Black Rose

Black Rose
PART 23



''Terimaksih Yang Mulia telah mengizinkan, saya mohon pamit Yang Mulia, dan Putra Mahkota'' ucap nya dan tersenyum pada Raja Alderald.


''ya pergilah'' Selir Sherin pun meninggalkan ruang kerja Raja Alderald.


''ayah menginzinkannya''


''ya, ada apa mengapa kau seperti tidak senang''


''aku, tidak aku bisa saja, hanya saja apa dia akan betah disana bukan kah kau tahu putri kesayangan mu iti seperti apa'' ucap Putra Mahkota dengan sedikit sindiran.


''aku tahu maka aku sejak dulu mengusulkan nya untuk ikut masuk akademi''


''baiklah terserah, aku tidak peduli dengan nya'' lanjut Putra Mahkota sambil berdiri dari tempat duduknya berniat meninggalkan ruang kerja ayah nya.


''apa kau tidak bisa berdamai dengan mereka, mereka keluarga mu juga, Selir Sherin adalah ibu sambungmu''


''sampai kapan pun aku tidak akan menganggap mereka saudara ku apa lagi Selir itu menjadi ibu ku, aku sangat tidak menyukainya dan ayah tidak bisa memaksaku'' setelah mengatakan hal itu Putra Mahkota pun melangkah keluar ruang kerja Raja Alderald.


Raja Alderald terdiam ia sungguh tidak mengerti, mengapa Putra Mahkota Aesenio sangat membenci Selir Sherin dan Putri Zelina, dan ia malah menyayangi seorang adik lemah dan tidak berguna Griselda.


Sebaliknya Putra Mahkota yang merasa heran dengan kedua orang tuanya, yang membenci anak kandung nya sendiri, bahkan percaya begitu saja dengan tuduhan yang di layangkan Selir Sherin pada Griselda jika dia lah pembunuhnya, beruntungnya Griselda tidak di hukum mati karna bukti yang di tunjukkan tidak benar - benar mengarah pada Griselda, namun karna saat kematian Ibunya Griselda memang sedang berada di dekat ibunya maka Selir Sherin dengan mudah menuduh Griselda, begitu saja, dan Raja Alderald pun memang lebih mempercayai Selir kesanyangannya itu.


......................


Di Ruang Dimensi Reina belum ada tanda - tanda akan selesai dalam proses tingkat Dewa/Dewi, Felix menatap bulatan Air yang membungkus Reina ia pun kembali ikut duduk dalam Posisi Lotus untuk ikut menyerap Energi Alam di sekitar Ruang di mensi hanya untuk mempertahan kan kekutannya, sebelumnya ia sempat berkeliling markas untuk melihat mereka para calon anak buah Back Rose yang juga belum selesai dalam menyerap Energi Alam karna memang masih beberapa minggu.


......................


Di dunia luar seluruh kerajaan gempar karna telah mendengar seseorang yang telah sampai di tahap Surgawi, dan mereka pun juga menyadari jika untuk sampai di tahap Surgawi, mereka memerlukan air surgawi, yang mata airnya telah hilang di bumi ini, namun saat mereka dengar jika ada yang bisa sampai di tahap surgawi, itu berati air surgawi telah muncul kembali atau telah di temukan, maka mereka pun mulai mencari mata air surgawi tersebut yang akan membuat mereka menjadi liat terlebih khasiat dan manafaatnya yang begitu besar.


Beberapa minggu telah berlalu semua kerajaan mengirim orang - orang yang mereka percaya untuk mencari mata air surgawi tersebut, namun tidak dengan kerajaan Valcke yang lebih mencari keberadaan Reina, karna menurut nya sama saja, jika Reina dan air surgawi pastilah berdekatan, terliebih ia pun percaya diri karna wanita itu masilah Griselda yang mungkin bisa ia manfaakan, karna Putra Mahkota Calvin yakin jika Griselda masih menyukainya.


Putra Mahkota Arsenio, ia yang akhirnya memutuskan untuk ikut bergabung dengan Sean, pengawal yang ia tunjuk untuk mencari mata air Surgawi dan bersama satu teman yang Sean bawa Argus.


Putra Mahkota Arsenio dan Putra Mahkota Calvin menyadari jika Reina masih berada dekat dengan kerajaan mereka, untuk itu mereka pun mencari di daerah sekitar di antara kerajaan mereka, termasuk untuk mencari ke hutan kegelapan.


Felix yang menyadari jika seluruh kerajaan gempar dan mencari air surgawi pun menyeringai tersenyum dan mengejek ''carilah hingga ujung dunia, kalian tidak akan pernah menemukannya, kecuali jika kalian bisa menghancurkan aray pelindung di markas kami, mungkin kalian bisa mendapatkan esensi Air surgawi yang hanya 10%'' ucap nya, Felix yang baru saja keluar dari Ruang Di mensi dan terbang di dunia luar hanya untuk menghilangkan kesuntukkannya mendengar kehebohan orang - orang yang tengah membicarakan dan mencari Mata Air Surgawi.


......................


Putri Zelina ia telah masuk ke akademi, ia tidak terlihat serius dalam mengikuti apa yang di ajarkan gurunya ia lebih tertarik mendekati Putra Mahkota.


Putri Zelina meski kesal karna kasta tidak berlaku namun itu pun menjadi sebuh keburuntungan untuk nya juga agar bisa lebih leluasa mendekati para Pangeran dan Putra Mahkota.


Putri Zelina berjalan di koridor menuju ke asrama nya tempat menginap para murid di akademi, namun saat tengah berjalan ada yang memanggilnya untuk berbicara, dan ia pun berbalik menatap heran pada wanita yang memanggil dirinya.


''Zelina, kau seorang Putri kerajaan, apa tujuanmu kemari hanya ingin mendekati pria, cik jika itu tujuanmu pergilah dari sini'' ucap sinis seorang senior wanita yang melihat Putri Zelina selalu mencoba mendekati pria - pria tampan.


Putri Zelina menatap wanita di depannya dengan tajam ''lalu apa urusamu, ah apa kau iri karna aku bisa mendekati mereka''


Wanita itu tertawa cukup keras ''apa aku iri, hahaha yang benar saja, ku beri tahu kau, aku sudah memiliki tunangan dan itu seorang Putra Mahkota dari kerajaan Shapirra'' jawab nya dengan sinis dan sedikit sombong.


''Putra Mahkota Gavin'' Putri Zelina tidak menyangka wanita yang di jodohkan dengan Putra Mahkota Gavin adalah senior nya di akademi, namun ia pun tahu jika wanita di hadapannya kini adalah wanita yang prestasi bagus, bahkan Reisu nya berada di tingkat tengah.


''kau mengenalnya, cih apa kau juga mencoba mendekatinya, ah jika iya itu tidak masalah mungkin kau hanya akam di jadikannya Selir persis seperti ibumu'' lanjutnya dan berjalan melewati Putri Zelina yang sudah sangat terlihat kesal.


Putri Zelina menatap tajam pada wanita tersebut, kedua tangan nya terkepal karna diab elah terang - terangan menghinanya, dia tidk bisa melawan nya dengan kekuatan krna dia sadar tingkat Reisu masih di tingkat Rendah bahkan belum berkembang, dia pun bergegas berjalan menuju tempat istrahatnya.


Putri Zelina kembali berambisi, untuk menjadi kuat dengan tangan nya sendiri, untuk membalas mereka semua yang telah menghinanya, terlebih pada Griselda yang selalu menjadi bayang - bayang menakutkan bagi dirinya, dan yang kini ia sangat ingin membunuhnya.


Sejak saat ini dan seterusnya Putri Zelina benar - benar serius dalam melatih dirinya, memperkuat fisik dan meningkatkan Energi Reisunya, sudah cukup dia hina selama ini, dia akan melakukan apapun demi menjadi kuat dan membalas mereka semua.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**VOTE


LIKE


KOMEN


AND TEKAN ❤


TERUS DUKUNG KARYA OTHOR YA 😘😘**