Black Rose

Black Rose
Part 5



POV Author.


Saat itu juga Kayla berjalan menuju kelasnya. Tapi dia di ikuti oleh mereka yang tadi bermain basket.


Kayla menghiraukan mereka. Terus berjalan menuju kelasnya. Hingga mereka bertiga mengejarnya.


"Hey gue tadi manggil lo!"


"Lo anak baru?"


"Kalau boleh lo masuk club basket kita aja. Lo hebat tadi!!"


"Kebetulan ni anak ketos disini!"


Mereka berbicara pada Kayla tanpa mereka sadari kalau mereka pernah bertemu di cafe apa lagi Alan yang pernah berkenalan.


"Nama lo siapa?"


"Kita dikelas 12 IPA 4!"


"Gk nanya." Jawab Kayla.


Mereka semua kaget. Seperti bilang anak baru kok songong banget.


"Eh kita itu tanya baik baik. Dan napa lo pake hodie hah?!"


"Suka suka gue!" Jawab Kayla santai.


"Eh lo!!" Teriak seseorang perempuan.


"Berani banget lo deket ama pacar gue!!" Kata nya.


"Sapa pacar lo huh? Ya kali gue gk sudi!" Jawab Alan ya orang tadi yang bermain basket bersama sahabatnya.


"Sayang kok kamu ngak ngaku aja sih." Kata Talia perempuan cabe cabean 100 kilo.


"Idih jijik gue!!" jawab Divo teman Alan.


"EH LO!! PERGI JAUH JAUH SANA!!" Teriak marah Talia.


"Enak aja anak baru suruh pergi lo aja kali yang pergi!!" Teriak Joy.


Mereka berdebat. Padahal yang mereka omongin adalah Kayla.


Kayla hanya menonton saja tanpa berminat berbicara.


-...-


POV Kayla.


Melihat kejadian tadi yang membuat telinga gue kepanasan akhirnya gue buka hodie nya.


"Udah?" Tanya gue sambil melepas hodie dari kepala gue.


"EHH!! LO ITU BISA DI-" Kata Talia terhenti karena melihat pesona gue.


"Elo!!" Kata Alan kaget.


"...." Tanpa pikir panjang gue langsung pergi meninggalkan mereka di koridor.


Kring kring kring!!


'Bel masuk terus gue ke kelas dong!? cih bosen!!' Batin gue.


Gue langsung aja menuju kelas gue. Kalian mau tau apa yang dibicara kan oleh Divo dan 5 anggota gue.


Gue sekarang didepan pintu kelas yang gue tepati. Setelah itu gue mengetuk pintu dan datanglah pria yang kira kira masih umur 20 tahun.


"Kamu anak baru ya? Masuklah, perkenalkan dirimu." Katanya sambil tersenyum yang membuat para kaum hawa klepek klepek. Dan kalian tau.


Pria tadi adalah sekertaris dikantor gue.


"Anak anak bisa diam sebentar. Kita kedatangan murid baru. Masuk lah!" Katanya dingin. Pria ini gk dingin hanya ke gue karena pesona mungkin.


Hah....


Gue langsung masuk ke kelas itu. Mereka menatap gue bingung karena gue pake hodie lagi.


"Ekhmm! ayo perkenalkan diri mu." Kata Bian pria yang mengajar kelas ini.


"Kayla." Singkat , padat , dan jelas sambil buka hodie.


'Eh lo cantik dehh!'


'Astaga lo juga ganteng kya!!'


'Nomer telpon dongg!!'


'Id line please.'


'Wah wah calon idaman nihh!'


"Kalian bisa diam kan?" Tanya Bian dengan dingin.


'Mereka kenapa pada langsung ciut banget sih. Lebay deh!' Batin gue sambil memutar bola mata.


"Kamu boleh duduk dibelakang dekat jendela sebelah Vabyan." Kata Bian dengan senyum kecil yang hanya di ketahui gue.


Gue langsung pergi ketempat duduk. Gue lagi males banget sih. Gue mendaratkan bokong gue kekursi. Untung deh cowok sebelah gue dingin syukur lah.


Dan tinggal nunggu istirahat deh. Gue males denger nih orang ceramah jadi kepala gue berada dimeja dengan tangan gue sebagai bantal. Dan sebelah gue kayak bilang sesuatu.


"Anak baru kok kayak bad. Ck ck ck." Kata Vabyan sepertinya begitu.


-...-


Disisi lainnya...


POV Author.


"Eh kelas kita tuh!" Kata Yuta.


"Yaudah langsung ketok pintu aja deh kok susah!" Kata Teyu.


"Yaelah biasa dong!" Kata Yuki.


"Gk biasa, ketua beda kelas nyebelin tuh pak botak!" Kata Yuko.


"Udah ah." Kata Rizky.


Tok tok tok


"Oh anak baru, masuk lalu perkenalan." Kata Edi guru yang ganteng sama dengan kayak Bian but dia lebih dingin. Mereka berlima meneguk ludah karena hampir ketakutan dengan suaranya kayak ketua BR aja.


"ANAK ANAK BISA DIAM!!" Kata Edi.


Semua murid yang tadi berbisik langsung diam kecuali 13 orang yang hanya memutar bola mata saja.


Kalian tau mereka siapa?


Anggota B.SHRK dan B.SKY juga geng Alan.


"Perkenalan." Kata Edi sambil melirik mereka.


"Gue Yuki." Jawab datar.


"Gue Yuko." Jawab datar


"Gue Yuta." Sambil tersenyum.


"Teyu."


"Risky." Sambil tersenyum


"Kalian duduk!" Dan langsung melanjutkan pelajarannya.


-...-


Kayla yang tadinya tertidur sekarang bangun karena sudah berganti pelajaran yaitu musik.


"Pagi anak anak!"


"Pagi pak!"


"Baiklah kita langsung mulai pelajaran dengan tes maju satu satu untuk memainkan alat musik."


"Baik pak!"


Semua maju satu persatu menampilkan permainan yang lumayan bagus tapi bagi Kayla.


MEMBOSANKAN!


"Ehmm selanjutnya Vabyan!"


Vabyan maju dengan gaya coolnya. Mengambil gitar dan menyanyi lagu Biarkan Aku Yang Pergi - Aldi Madini. Entah kenapa Vabyan menyanyikannya sambil melihat Kayla yang sedang melihatnya dari kepala yang berada dimeja dengan tangan yang jadi bantalnya.


Tak kusangka


Semua seperti ini


Semua yang indah


Berubah jadi sirna


Melihat dengan mata yang sendu entah kenapa Kayla langsung menganti posisi tangan menjadi penyangga kepala.


Tlah habis pikir


Kau tega seperti ini


Tanpa suatu kepastian


Kuhanya bisa berharap


Kau bahagia disana


Dengan dia pilihan mu


Walau dia sahabat ku


Biar aku yang pergi


Biar aku yang tersakiti..


Biar aku yang berhenti..


Berhenti mengharapkan mu...


Sambil melihat Kayla dengan pandangan yang tak bisa diartikan. Mereka mendengar dengan menghayati.


Oh tuhan kuatkan aku..


Menerima semua ini..


Jika dia memang untuk ku


Kuharap kembalikan dia


Padaku...


Setelah selesai menyanyikan itu semua yang ada dikelas menangis sambil bertepuk tangan kecuali Kayla.


Kayla hanya menatap dengan biasa saja lalu melihat ke arah jendela.


Vabyan kembali ketempat sambil menetralkan jantung yang entah kenapa begini.


"Wow Vabyan saya kira kamu hanya memainkan gitar ternyata kamu juga menyanyi. Sangat menghayati... kalau begitu selan-"


Kring kring kring!


'Yah sudah istirahat padahal kan gue mau lihat Kayla.'


'Iya gimana ya?'


"Minta waktu sebentar! Kayla kamu maju ya hanya mengambil waktu istirahat beberapa menit tidak apa apa kan?"


"Yeahhh!!!" Teriak mereka semangat kecuali Vabyan dan Kayla.


Kayla hanya mengangguk dan Vabyan dalam hati merasa senang meski menunjukkan wajah datarnya. Kayla mengambil gitar dan menyanyikan lagu aku rindu - Bastian.


semusim aku lewati tanpa kamu


detik-detik pun berlalu, menyiksa hatiku


mungkinkah di sana kau rasakan yang sama


Suara merdu itu keluar dari mulut Kayla. Mereka semua kagum akan suara Kayla, bahkan ada anak lain dari kelas melihatnya termasuk mereka 15 orang yang kalian pasti tau. Termasuk geng Alan yang melihatnya dengan kaget.


takkan berubah perasaanku


pada dirimu meskipun kita jauh


takkan berkurang kerinduan ini


cepatlah pulang, aku menunggumu


sungguh aku rindu kamu


hari pun berganti bulan jadi tahun ooh


masih tetap ku pertahankan janji yang terucap antara kau dan aku untuk selamanya


takkan berubah perasaanku pada dirimu meskipun kita jauh


takkan berkurang kerinduan ini, cepatlah pulang


aku menunggumu, sungguh aku rindu kami


Setelah selesai mereka langsung bertepuk tangan dan bersorak.


"Wow suara mu bagus banget nak. Kalau ikut ekskul musik pasti diterima apalagi ikut lomba nak!!"


"Makasih pak." Kata Kayla.


"Kalau begitu saya keluar kelas dan kalian silakan istirahat!"


"Wah!! La. Suara lo banget ****!"


"Iya bagus loh!"


"Iya lo jadi vocalis band gue kan bagus noh!!"


"WOE MINGGIR LO SEMUA PADA!!"


Setelah mendengarkan teriakan tadi , mereka langsung melihat siapa yang teriak. Dan ternyata adalah Ryen dan Ryan bersamaan. 


Troy dengan cepat langsung menarik lembut pergelangan tangan Kayla menuju  kantin. Sedangkan mereka semua termasuk Alan cs dan mereka- Teyu , Yuta , Rizky , Yuki , Yuko , Ayato , Firman , Ryen , Ryan , Raito , Kaito , Dirga , Kenzie kaget.


Mereka bukan hanya kaget pasal Troy si julukan ice prince  yang tak tersentuh dan tidak peduli perempuan dengan sigapnya mengambil Kayla dengan cepat. Mereka juga kalah cepat sehingga mereka langsung menuju kantin menyusul dua orang super singkat saat berbicara.


Sedangkan Alan menahan amarah apalagi saat si ice prince sedang mengenggam pergelangan tangan dengan lembut yang menurut Alan adalah Troy menyukai Kayla berserta sahabatnya juga menyukainya. Tak menunggu lama mereka langsung menuju kantin. Selain mengisi perut Alan cs juga ingin melihat Kayla berserta yang lainnya. Dan kalian harus tau kalau Kayla menganggap Troy cs dan Yuko cs adalah kakak gk lebih. Tapi mereka mengharapkan lebih dari sekedar kakak. Kalau Alan cs menyukai satu wanita yang sama siapa lagi kalau bukan Kayla juga. Alan cs tak mempermasalahkan yang penting mendapatkan hati Kayla dengan adil.


Tanpa kalian ketahui juga Vabyan juga menyimpan rasa kepada Kayla. Dan Kayla mengetahui semua yang ada disekolah termasuk Alan yang menyukainya dan yang lainnya.


-...-


POV Kayla.


Saat ini gue ada dikantin sama Troy. Ya dia yang narik gue keluar kelas yang tadinya banyak anak yang melihat penampilan gue nyanyi termasuk Alan cs. Saat itu juga gue lihat ekspresi mereka yang kaget karena Troy menarik gue tapi gue gk berontak.


"Lo mau pesen apa? Gue pesenin." Kata Troy.


"Green tea." Jawab gue santai dengan sensasi dingin menyejukkan.


"Gk makan? nanti lo sakit gimana?" Dengan nada dingin sedikit khawatir.


"Gue gk nafsu." Jawab gue dingin.


"Ya udah gue pesenin dulu. Lo tunggu disini." Kata Troy.


Sambil menunggu Troy dan pesanan datang gue memainkan iphone hitam gue untuk melihat berkas berkas dari Chloe Company dan berkas berkas misi BR. Dan membuka line dari para sahabat yang ada di luar negeri. Jangan salah sangka kalau gue cuma sama cowok doang, gue sama 2 cewek yang sekarang menjalankan misi.


"Kayla kok lo tega sih ninggalin kita!" Kata Yuki.


"Bukan gue tapi Troy."


"Yah kan bisa dicegah dong!" Kata Teyu.


"hmm."


"Ihhh Kayla tega sama akuu!" Kata Ayato dengan nada dramatis.


"Dasar bocah!" Kata gue santai tapi menusuk ke uluh hati.


"Ihhh kok lo bilang gue bocah sih! Gue ini kan yang paling ganteng juga cantik lohh!" Kata Ayato lebay.


"Jijay gue!" Kata Yuko dan Yuki.


"Mending gue jadi bocah daripada banci!" Kata Firman.


"Banci bukannya buat goreng goreng ya?" Tanya Dirga polos.


"PANCI ****!!!" Jawab mereka bersamaan kecuali Kayla.


"Bukan temen gue." Jawab gue.


"Yah yah jangan dong gue kan masih temen lo La. Masa lo tega sama gue sih." Kata Dirga.


"Udah diem langsung aja duduk dan pesan." Kata Troy sambil membawa pesanan Kayla dan miliknya. Lalu duduk di sebelah kanan Kayla.


"Ehh enak aja lo duduk disebelah Kayla!" Kata Kenzie.


"Udah!" Kata gue.


Mereka langsung berebutan duduk disebelah kiri gue. Juga mengundang banyak tatapan ada yang iri, kagum akan kecantikan gue dan masih banyak lagi.


"Sebelah kiri gue kosongin aja" Lanjut gue.


"Yah!" Kata mereka bersamaan lalu duduk di kursi lainnya.


Setelah itu gue minum pesanan gue tadi sambil melihat kantin dan tanpa sengaja tatapan gue bertemu dengan Alan.


Gue hanya lihat biasa aja tapi yang ditatap langsung gelagapan dan memutuskan tatapan itu lebih dulu. Ya gue langsung mengangkat bahu tanda tak peduli lalu melihat sekeliling dan tanpa sengaja juga tatapan gue bertemu dengan tatapan Vabyan.


Dia menatap gue dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Dan gue hanya menatap dengan tajam hingga beberapa menit belum ada yang mengakhiri hingga suara iPhone gue mengalihkan penglihatan gue.


TING!


"Eh bunyi hp sapa tuh?" Tanya Raito.


Gue langsung buka pesan yang ada di iPhone hitam gue. Membuka pola hp gue lalu membuka pesan.



Setelah gue membalas pesan gue langsung melihat keliling lagi.


-...-