Black Rose

Black Rose
Siapa Azka?



Aiden memijat kepalanya saat mendengar suara Azka yang berteriak sembari mengklaim bahwa rose tunangannya.


"Dengar, aku sedang tidak ingin berdebat! rose adalah wanitaku dan jika ingin mencoba merebutnya, bersiaplah untuk mati"


Karna merasa lelah, Aiden langsung mematikan handphone Bella setelah mengancam Azka.


kini Azka bertanya-tanya, siapa pria yang sedang bersama Bella.


***


Keesokan harinya, Aiden duduk di sofa yang berada dalam kamarnya, sembari meminum kopi dan berbincang dengan Mark mengenai jadwalnya hari ini.


"Anda Harus berangkat ke China pukul 13:10 Tuan"


ucap Mark


Aiden menatap jam tangannya yang menunjukkan pukul 10:17, lalu menatap ke arah kasur. Bella masih terlelap dalam tidurnya, dan tidak ada tanda-tanda pergerakan.


"Baiklah, kita masih punya waktu 3 jam"


ucap Aiden lalu mengalihkan pandangannya ke arah Mark


"Tidak tuan, anda harus menghadiri rapat di perusahaan pukul 11:30"


Aiden diam sejenak, lalu tiba-tiba berdiri dan menghampiri Bella yang masih tertidur. Dia mengusap pipi Bella dengan lembut lalu mengecup keningnya.


"Apa kau tidak ingin bangun? Aku akan berangkat ke China dan akan kembali dalam 2 hari"


Aiden berbisik di telinga Bella.


Karna merasa terganggu, Bella akhirnya mengerjapkan matanya, lalu tiba-tiba bangun dan sadar. kini dia duduk di kasur berhadapan dengan Aiden.


"Apa yang tadi kau katakan?"


ucap Bella sambil menguap


"Aku akan ke China, dan akan kembali dalam 2 hari"


Aiden berdiri dan kembali ke sofa.


Bella menatap Aiden yang berjalan menuju sofa, setelah mencerna ucapan Aiden, dia tiba-tiba bahagia dan tanpa sadar dia tersenyum.


"Bagus, ini sangat bagus jika Aiden ke luar negeri, aku punya banyak waktu untuk mencari dokumen itu dengan mudah"


Bella kemudian turun dari kasur dan menunju ke kamar mandi. Sedangkan Aiden yang sudah kembali ke tempat duduknya merasa tidak nyaman, karena Bella tidak menjawab perkataannya tadi. Dia menatap Bella yang menuju ke arah kamar mandi.


"Dia bahkan tidak peduli dengan kepergianku, apa yang sebenarnya ada di pikirannya?"


Aiden mengoceh lalu menatap Mark


"Nona rose sepertinya menginginkan sesuatu dari anda, bukan diri anda"


ucap Mark dengan santainya. Hal itu membuat Aiden menaikkan satu alisnya.


"Apa maksudmu Mark?"


"Sudah 2 hari nona bersama anda, tapi tidak ada hal yang nona rose minta kepada anda tuan, tidak seperti wanita lain yang langsung meminta untuk dinikahi atau menginginkan uang dan perhiasan"


Selama ini Mark memperhatikan wanita-wanita yang berada di samping Aiden, karna itulah dia merasa aneh dengan kelakuan Bella yang belum pernah meminta apapun dan terlihat tidak menginginkan Aiden.


"Menurut mu apa yang rose inginkan dariku Mark?"


ucap Aiden


Mark hendak menjawab pertanyaan Aiden, tapi Bella tiba-tiba datang dan duduk di samping Aiden.


"Jam berapa pesawatmu berangkat ke China?"


ucap Bella lalu meraih sebuah apel yang ada di meja.


"Pukul 13:10, kau berniat ikut denganku?"


Aiden tiba-tiba mengajak Bella karna ingin melihat responnya.


"Tidak, aku akan menunggumu disini"


Ucap Bella tanpa menatap Aiden, dia menatap ke arah jam dinding dan terus menggigit apel yang dia genggam.


Mark memperhatikan Bella sejak tadi, lalu menatap ke arah Aiden. melihat respon Bella yang menolak ajakannya, Aiden juga menatap ke arah Mark.


"Sepertinya anda harus memaksa nona untuk ikut tuan"


Mark dalam hati


"Dia sama sekali tidak peduli denganku, apa yang sebaiknya kulakukan Mark?"


Aiden mengalihkan pandangannya ke arah Bella setelah bergumam dalam hati.


"Nona, anda yakin tidak merasa bosan berada di rumah selama 2 hari? bukankah lebih baik jika anda ikut ke China?"


ucap Mark


"Baiklah, rose akan ikut ke China, suruh para pelayan menyiapkan barang-barangnya"


ucap Aiden lalu menatap Bella.


"sialan, apa yang kau inginkan? kenapa malah menyuruhku ikut ke China? urus saja pekerjaanmu itu!


Bella memutar otak agar mendapatkan alasan yang tepat untuk menolak. dia tiba-tiba memegang tangan Aiden lalu mencium pipinya.


"Aku tidak perlu ikut, kau bisa mempercepat menyelesaikan pekerjaanmu dan pulang"


ucap Bella, dengan tetap memegang tangan Aiden.


"Tidak, kau tetap harus ikut. Kita berangkat sekarang"


ucap Aiden lalu berdiri dan menarik Bella agar mengikutinya.


***


Di mobil, Mark sedang fokus menyetir. Bella sibuk mengecek handphone, sejak semalam dia tidak pernah membuka handphone nya. Sedangkan Aiden menatap Bella, dia tidak berniat bertanya mengenai pria yang semalam menelfon Bella.


"Panggilan masuk dari Azka? tapi semalam aku tidak bicara dengannya, apa jangan-jangan Aiden membuka handphoneku?"


Bella menggigit bibir bawahnya lalu menatap Aiden yang sejak tadi menatapnya.


"Ada apa rose?"


Aiden bertanya seolah-olah tidak tahu, saat Bella gelisah melihat daftar panggilan masuk di handphone nya.


"Kau bicara dengan Azka?"


"iya, dia bilang bahwa kalian bertunangan"


Aiden meraih ujung rambut Bella, dan memainkannya.


"Dia temanku, kami sudah lama berteman. jangan mencari masalah dengannya"


Bella tiba-tiba menatap Aiden dengan sinis.


ini pertama kalinya Aiden ditatap Bella seperti itu, dia spontan berhenti memainkan rambut Bella. Suasana di mobil terasa tidak nyaman, dan kini mereka sampai di parkiran.


"Aku berkata padanya bahwa kau milikku, dan aku menyingkirkan orang-orang yang ingin merebut milikku"


Aiden mengalihkan pandangannya dari Bella.


"Aku bukan milikmu"


ucap Bella seketika, dan berhasil membuat Aiden kembali menatapnya.


"Apa kau sadar rose? sejak tadi pagi yang kau lakukan hanyalah menolakku, kau mengabaikan perkataan ku, menolak untuk ikut ke China, dan sekarang kau berkata bahwa kau bukan milikku?"


Aiden mulai merasa sesak, dia melonggarkan dasinya.


"selain berkata dia sebagai tunanganku, apa lagi yang dikatakan Azka semalam?"


Bella mengabaikan suasana hati Aiden yang semakin buruk.


"Azka? sejak tadi isi pikiranmu ternyata hanya dipenuhi pria yang bernama Azka itu ya?"


Bella terdiam, faktanya memang seperti itu, dia tidak ingin Azka mendapat masalah karena pekerjaannya.


"Mark jam berapa Rapat di mulai?"


ucap Aiden


"pukul 11:30 tuan, kita masih punya 30 menit, saya akan naik terlebih dahulu untuk menyiapkan semuanya"


Ucap Mark dan langsung keluar dari mobil.


setelah kepergian Mark, Aiden tiba-tiba menarik Bella untuk duduk di pangkuannya. Bella masih terdiam, dia tidak berniat mengucapkan apapun.


"Baiklah rose, aku memberimu waktu 15 menit untuk menjelaskan siapa Azka, dan mengapa dia seolah sangat penting bagimu"


Aiden melingkarkan tangannya di perut Bella.


"tentu saja dia penting bagiku, dia satu-satunya tempat ku berkeluh kesah dan menemaniku saat ayah dan kakakku sibuk. kalau kau membuatnya menghindariku apalagi mencoba membunuhnya, aku lebih baik membunuhmu. persetan dengan dokumen itu"


"Sudah kukatakan, dia temanku dan kami sudah lama berteman! bagian mana yang tidak kau mengerti?"


ucap Bella dengan nada sedikit marah


"Untuk ukuran seorang teman, dia membuatku cemburu dengan sikapmu yang sangat menjaganya rose, kurasa Mark sudah mengirim seseorang untuk memeriksa identitas temanmu itu"


ucap Aiden lalu memeluk Bella.


"Mark?? sekertaris sialan itu?!! kenapa dia begitu ikut campur dalam segala hal??"