Black Rose

Black Rose
Part 1



"Kenapa kau ingin membunuh ku anak kecil." Kata seseorang.


"...."


Anak itu tidak menjawab. Dan langsung saja memukuli nya. Bagian yang mengenainya dagu dan pelipis hingga berdarah. Anak itu langsung menodong pistol.


"Kenapa kau ingin membunuhku!! Jawab aku!!" Teriak laki paru baya.


"Karena ini tugasku." Kata anak kecil dengan datar dan dingin.


Tak menunggu lama anak kecil tadi langsung menarik pelatuk beberapa kali tepat pada jantungnya. Setelah itu anak kecil tadi membuang sarung tangan hitamnya dan memakai yang baru. Mengeluarkan korek api dan membakar mayat laki laki tadi bersama pistol dan juga sarung tangan tadi. Tak lupa ia menempelkan dan menebar kelopak bunga mawar hitam di dinding dan di lantai. Setelah itu anak kecil mengganti baju dengan jaket kulit hitam dan kaos hitam, bercelana jeans hitam dan sepatu notstar. Langsung pergi dengan motor kesayangan nya berwarna hitam meninggalkan tempat yang menurut orang pembunuhnya sangat kejam.


Anak kecil tadi tidak pulang melainkan ke markas mafia yang bernama 'BLACK STAR'. Banyak yang bilang ke anak kecil secara terang terangan tapi dia hirau kan dan fokus menuju ke ruangan bos milik markas mafia itu. Ini hanya markas cabang tapi yang menugaskan nya adalah markas pusat.


"Selamat malam nona Black Rose." Kata orang orang bersamaan.


"Hmm" jawab anak kecil.


'Wah dia hebat cantik pula.'


'Cantiknya.'


'Dia masih 10 tahun tapi tingginya udah kayak anak 17 tahun.'


'Heh benarkah?'


'Aku kalah loh sama dia.'


'Ingin bergabung dengannya deh.'


'Dia selalu menolak ikut agen di mana mana termasuk mafia ternama.'


'Iya yah , sayang sekali.'


Begitulah omongan mereka.


Tok tok tok


"Masuk." Jawab orang yang ada didalam ruangan.


Anak kecil itu masuk keruangan dengan wajah datar nya.


"Oh kau! Kerja bagus nak. Di umur segini kau bisa mengalahkannya. Dan ini permintaan dari markas utama langsung. Susah sekali melacakmu tapi ketemu juga. Ini perintah markas utama juga kalau mau bahwa kau diterima sebagai agen di mafia ini." Kata bos.


"Tidak." Jawabnya datar dan dingin.


"Kenapa kau menolak ini? Tidak biasa loh markas utama memintamu secara langsung."


"Bukan urusan anda." Jawabnya lagi.


"Huh! Baiklah ini gaji mu. Terimakasih sudah membantu." Kata bos.


"Hmm."


Setelah menerima gaji langsung saja anak kecil keluar dari ruangan menuju tempat parkir. Banyak yang mengaguminya tapi dihiraukan dan langsung menaiki motor kesayangannya. Saat jalan seperti perkiraan anak kecil tadi ada yang menghadang dengan banyak bodyguard dan 1 orang berpakaian formal dan juga ada banyak mobil. Sehingga anak kecil tadi berhenti tanpa melepas helmnya dan tetap menaiki motornya.


"Hei nak!" Kata orang berpakaian formal.


"..." Anak kecil tidak menjawab salam dari orang berpakaian formal tadi.


"Baiklah kalau begitu langsung intinya. Saya dari Reegan Company ingin mengajak anda bekerja sama dalam membuat mafia bernama 'BLACK ROSE' kami hanya ingin anda bergabung. Terserah anda ingin solo atau tim tapi setiap tahun selalu akan ada tes untuk masuk. Di Reegan Company ada mafia bernama 'BLACK SKY' dan juga 'BLACK SHARK'. Kami hanya ingin begitu." Kata orang berbaju formal.


Anak kecil tadi langsung melepas helm. Dan menunjukkan tatapan tajam kesemua orang yang aja disana dan jangan lupa bahwa wajah datarnya juga. Semua orang kaget dengan tatapan tajam darinya. Dan juga parasnya.


"Wah!! Gue kira lo laki laki berumur 20 tahun! Ternyata seorang perempuan berumur 17 tahun!!" Kata orang berbaju formal.


"10 tahun." Balasnya.


"Ehh? Maksudnya?" Tanya orang berbaju formal.


"10 tahun bukan 17 tahun." Jawabnya.


"Heh!!!!" Kaget semua orang yang ada disana.


"Serius!!! Kau 10 tahun!! Bagaimana bisa kau memiliki tubuh seperti 17 tahun!!" Tanya bodyguard.


"..." Tidak menjawab melainkan mengangkat bahu tanda tidak tau.


"Sudah sudah!! Gimana lo terima hmm?" Tanya orang berbaju formal.


"Bahkan saya tidak tau nama anda bagaimana saya terima hmm?" Tanyanya.


"Oh ya! Maafkan saya. Nama saya Fadli dan jangan terlalu formal okay?" Kata Fadli.


"Hmm."


"Dan lo nama siapa?" Tanya Fadli.


"Lo gk perlu tau." Jawabnya tajam.


"Uhh!! Baiklah bagaimana?" Tanya Fadli.


"Boleh saja." sambil memasang helm lalu menyalakan motor. Berputar balik dan agak menjauh setelah itu menghadap orang orang. Menaiki dengan kecepatan melebihi batas menuju orang tersebut. Orang orang disana langsung waspada dan menyiapkan senjata untuk melindungi Fadli bos mereka. Tapi tak menyangkat malah motor dengan kecepatan di atas rata rata langsung melompat melewati mereka berserta mobilnya. Dan dia berhenti.


"Hey lo mau kemana." Tanya Fadli.


"Masion."


"Lalu lo gk ikut gue huh?" Tanya Fadli.


"Bukannya lo terima tawaran gue?" Lanjutnya.


"Emang."


"Lalu lo tau dimana tempatnya? Lo langsung tes setelah masuk soalnya!" Kata Fadli.


"Tau."


"Bisakah lo gk berbicara singkat hah?" Tanya Fadli karena ingin memukul dia.


"Tidak."


"Ah!!! Baiklah gue tunggu besok jam 9 jika sampai telat awas saja!!" Teriak Fadli lalu masuk mobil dan meninggalkan dia begitu juga dia.


-...-


Keesokan harinya dia bersiap siap menuju kantor Reegan Company untuk melakukan tes jam 9.


Setelah selesai memakai pakaian yang enak dibuat gerak akhirnya dia memakai helm dan menyalakan motornya menuju kantor Reegan Company.


15 menit sampai di kantor Reegan tapi kantor itu belum menunjukan mobil Fadli. Setelah menunggu didepan gerbang selama 5 menit ia masuk dan tak lama juga mobil Fadli datang. Fadli turun dengan buru buru menuju dia. Banyak pasang mata melihat interaksi antara bosnya dengan anak perempuan. Padahal bosnya susah berinteraksi karena wajah datarnya itu.


"Maaf gue terlambat." kata Fadli.


"5 menit."


"Hah.... baiklah apa hukumannya?" Tanya Fadli.


"..."


"Kenapa?" Tanya Fadli lagi.


"Tidak usah."


"Hah!!" Kaget Fadli.


"Lo bosnya bukan gue. Dan tak pantas untuk memberi hukuman." Kata nya.


"Ini pertama kalinya lo ngomong panjang lohh." Goda Fadli.


"Hmm."


"Oke kalau gitu langsung aja ketempat tes. Nanti lo dilihat oleh tim 'BLACK SKY' dan 'BLACK SHARK'. Gk apa apa kan?" Kata Fadli.


"Terserah." Katanya dingin.


"Mulai deh singkatnya." Kata Fadli.


"Lo kayak bukan bos. Bukannya bos itu dingin hmm?" Tanyanya.


"Hehehe sekali kali gue tidak dingin. Hanya ke lo saja gk apa apa kan?" Tanya Fadli.


"Terserah lo."


"Ayo!" Kata Fadli.


Fadli masuk bersama perempuan yang kemarin mengajaknya bekerja sama. Banyak yang bilang secara terang terangan. Ada yang menatapnya sinis ke perempuan itu tapi dia balas dengan tatapan mengerikan. Semua perempuan takut dan gemetar. Sedangkan Fadli bosnya memasang muka andalannya.


'Eh ceweknya cantik karyawan baru kali ya'


'Cantiknya'


'Muda sekali!!'


'Yaampun ciptaan tuhan gk kemana mana ya!'


'Astaga!!! matanya menawan!'


Ya begitulah omongannya meski kecil tapi dapat didengar dua orang tersebut. Beberapa menit sampailah ke sebuah ruangan. Mereka - dia dan Fadli - masuk ke ruangan tersebut. Disana seperti lapangan yang terdapat melempar pisau , menembak , berpedang , simulator bertahan diri dan tentang komputer untuk hacker. Bagaimana dia tau karena dia sudah diajarkan oleh ayahnya pada umur 5 tahun. Sangat mengagumkan bukan?!!


Disana bukan hanya dia dan Fadli tetapi 2 kelompok yang diberitau oleh Fadli tadi. Karena mereka memakai jaket yang ada lambang mafia mereka. Mereka ada 10 dan 5 orang BLACK SKY , 5 orang BLACK SHARK. Dan ternyata mereka semua cowok yang tampan tetapi tidak dengan dia yang mengagumi ketampanannya seperti cewek lain.


"Wow , Fadli. Lo bergurau membawa seorang wanita huh?" Kata salah satu anggota BLACK SKY.


"Lo meragukan dia huh?" Tanya Fadli.


"Jangan meremekan dia sebelun kalian melihatnya. Mungkin setelah menunjukannya kalian malah ingin menariknya ke tim kalian." Kata Fadli sambil tersenyum miring.


"Ya gue gk terlalu suka perempuan. Dia pasti lemah. Gue kira dia laki." Kata salah satu anggota BLACK SKY.


"Baiklah kalau gitu tunjukkan apa yang lo bisa." Kata Fadli ke dia.


"...." Tidak menjawab dan maju untuk melempar pisau nya ke target tepat pada jantung nya.


"Berikan dia jarak yang paling jauh!!" Teriak Fadli ke orang pengatur.


"Heh lo serius pasti dia meleset."


"Hahahaha."


"Hey nona lo butuh pisau 100 mungkin untuk bisa ini." Kata salah satu anggota BLACK SHARK.


"Hahahaha."


"Tidak." Jawabnya dingin dan mencekam.


Mereka merinding seketika mendengar suara dia. Dia hanya fokus pada target sambil melempar pisau ke atas lalu kembali menangkap. Setelah siap dia langsung melempar ke target dan....


Tepat sasaran sampai menembus ke target.


"Ha!!!" Semua 2 kelompok kaget.


"Gu....gue bah....hkan be....belum bisa sejauh itu apalagi sampai tembus."


"I...iya i..tu target kan susah di buat tembus tapi kenapa bi....bisa?"


"Sudah gue bilangkan dia tidak selemah yang kalian pikirkan hahaha." Kata Fadli terus ketawa.


"Kenapa lo ketawa?"


"Wajah kalian lucu kalau kaget hahahaha." Kata Fadli lalu tertawa.


"Huh!! Kalau gitu buktikan kalau lo bisa menembak dengan sasaran bergerak menggunakan sniper."


"Terserah." Jawabnya cuek dan semua kelompok merinding seketika.


"Oke langsung ganti."


Dia menembak sasaran bergerak menggunakan sniper dalam 2 kali tembakan mengenai kepala dan tepat pada jantungnya. Semua yang ada disitu melongo melihat kehebatan nya. Setelah itu ke simulator bertahan. Berbagai musim dapat dia tahan. Banyak anggota kelompok terutama ketua kelompok kagum kehebatan nya. Setelah simulator selesai dia berganti ke bagian komputer untuk mencoba menghack sistem Reegan Company yang butuh beberapa hari untuk menghack. Semua anggota kelompok melongo dan juga Fadli. Dia menghack sistem CCTV dalam waktu beberapa menit. Hebat sekali!!


"Hey boleh kenalan?"


"Nama gue Ryen."


"Gue Ryan dia kembaranku." Sambil menunjuk Ryen.


"Gue Dirga salam kenal." Kata Dirga sambil tersenyum.


"Gue Kenzie."


"Gue Firman."


"Gue Yato." Sambil tersenyum.


"Laito." Katanya dingin.


"Raito dan dia kembaran gue." Katanya dingin sambil menunjuk Laito.


"Gue Ayato salam kenal ya!!" Kata Ayato sambil tersenyum.


"Troy." kata Troy dingin.


"Lo?" Tanya Raito, Laito dan Troy bersamaan.


"Ah!! Akhirnya kalian bisa ngomong dengan seorang perempuan!!" Kata Ayato semangat.


"Diem. Lo?" Kata Raito, Laito dan Troy bersamaan lagi.


"...." Dia hanya mengankat alis sebelahnya sambil melihat Fadli.


Mereka dihiraukan dan melihat dia mengarahkan mata ke Fadli. Dan mereka mengikuti arah pandang Fadli.


"KENAPA!!!??" Teriak Fadli.


"Siapa namanya?" Tanya Laito dingin.


"Gue aja gk tau kok malah nanya ke gue sih?!!" Kata Fadli kesel.


"Lo kan bosnya." Kata Raito.


"Iya gue bosnya dan gue gk tau namanya. Dan berhenti natap gue seperti itu NGERTI!!" Kata Fadli dan kata terakhir agak naik satu oktaf.


"Kok lo gk tau sih?" Tanya Kenzie.


"Dia gk beritahu." kata Fadli.


"Kayla." Katanya.


"Hah!!!" Semua kaget.


"Biasa aja." Kata Kayla dingin.


"Nama lo kayla?" Tanya Firman.


"Hmm." Jawab Kayla dingin.


"Nama panjang lo?" Tanya Raito kepo.


"Lo gk perlu tau." Jawab Kayla cuek.


"Huh!!!"


"Lo ngerasakan, gk enakan kalau sifat dingin lo ajak omong. Karma noh!!!" Kata Ryan.


"Hahahaha." Semua ketawa kecuali Kayla, Fadli yang hanya menggeleng kepala, Laito dan juga Raito dengan wajah sebelnya.


"Udah udah sekarang gue mau ngomong sama lo kalau lo mau gabung ama BLACK SKY. Gue ketuanya." Kata Kenzie sambil nunjuk Kayla.


"Enak aja lo masuk ke kelompok gue aja BLACK SHARK kalau lo masuk situ bakal sebel lo. Lagipula gue ini ketua." Kata Ryen agak sombong sambil nunjuk Kayla.


"Kelompok gue!" Kata Kenzie.


"Kelompok gue ****!" Kata Ryen.


"Gue njay!!"


"Gue ****!!"


"Gue!!"


"Gue!!"


Fadli hanya menggeleng kepala sambil melihat tingkah ketua seperti anak kecil. Fadli selalu berpikir kenapa dia milih orang kayak gini. Padahal yang dia mau kayak Kayla. Dan Kayla hanya memasang earphone untuk mendengarkan lagu sambil menyandarkan punggung ke dinding tak peduli keributan padahal dia mendengar apa yang mereka pikirkan dan ributkan tapi hanya diam sambil mendengarkan lagu. Dan menutup matanya untuk menikmati lagu.


"WOE!! UDAH!!" Teriak Fadli.


"KENAPA?!!!" Teriak Kenzie dan Ryen bersamaan ke Fadli.


"Dia udah masuk mafia lain." Jawab Fadli santai.


"APA??!!!" Teriak mereka lagi.


"Iya." Jawab Fadli santai.


"Siapa berani yang mengambil Kayla dari kelompok gue?" Kata mereka bersamaan.


"Mafia BLACK ROSE." Kata Kayla dingin yang membuat mereka kaget dan merinding kecuali Fadli.


"Gue gk pernah denger tuh mafia apaan?" Tanya Ryan.


"Iya gue juga." Kata Ryen.


"Gue buat sendiri." Jawab Kayla santai.


"Ohhh.... buat sendiri.... APA???!!!! BUAT SENDIRI!!!!!" Teriak mereka bersamaan.


"Hmm."


"Terus kelompok lo gimana?" Tanya Kaito.


"Solo."


"Eh!" Semua kaget kecuali Fadli.


"Eh Fadli kok you gk buat kelompok untuk Kayla?" Tanya Firman.


"Karena dia pernah bilang kalau kelompok an itu bikin buat dia gk bebas atau melindungi kelompoknya. Buat repot gitu lohh. Tapi dia bakal nerima agen mafia yang tegas gk nurut kata ketua gk mengeluh terus kuat. Cuma itu yang diberitau Kayla." Kata Fadli panjang x lebar.


"Gue cabut." Kata Kayla.


"Loh terus lo tadi kesini naik apa? Bukannya nginep disini yah untuk tes?" Tanya Firman.


"Dia udah jadi ketua mafia. Dan jangan ada yang keluar dari kelompok." Kata Fadli tegas.


"Oh ya Kayla hati hati besok you dapet misi dari gue." Kata Fadli.


"Terserah."


-...-