Black Rose

Black Rose
PART 17



Pagi hari di istana kerajaan Noveleon di kejutkan dengan kedatangan Putra Mahkota, Jendral dan para prajurit lainnya yang bersama Putra Mahkota.


Mereka telah kembali dari perbatasan kerajaan Noveleon di sebelah timur untuk melaksanakan sebuah tugas karna ada nya sebuah pemberontakan yang terjadi disana, waktu yang di prediksikan mereka selesai dalam waktu yang cukup lama, ternyata mereka Putra Mahkota dan yang lainnya bisa menyelesaikan dan menghukum langsung para pemberontak dalam waktu 1 bulan.


Putra Mahkota, Jendral dan para para prajurit saat memasuki wilayah kota kerajaan sempat heran dengan banyaknya prajurit yang berlalu lalang di sekitar kota dan seluruh kerajaan dan Putra Mahkota pun bertanya pada salah satu prajurit disana, dan saat mereka sampai di istana mereka sangat terkejut dengan kondisi istana yang sebagiannya masih dalam perbaikan, mereka tidak menyangka jika hancurnya aula akan separah ini, yang mengakibatkan mereka meski membangun ulang bangunannya.


Putra Mahkota Arsenio dan Jendral Baron yang di sambut oleh orang - orang di istana termasuk selir Sherin dan Putri Zelna dan tentunya Raja Alderald dan para pejabat lainnya.


"kakak selamat atas kemenanganmu" ucap Putri Zelina dengan tersenyum.


Putra Mahkota hanya mengangguk tanpa berniat membalas ucapan Putri Zelina, yang membuat Putri Zelina sedikit kesal.


Selir Sherin pun ikut mengucapkan selamat pada Putra Mahkota "Putra Mahkota selamat atas kemananganmu, Ibu senang kau kembali dengan tidak kekurangan apapun" ucapnya dan tersenyum pada Putra Mahkota.


Putra Mahkota menatap Selir Sherin tajam ia sangat tidak suka jika Selir Sherin terus menganggap jika dirinya adalah ibu sambung Putra Mahkota, yang tidak akan pernah ia anggap sampai kapanpun.


Selir Sherin acuh dengan tatapan Putra Mahkota karna ia merasa aman berada dekat dengan Raja Alderald.


Putra Mahkota pun yang biasanya selalu memprotes Selir Sherin karna terus menganggap dirinya ibu untuk nya, kini ia sangat malas untuk memprotes, karna pikirannya dan perasaannya sedang kacau mengingat tentang adik nya Griselda.


Putra Mahkota dan Jendral Baron menghadap Raja Alderald lalu melaporkan jika misi untuk menghabisi para pemberontak telah selesai.


"Selamat dan Terimakasih karna kalian telah kembali dengan sehat ke istana ini, namun maaf kedatangan kalian tidak disambut dengan meriah tapi malah di sambut dengan ke adaan istana yang seperti ini"


"kami mengerti Yang Mulia, kami telah mendengar semuanya" kata Putra Mahkota dengan nada datarnya.


Raja Alderald mengangguk dan ia mengerti dengan ekspresi putra nya yang terlihat kecewa pada nya, Raja Alderald lalu menatap Jendral Baron.


"Jendral terimakasih karna telah membantu Putra Mahkota membereskan para pemeberontak itu dan sekaligus menjaga Putra ku, namun maaf mungkin tugas mu masih sangat banyak setelah ini"


Jendral Baron mengangguk " Yang Mulia tidak perlu sungkan karna ini sudah menjadi tugas saya untuk melindungi keluarga kerajaan dan juga kerjaan Noveleon"


Raja Alderald mengangguk dan tersenyum "baiklah, untuk saat ini kalian beristirahatlah lebih dulu"


Mereka pun membubarkan diri menuju tempat nya masing - masing, namum tidak dengan Putra Mahkota ia mengikuti Raja Alderald ayah nya karna banyak hal yang ingin dia bahas, terutama tentang Griselda.


Raja Alderald mengetahui rasa penasaran Putra Mahkota dan membiarkan ia mengikuti nya, Raja Aderald pun membawa Putra Mahkota ke sebuah Gazebo di dekayt dengan kediaman Raja Alderald.


Mereka pun duduk berhadapan dan saling menatap dengan tatapan datarnya.


"apa yang ingin kau tanyakan"


"apa benar dia adikku"?


Raja Alderald mengehela nafasnya dan menatao Putra nya "entahlah, karna aku melihat wajah dan postur tubuh nya yang sama dengan Griselda namun ia mengatakan jika Griselda telah mati dan dia mengatakan jika kini dia adalah Reina Azelia"


"kau bingung bukan, sama hal dengan ku, karna yang aku lihat jika dia mamang lah Griselda dan ia telihat sehat bahkan kuat namun ia menyebut dirinya telah mati, dan aku ingat jika dia mengatakan jika di dunia ini ada banyak hal yang tidak kita ketahui kau mengerti maksudnya"


Putra Mahkota menggelengkan kepalanya "lalu apa yang membuatnya meledekakkan istana ini"


"mungkin itu salahku, karna memaksanya untuk kembali ke istana, dan ia seolah tahu apa yang aku pikirkan untuk di jadikannya senjata untuk kerajaan ini, tapi aku tidak salah sepenuh nya bukan, karna aku adalah Raja yang sepantasnya di hormati dan keputusannku adalah mutlak yang tidak bisa di langgar" ucap Raka Alderald tegas dengan tatapan tegas pula pada Putra Mahkota.


Putra Mahkota menunduk dan menggelengkan kepalanya, ternyata benar informasi yang telah ia terima jika Ayah nya benar - benar ingin memanfaatkan ke mampuan adik nya Griselda.


Putra Mahkota pun menatap Raja Alderald kembali tanpa rasa takut, ia kini menatap Raja nya sebagai anak yang sedang memprotes Ayah nya "bukan kah kau telah membuangnya seperti sampah dan kini kau memungut sampah yang tidak berguna itu kembali, karna sampah itu kini telah menjadi sebuah emas, cik Ayah, aku benar - benar tidak mengerti dengan tindakanmu, apa kau tidak malu dengan kelakuan yang menurutku sangat memalukan harga dirimu sendiri, karna kau telah menjilat ludah sendiri dengan melanggar ucapan mu saat itu, jika kau tidak akan pernah mambawanya kembali ke istana atau ke kerajaan ini, meski apapun yang terjadi kedepannya"


Raja Alderald terdiam ia melupakan kata - kata yang ia keluarkan saat itu di hadapan Putra nya, ia merasa ucapan Putra nya benar jika dirinya telah menginjak harga dirinya hanya demi sampah yang telah berubah menjadi emas.


"Ayah mengapa kau diam, apa Ayah menyadarinya, seharusnya kau membiarkannya hidup dengan tenang selama ia tidak mengusikmu"


Sang Raja berdecih "kau memprotesku Putra Mahkota, cik, dia memang telah mengusik ku lebih dulu dengan membunuh dua orang prajurit di gerbang kerjaan di wilayah barat"


"benarkah, lalu apa kau mencari tahu lebih dulu apa yang menyebabkan dua prajurit itu mati karna di bunuh oleh nya"


Raja Alderald kembali terdiam benar prajurit yang melapor padanya karna itu memang kesalahan dua prajurit itu sendiri karna telah mengganggu nya, dan awalnya dia mengundang nya hanya untuk memastikan dia benar Griselda atau bukan, tapi karna sebuah hasutan dari mentri nya rencana nya pun berubah.


Raja Alderald menatap Putranya yang akan kembali berbicara pada nya.


"berhentilah mengusik nya, jika Ayah tidak ingin membuat kerajaan ini hancur, bukankah Ayah telah melihat kekuatannya, aku yakin jika dia tidak di usik dia pun tidak akan mengusik kita, pikirkanlah baik - baik perkataan ku, dan pikirkan para Rakyat kerajaan yang saat ini sedang ketakutan, aku pamit" Putra Mahkota pun meninggalkan Raja Alderald sendiri di gazebo dengan pikirannya.


Putra Mahkota berharap Ayahnya tidak lagi mengusik adik nya yang entah dia benar Griselda atau bukan, namun demi kebaikan kerajaan hal itu lah yang semestinya keputusan yang di ambil oleh kerajaan agar tidak adanya korban selanjutnya, apa lagi korbannya adalah orang - orang yang berada di lingkungan kerajaan Noveleon.


Putra Mahkota berharap bisa menui Reina wanita yang mengatakan jika Griselda telah mati.


akankah putra mahkota bertemu dengan Reina ?? 🤔🤔🤔


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**3 Bab untuk hari ini 😎😴😴


LIKE


KOMEN


VOTE


😘😘😘**