
Putra Mahkota terlihat sedang sibuk membaca buku - buku tebal dan besar di perpustakaan, cukup lama Putra Mahkota berada disana, Ia benar - benar mencari tahu tentang Energi Reisu, dia mecari setiap buku - buku yang menjelaskan tentang Energi Reisu yang ada di perpustakaan, ia memerintahkan penjaga perpustakaan untuk mencari semua buku tentang Energi Reisu, hingga akhirnya di depannya, tepatnya di atas meja banyak buku - buku yang bertumpuk, namun ia belum menemukan tentang tingkat yang lebih tinggi dari Surgawi yang di katakan pria itu, ia sempat merasa bodoh karna mempercayai ucapan pria tersebut.
Hingga akhirnya ketika ia membuka dan membaca buku yang lebih usang karna mungkin itu adalah buku yang terlama di perpustakaan ini, akhirnya Putra Mahkota membuka dan mebacanya dengan teliti, hingga akhirnya ia pun menemukan tentang Energi Reisu dan tingkatan setelah Energi Reisu tingkat Surgawi yang berada di atas nya yaitu ada Energi Reisu tingkat Dewa/Dewi, namun di buku itu tertulis jika itu hanya mitos karna belum ada manusia yang bisa sampai di tingkat ini, meski pun ada mereka seperti tidak pernah memperlihat kan dirinya, maka banyak yang tidak mempercayai hal ini, karna tidak ada yang bisa membuktikan semua ini tingkat Dewa/Dewi.
Putra Mahkota pun berpikir apa pria tadi hanya bemain - main dengannya dan berbicara omong kosong dengan tingkat di atas Energi Reisu Surgawi, setelah ia membaca buku terkakhir yang telah di cari petugas perpustakaan, apa lagi dengan apa yang di katakan tentang jiwa asing yang menempati tubuh adiknya.
cik, dasar bodoh, bisa - bisanya aku mempercayai ucapannya, namun siapa dia, apa dia benar - benar mengenal adikku ??
Putra Mahkota terdiam, ia benar - benar merasa bingung sendiri, apa ia harus percaya atau tidak, dan satu - satunya cara untuk membuktikan hal ini ia mesti bertemu dengan Reina.
......................
Ke esokan hari nya di pagi hari, istana kerajaan Noveleon kedatangan tamu dari kerajaan Shapirra, mereka pun di sambut seadanya oleh Raja Alderald dan Putra Mahkota Arsenio, karna keadaan kerajaan Noveleon yang belum kembali normal.
''Selamat datang Putra Mahkota gavin dan Pangeran Kenzo" ucapan selamat datang dari Raja Alderald.
Dan Putra Mahkita Arsenio pun hanya tersenyum pada dua orang dari kerajaan Shapirra.
''terimaksih Yang Mulia, mohon maaf kami datang pada saat seperti ini, karna kami hanya ingin mengetahui keadaan Yang Mulia dan yang lainnya, dan juga kami ingin megetahui yang sebenarnya hal yang membuat kerajaan Noveleon seperti ini'' kata Putra Mahkota pada Raja Alderald.
''tidak apa kami mengerti, dan kalian tolong tunjukan jalan Pada Putra Mahkota Gavin dan Pangeran Kenzo untuk beristirahat lebih dulu'' tunjuka Raja Alderald pada pelayan yang terlihat oleh nya.
Kedua pelayan itu pun mengangguk dan mempersilahkan Putra Mahkota Gavin dan Pangeran Kenzo menuju kediaman yang biasa di gunakan oleh para tamu kerajaan.
Putri Zelina yang mendengar akan kedatangan Putra Mahkota Gavin dan Pangeran Kenzo pun senang dan ia akan memulai rencana untuk mendekati mereka, terutama Putra Mahkota Gavin yang kemungkinannya bisa menjadi Raja.
''dimana mereka sekarang"? tanya Putri Zelina pada pelayannya.
"mereka menuju kediaman yang biasa di tempati tamu kerajaan disini untuk menginap Putri"
"Putri Zelina mengangguk " baiklah biarkan dulu mereka beristirahat nanti siang aku akan menemui mereka, bagaimana dengan kerajaan Valcke apakah ada kabar kedatangan nya juga"
''menurut laporan penjaga gerbang perbatasan mereka akan sampai di siang hari Putri, dan yang datang ke kerajaan Noveleon Yang Mulia Raja Fergus dan Putra Mahkota Calvin"
"Putra Mahkota Calvin, ah aku ingat bukankah wanita bodoh itu sangat menyukainya, namun Putra Mahkota Calvin tidak pernah mau dengan nya apalagi hanya melihat nya pun tidak"
Putri Zelina menatap pelayan nya tajam karna menyebut Griselda telah menjadi wanita yang kuat "jangan memuji nya atau mengatakan dia kuat, dia tetap wanita bodoh dan akan tetap menjadi bodoh, kau mengerti,
dan lagi, dulu bukankah pangeran Calvin sempat menginginkanku dari pada wanita bodoh itu, namun dia hanya ingin aku menjadi selirnya, cih .. aku tidak akan pernah mau menjadi selir, aku ingin mengangkat derajat ku dan ibuku, maka aku harus menjadi Permaisuri dan Ratu di salah satu kerajaan,
dan sekarang tujuanku menjadi Ratu harus benar - benar tercapai agar aku bisa melawan Griselda, wanita bodoh yang mudah ku perdaya" Putri Zelina tersenyum miring ketika mengingat Griselda bisa di bodohi olehnya dan dengan kebodohannya Griselda pun sangat mudah di fitnah menjadi seorang pembunuh ibunya sendiri atau Ratu di kerajaan ini, oleh ibu dan dirinya.
Putri Zelina benar - benar menganggap dan berpikir jika Griselda, dia akan mudah di kalahkan jika dia menjadi Ratu.
Pelayan Putri Zelina, dia menunduk dan meminta maaf, karna telah mengatakan kekuatan Griselda, dan Putri Zelina pun memaafkannya dan menyuruh pelayan itu pergi untuk mencari informasi lainnya.
''apa yang sedang kau lakukan Zelina"
''tidak ada, kau senggang bu, tidak menemani Raja mu"
''tidak, dia sedang mengerjakan pekerjaan nya, dan nanti siang dia akan menemui Putra Mahkota Gavin dan Pangeran Kenzo, dan mungkin dari kerjaan Valcke pun akan segera sampai''
Putri Zelina mengangguk karna dia pun mendengar kabar itu, lalu ia teringat akan perkataan pelayan nya ''bu apa Putra Mahkota Calvin akan berbalik menyukai wanita bodoh itu"
"mungkin, mengingat tabiatnya yang haus akan kekuasaan''
''cik, itu akan menjadi masalah bukan"
''ya jika, wanita bodoh itu menerimanya, maka tugas mu, kau harus bisa membuat 2 Putra Mahkota itu menyukaimu, dan lagi kau lebih baik mendekati Putra Mahkota Calvin karna dia pernah tertarik padamu bukan''
''bukan kah kau tahu bu, jika dia hanya ingin aku di jadikan selir, dan aku menolaknya karna aku hanya ingin jadi permasuri/ Ratu, maka kali ini aku akan fokus pada Putra Mahkota Gavin''
''Putra Mahkota Gavin, bukankah dia sudah memiliki banyak selir"
''aku tahu, biarkan saja yang penting status ku harus menjadi permaisuri dan jika aku sudah menjadi permasuri bukankah mudah untuk ku menyingkirkan mereka''
Putri Zelina tersenyum begitu pun dengan Ibunya Selir Sherin, mereka begitu terobsesi dengan status yang tinggi, mereka berbincang santai di kediaman Putri Zelina, di sebuah Gazebo di taman kediamannya.
Siang hari kerajaan Valcke telah tiba dan di sambut oleh Raja Alderald dan Putra Mahkota, mereka pun sama di bawa ke kediaman untuk para tamu beristirahat terlebih dahulu dan pada jamuan makan siang, setelah nya akan di bahas apa yang kedua kerajaan itu ingin tahu apa sebab dan masalah nya yang telah menimpa kerajaan Noveleon.