melihat bekal makanan yang berbentuk hati dengan hiasan tomat yang berbentuk bunga mawar.


"Aduh apa ini tanda ya kalau Rose suka sama gue"( Guman didalam hati)