
Putra Mahkota Arsenio merasa heran dengan perkataan para penjaga paviliun nya, yang mengatakan tentang ada dua ekor ikan yang muncul secara tiba - tiba.
Putra Mahkota Arsenio pun memasuki paviliun nya, dan saat ia memasuki paviliunya, Putra Mahkota Arsenio mencium harum yang entah dari mana asalnya, pasalnya ia merasa tidak pernah mengenakan wewangian di dalam paviliunnya, dan lagi wangi harum yang ia cium yang belum pernah ia rasakan sebelum nya, menepis hal itu Putra Mahkota Arsenio melirik dua ikan yang di maksud penjaga paviliun dan beserta para dayang atau pelayan nya, ia melihat kedua ikan itu dengan ukuran yang cukup besar dan masih terlihat segar, kedua ikan itu tergelak begitu saja di atas meja yang berada di paviliunnya.
Putra Mahkota, ia menghampiri kedua ikan tersebut, ia mulai merasakan keanehan dengan semakin ia mendekati kedua ikan itu ia semakin mencium wangi harum yang seaaat ketika ia memasuki paviliunnya, Putra Mahkota pun mempercepat langkahnya, dan benar saja jika harum yang ia cium berasal dari kedua ikan tersebut.
Ikan - ikan itu di pegang oleh nya, Putra Mahkota merasa aneh, seharusnya ikan berbau amis namum ini malah sangat harum, Putra Mahkota pun pandangan tertuju pada selembar kertas yang berada di sampin kedua ikan itu, dan ia pun mengira jika itu adalah sebuah pesan yang di tinggalkan bersama dengan keduan ikan tersebut, dia pun mengambil kertas itu, dan benar saja jika kertas itu berisikan sebuah pesan untuk nya.
...untuk Putra Mahkota Arsenio William....
...aku berikan kedua ikan ini dengan esensi surgawi yang kau inginkan, sebagai bentuk terimakasih ku karna telah menempati tubuh adik mu, nikmati dan rasakan energi tersebut, dan aku beharap kau dan yang lainnya tidak lagi mencari ku dan air surgawi yang tidak akan pernah kalian temukan dimanapun....
....Reina Azelia....
Putra Mahkota membelalakkan matanya sesaat ia mulai menyadari jika kedua ikan ini memiliki esensi air surgawi, dan itu artinya jika air surgawi mamanglah ada, dan wanita yang ia kira adalah adiknya yang telah mengirim kedua ikan ini untuk nya, namun bersamaan pesan ini ia mendapatkan beberapa informasi.
Putra Mahkota memanggil dua prajurit yang menjaga paviliun nya.
"kalian bawa - bawa ikan - ikan ini, menuju tempat kerja yang mulia Raja" dan kedua prajutit itu pun mengangguk dan segera menjalankan perintah Putra Mahkota.
Putra Mahkota, ia berpikir untuk segera melaporkan hal ini pada Rajanya, atau ayahnya, dan memberikan informasi yang telah ia dapatkan.
Putra Mahkota pun kembali keluar Paviliun untuk menemui Raja Alderald, dengan langkah yang cukup tergesa - gesa, di ikuti oleh mereka para prajurit yang membawa masing - masing satu ikan.
Mereka telah sampai di temoat kerjanya Raja Alderald, merekapun memulai memasuki tuangan tersebut yang terdapat Raja mereka.
Semua orang memangdang heran, dengan Putra Mahkota dan prajurit yang membawa ikan - ikan kehadapan Yang Mulia Raja.
Raja Alderald yang tengah fokus dengan pekerjaan nya di kejutkan dengan kedatangan Putra Mahkota Arsenio beserta dua prajurit yang masing - masing membawa satu ekor ikan dengan ukuran yang cukup besar.
Raja Alderld mengerutkan keningnya bertanya pada Putra Mahkota " Putra Mahkota mengapa kau kembali menemuiku, bukankah kau akan beristirahat, lalu ada apa dengan ikan - ikan itu, mengapa di bawa kemari''
Putra Mahkota memandang Raja Alderald dengn serius lalu melirik ke arh dua prajurit yg membawa kedua ikan itu.
''kalian letakkan itu disana, setelah itu kalian keluar lah dari sini'' perintahnya pada dua prajurit tersebut untuk meletakkan kedua ikan itu di atas meja yang dekat dengan nya dan menyuruh mereka keluar dari ruangan meninggalkan hanya dia dan sang Raja.
Sang Raja pun ikut serius menanggapai apa yang di lakukan anak nya, namun ia pun belum mengerti dengan apa yang di maksud Putra Mahkota dengan kedua ikan yang ia bawa, ia masih setia duduk di tempat nya dan menunggu Putra Mahkota berbicara.
Putra Mahkota memastikan kedua prajurit itu keluar dari ruang kerja Alderald, setelh nya ia pun kemabali menatap Raja Alderald.
''yang mulia apa anda merasakan keanehan pada kedua ikan ini"
Raja Alderald semakin bingung dengan pertanyaan Putra Mahkota, ''keanehan, apa maksudmu Putra Mahkota, katakanlah dan jangan berbelit''
''kedua ikan ini memilik esensi air surgawi'' ucap Putra Langsung pada Raja Alderald.
Raja Alderlad cukup terkejut mendengar apa yang di katakan Putra Mahkota ''apa kau yakin Putra Mahkota" Raja pun berdiri dan mengahampiri Putra Mahkota dan mendekat ke arah kedua ikan tersebut untuk memastikannya.
"Kedua ikan ini tidak bau amis malah ia sangat harum, yang mulia anda merasakannya juga bukan"
Sang Raja pun terdiam dan membenarkan ucapan Putra Mahkota.
''lalu jika ikan - ikan ini benar memiliki esensi air surgawi, dari mana kau mendapatkan nya dan apa ku bisa membuktikanya"
''wanita itu yang mengirimnya untuk ku dan meletakkam di paviliunnku begitu saja''
''wanita itu''
'''ya, wanita yang bernama Reina Azelia, dia yang menempati tubuh adik ku Griselda, dia memberiku surat yang di letakkannya disamping kedua ikan itu'' ucal Putra Mahkota sambil meberikan surat yang telah ia baca pada Raja Alderald.
Raja Alderld pun menerima surat yang di berikan Putra Mahkota lalu membaca nya.
Setelah memabaca surat yang di tulis oleh Felix untuk Putra Mahkota Raja kembali menatap Putra Mahkota.
''dalam surat itu secara tidak langsung jika Reina ia memberikan beberapa informasi kepada kita"
''informasi''
Putra Mahkota mengangguk "Pertama jika air surgawi itu memanglah ada, kedua wanita yang mengirim kedua ikan ini adalah Reina dan bukanlah Griselda, dan itu tandanya jika Reina memanglah jiwa seseorang yang memasuki tubuh adiknya, meski kita belum mempercayai sepenuh nya namun dengan kata - kata yang di ucapakan pada kertas ini, itu mungkin sebuah kebenarannya karna dia yang menegaskan jika di benar - benar Reina, dan yang ketiga dia secara tidak langsung memberikan sebuah ancaman untuk kita, agar tidak lagi mengusik Reina, bahkan berlaku pada semua orang, dan tidak mencari air surgawi yang tidak akan kita temukan meski kita menacari di seluk beluk hutan kegelapan''
''cik mungkin dia hanya tidak ingin kita medapatkan air surgawi itu dan lagi dengan ikan - ikan ini, itu bertanda jika kedua ikan hidup itu hidup di sungai yang ada esensi air surgawi bukan"
Putra Mahkota kembali mengangguk ''anda ingat ketika ku melaporkan jika di dalam hutan kegelapan, aku merasakan sebuah ilusi yang sangat kuat dan di dekat itu terdapat sebuah sungai dengan banyak ikan hidup seperti ikan - ikan ini''
''maksudmu jika sungai air surgawi itu di lindungi di dalamnya sebuah ilusi atau mungkin sebuah"
''benar, karna sungai yang mengalir yang aku rasakan tidak ada esensi sugawi dan itu artinya hanya sebagian sungai yang terdapat esensi surgwi dan sungai yang miliki esensi surgawi itu di lindungi sebuah aray yang sangat kuat''
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**maaf baru bisa up author cukup sibuk akhir akhir 😟😟
yuk terus dukung karya author 😍😍
LIKE
KOMEN
VOTE
TERIMAKASIH 🤗🤗🤗**