
"Aku sudah memberimu kesempatan, tapi kau menyia-nyiakan kesempatan itu Bella"
"kesempatan katamu? kau memberikan kesempatan apa padaku? kesempatan untuk kau tinggalkan seperti wanita-wanita yang pernah kau tiduri?" Aiden mulai marah saat Bella berteriak padanya.
"Cukup Bella!! informasi yang kau dapatkan bukanlah sesuatu yang bisa kau percayai begitu saja"
"Tidak bisa kupercayai ? aku mengetahui hal itu dari informasi yang diberikan kakek mu! kau tidak pernah membawa wanita ke rumah itu, dan mengganti pasangan seolah berganti pakaian! kau pikir aku akan membiarkan diriku di kurung di rumah mewahmu itu? aku tahu kau membenciku! Dan tentu saja, kau bukan orang pertama yang melakukan hal ini padaku" ucap Bella pada Aiden
"Aku tidak meniduri wanita-wanita itu, mereka hanya sedikit menghiburku lalu mereka kukirim ke luar negeri agar tidak pernah terlihat untuk yang kedua kalinya"
"Kau bilang aku bukan orang pertama, siapa orang yang ingin melakukan hal sama seperti ini padamu? apakah dia juga pria yang kau goda seperti yang kau lakukan padaku?"
"Itu bukan urusanmu!"Bella memalingkan wajahnya.
Aiden tidak bisa menahan amarahnya, dia menarik Bella menuju kamar mandi, lalu menyalakan shower dan membuat sekujur tubuh Bella basah kuyup.
"Apa kau gila? apa yang kau lakukan?"Bella marah dan berteriak pada Aiden
"Kau tidak tahu? aku sedang berusaha membersihkan dirimu! kau bilang bukan hanya aku yang goda kan? aku tidak suka berbagi, katakan siapa pria itu"
"Baiklah jika itu mau mu, pria itu adalah Reyhan, sepupumu yang tinggal satu rumah denganmu! dia bahkan berani mencium ku di kamarmu"
Mendengar hal itu, Aiden mengepalkan tangannya lalu mendekat ke Bella hingga punggung Bella menyentuh dinding, tangan kiri Aiden memukul dinding tepat disamping kepala Bella.
"Reyhan mencium mu? bagian mana lagi yang ia sentuh?"ucap Aiden sembari tangan kanannya menyentuh bibir Bella
"Apa yang kau harapkan terjadi? kau pikir aku akan tidur dengannya di kamarmu?"Bella menepis tangan Aiden yang menyentuh bibirnya
Aiden tiba-tiba menarik pinggang Bella lalu mencium bibirnya. Bella mencoba mendorong Aiden, namun tenaga Aiden jauh lebih kuat darinya, akhirnya Bella membiarkan Aiden memperdalam ciumannya. Setelah berciuman, Aiden memeluk Bella lalu berbisik di telinganya.
"Aku akan menyingkirkan orang-orang yang berani menyentuhmu"
mendengar hal itu, Bella hanya terdiam. Bella keluar dari kamar mandi lalu mengganti bajunya. karna Baju Aiden juga basah kuyup, akhirnya Aiden meminta Mark untuk membawakan baju ganti. Aiden berjalan keluar kamar mandi, ia melepaskan kemeja hitam yang ia gunakan di dekat sofa, sementara itu Bella hanya duduk menatap Aiden.
"kenapa kau menatapku seperti itu?"ucap Aiden menyadari dirinya sejak tadi di tatap oleh Bella.
"Aku mencuri dan menipumu, bukankah aneh jika kau memaafkanku begitu saja?"
Mark tiba-tiba datang membawa baju untuk Aiden, ia meletakkannya di meja lalu kembali keluar dan membiarkan Bella dan Aiden menyelesaikan pembicaraan mereka.
"Baiklah, mari kita perjelas 3 hal, pertama kau mencuri dokumen keluarga ku, namun itu bukan masalah besar bagiku, kedua kau menipuku dengan bersikap seolah mencintaiku, dan yang ketiga, pria selingkuhan mu adalah sepupuku Reyhan. untuk 2 poin terakhir aku sudah membuat keputusan "ucap Aiden lalu menatap Bella
"Reyhan bukan selingkuhan ku, kami bertemu jauh sebelum aku bertemu denganmu"
"Berhenti menyebut namanya, kalian bersikap seolah tak saling kenal saat berada di rumah namun berciuman di belakangku"
aku tidak bisa membunuh Reyhan karna kakek melindungi nya, akan kubuat Reyhan keluar dari rumah dan memberinya anak perusahaan di luar negeri
mendengar hal itu, Aiden terdiam sejenak lalu kembali menatap Bella.
"Aku tahu itu, karna itulah aku tidak akan membiarkanmu lari dariku "
***
Setelah pembicaraan Bella dan Aiden yang panjang, akhirnya mereka berdua berada dalam mobil Aiden. Mark menyetir tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aiden membuka ponselnya mencari tahu dimana anak perusahaan luar negeri yang merupakan negara dengan jarak paling jauh dari Indonesia. Bella hanya menatap keluar jendela mobil.
"Aiden mengetahui semuanya dengan sangat cepat, dia bahkan bersikap seolah semuanya baik-baik saja setelah semua yang kulakukan, aku tidak menginginkan hal ini"
"Mark, mulai hari ini panggil Bella dengan nama aslinya, dia bukan lagi rose yang akan membohongiku setiap hari"Ucap Aiden lalu menatap ke arah Bella, namun Bella hanya terdiam.
"Baik tuan"
Setelah sampai di bandara, Bella menghela nafasnya panjang. Dia tidak mengira Aiden akan menemukan dirinya begitu cepat dan masalah utamanya adalah Aiden tidak membencinya, Bella tidak mengira Aiden akan memaafkan nya dengan mudah, bahkan setelah Aiden tahu mengenai Reyhan, Aiden tetap menginginkan Bella untuk tetap berada di sisinya.
"Apa yang ingin kau lakukan setelah sampai di Indonesia Bella? apa kau ingin menemui kakak mu?"
"Kau tahu siapa kakak ku?"
"tentu saja"
"Aku tidak mungkin mendatangimu tanpa persiapan, kupastikan kau tidak bisa lari dariku lagi Bella"
"Sejauh mana Aiden mengenal keluargaku? sial, apa sekarang ken baik-baik saja? aku menghubungi Ken 1 hari yang lalu, dia punya banyak pengawal, dia akan baik-baik saja"
"Apa yang sedang kau pikirkan Bella?"
"Aku ingin menemui Ayahku"ucap Bella tiba-tiba lalu memperhatikan respon Aiden
"Baiklah, itu ide yang bagus, aku akan memperkenalkan diriku secara resmi pada ayahmu"
"Kau tahu dimana Ayahku saat ini?"
"Kaulah putrinya, bukankah aneh menanyakan hal itu padaku?"
"Aku tidak tahu dimana Ayahku saat ini"
"Mark, apa kau bisa mencari tahu dimana Ayah Bella berada?"
"Saya akan segera mencari tahu setelah kita tiba di Indonesia tuan"
Bella menatap Mark yang sedang membaca artikel di komputer nya. Bella Sadar, jika ingin lari dari Aiden maka ia harus membuat Mark jauh dari Aiden. Mark merupakan orang yang mencari tahu semua hal mengenai Bella.
"untunglah Aiden tidak tahu informasi mengenai Ayah, kurasa hanya Ayah yang dapat membantuku untuk kabur dari Aiden"