Black Rose

Black Rose
PART 26



Reina dan Felix kini berada di luar menshion dekat dengan taman, yang terdapat dua tempat duduk dan satu meja, mereka berbincang sambil memperhatikan mereka para calon anggota dari Black Rose.


''Setelah ini apa yang akan kau lakukan, apa kau sudah punya rencana'' tanya Felix


''Rencana, aku hanya ingin membangun kembali mafia ku ini, namun mungkin dalam konteks yang berbeda''


''berbeda''


''ya, karna ini zamam kerajaan, mungkin itu akan berbeda dengan apa yang ada di zaman ku, Felix aku ingin membuka sebuah jasa, entah itu pembunuhan atau pengawalan, namun aku hanya ingin membela mereka yang benar, kau mengertikan maksudku''


''aku mengerti, kapan kau memulainya''


''memulai, sebelum itu mungkin kita perlu mengenalkan Black Rose pada semua nya, namun aku ingin identitas ku dan kau untuk tidak di ketahui''


''mengapa, bukankah kau ingin di kenal''


''cik, untuk saat ini aku tidak ingin menonjolkan diriku terlebih dahulu begitu pun kau, satu alasan yang jelas agar mereka tidak terus menerus menacariku, dan yang kedua aku ingin mereka bisa di kenal dengan kekuatan mereka sendiri, dan sampai saat nya tiba aku akan keluar sebagai ketua mereka"


Felix mengangguk ''selam enam bulan ini mereka tidak menyarah mencari mu, dan mungkin sebelum mereka bisa menemukan mu atau air surgawi mereka belum akan berhenti"


''air surgawi'' Reina menyeriangai ''Felix kau ubah lah wujud mu dan aku pun akan begitu, kita akan ke pasar dan menjual ikan yang ada di sungai itu"


''cik, Rein... kau benar - benar suka membuat kegaduhan''


Reina tertawa "itu sangat mengasikan bukan, dan lagi kita tidak akan menjual ke sembarang orang, kita jual ke mereka yang memang membutuhkannya, atau kita bisa melelangnya dan setelah itu kita kembali menghilang dari pandangan mereka semua''


Felix mengangguk pasrah, dia tidak mengerti dengan Reina, jika itu orang lain mungkin akan menutup rapat informasi tentang air surgawi agar tidak tercium lagi oleh orang lain dan mengira jika air surgawi itu tidak lah kembali muncul di bumi ini, namun Reina ia malah sengaja membuat kegaduhan dengan berniat menjual ikan yang memiliki esensi air surgawi tersebut.


''Felix cepat lah kau tangkap dua ekor ikan itu, lalu kita pergi pasar'' Reina yang kesal melihat Felix belum bergerak ketika mendengar perintahnya.


''Rein sejak kapan kau menjadi cerewet seperti ini''


Dikatakan seperti itu oleh Felix, Reina pun menatap tajam padanya dan megeluarkan sedikit Reisu Dewi nya, yang membuat Felix langsung berdiri dan berlari menuju sungai di dekat menshion dan di dekat orang - orang yang sedang dalam proses penyerapan.


......................


Reina berjalan berdua dengan Felix dengan wujud yang berbeda, namun orang - orang di sekitarnya merasakan energi yang kuat dari mereka lebih tepat nya energi dari Reina, namun Reina tidak menyadarinya.


''Reina bisakah kau menekan kekuatan mu hingga di tingkat tinggi"


Mendengar perkataan Fekix Reina pun mengedarkan pandangannya, dan benar saja mereka semua seperti tertekan oleh sesuatu energi.


Tanpa berkata apapun lagi Reina menekan kekuatan nya, dan berjalan seprti biasa tanpa di curigai.


Reina ia melihat kerumunan orang yang akan memasuki sebuah gedung yang membuatnya penasaran apa yang ada di dalamnya.


"Felix kau tahu tempat apa itu'' tunjuk Reina pada gedung itu.


Felix yang ikut menatap tempat yang di tunjukan oleh Reina pun melihat ke arah nya ''jika aku tak salah itu adalah tempat pelelangan''


Senyum Reina pun terbit ''kira - kira jika kita melelang ke dua ikan ini berapa yang kita dapat''


"Rein kau yakin akam melelangnya, mungkin sebelum di lelang mereka akan menghunbungi pihak kerajaan karna mereka pun tahu jika kerajaan sedang mencari mata air surgawi" lanjut Felix.


Reina terdiam, dia memang ingin membuat keguduhan namun jika di pikir itu akan membuat nya kembali repot.


''Felix aku berubah pikiran, hahh entahlah mengapa aku jadi seprti ini'' Reina ia bisa menjadi sosok yang diam tegas, dingin menyeramkan jika pada orang yang tidak ia kenal namun ia pun bisa menjadi sosok yang hangat, aneh dan cerewet pada dia yang dekat dengan nya.


Felix pun merasa senang dengam perubahan Reina yanh tidak sedingin dulu.


Felix menghela nafasnya "akhirnya kau mendengar kan perkataan ku, lalu kau mau apa kan ikan - ikan ini''


"kirim dua ikan itu pada kakak tubuh ini, sebagai tanda terimakasih karna tubuh adiknya kini menjadi milik ku" ucap Reina.


Felix terbengong ''Reina bukankah itu sama saja jika kau akan mebuat gempar kerajaan''


Reina mengedikkan bahu nya acuh '' pergilah sekarang dan berikan 2 ikan itu padanya, ingat selipkan pesan yang aku katakan tadi, aku akan kembali ke markas " ucap nya tidak perduli dengan Felix yang masih menggerutu dengan apa yang Reina perintahkan, Reina menghilang dari pandangan Felix yang masih merasakan kekesalanya, namun ia pun tidak bisa membantah apa yang di inginkan atau diperintahkan oleh Reina.


...----------------...


Di istana semua menyambut kedatangan Putra Mahkota Arsenio dan dua pengawal yang bersama dengannya, mereka langsung menghadap Raja, atau ayah dari Putra Mahkota, untuk melaporkan apa yang ia temui di hutan kegelapan.


''jadi apa maksudmu keberadaan air itu dilundungi oleh sebuah aray''


''benar yang mulia, saat kami memasuki bagian dalam hutan kami merasakan sebuah ilusi yang sangat pekat namum kami tidak bisa mematahkannya''


Raja mengangguk mengerti ''lalu apa makusudmu dengan terusir dari hutan itu''


''hewan - hewan buas yang berada di hutan mereka seperti telah di beri perintah oleh seseorang untuk mengelurkan kami dari hutan, kami yakin karna setelah kami berada di luar hutan, hewan - hewan itu kembali masuk dan berlali ke dalam hutan, dan kami pun mendapat laporan jika tak lama kami meninggalkan hutan kegelapan, di seluruh perbatasan hutan munculnya sebuah dinding yang sangat tinggi"


''sebuah dinding, Putra Mahkota bukankah itu artinya jika wanita itu memang berada disana''


''benar, kami pun berpikir seprti itu"


''baiklah untuk saat ini kalian istirahat lah, kita akan pikirkan hal ini nanti''


Putra Mahkota dan dua pengawal yang bersama dengannya mengngguk dan pamit pada yang mulia Raja.


Putra Mahkota berjalam menuju paviliunnya, saat ia mendekati paviliun ia bingung dengan melihat mereka para penjaga paviliunnya berkerumun melihat kedalam paviliun Putra Mahkota.


Putra Mahkota pun mempercepat langkahnya "ada apa, mengapa kalian seperti ini''


Para penjaga terkejut dengan kedatangan Putra Mahkota.


''mohon maaf yang mulia, di dalam ada dua ekor ikan dan muncul secara tiba - tiba"


''ikan''


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...