
Aiden mengunjungi bar untuk menghilangkan sedikit rasa pusingnya karna Bella, beberapa wanita mulai mengerumuni dirinya, karna Mark tidak melarang para wanita itu. Aiden memutuskan untuk membiarkan Bella bersembunyi beberapa saat, dia akan mencari Bella saat waktunya sudah tepat.
setelah bersenang-senang di bar, Mark mengingatkan Aiden bahwa ada rapat yang harus ia hadiri di pagi hari.
Dalam perjalanan Pulang, Aiden hanya terus memikirkan Bella.
"Mark, Mengapa rose mencuri dokumen keluarga? itu hanya dokumen mengenai silsilah keluargaku, dokumen itu hanya akan berguna saat pembagian warisan" ucap Aiden menatap jendela mobil
"Sepertinya nona hanya menjalankan tugas tuan, mengingat dokumen itu hanya akan berguna untuk keluarga anda"
Aiden tiba-tiba mengingat percakapan Bella saat menelfon di ruang kerjanya.
"Mark, apakah ada info mengenai orang yang bernama Azka?"
"maaf tuan, tidak ada informasi tentang orang tersebut dari informan kita, saya akan menyewa orang lain untuk mendapatkan informasi nya"
Aiden menutup matanya, dia semakin tidak sabar ingin mengetahui siapa Bella sebenarnya, dan siapa orang-orang yang berada di sekitarnya.
setelah kepergian Bella, Aiden menjalani harinya seperti biasa, namun di setiap pagi dia masih teringat dengan Bella yang biasanya tidur di sampingnya.
"Mark jam berapa rapat dimulai hari ini?"
"Jam 10 tuan"
"Klien kita adalah direktur hotel Adios tuan, dia meminta rapat diadakan di hotelnya"
"Baiklah, tidak masalah kita butuh meminimalisir gesekan di awal kesepakatan"
"Baik tuan"
Setelah sampai di hotel adios, Azka menyambut Aiden dengan senyuman saat dia masuk ke kantornya.
"Selamat datang, terimakasih karna telah setuju membuat kesepakatan di tempat saya yang kecil ini" ucap Azka lalu meraih tangan Aiden untuk bersalaman.
"Tidak ada tempat kecil yang memiliki 99 lantai, anda terlalu merendah"
"Silahkan duduk tuan Aiden"
"Terimakasih tuan...France"Aiden melihat ke arah meja milik Azka, lalu membaca nama lengkapnya. France Azka Darmawangsa
"Baiklah kita langsung saja, kerja sama ini..."
Setelah hampir 2 jam berdiskusi, akhirnya Aiden dan Azka membuat keputusan dan menyepakati kerjasama antara 2 pihak.
"Terimakasih atas kerjasamanya, kontrak harus ditandatangani 3 hari dari sekarang"ucap Aiden dan dibalas senyuman serta uluran tangan dari Azka.
"Tentu saja, saya akan menandatangani kontraknya, anda tidak perlu khawatir saya tidak akan berubah pikiran dalam 3 hari"
Aiden tidak mengingat suaraku, dia sama sekali tidak terlihat canggung, sepertinya memang benar, dia belum tahu apapun tentangku.
***
Di mobil, Aiden mengingat kembali nama Azka yang terdapat di meja kerjanya. France Azka Darmawangsa, nama tengah orang itu sama dengan nama teman Rose.
Aiden menutup matanya, lagi-lagi dia mengingat Bella, selama berhari-hari dia tidak pernah mencari informasi mengenai Bella, karna menurutnya kepergian Bella adalah hal yang wajar, sejak ia mengetahui Bella hanya menipunya. Dia benar-benar butuh waktu yang tepat untuk memutuskan untuk mencari Bella.
"Tuan, saya sudah menyewa orang lain untuk mencari tahu informasi mengenai Azka, teman nona rose"
"Baiklah, apakah sudah ada informasi?"
"Dia akan mengirimkan datanya malam ini tuan"
"Tidak masalah, aku bahkan bisa menunggu beberapa saat untuk setiap informasi"
"Anda benar-benar tidak ingin mencari nona rose?"
"Baik tuan"
Di lain sisi, Azka sedang melacak keberadaan Bella, dia khawatir karna sejak kepergiannya, Bella tidak pernah memberikan kabar.
"Apakah kau tidak bisa melakukan pekerjaan ini dengan benar? dia baru menghilang beberapa hari, mengapa sangat sulit bagimu untuk menemukannya?!" Azka meneriaki sekretarisnya, lalu menghela nafas panjang.
"Maaf tuan,informasi yang saya dapatkan hanya melalui CCTV bandara dan data yang digunakan nona untuk memesan tiket pesawat"
"Baiklah katakan"
"Nona Bella menaiki pesawat yang menuju negara Kanada, dengan menggunakan identitas baru dan kewarganegaraan baru"
"Identitas baru? apa dia mengganti namanya lagi?"
"Tidak tuan, nona Bella masih menggunakan nama Bella untuk identitasnya, tapi selain itu ia ganti semua"
"Apa maksudmu?"
Sekertaris Azka membuka ponselnya lalu membaca identitas Bella saat ini.
"Nama Bella Shofie, umur 30 tahun, golongan darah O, Lahir di Kanada 21 Mei 1993"
"Dia menggunakan nama Bella namun mengganti awalan dan nama keluarganya, baiklah cari tahu dia tinggal dimana di Kanada, temukan informasi itu dalam 3 hari"
"Baik tuan"
***
Di malam hari, Aiden yang sedang istirahat di kamarnya sambil meminum segelas wine, mendengar suara langkah kaki mendekati tempat duduknya saat ini.
"Ada apa? aku sedang tidak ingin membahas pekerjaan, beritahu besok saja" ucap Aiden lalu meletakkan gelasnya di atas meja.
"Saya membawa informasi mengenai Azka, anda harus melihat ini secepatnya tuan" Mark terlihat tidak nyaman memegang informasi mengenai Azka, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.
"Berikan padaku" Aiden membuka Map yang diberikan Mark. Lalu membacanya dengan teliti.
"Nama lengkapnya France Azka Darmawangsa, seorang direktur hotel yang memiliki pekerjaan sampingan membuat tato, tinggal di... umur 27 tahun dan memiliki 2 teman yang selalu mengunjungi nya"
Aiden mengerutkan keningnya, pria yang menyebut dirinya sebagai tunangan rose adalah France Azka Darmawangsa yang merupakan rekan bisnisnya. Aiden membuka foto yang merupakan teman dekat Azka. dia menghela nafas panjang saat melihat foto rose disana.
"Kau sudah membaca semua informasi ini Mark?"
"Iya tuan"
"Bagaimana menurutmu? apakah kesepakatan bisnis yang kita lakukan dengan orang ini ada kaitannya dengan rose?"
"Tidak tuan, nona rose kabur dari anda, dia tidak mungkin melibatkan dirinya lagi. sepertinya tuan France Azka Darmawangsa hanya ingin mencari tahu hubungan anda dengan nona rose, tuan Azka berteman dengan nona rose selama bertahun-tahun"
"Benar, rose tidak akan berani melibatkan dirinya setelah menipuku, apakah Azka juga terlibat dalam rencana rose? bahkan jika seperti itu, aku tidak menemukan satupun keuntungan yang akan mereka dapatkan dari map itu"
"Apakah anda ingin membatalkan kesepakatan setelah tahu mengenai hal ini?" ucap Mark saat melihat Aiden terlihat berfikir keras setelah membaca semua informasi tersebut.
"Tidak perlu, jika yang dia inginkan adalah mengetahui hubunganku dengan Rose, artinya dia tidak cukup dekat dengan Rose karna tidak tahu apa saja yang dilakukan Rose"
"Baik tuan"
"Dia mungkin mengetahui alasan kepergian Rose secara tiba-tiba adalah aku, karna itulah dia ingin mencari tahu hubunganku dengan Rose"
***
Aiden mengira Azka Belum tahu apapun mengenai Bella dan dirinya. Namun alasan utama Azka menjadikan Aiden rekan bisnisnya adalah karena Bella. dengan terjalinnya hubungan pekerjaan, Azka ingin menjadikan hal ini sebagai pelindung untuk Bella saat Aiden mencoba mengganggu Bella di kemudian hari.