
5 tahun kemudian......
-...-
POV Kayla.
Sudah 5 tahun gue bekerja di Reegan Company. Gue udah punya sekolah buatan gue sendiri , Cafe Flowers , dan Kantor Chloe Company. Gue orang terkaya no.1 didunia. Yang no.2 adalah Reegan Company. Gue selesai misi yang paling sulit dan menurut gue itu mudah banget. Kalau menurut kelompok lain sampai 1 tahun. Gue masih bekerja sendiri di mafia milik gue. Mafia paling kejam dan selalu meninggalkan jejak yang paling ngeri. Selalu ditakuti dan sadis. Tahun yang lalu seharusnya ketua datang saat tes pemilihan anggota tapi gue gk dateng.
Why?
Karena gue ada misi. Alesan aja sih. Tapi tangan kanan kerja gue yang dikantor selalu wakilin gue. Jadi data data dikirim ke email. Terus gue milih dan gk ada yang pas. Gue sekarang balik ke kantor Reegan Company untuk bilang misi selesai. Gue pake jaket kulit hitam dan kaos hitam.
Gue langsung menaiki motor hitam gue dengan kecepatan di atas rata rata. Setelah sampai gue parkir motor dan langsung masuk. Pandangan pertama buat gue muak!!
Kalian tau kenapa?
Karena banyak yang kagum ke gue. Gue ini ada 2 muka menurut mereka. Mereka selalu bayangin apalagi perempuannya kayak cabe 100 kg. Bayangin gue laki...
Buat gue muntah tiap detik menit hari bulan tahun.
'Kya!! BLACK ROSE-kun.'
'Oppa!!'
'Cantiknya calon istriku.'
'Idaman daebak!!'
'**** bibirnya seksi!!'
'Wah wah bidadariku!!'
'Kalau laki gue bungkus tuh!'
'Rela diduain kalau laki!!'
'Nikah ama abang yuk!'
'Gue pengen masuk ke mafianya tapi gue udah masuk BLACK SKY.'
'Sama.'
Sebagian begitulah tapi gue hiraukan.
Why not?
Cuma orang bodoh ngurusin orang gila macam kayak mereka. Gue hanya fokus untuk ke ruangan Fadli. Yang pastinya gue dipaksa ikut datang ke tes kali ini.
Dasar bapak bapak nyebelin!!
Untung bos gue!
Tok tok tok
"Masuk!" Kata orang didalamnya .
"Gimana misinya hm?" Tanyanya.
"Biasa." Jawab gue.
"Padahal itu udah sulit loh bahkan gue harus punya waktu 1 tahun atau lebih untuk nyelesaiin tau gk?" Kata Fadli.
"Oh."
"Critain dongg gimana you ngalahinnya?" Tanyanya.
"Oke... gini..."
Flashback on.
Gue sekarang berada di USA. Untuk menjalankan misi yang sangat sulit. Mencari dan mengambil berkas berkas kimia yang berbeda dari yang lain dari musuh. Sekarang gue menuju tempatnya. Lab yang tidak digunakan. Disana penjagaan nya sangat ketat kadi gue harus membunuh mereka atau membuat cedera kepada mereka. Setelah itu gue melawan 10 orang dan diantara mereka adalah bosnya. Bos itu melawan bersama orang kepercayaan nya. Main kroyok sihh.
Tapi gue bomat!!
Setelah melawan mereka gue menancapkan trisula ke 2 tangan bosnya yang berada didinding untuk memberi tau berkasnya. Cukup sulit untuk dia bilang. Dan akhirnya dia bilang. Gue langsung mengambilnya dan jangan lupa gue mengambil trisula dari jarak jauh sebab senjata itu melayang ke arah gue. Gue juga tinggal jejak mawar hitam dan bertulis darah 'THANKS YOU' .
Flashback off.
"Serem banget lo. Sadis juga!" Katanya.
"Kalau gue gk gitu gk bakal selesai juga." Jawab gue males.
"Iya iya. Oh besok lo harus dateng karena pemilihan anggota. Gk ada penolakan selama ini lo selalu misi sendiri sekarang lo harus milih. NGERTI!!" Tegasnya.
"Cih!"
"Oke kau boleh pergi." Katanya.
"Terserah." Jawab gue acuh.
Sekarang gue gk pulang ke masion karena besoklah tentunya. Gue langsung menuju tempat kerja ku. Disana juga bukan tempat kerja seperti biasa melainkan ada pintu yang menuju ruang tamu ada dapur dan juga beberapa kamar tentunya. Seperti rumah tapi kayak masion. Gue langsung membersihkan diri dan langsung tidur untuk besok. Hari yang melelahkan dan besok hari yang menyebalkan.....
-...-
Sekarang gue udah siap untuk bertemu mereka tapi pertama gue harus mengintai mereka dari jarak jauh. Tempat seperti biasa gue latihan 5 tahun yang lalu. Gue menuju tempat itu sendirian. Tapi ketua BLACK SKY dan BLACK SHARK tidak datang karena mereka udah banyak anggota. Ya begitulah mereka.
'Astaga!! Seksi sekali'
'Kuatkan lah hamba'
'Kya!!'
'Dasar mereka berisik sekali' Batin gue.
Gue pengen banget ngerobek mulut mereka. Mereka sangat lah berisik. Tapi gue harus sabar karena nih karyawan bos gue kalau bukan gue bakal ngerobek mulut mereka.
Gue sudah sampai ke tempat dimana ada beberapa tempat duduk untuk mengintai mereka. Mereka hanya berbicara. Ini yang gk gue suka. Kalau gk ada pelatih tetap jaga sikap. Tapi gue agak tertarik dengan 5 orang. Disana ada 20 orang dan gue hanya agak tertarik dengan mereka.
-...-
POV Author.
'Hey katanya mafia ini sadis ya ketuanya?'
'Iya katanya sih laki tapi gk tau lagi'
5 orang yang bikin tertarik :
'Gue pengen masuk tau gk!!'
'Iya gue tau karena ini pertama kalinya ketua mafia dateng kesini. Kita beruntung'
'Iya setauku 5 tahun yang lalu gk ada yang kepilih kan ?'
'Iya. Ini juga tinggal mafia BR doang. Yang lainnya udah kebanyakan anggota. Gue harus maksimal!!'
'Gue juga. Kita buktiin kalau kita gk lemah'
'Heay!!'
'Semoga kita berlima kepilih!!'
'Amin!!!'
Itulah kata kata mereka yang didengar oleh Kayla. Yang membuat Kayla sedikit tertarik. Disana anggota tidak tau ada memperhatikan apalagi itu ketua yang memperhatikan mereka semua. Sampai ada yang mengetes mereka tapi mereka tetap bergosip.
"Ekhmm!" Deheman Tifo tangan kanan Kayla di BR Company.
"Eh!!" Kaget mereka bersamaan. Lalu mereka lari dan berbaris.
"Baiklah saya akan mulai untuk mengetes kalian pertama kalian akan melempar pisau dan harus mengenai tepat sasaran dada. Kedua menembak sasaran bergerak dengan sniper 2 kali tembakan tepat sasaran dada dan kepala. Ketiga perpedang melawan satu sama lain. Keempat simulator bertahan yang tidak tahan akan di diskualifikasi dan terakhir adalah komputer untuk menghack tentunya sistem Reegan Company. Ada yang ingin di tanyakan?" Kata Tifo panjang x lebar.
"Saya sir!" Salah satu anggota angkat tangan.
"Apa?" Tanya Tifo.
"Apakah sir itu ketua mafia BLACK ROSE?" Tanya laki yang tadi mengangkat tangan.
"Bukan!" Jawab Tifo santai.
"Kalau bukan sir lalu siapa? Katanya ketua mafia datang." Anggota lain menjawab.
"Ada lagi mengawasi kalian kok. Dari jarak jauh." Jawab Tifo santai sambil melirik Kayla.
Sedangkan Kayla mendengar semua pertanyaan yang dilontarkan semua anggota tes. Kayla juga heran kenapa semuanya laki laki tidak ada satu cewek pun. Dulu pernah ada hanya 3 orang dan itu cabe cabean. Kayla memperhatikan gerak gerik mereka. Duduk santai dan membaca pikiran mereka serta mendengar semua yang di bicarakan.
'Kalau bukan sir ini lalu siapa ?'
'Mengawasiku dari jarak jauh. Mana ?'
'Siapa?'
Itu yang didengar oleh Kayla. Banyak yang tidak memperhatikan Tifo tangan kanannya dan memilih mencari Kayla. Kecuali 5 orang yang bikin Kayla agak tertarik.
"Ekhmm! Apa sudah? Kita lanjutkan tesnya!" Tegas Tifo.
"BAIK SIR!!" Jawab semua anggota dengan tegas.
"Ayo kalian siap. Dan oh saya lupa!! Kalian hanya di beri satu pisau saja." Kata Tifo santai.
"APA?!!!" Teriak mereka kecuali 5 orang.
"Santai aja ini juga mirip kayak tes ketua jarak 5 meter dan harus tepat pada jantung." Kata santai Tifo.
"Nanti juga kalian akan ketemu ketua kok. Dia bilang akan datang pada saat tes penembakan." Lanjutnya.
"Apakah itu benar kalau ketua melakukan tes lempar pisau dengan jarak begitu?" Tanya seseorang.
"Iya." Jawab Tifo santai.
"BAIKLAH TAK USAH MENUNDA WAKTU. SIAPKAN DIRI KALIAN UNTUK TES INI. TES INI SEDIKIT BERBEDA JADI KESULITAN MEMANG TINGGI. DAN ITU YANG DICARI KETUA. MENGERTI!!!" Kata tegas Tifo.
"MENGERTI SIR!!" Jawab semua anggota serempak.
Mereka semua sudah menjapatkan pisau mereka bersiap siap untuk melempar pisau agar mengenai tepat pada jantung. Mereka agak kesulitan. Kayla melihat semua dengan santai. Memang tingkat kesulitan mafia BLACK ROSE dengan yang lain berbeda. Kayla melihat ada beberapa yang tidak tepat atau tidak sampai. Ada yang hampir mengenai dan ada juga tepat mengenai jantung. Yang tepat mengenai jantung adalah 5 orang tadi. Yang bikin Kayla agak tertarik.
Setelah semua sudah maju. Tifo memberitau sesuatu ke semua anggota hasil yang tadi.
"Ada 10 orang yang tidak mengenai jantung atau meleset. Ada 5 orang yang hampir mengenainya dan terakhir 5 orang mengenai jantung. Lumayan bagi kalian. Mungkin kalian akan kepilih." Kata Tifo.
"Saya tinggal dulu." Lanjutnya.
"Iya sir!" Kata semua anggota sambil membubarkan barisan padahal belum disuruh bubar.
"Ini menegangkan bukan?" Tanya seseorang.
"Iya. Tapi ini tidak melelahkan!"
"Benar hanya sedikit menegangkan!"
"Apanya sedikit ini melebihi buktinya kalau gue sampai meleset habis lah sudah."
"Hahah santai saja!"
Mereka semua tidak menyadari kalau mereka sedang dilihat Kayla. Dan meneruskan istirahatnya. Kayla ingin sekali membunuh mereka. Siapa suruh bubar padahal tidak ada yang menyuruh mereka bubar.
Agen macam apa ini??
"Apa kalian sudah selesai?" Tanya Kayla tajam dingin. Dan jangan lupa wajah datar berserta tatapan tajam.
Mereka disana terkejut dan merinding agak lama karena suara itu sangat sangat tegas.
"Siapa lo?" Tanya seseorang dengan nada sinis.
"Kalian gk perlu tau." Jawab Kayla dingin.
"Ngapain lo disini huh? Ini tempat latihan bukan tempat club dengan pakaian begitu!" Kata seseorang.
"Siapa suruh bubar?" Menghiraukan pertanyaan mereka tadi.
"Mengalihkan pembicaraan heh?"
"JAWAB GUE SIAPA YANG SURUH BUBAR!!!" Tegas Kayla. Dan sekitika semua yang disana ketakutan karena tegasnya suara Kayla.
"...." Tidak ada yang menjawab.
"JAWAB!!"
"Ti...tida...dak ada." Jawab mereka dengan gemetaran.
"APA!!"
"TIDAK ADA!" Jawab mereka serempak tapi masih ketakutan.
"Kalian baris." Kata Kayla dingin.
Mereka langsung baris begitu saja. Mereka juga heran kenapa mereka menurut saja kepada anak kecil ini. Tapi ada satu orang yang tidak baris.
"Hey dek lo bukan siapa siapa kita?" Kata orang yang tidak baris.
"Nanti kalian juga tau kalau gue siapa!" Kata Kayla dingin.
"Baris." Lanjutnya sangat dingin.
Mereka semua baris dengan tertunduk karena takut. Mereka heran kenapa anak kecil ini bisa tegas sekali dan tatapan mengerikan itu dapat darimana?
"Kalian disini ingin jadi apa hah?" Tanya Kayla.
"AGEN MAFIA BLACK ROSE!" Jawab mereka tegas.
"Ngapain kalian nunduk. Gue didepan bukan di tanah dan tatap gue!" Kata Kayla yang langsung membuat mereka tidak tunduk.
"Bagaimana kalian jadi agen kalau kalian gk tau aturan hah?" Tanya Kayla.
"..."
"Kalian lebih pantas keluar dari disini. Tidak ada yang mau kalian disini jika kalian tidak tau aturan!" Kata Kayla.
"Hey dek omongan lo gk sopan banget sih ke kami yang lebih tua!" Kata seseorang sinis.
"Kalian yang tidak sopan pada dia!" Kata Tifo dan Fadli bersamaan.
"Eh!! Sir maaf anak kecil ini mengganggu dari tadi."
"Saya tau kalian bubar. Dan siapa suruh kalian bubar. Dan benar perkataan dia kalau kalian tidak pantas untuk menjadi agen mafia BLACK ROSE. Dan kalian juga belum tau siapa dia. Omongan kalian kurang sopan ke dia." Kata dingin Fadli sambil menunjuk Kayla yang tinggi nya se Fadli.
"Ummm... maksudnya sir?"
"Dia ini ketua mafianya." Kata Tifo santai.
"APA?!!!!"
"ITU TIDAK MUNGKIN!!"
"Kalian berisik. Dan lebih baik kalau kalian tidak percaya keluar saja!" Jawab santai Kayla sambil melempar pisau ke arah target dari pintu dan tepat sekali. Pisau itu tembus jantung.
"Hebat!" Kata kagum semua anggota.
"Seharusnya kalian minta maaf ke ketua. Kalian tidak sopan sekali." Kata Fadli dingin.
"Kami....kami...min...minta....maaf." Kata mereka gugup.
"Saya tidak mendengar kalian jelas!" Kata Kayla dingin membuat mereka merinding.
"KAMI MINTA MAAF ATAS KESALAHAN KAMI!!" Kata mereka bersamaan.
Kayla yang mendengar hanya nelihat mereka. Sedangkan Fadli dan Tifo tau kalau tidak mudah untuk dimaaf kan karena Kayla anak disiplin poll meski urakan dikit.
"Hmm." Fadli dan Tifo kaget karena Kayla tidak mudah dimaaf tapi mereka sangat lah beruntung
"Baiklah kita lanjut latihan sama ketua dan Tifo. Nanti terserah ketua kalau mau pake bahasa apa. Kalau sama saya peraturannya pake saya anda. Kalau diluar kantor dan markas boleh pake lo gue. Jadi mengerti!" Kata Fadli.
"Mengerti sir!"
"Panggil saya Fadli."
"Mengerti Fadli!" Kata mereka.
"Kalian sudah siap untuk tes tembak. Ayo siap ditempat nya. Kali ini dilihat langsung oleh ketua loh. Semangat ya!!" Kata Fadli.
"Iya!!" Kata mereka semangat.
Mereka langsung siap siap dengan senjata sniper masing masing. Mereka sesekali melirik Kayla.
Kenapa??
Mereka baru sadar bahwa Kayla itu sangat sangat cantik dan imut. Meski tertutupi dengan wajah datarnya tetep aja sama. Apa lagi kalau tersenyum pasti manis tanpa gula buatan.
'Gue baru sadar kalau ketua cantik ya'
'Cantik dan kuat'
'Cantik dan mengagumkan'
'Calon istri idaman deh'
'Mereka berisik sekali' Batin Kayla.
"Sabar lah Kayla." kata Tifo sambil tangan berada dibahunya.
"Hmm. Bosen gue." Kata Kayla.
"Hehheh sabar dong ini juga masih lama."
"Setelah selesai gue mau ke cafe. Lo mau ikut hmm?" Tanya Kayla.
"Oke naik mobil sendiri sendiri kan?" Tanya Tifo.
"Ya." Jawab Kayla.
Mereka ada yang berhasil dan ada yang tidak. 5 orang berhasil dan 15 orang meleset. Kemudian mereka tes berpedang melawan satu sama lain. Ada yang berhasil ada yang gagal tentunya. Setelah selesai mereka menuju simulator bertahan. Berbagai musim dimunculkan dan ada 10 di eliminasi karena tidak dapat bertahan. Selanjutnya mereka menuju komputer untuk mencoba menghack sistem Reegan Company. Dan hanya 5 orang berhasil yang bikin Kayla tertarik dan berhasil menghack dalam waktu beberapa jam.
"Lumayan." Kata Kayla dingin.
"Baiklah gimana BLACK ROSE apakah mereka keterima?" Tanya Tifo.
"Hmm....?"
"Bagaimana ketua saya harap bisa bersama anda ikut misi?" Tanya salah satu dari mereka.
"Biasa aja. Gk usah formal." Kata Kayla.
Drzz drzz drzz
Kayla mengambil iphone hitamnya dan pergi untuk mengangkatnya. Disana Kayla ditelpon bahwa besok ada misi dan harus kelompok ini mudah sih tapi buat mereka tidak apa apa. Mereka akan melaksanakan misi tanpa bantuan Kayla hanya saja Kayla akan menuntun mereka.
Setelah itu Kayla balik dengan wajah datar nya. Mereka heran.
"Oke gue terima mereka." Kata Kayla santai.
"Yeah!!!" Sorak mereka.
"Diam lah!" Kata Kayla.
"Baik ketua!!" Sambil hormat.
"Panggil BR saja." Kata Kayla.
"Dan siapkan diri kalian untuk besok misi." Lanjutnya.
"Baik BR Kami siap!!" Kata mereka.
"Kalian boleh pergi!" Kata Kayla lalu pergi meninggalkan mereka.
Mereka ber 5 dan Tifo kembali ketempatnya. Sempat Tifo tanya untuk ke cafe ternyata tidak jadi. Hingga ditunda besok.
-...-