Black Rose

Black Rose
PART 24



Seorang wanita melangkah dangan tanpa alas kaki yang berjalan melewati sungai surgawi dan gaun putih yang mengambai terbasahi oleh ari sungai, dia berjalan dengan sangat anggun, rambut putihnya yang panjang terurai dengan indah, wajah putih cerah dengan bola mata biru menambahkan kesan kecantikannya, wanita itu adalah Reina ia telah terbangun dari proses penyempurnaan kekuatannya, tepat dua tahun dan kini ia telah menjadi seorang Reisu tingkat Dewi.


"Dewi Reina" sapa Felix tersenyum dia senang melihat Reina bisa sampai di tingkat Dewa/Dewi.


Reina tersenyum, "apa kabarmu Felix"


"aku baik Dewi"


"panggil aku Reina, Felix" Felix pun mengangguk.


"bagaimana dengan yang lain apa ada yang sudah terbangun"


"belum Rein, apa kau ingin pergi melihat mereka"


Reina mengangguk.


*Tepat dua tahun di ruang dimensi itu berarti di dunia luar 24 minggu, di dunia luar yang berati 6 bulan*


Mereka keluar dari ruang dimensi dan kini mereka berada di markas Black Rose.


Reina melayang, melihat setiap orang yang masih dalam proses penyerapan Energi Alam, di temani Felix dengan berbentuk naga kecil.


Setelah memeriksa ke adaan mereka semua Reina berdiri menatap dinding aray, Reina menerawang melihat ke luar aray begitu banyak nya orang yang berlalu lalang di hutan kegelapan.


Felix yang mengerti kebingungan Reina pun mulai menceritakan kejadian dimana saat Reina baru memulai proses penyempurnaan kekuatannya untuk menuju Reisu Dewi.


"jadi mereka menginginkan air surgawi dan mereka pun beranggapan jika mata air surgawi telah muncul kembali di bumi"


"benar Rein"


"Felix seberapa luas hutan kegelapan ini"


Felix sedikit berpikir "mungkin jika di gabungkan dua atau tiga kerajaan, itu adalah luas hutan kegelapan ini"


"dan hutan ini dengan seluas itu tidak ada yang masuk pada wilayah kerajaan lain bukan"


"benar Reina" Felix menatap Reina dengan penuh pertanyaan, dia yakin jika nona nya ini memiliki sebuah rencana lain.


Reina mengangguk puas "Felix aku ingin kau mengusir mereka semua yang berada di hutan kegelapan, gunakan mereka para binatang buas untuk mengusir mereka, namun jangan biarkan mereka terluka atau terbunuh."


"mengusir mereka"


"ya, aku akan mengklaim hutan kegelapan ini sebagai wilayah ku, dan juga aku melihat mereka merusak sebagian hutan, hanya karna mencari mata air sutgawi yang tidak akan mereka temukan dimanapun, aku sangat tidak menyukai hal ini"


Felix mengangguk mengerti dan langsung menghilang dari hadapan Reina untuk mengusir mereka yang berada di hutan kegelapan.


Sedangkan Reina ia berbalik menatap orang - orang masih fokus dalam penyerapannya.


Reina pun mengulurkan kedua tangan nya dan keluarlah cahaya dari telapak tangannya dan menyebar menjadi puing - puing cahaya dan masuk meresap ke setiap orang yang ada di markasnya.


Reina menyalurkan sedikit kekuatan nya untuk membantu mereka mempercepat proses penyerapannya.


Di tempat Felix dia duduk di atas pohon setelah memerintahkan mereka para binatang buas untuk membuat mereka para utusan kerajaan keluar dari wilyah hutan kegelapan ini, persis seperti apa yang di inginkan Reina.


Di setiap sudut wilayah hutan kegelapan memang banyak orang - orang yang telah di utus oleh kerajaan nya untuk mencari sumber mata air surgawi, dan selama enam bulan ini mereka terus mencari di setiap sudut hutan kegelapan meskipun harus merusaknya, mereka meyakini jika disini lah di mana wanita itu tinggal dan menemukan Air surgawi, namun nyata nya sampai saat ini pula mereka tidak pernah melihat keberadaan Reina bahkan mata air surgawi.


Terlihat orang - orang berlarian menghindar dari serangan hewan buar di dal hutan kegelapan ini, hingga mereka berlari sampai di luar hutan.


"wah ada apa dengan hewan - hewan itu"


"benar bahkan kita sudah mencari ke setiap suduk hutan kegelapan, apa itu tandanya bukan berada disini"


Mereka semua menggelengkan kepala tidak yakin namun mereka pun berbalik pergi dan kembali ke kerajaan nya masing - masing, begitu pun Putra Mahkota Arsenio da Putra Mahkota Calvin.


"kau menyadari sesuatu, Putra Mahkota Arsenio"


"ya, hewan - hewan itu, mereka seperti di perintah seseorang untuk membuat kita keluar dari hutan ini"


"apa itu Girselda"


Putra Mahkota Arsenio menatap Putra Mahkota Calvin.


"entahlah kau tahu sendiri bukan selam enam bulan ini aku tidak menemukannya di setiap sudut hutan kegelapan, namun di satu empat aku merasakan energi yang cukup kuat, tapi aku tidak bisa memastikan itu apa, ada sebuah ilusi di dalamnya"


"benar aku pun merasakannya, namum sebanyak apapun aku mencoba untuk melihat aku tidak bisa melakukannya, seperti ada dinding yang kuat dan kokoh melindunginya, dan aku yakin jika air surgawi itu ada di dalam dinding kokoh tersebut"


"dinding" apakah sebuah aray. "mungkin benar apa yang kau katakan, lebih baik kita kembali ke kerajaan dan menacri orang yang bisa menembus dinding itu"


Putra Mahkota Arsenio pamit dan pergi lebih dulu bersama dua orang pengawalnya


Putra Mahkota Calvin pun mengangguk dan menatap Putra Mahkota Arsenio yang telah pergi lebih dulu dengan kudanya.


"pergilah dan jangan kembali, hanya aku yang aka mengusai ini" ucap nya menyeringai.


Reina menyadari jika semua oramg telah keluar dari hutan kegelapan, ia pun keluar dari aray yang melindungi markas Black Rose dan melayang menyusuri hutan, tumbuhan yang mati dan layu karna orang - orang itu kini kembali hidup dengan bersamaan Reina yang berjalan dan melayang menyusuri hutan, Reina mengeluarkan energi nya untukperbaiki tumbuhan.


Felix melihat Reina berada di hutan pun menghpirinya.


"Felix aku ingin kau membuat dinding yang sangat tinggi di setiap batas hutan kegelapan, dan yang tidak akan mudah di masuki oleh siapapun"


Felix mengerti dan mulai melaksanakan apa yang di perintahkan oleh Reina.


Sebuh dinding mucul secara tiba - tiba dengan sangat tinggi dan bumbui sebuah mantra agar tidak sembarang orang memasuki hutan ini.


Orang - orang yang masih berada dekat dengan hutan terkejut dengan munculnya sebuah dinding di batas hutan termasuk Putra Mahkota Calvin.


"dinding" Putra Mahkota Calvin tersenyum " ternyata itu benar kau berada di dalam hutan ini, baiklah aku akan membiarkanmu kali ini, dan saat aku kembali aku akan membuat mu kembali pada ku dan akan menjadi miliku"


Putra Mahkota Calvin dia benar - benar yakin jika Griselda berada di hutan ini, dia akan pulang dan kembali dengan kekuatannya untuk bisa menembus sebuah dinding kokoh di dalam hutan tepat di mana keberadaan Griselda.


Felix yang selesai dengan tugasnya kembali dan mengahampiri Reina.


"mungkin setelah munculnya sebuah dinding itu akan kembali membuat heboh semua orang"


Reina yang mendengar ucapan Felix tidak peduli sama sekali jika itu akan membuat heboh, yang dia inginkan hanya sebuah kedamaiam dan ketenangam di hutan ini, Reina sangat menyukai sebuah tumbuhan bahkan hutan yang masih terjaga ke asriannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**VOTE


LIKE


KOMEN


TERIMAKASIH 😘🤗**