Black Rose

Black Rose
PART 14



Felix tersenyum ketika para budak dengan serempak mengatakan jika mereka akan bergambung dengan orgnisasi ini.


''baiklah jika semua telah setuju aku akan memberikan sebuah pil untuk kalian, gunanya adalah untuk mempermudah kalian menyerap energi alam dan agar mudah meresap ke tenaga dalam kalian masing - masing, ulurkanlah kedua tangan kalian dengan telapak tangan terbuka ke depan, untuk menerima pil dan satu botol air minum yang telah di sediakan oleh Reina ketua kalian.


Mereka semua pun serempak mengikuti instruksi dari Felix, dan tak lama munculah satu pil dengan ukuran sedang, dan satu botol minuman.


Felix melihat jika semua telah mendapatkanya pun kembali melanjutkan ucapannya ''minum lah pil itu dengan air yang ada di genggaman kalian''


Mereka semua pun meminun pil tersebut dan tak lama mereka langsung merasakan sensasinya, mereka para budak yang memang memiliki banyak luka cambukan oleh penjualnya kini luka cambuk itu hilang dan sembuh seketika, dan tanda angka di dahi mereka yang menandakan budak pun menghilang, mereka tertawa senang, begitu pun Reymond dan adik - adik nya ikut senang dengan apa yang di alami para budak itu, mereka sempat ingin bertanya apa yang membuat mereka sembuh dengan waktu yang sesingkat ini, namun mereka urungkan karna setelah beberapa saat mereka tiba - tiba merasakan perih di lengan nya, terasa seperti terbakar, mereka pun melihat ke langan nya masing - masing ternyata di lengan mereka muncul sebuah tato bergambar bunga mawar hitam dan sebuah pedang dengan warna merah darah.


''tato itu adalah tanda jika kalian telah resmi menjadi anggota Black Rose, dan sekarang kalian mulailah meresap energi alam dan kalian berbagi tempatlah di sekeliling menshion ini dan jangan telalu jauh dari sungai, usahakan kalian dekat dengan sungai itu''


Mereka semua menatap Felix heran, namun mereka tidak bisa membantahnya atauvm pun bertanya untuk saat ini karna mereka telah merasakan energi yang ada di sekitar mereka yang berati mereka mesti cepat - cepat untuk meresap energi alam itu, lalu mereka pun mulai menyebar di berbagai titik di sekitar sungai yang ada di sekitar menshion dan mulai duduk dengan posisi lotus lalu mefokuskan dirinya masing - masing.


Felix dan Reina belum bisa menceritakan tentang air surgawi yang mereka minum dan gunakan untuk proses meresap energi alam, karna mereka ingin melihat siapa yang akan setia atau yang akan menjadi pengkhianat nantinya, karna biasa beberapa orang yang telah memilih kekuatan dan merasa dirinya kuat yang mungkin akan memaksa keluar dari organisasi ini, maka Reina dan Felix ingin melihat dulu watak dari banyak nya orang yang mereka rekrut menjadi anak buahnya, dan melihat siapa saja orang yang bisa di percaya.


Felix merubah dirinya menjadi naga dan terbang mengelilingi menshion, untuk memastikan jika anggota dari Black Rose telah fokus untuk menyerap energi alam dan untuk di jadikan nya energi Reisu.


Sama halnya dengan Reina di Ruang Dimensi yang tengah meresap energi yang mengelilinya, Reina di dalam cangkan telur air yang membungkus Reina, terlihat keringat nya yang terus bercucurun tanpa henti, dan baju yang di pakainya telah basah karna keringatnya, wajah nya terlihat pucat, dan badan yang sedikit bergetar, Reina menahan rasa sakit yang luar biasa, Reina ia merasakan badanya yang di bakar dengan api hitam secara perlahan yang berawal dari kaki nya dan merayap perlahan hingga kepala, Reina sempat ingin menyudahi ini, namun Reina tidak bisa melakukannya, seolah Energi itu memaksa Reina untuk bertahan, Reina pun pasrah dan melanjutkan tahap yang menyiksa ini dan berharap ia bisa sampai di tahap akhir.


Felix, ia menunggu dengan cemas ke adaan Reina, dan berharap Reina bisa melalui tahap yang menyiksa itu, dia bulak - balik keluar dan masuk ke ruang dimensi dan markas Black Rose.


......................


Di tempat lain di kerajaan noveleon sejak pagi orang - orang atau para prajurit tengah sibuk membersihkan puing - puing ledakan yang di lakukan oleh Reina, dan para tabib yang mondar - mandir memeriksa pasiennya yang terkena reruntuhan itu.


Raja Alderald yang tengah berbaring di tempat tidurnya karna ke adaanya yang belum pulih, ia terus menerus memikirkan Reina, dan memikirkan bagaimana cara nya untuk bisa melawan dan membawa nya ke kerajaan, dia ingin membuat Reina tunduk di bawahnya, karna dia adalah Raja yang semestinya di hormati dan ingin menghukumnya karna telah berani menentang dan menghinanya.


Sang Raja pun mengingat sesuatu jika Arsenio atau Putra Mahkota adalah orang yang dekat dengannya.


''yang mulia'' lamunan Raja Arderald buyar mendengar seseorang yang memanggilnya dia adalah kasim yang srlalu berada dekat dengannya.


''ada apa''


''Putra Mahkota akan kembali esok, dan beliau pun telah mendengar tetang ke jadian kemarin''


Dahi Raja Alderald mengkerut dan ia pun terbangun dari tidurnya lalu duduk dan menatap kasim itu.


''Putra Mahkota telah mendengarnya, apa ada yang memberitahunya, apakah tugas nya telah selesai'' pertanyaan beruntun yang Raja Alderald tanyakan pada kasimnya.


''yang mulia putra mahkota telah selasai kemarin dan beliau sudah berada dalam perjalannan dan akan di pastikan esok pagi beliau akan sampai, dan untuk kejadian ini yang mulia putra mahkota mendengarnya dari orang lain yang sedang membicarakan kejadian di istana ini''


''apa maksudmu kejadian ini telah banyak yang mengetahuinya''


''benar yang mulia bahkan hingga di kedua kerajaan terdekat dengan kerajaan kita''


''tidak yang mulia atau mungkin mereka akan datang kesini untuk memastikannya''


Raja Alderald mengangguk ''bagaimana ke adaan Mentri Martin dan dua Mentri lainya dan juga para prajurit"


''Mentri Martin dan dua mentri lainnya hanya mengalami luka ringan yang mulia, sedangkan para prajurit yang sebelumnya bertarung dengan pria yang bersama wanita itu, kini mereka kehilangan tingkat Reisu nya dan sekarang kembali lagi di tingkat satu Reisu''


Raja Alderald tersentak mendengar jika prajurit terpilihnya dan yang terkuat kini mereka kembali di tahap dasar dan bahkan menjadi yang terlemah, menyesal tentu ia menyesal karna prajurit yang kembali di tahap awal tingkat Reisu cukup banyak bahkan mungkin hingga setengahnya.


......................


Sedangkan di pavilium berbeda, seorang wanita tengah melamun, di berpikir jika dia tidak menyangka orang yang ia anggap bodoh dan lemah kini menjelma menjadi monster, dia adalah Putri Zelina meski takut namun ia merasa yakin jika Grisel dia tidak akan bisa melawannya atau membongkar rahasia jika dia dan ibunya lah pelaku sebenarnya, karna dia tidak memiliki bukti.


''Zelina''


Putri Zelina menengok mendengar sesorang yang memanggilnya dan ternyata itu adalah ibunya.


Selir Sherin menghampiri anaknya yang tengah duduk, dan ia pun duduk di sampinganya yang terhalang meja kotak kecil.


''apa kau masih merasa takut''


''tidak bu, karna dia tidak punya bukti untuk menjatuhkanku''


''baguslah, karna putra mahkota akan kembali besok dan ibu tidak ingin dia akan semakin curiga pada kita karna melihat ketakutanmu''


''cik, bukankah akan kembali dalam waktu seminggu kedepan''


''apa kau lupa betapa kuat dan pintarnya dia, sudahlah ibu tidak ingin membahasnya, ibu ingin memberitahu mu sebuah saran''.


''saran''.


''ya, kau tahu tentang kejadian kemarin di istana ini yang telah terdengar hingga ke dua kerajaan yang berada dekat dengan kerajaan kita dan mungkin akan lebih menyebar lagi, dan ibu dengar jika kedua kerajaan itu kemungkinan akan datang kemari dengan mengirim pangeran atau pun putra mahkota''


''lalu''


''cik, ibu heran punya anak bodoh seperti mu''


Putri Zelina pun menyebikkan mulutnya yang mendengar ibunya berkata bodoh padanya.


''dengar kau harus bisa mengambil hati para pangeran itu dan lebih bagus jika kau bisa mengambil hati putra mahkota, agar kau bisa punya kekuatan jika sewaktu - waktu wanita bodoh itu akan melawanmu, kau tahu buka jika dia hanya berdua dengan temannya itu dan mungkin dia akan di jadikan seorang buronan''


Putri Zelina pun tersenyum mendengar saran atau ide dari ibunya, benar aku harus punya kekutan, dan salah satunya aku harus menaikkan status ku yang hanya sekedar anak selir dan yang akan menjadi seorang Ratu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...