Black Rose

Black Rose
Part 4



POV Kayla.


Pagi ini gue bangun jam 5 karena apa ?


Jelaslah buat kesekolah tapi yang pasti mereka ber 5 belum bangun. Gue langsung ke kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri gue langsung ganti seragam sekolah.


Setelah siap gue langsung ke bawah membantu maid memasak. Gue sering bantu maid padahal gk boleh tapi tetep gue bantu. Gue memasak roti bakar dengan keju. Ada 6 roti dengan piring piring sendiri. Tak lama juga mereka turun dengan seragamnya.


"Wow!! Lo yang masak?" Tanya Yuko.


"Hmm."


"Ini mah pasti enakkk!!!" Kata Rizky.


"Pasti lah!!" Kata Yuta.


"Duduk." Kata gue.


Mereka langsung duduk dan makan sesekali mereka bergurau. Setelah makan mereka beranjak ke garasi tapi tidak dengan Kayla yang masih di meja makan sambil handphone nan.


"Eh!! Lo gk berangkat nanti telat loh!" Kata Teyu.


"Kalian duluan baru gue." Jawab gue.


"Lah nanti lo nyasar!" Kata Rizky.


"Lo gimana sih dia yang punya sekolah mana ada nyasar ****!!" Kata Yuki.


"Iya yah...hehehehe." Jawab Rizky cengengesan.


"Lo ngeluarin mobil dulu. Mobil gue udah ada diluar. Lo pilih mobil sana." Kata gue.


"ASIKKK!!!" Teriak mereka.


Setelah mereka semua mengeluarkan mobil mereka. Akhirnya gue masuk mobil dan mengendarai dengan kecepatan diatas rata rata yang pastinya kan gue QR-03.


Beberapa menit kemudian mobil gue dan mereka masuk ke tempat parkir sekolah. Semua orang yang ada disana melihat kita dengan kagum dan kaget.


'Eh eh itu anak baru ya?'


'Iya mungkin. Pasti ganteng ganteng dan kaya lah pastinya.'


'Eh eh gue suka mobil yang itu tuh. Keluaran yang terbaru' Sambil menunjuk mobil gue.


'Kelihatan orang ganteng poll kalau mobil yang kamu tunjuk itu.'


'Hah....orang ganteng lagi dan lagi. Saingan banyak dong!'


Yang gue dengar itu saat didalam mobil. Gue keluar terakhir agar mereka was was melihat gue. Hahahaha....


Setelah mereka keluar semua perempuan menatapnya dengan kagum. Dan yang lakinya tentu lah tatapan sinis. Mereka ber 5 memasang wajah datar. Mereka berhenti didepan mobil gue tapi agak jauh lalu menoleh kebelakang memberi kode untuk keluar. Setelah itu gue keluar deh!!


Gue keluar dan mereka semua kaget bahwa yang ada didalam mobil tadi dikira laki tapi perempuan. Satu kata yang ada dipikiran mereka.


Wow!!


Mereka melihat gue dengan kagum. Kaum hawa dan adam sama saja , menatap gue kagum. Gue gk peduli dan memilih ke ruang kepsek untuk tau kelas gue.


Setelah beberapa menit sampailah didepan pintu. Dan Yuko mau mengetok pintu tapi gue tahan. Gue langsung buka pintu itu agak keras.


BRAK!


"Hey!! Kamu kok gk punya-" Kata kepsek terpotong karena kaget melihat siapa yang masuk.


"Marah?" Tanya gue sambil alis sebelah terangkat.


"Hehehe maaf, lo ngapain disini?" Tanya kepsek.


"Fadli." Jawab gue.


"Owh lalu mereka siapa lo?" Tanya kepsek sinis sambil melihat mereka dengan sinis sedangkan mereka juga membalas dengan tatapan sinis.


"Tim." Jawab gue.


"Lo punya tim? Gue gk salah denger kan? Bukannya lo anti dengan tim?" Tanya kepsek bernama Dino.


"Gue tanya Kayla kenapa lo yang nyolot!!" Kata Dino.


"Lo lah yang nyolot. Gila gue yang nyolot demi LAMPU ITEM GK TERANG TERANG gk sudi gue yang nyolot!!" Kata Yuki.


"Sejak kapan lampu item. Yang ada lampu bening." Kata Yuko.


"Suka suka gue mulut mulut gue mata mata gue!" Jawab Yuki.


"Berisik!" Kata gue. Setelah itu mereka diam seketika.


"Terpaksa." Jawab gue.


Mereka semua kaget. Mereka berpikir gue memilih mereka dengan suka atau tertarik beneran. Tapi gue belum selesai ngomong


"Tapi gk jadi." Kata gue.


"Heeh! Maksudnya?" Tanya Dino.


"Gue tertarik ama mereka." Jawab gue.


Semua diam. Diam dan diam. Tidak ada yang bicara. Karena mungkin kaget dengan 4 kata yang gue katakan


"Wow! gue kira lo tetep pendirian solo di mafia itu." Kata Dino.


"To the point!" Kata gue.


"Kelas 11 IPA 3 dan kalian ber 5 kelas 12 IPA 4." Jawab Dino


Setelah itu gue langsung keluar dari ruangan itu diikut mereka.


Tapi...


"Eh eh kalian berlima tetep disini. Saya mau ngomong dengan kalian!" Tegas Dino.


Mereka menoleh ke gue meminta persetujuan. Dan gue mengangguk.


"Hah... oke!" Jawab mereka bersamaan.


Gue langsung mencari kelas itu. Melewati lapangan basket. Lapangan ada 2 yaitu lapangan basket dan sepak bola.


Saat gue berjalan di koridor dekat lapangan basket ada orang berteriak dengan bersamaan nya bola melayang ke gue.


"WOE AWAS!!"


Gue berjalan santai aja. Setelah bola hampir dekat gue tangkap dengan satu tangan. Yang teriak pun hanya melongo. Mungkin hanya menangkap dengan satu tangan biasa tapi dengan menatap lurus tanpa melihat bola itu sangat mengagumkan.


"Ehh sorry tadi gue gk lihat lo!" Kata cowok itu.


"...." gue gk bicara tapi melihat mereka dengan tatapan biasa. Yang bisa dibilang tatapan tidak mengerti oleh mereka.


"Um....gue minta bolanya." Kata cowok itu.


"Iya bola dong." Kata temen cowoknya.


"Cih ela lama lo cepetan napa?!" Kata cowok lain dengan kesal.


"...." Gue langsung menatap bola lalu melempar bola itu. Tapi tidak ke mereka melainkan ke ring basket dengan jarak jauh.


Dan...


MASUK!!!


3 orang yang tadi main basket hanya melongo. Kaget mungkin!! Padahal ini mah gampang.


Mungkin mereka berpikir kalau gue dari jarak yang jauh itu paling susah menurut mereka.


Setelah itu gue langsung menuju kelas dan gue mendengar teriakan mereka tapi gue hiraukan.


Dan hari ini lah perjalanan gue dan kelompok baru gue dimulai.


-...-