
Di Ruang dimensi Felix memandang bulatan air di depannya dengan perasaan cemas karna dia pun merasakan kesakitan yang di alami Reina karna terhubung oleh kontrak darah tersebut, Felix terduduk di dekat sungai surgawi dengan posiai lotus dan menghadap ke bulatan air yang terdapat Reina di dalamnya.
Felix memejamkan matanya untuk Fokus, dan berjuang bersama dengan Reina, Felix meninggalkan para anggota Black Rose yang juga sedang dalam proses penyerapan, Felix merasa tidak perlu terus mengawasi dan mengkhawatirkan mereka, karena ia yakin jika mereka tidak akan selesai dalam waktu yang singkat, meski di bantu oleh pil dan air surgawi, karna ia ingat jika Reina saja bisa sampai di tingkat 3, ketika dirinya memasuki bulan ke 4 proses penyerapan, dan lagi mereka telah di lindungi oleh aray yang di buat oleh Reina dan sebuah ilusi untuk orang atau mahkluk hidup di luar markas.
Reina yang sedang dalam proses pensucian benar - benar merasa jika dirinya berada di sebuah neraka dengan api yang terus membakarnya, air matanya keluar perlahan dari sudut matanya, ia benar - benar menyesal menjadi orang yang sangat kejam saat dulu nya, ia ingat jika dirinya seorang pembunuh yang memang tidak pernah mau di bantah, jika ada yang berani membantahnya entah dia benar ataupun salah, siapapun itu, dia akan langsung membunuhnya.
Felix yang menyadari perasaan Reina dengan rasa penyesalan saat kehidupan pertamanyapun tersenyum, karna dengan begini tahap pensucian yang Reina rasakan tidak akan berlangsung lama.
Di dunia luar orang - orang yang tengah membicarakan Reina pun mulai heboh bahkan mereka sangat ketakutan, bahkan setelah mereka yang telah mendengar para budak yang berada di pasar budak yang habis terjual di beli oleh beberapa pria, dan ada seseorang yang melihat jika para budak itu masuk ke dalam sebuah portal yang entah menuju kemana, yang mereka berpikir jika para budak itu di beli oleh satu orang yang sama, Felix sebernarnya mengetahui hal ini jika ada yang melihatnya ketika dia mengirim para budak itu ke markas melalui sebuah portal, namun ia membiarkannya setelah ia bertanya pada Reina lewat batinya, mereka para rakyat pun berpikir jika mereka para budak akan di jadikan pasukan oleh orang yang sama yang menyerang kerajaan.
Maka banyak dari mereka yang mengusulkan pada pihak kerajaan Noveleon agar bisa membunuhnya sebelum mereka benar - benar menjadi lebih kuat, karna mereka takut akan kekutannya, yang mungkin akan membunuhnya juga, karna mereka mendengar jika orang yang memiliki kekuatan itu adalah orang yang selama ini mereka hina, mereka para rakyat akhirnya menyalahkan pihak kerajaan Noveleon karna tidak membunuhnya saat dia di tuduh membunuh sang Ratu, yang mengakibatkan kini Griselda menjadi seorang Monster atau Iblis yang mungkin akan membuat kerajaan Noveleon rata dengan tanah.
" Yang Mulia" sang kasim tergesa gesa menghampiri Rajanya yang sedang duduk di meja kerjanya yang berada di kediamannya, karna keadaan nya yang belum benar - benar pulih.
"ada apa" Raja Alderald sempat bingung dengan ekspresi kasim nya yang terlihat cemas.
"para Rakyat mendesak kita agar secepatnya membunuh Griselda, dan mereka pun menyalahkan pihak kerajaan atas kejadian ini"
"ada apa, mengapa mereka bisa sampai berpikir seperti itu" sang Raja pun mulai seirus menanggapi apa yang di bicarakan kasimnya.
"mereka telah mengetahui akan kekuatan dari Griselda dan saat ini mereka pun sangat ketakutan, terlebih saat mereka mendengar jika para budak yang berada di pasar budak telah habis terjual, dan mereka takut jika Griselda memanfaat kan mereka untuk di jadikan pasukannya"
"APA, kau cari tahu siapa yang telah membeli para budak - budak itu, kita mesti mencari tahu dulu akan kebenarannya"
"saya sudah bertemu dan mecari tahu lebih dulu yang mulia, jika mereka di beli oleh beberapa pria yang berbeda namun ada seseorang yang melihat para budak itu masuk ke sebuah portal yang entah menuju kemana"
Sang Raja terdiam mungkinkah itu Griselda, namun ia benar - benar mesti mencari tahu lebih dulu akan kebenarannya.
"beritahu semua rakyat agar tidak perlu mengkhwatirkan ini, pihak kerajaan akan melindungi mereka dan memyebar para prajurit kerajaan di seluruh penjuru kerajaan Noveleon, dan beritahu mereka jika melihat nya, untuk segera melapor pada pihak kerajaan"
Sang kasim pun pamit dan bergegas keluar untuk menyampaikan apa yang telah di sampaikan Raja Alderald, dan memerintahkan para prajurit untuk segera menyebar di seluruh kerajaan Noveleon untuk menghindari kemungkinan yang terburuk yang akan terjadi kedepannya, dan membuat para rakyat sedikit lebih tenang.
Setelan kepergian kasimnya, Raja Alderald terdiam memikirkan rencana apa yang semestinya ia lakukan untuk menghadapi Griselda, mungkinkah ia mesti meminta bantuan kerajaan lain.
"Yang Mulia"
Raja Alderald mendongkakan wajahnya melihat siapa yang memanggilnya.
"Selir, ada apa kau kemari"
Raja Alderald mengangguk " tidak apa kau tidak perlu khawatir aku sudah baik - baik saja, duduklah"
Selir Sherin tersenyum Raja Alderald menerima ke datangannya, lalu ia pun duduk berhadapan dengan Raja Alderald.
"ku dengar Putri Zelina sedang sakit"
"ya Yang Mulia, ia sedang tidak enak badan namun sekarang ke adaannya sudah baik - baik saja"
Raja Alderald mengangguk "syukurlah, ku tinggalah disini aku membutuhkanmu"
Selir Sherin tersenyum dan mengangguk, dia senang jika Raja Alderald masih membutuhkannya, Raja Alderald memilki banyak Selir namun hanya Selir Sherin lah yang hanya bisa menemani Raja Alderald dan tidur bersamanya bahkan memiliki anak yaitu Putri Zelina, karna Raja Alderald menikahi mereka para selir - selir nya hanya untuk kepentingan politik semata, dan Selir Sherin adalah Selir yang satu - satunya Raja Alderald sukai yang mungkin perasaan nya sama dengan peraaanya pada mendiang sang Ratu.
Raja Alderald sempat ingin menjadikan Selir Serin manjadi Ratunya setelah kematian mendiang Ratu, ibunda nya Putra Mahkota dan Griselda, namun Putra Mahkota menentang dengan keras akan keputusan nya itu hingga akhir nya ia terpaksa mengikuti saran dari anak nya.
......................
Putri Zelina di kediamannya mendengar berita kehebohan para rakyat dan informasi para budak yang telah habis terjual dan menghilang di sebuah portal yang tidak tahu menuju ke mana pun menjadi ikut merasa khawatir.
"kau yakin dengan informasimu"
"yakin Putri, karna saya mendegar langsung dari beberpa prajurit yang telah di perintahkan Yang Mulia Raja untuk menyebar di seluruh kerajaan"
"aku ingin menemui ibu"
"maaf Putri, Selir Sherin sedang barada di kediaman Yang Mulia Raja"
Putri Zelina tersenyum dan mengurungkan niatnya menemui ibunya.
"baiklah jika begitu besok saja aku menemui ibu, oh ya apa benar Putra Mahkota akan kembali besok pagi"?
"benar Putri, menurut perkiraan jika Yang Mulia Putra Mahkota akan sampai di istana di pagi hari"
Putri Zelina pun mengangguk dan menyuruh pelanyannya untuk kembali ke tempatnya, karna dia pun akan beritirahat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...