Black Rose

Black Rose
Bosan



Setelah Reyhan keluar dari kamar, Bella kini duduk di pinggiran kasur, dia sedang memikirkan rencana baru agar bisa mencuri dokumen itu lalu kabur dari Reyhan.


"Sekarang apa yang harus kulakukan?"


Bella berdiri lalu meraih segelas wine yang berada di atas meja.


malam pun tiba, Bella tidak pernah keluar dari kamar setelah Reyhan keluar dari kamar itu. waktu menunjukkan pukul 07:34 malam, Mobil Aiden memasuki kediaman keluarga Cullens.


Bella sedang berbaring di atas tempat tidur, dia sedang membaca biodata Aiden yang ada di hpnya, dia ternyata memotret biodata Aiden yang pernah diberikan oleh Graham Cullens padanya.


"Aiden alergi kacang?... dia ternyata punya alergi yang sama denganku..tapi kalau di pikir-pikir keluarga ini memang aneh, yang satu alergi seafood yang satunya lagi alergi kacang... mungkin ini konsekuensi karna mereka hampir sempurna, yaa bisa dibilang hampir sempurna.. anggota keluarga Cullens memiliki paras yang rupawan dan mereka tidak pernah kekurangan dari segi ekonomi"


Bella yang masih sibuk berfikir tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan Aiden di kamar itu.


"Kau bersiap untuk tidur?"


ucap Aiden yang membuat Bella bangun dari tidurnya.


"ternyata sudah datang ya? maaf, aku tidak mendengar suara mobilmu datang"


Bella berjalan mendekati Aiden lalu membukakan jas miliknya.


"kau belum menjawab pertanyaan ku"


ucap Aiden


"Tidak..aku hanya sedang berbaring, lagipula tidak ada hal yang bisa kulakukan di rumah ini"


Bella berjalan menuju sofa.


"Rumah ini tentu saja membuatmu bosan, tidak teman, tidak ada lagu yang membuatmu menari dan tidak ada pria yang perlu digoda"


ucap Aiden lalu duduk di samping Bella.


"karna kau sudah tahu, bagaimana kalau kita jalan-jalan malam ini? aku benar-benar bosan seharian berada di sini"


ucap Bella lalu menggenggam tangan Aiden.


"Aku butuh istirahat rose...kita bisa jalan-jalan lain kali"


Aiden berdiri lalu berjalan ke kamar mandi.


"memangnya kenapa kalau Aiden tidak mau, aku tidak punya alasan untuk menurutinya"


Bella meminta seorang pelayan untuk memberinya gaun, tak lama kemudian Bella selesai mengganti pakaiannya. dia duduk di depan cermin dan siap untuk merias wajahnya.


Aiden keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang terlilit di pinggangnya. dia menghampiri Bella yang sedang merias.


"sudah kuduga, kau tidak akan mendengarkan perintahku"


ucap Aiden lalu mengecup pipi kanan Bella


"Aku tetap akan pergi, apapun yang kau katakan tidak akan membuatku menjadi wanita yang penurut"


Bella mengucapkan hal itu tanpa berfikir panjang, Aiden mencerna kalimat itu dengan baik.


"Aku tahu sikapmu begitu egois, aku melihatnya dengan jelas saat kamu menggodaku malam itu"


Aiden berjalan menuju lemari pakaian, dia memilih salah satu jas mewah miliknya dengan cepat. sementara itu, Bella masih sibuk merias dirinya di depan cermin.


"kau tidak akan keberatan jika aku meminjam salah satu mobil mewah mu bukan?"


ucap Bella tanpa menoleh ke arah Aiden.


"Kita akan pergi bersama"


Bella seketika menoleh ke arah Aiden, ternyata Aiden sudah mengenakan kemeja hitam lalu segera memasang jas mewah miliknya.


"Kau terlihat tampan"


ucap Bella seketika.


"Aku tahu, karna itulah kau berani menggodaku"


ucap Aiden lalu menghampiri Bella.


Bella berdiri dari duduknya, dan mengambil tas dan ponselnya.


"baiklah aku siap, kita berangkat sekarang"


ucap Bella


Aiden menggenggam tangan Bella menuruni tangga, ternyata Reyhan dan Fiona sejak tadi menunggu mereka berdua untuk makan malam.


"Kak Aiden mau kemana? kita belum makan malam karna menunggu Kakak"


ucap Fiona sambil cemberut


"Kami akan keluar, kalian makan berdua saja malam ini"


ucap Aiden lalu meninggalkan kedua sepupunya begitu saja.


Reyhan menatap kepergian Bella dan Aiden dengan amarahnya, dia mengepalkan tangannya di bawah meja.


ucap Reyhan lalu berdiri meninggalkan Fiona.


Reyhan berjalan menuju kamarnya, mengganti pakaian santainya dengan sebuah jas, lalu mengambil ponselnya.


"Aku tidak tahu apa yang mungkin terjadi ke depannya, akan lebih baik jika aku memperhatikan gerak-gerik Bella...dia tidak mungkin mau menjadi wanita kak Aiden secara cuma-cuma, jika hanya untuk uang, seharusnya dia tidak meninggalkanku"


***


kini Aiden dan Bella berada di sebuah restoran bintang lima, mereka baru saja selesai memesan. Bella menatap layar ponselnya yang tiba-tiba berbunyi, saat sebuah pesan masuk. dia kemudian membuka pesan tersebut.


(Bell...ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu, datanglah ke rumah)


-Ken


Bella membaca pesan singkat itu, karna pesan dari ken menyuruhnya untuk ke rumah, artinya dia harus ke bar milik kakaknya malam ini.


Aiden sejak tadi memperhatikan Bella, mulai saat Bella melirik ponselnya yang tiba-tiba berbunyi, hingga Bella membaca isi pesan itu.


"Ada apa rose? apa kini kekasihmu bertanya keberadaan mu?"


ucap Aiden dengan wajah datarnya


"Jika aku punya kekasih, aku tidak akan duduk di hadapanmu saat ini"


ucap Bella sambil tersenyum.


"kuharap, itu bukan salah satu kebohongan yang akan membuatmu dalam masalah rose, aku tidak suka seorang pembohong"


ucap Aiden dengan serius


Bella terdiam sejenak, dia tidak khawatir dengan ucapan Aiden, lagipula hingga saat ini dia belum pernah membohongi Aiden.


tak lama kemudian, pesanan mereka datang, Mereka kemudian menikmati makan malam dengan tenang. di sela-sela makan malam itu, Bella mulai membuka suara.


"Aku mendapat pesan dari salah temanku, dia meminta untuk bertemu"


ucap Bella pada Aiden


"dia ingin bertemu dimana?"


"di sebuah bar"


"bar?"


"bar tempat dimana kita bertemu"


ucap Bella lalu meneguk segelas wine.


***


Selesai makan malam, Aiden melajukan mobilnya menuju bar milik Ken, tak perlu waktu lama untuk sampai di sana. Bella menggandeng tangan Aiden memasuki bar itu. mereka memesan minuman terlebih dahulu pada seorang pelayan.


"Aku akan menunggumu disini, aku memberimu waktu 15 menit, cari temanmu secepatnya dan kembali padaku dalam kurung waktu 15 menit"


ucap Aiden


"Baiklah"


Bella meninggalkan Aiden begitu saja, lalu berjalan menuju ruangan kakaknya.


"rose kau bahkan meninggalkanku begitu saja, kau sepertinya tidak peduli, jika wanita lain mungkin saja menggodaku... sebenarnya apa yang kau inginkan dariku?"


Aiden duduk sambil menikmati tequila dengan santai, sementara itu, Reyhan berada di lantai dua sejak tadi memperhatikan Aiden. Melihat Bella yang meninggalkan Aiden, dia segera mengikuti Bella.


Reyhan melihat Bella memasuki ruangan Ken, saat Reyhan hendak masuk, kedua penjaga di pintu Ken melarangnya untuk masuk.


"Maaf tuan, ruangan ini tidak boleh dimasuki"


ucap seorang bodyguard milik Ken.


"Apa maksudmu? aku baru saja melihat seorang wanita masuk ke ruangan ini"


ucap Reyhan


"Maaf tuan, ruangan ini hanya boleh dimasuki orang-orang tertentu"


"orang-orang tertentu? kalau begitu siapa wanita yang baru saja masuk tadi?"


"maaf tuan, saya tidak bisa memberi tahu anda"


ucap sang bodyguard


"baiklah..kalau begitu, setidaknya kalian bisa memberi tahu siapa pemilik ruangan ini bukan?"


kedua bodyguard milik Ken saling tatap, setelah beberapa saat, akhirnya salah satu dari mereka buka suara.


"Ruangan ini adalah ruangan pemilik bar ini tuan"


Reyhan mengerutkan alisnya, dia bertanya-tanya apa hubungan pemilik bar ini dengan Bella, dan mengapa Bella dengan mudah masuk ke ruangan tersebut.


Reyhan akhirnya berjalan menjauh dari kedua bodyguard itu, dia menuju bartender untuk memesan minuman.