Black Rose

Black Rose
PART 18



Raja Alderald setelah kepergian Putra Mahkota, ia terdiam dengan pikirannya sendiri, dia merasa tindakannya benar dan jika itu berhasil bukankah itu akan menjadi hal yang baik untuk kerajaan, namun saat ia ingat akan perkataanya dulu pada Putra nya ia kini kembali bimbang, satu sisi ia ingin membawa Grisel menjadi bagian kerajaan nya kembali satu sisinya lagi dia tidak ingin harga dirinya jatuh.


......................


Dua hari telah berlalu dan di dalam Ruang Dimensi Reina telah melewati proses pensucian dalam waktu dua minggu karna perbedaan waktu yang begitu cepatnya di dalam Ruang dimesinya.


Di dalam bungkusan air itu Reina mulai merasakan pensucian pada dirinya mulai berkurang, maka rasa sakit yang ia rasakan pun mulai berkurang.


Perlahan api hitam yang di rasakan Reina mulai sedikit demi sedikit menghilang dan di gantikan dengan rasa hangat yang masuk ke dalam dirinya secara perlahan, Reina semakin Fokus dan lebih semangat lagi agar bisa cepat selesai proses pensucian ini.


Begitu pun dengan Felix yang mulai merasa tenang dengan ke adaan Reina, Felix pun mulai membuka matanya lalu berdiri dari tempatnya, dan meninggalkan Sungai Surgawi yang berada di dekat Reina.


Felix keluar dari Ruang Dimensi dan merubah dirinya kembali menjadi naga, ia kembali terbang mengelilingi menshion, dan melihat jika mereka semua belum ada perubahan karna masih lewat 2 hari, Felix ia merasa bosan karna hanya dia sendiri dan tidak ada teman bicara, ia pun memutuskan untuk pergi ke dunia luar, tepatnya pergi menuju kerajaan Noveleon hanya untuk sekedar berjalan jalan.


Felix merubah dirinya dan menyamarkan wajahnya agar tidak ada yang mengenali dirinya, kini ia sudah berada di pusat kota kerajaan Noveleon, ia heran melihat begitu banyaknya prajurit yang berkeliling di setiap penjuru kerajaan.


Felix pun memutuskan untuk pergi ke rumah makan.


"ku dengar Putra Mahkota telah kembali dan ia terlihat kecewa karna perlakuan Yang Mulia Raja pada adiknya"


"aku pun mendengarnya karna dia seorang kakak yang menyayangi adiknya, meski dia adiknya yang bodoh dan lemah itu"


"tapi seharusnya Putra Mahkota mendukung Yang Mulia Raja bukan, karna jika nona Griselda berhasil kembali ke kerajaan, itu akan sangat menguntungkan bagi kerajaan"


"ya itu jika nona Grisel bisa dan mau, tapi bukan kah kau tau jika nona Grisel sekarang sikap nya sangat berubah"


"benar mungkin karna sekarang ia mempunyai kekuatan, dan lagi para rakyat kerajaan ini menginginkan kamatian nona Griselda karna takut jika nona Griselda akan membalas mereka, karna mereka pun pernah menghinanya"


"benar dan itu lah yang membuat para prajurit berkeliaran di setiap penjuru kerajaan Noveleon"


Felix mendengar beberapa orang yang tengah membicarakan Reina, dan alasan mengapa banyak nya prajurit yang berkeli.aran pun tersenyum sambil menyesap teh yang ia pesan secara perlahan, dan Felix pun kini penasaran dengan Putra Mahkota yang katanya dia sangat menyayangi adik nya, yang kini tubuh dari adiknya di gunakan oleh jiwa Reina, Felix pun memutuskan untuk mencari tahu tentang Putra Mahkota.


Felix menyamar menjadi seorang Prajurit kerajaan Noveleon yang bertugas di istana, yang berniat mencari Putra Mahkota, dan mungkin akan menemuinya.


......................


"Yang Mulia"


"oh, Jendral kau tidak beristirahat"?


"saya tidak lelah, apa Yang Mulia Putra Mahkota pikirkan"


Jendral Baron yang melihat Putra Mahkota berdiri memandang bangunan yang hancur di istana menghampirinya.


Putra Mahkota memandang Jendral Baron.


"aku sudah berbicara dengan ayahku, dan dia berkata jika wanita yang mirip dengan Grisel mengatakan jika dia bukanlah Grisel melainkan Reina, dan dia juga berkata jika Grisel telah mati"


Putra Mahkota mengangguk setuju jika hal ini memang lah aneh "Jendral bisakah kau perintahkan seseorang untuk mencari tahu tentang Grisel ataupun Reina, dan juga tempat tinggalnya"


Jendral mengangguk "aku akan memerintah seseorang yang ahli untuk mencari informasi ini"


"ku harap dia bisa segera mendapatkan informasi yang ku butuhkan, aku ingin menemui nya dan menyakan nya langsung, kau tahu, aku mempercepat misi kemarin karna ingin segera menemui adikku, karna Setelah beberapa bulan aku sudah tidak menemui nya, namun aku malah mendengar kabar seperti ini" ucap Putra Mahkota yang terlihat sedih.


Jendral Baron hanya memandang Putra Mahkota yang terlihat sangat bersedih dan menyesal, namun ia tidak bisa berkata apapun.


Pembicaraan mereka tanpa sengaja di dengar oleh Felix yang sedang menyamar menjadi seorang prajurit dan ia pun memutuskan untuk menemui Putra Mahkota.


Putra Mahkota kembali dan masuk ke dalam kediamannya untuk beristirhat, namun ia di kejutkan dengan adanya pria asing di dalam kediamannya, pria itu duduk dengan menompang kaki nya dan dengan kedua tangannya melipat di dadanya, dan lagi pria itu terasemyum ramah pada dirinya yang membuat dahi Putra Mahkota mengkerut.


"siapa kau" tanya Putra Mahkota dengan matanya yang menatap tajam pada pria tersebut.


"aku siapa mungkin itu tidak akan penting bagimu, namun kau menginginkan sebuah informasi mengenai adikmu bukan"


Putra Mahkota tersentak, jika pria di hadapannya mengetahui sesuatu tentang adiknya.


"apa yang tahu" tanya Putra Mahkota kembali.


"aku hanya mengatakan jika benar adik mu telah mati dan kini jiwa yang ada dalam tubuh adik mu bukan lagi Griselda melainkan Reina Azelia, aku mengatakan hal ini agar kedepannya kau tidak mengusik nya, seperti ayahmu yang bodoh itu"


"CIk,, OMONG KOSONG, MANA MUNGKIN ADA HAL YANG SEPERTI ITU" Putra Mahkota terlihat sangat marah mendengar ucapan Felix dan tidak memperyacainya.


Felix dia hanya tertawa " hahahha aku tidak perduli kau percaya atau tidak tapi itulah kenyataannya, dan mungkin ini pun salah mu sendiri karna tidak merawat dan menjaganya saat dia asingkan, cik, ini kah yang di namakan seorang kakak yang menyangi adikknya" ucap Felix dengan nada yang mecibir.


Putra Mahkota terdiam, karna apa yang di katakan pria itu ada benarnya, Putra Mahkota mengusap wajah nya kasar dan menatap pria di hadapannya.


"dimana dia"


"siapa, kau ingin menemui adik mu yang mungkin sekarang sudah berada di surga"


"Reina"


"ah Reina, dia sedang menyempurnakan kekuatannya, dan mungkin setelah ia sampai di tahap akhir kau tidak akan bisa menemuinya, karna mungkin kau tidak akan kuat hanya untuk berhadapan dengan nya saja"


"bukan kah dia sudah berada di tingkat surgawi"


Felix menyeringai "dia akan menjadi lebih kuat lagi dari tingkat surgawi, maka aku menyarankan agar kau dan ayah mu untuk tidak lagi mengusik nya"


Dahi Putra Mahkota berkerut, dalam pikirannya apa ada tahapan selanjutnya setelah tingkat surgawi, dia pun kembali ingin bertanya pada pria itu kembali, namun pria itu telah menghilang dari hadapannya.


Putra Mahkota kembali keluar dari kediamannya menuju perpustakaan, dia ingin menacari tahu apa benar ada tingkatakan di atas tingkat Surgawi Reisu, jika benar ada, itu akan sangat menjadi ancaman besar untuk kerajaan nya karna telah menyinggung dan mengusik orang yang salah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...