Bidadari is Wasted

Bidadari is Wasted
Episode 8



*****


*****


*"*"*


đź“–Selamat Membacađź“–


*"*"*


*"*"*


*"*""


Ini aku Kim Taehyung!


Sekarang apartemen ku sudah terlihat rapi, bersih dan elegan termasuk kamar ku. Kalian pengin tahu kenapa? Itu karena aku menyewa jasa kebersihan bukan memanfaatkan kekuatan Sohyun.


Selesai mandi, aku keluar dari kamar dengan jubah handuk menempel ditubuhku. Pun rambut ku masih sedikit basah.


Sohyun? Dia masih duduk termenung di sofa yang ada di ruang tamu. Sebelum mandi aku menyuruh dia duduk diam di sana. Kenapa? Supaya hal seperti tadi pagi tidak terulang kembali.


"Kamu ngak mandi?" Tanyaku setelah duduk disampingnya.


"Mandi? Dimana? Terus kalau kamu gimana?, apa sudah mandi?" Tanyanya balik bukan menjawab tanyaku.


"Astaga! Mandinya ya di kamar mandi. dan... Apa kamu tidak lihat kalau rambut ku masih basah?! Itu artinya aku sudah mandi." jawabku sambil menujukkan rambut ku yang belum kering.


Aneh! Seharusnya dia terpana dengan penampilanku saat ini? Apalagi rambutku yang masih basah sepert ini? Disaat-saat seperti inilah seharusnya para gadis pasti akan berteriak histeris akan penampilanku.


"Tunggu. Kamu bilang apa tadi? Aku harus mandi di kamar mandi?!"


Buset! Jangan-jangan dia tidak tahu kamar mandi lagi.


"Apa itu?"


Astaga dugaanku ternyata seratus persen benar. Tuhan bagaimana ini?


"Bukankah biasanya orang mandi di kolam yang ditaburi bunga surgawi? Dengan air jernih. Pun airnya pasti berbau sangat harum semerbak dan tubuhmu pasti akan mengelurkan bau harum bagaikan harumnya bunga itu?. Tapi... aku malah tidak mencium bau harum dari tubuhmu sama sekali sih?" Lanjutnya sambil mengendus tubuhku.


Ya ampun! Apa yang harus aku lakukan pada orang ini? Aku reflek mendorong keningnya dengan jari telunjukku supaya menjauh dari tubuhku.


"Iya.....itu di alam mu bukan di alamku!Sekarang kamu ada di dunia manusia. Jadi... Jangan pernah menyamakan kehidupan di alammu dengan dunia manusia."


"Ohh! Begitu ya? Kalau tidak sama, kenapa kamu tidak mengajariku cara hidup seperti manusia pada umumnya?!"


Aduh?! Gimana cara aku mengajarinya? Dari pada aku disini lebih baik aku balik ke kamarku untuk memakai baju. Aku ngak mau mendengar pertanyaannya lagi. Aku pusing sendiri setiap mendengar tanyanya yang tak berujung. Lalu bagaimana dengan mandinya? Terserah! Aku sudah tidak peduli dia mau mandi atau ngak itu urusan dia bukan urusan aku. Toh yang bau dia bukan aku.


"Kamu mau kemana?" Tanyanya setelah aku bangkit dari dudukku.


"Aku mau pergi ke alamku, yaitu di pluto." Jawabku ketus lalu berlari ke kamar.


"Ke Pluto?" Lirihnya bingung. Pun aku masih bisa mendengar ucapnya meski kecil.


*


*


*


Sampai kamar aku langsung membuka jubah handuk dan membuangnya ke sembarang tempat. Pun aku membuka lemari untuk mengambil pakaian yang akan aku kenakan.


Aku sudah menemukan pakaian casual yang pas untuk aku kenakan hari ini. Aku berbalik dan sepertinya cocok untuk aku kenakan hari ini. Namun, sepertinya ada yang terlupakan? Pintu kamar ku!


Astaga!... Aku lupa menguncinya. Dan... Burungku? Oh tidak! Sohyun melihatnya. Aku harap ini mimpi. Nyatanya ini nyata! Ini bukan mimpi.


Tidak!!!


Reflek aku menutup selakangku dengan kedua tanganku. Aku hanya memakai CD sekarang. Kenapa dia masuk ke kamar ku tanpa mengetuk pintu dulu. Apa salah ku juga yang lupa mengunci pintu sebelumnya.


"Iya! Kenapa kamu tidak ketuk pintu dulu!!!"


"Ketuk pintu? Bukankah kamu sendiri yang menyuruhku mandi? Makanya aku ikut masuk. Dengan begitu aku bisa ke Pluto bersamamu? Aku boleh ikut kan? Siapa tahu Pluto dekat dengan alam Catumaharajika? Jadi dari sana aku bisa melihat Dewa langit meski itu dari jarak jauh."


Astaga dia menanggapinya serius. Apa yang harus aku katakan padanya? Dan apa katanya tadi? Melihat dewa langit?


"Itu.... Apa yang kamu sembunyikan dengan tanganmu itu?" Lanjutnya.


Mati aku! Aku harus jawab apa sekarang. Aku menatap tanganku yang masih menutupi barangku.


"Berbalik! Atau aku.... aku tidak akan mengajakmu ke Pluto bersamaku."


Dia langsung berbalik. Polos sekali dia. Entah kenapa karena tingkah konyolnya ini membuat ku tersenyum dalam hati.


"Jangan menghadap ku sebelum aku suruh!"


Dengan gerakan cepat aku mengambil celana dan memakainya dengan membiarkan dadaku telanjang. Setelah itu, aku menghampirinya yang masih berdiri menghadap pintu kamar.


Aku menepuk pundaknya. Reflek Sohyun berbalik dan wajahnya berhadapan langsung dengan dada bagian atasku sedetik kemudian ia mendongak menatapku. Mata bulatnya bertemu mata indah ku. Cukup lama!


Sampai...?


"Dek! Dek! Dek!"


Tiba-tiba jantung ku kembali berdetak sangat kencang. Aku kemudian melihat Sohyun mengalihkan tatapannya dan langsung menempelkan telinganya di dada kiriku.


Gila! Daun telinganya yang menyentuh dadaku saja semakin membuat jantung ku berpacu sangat cepat dari sebelumnya. Ada apa denganku?


"Suara apa ini?" Tanya Sohyun polos menyadarkan ku dari pikiranku sambil ia menunjuk dada kiri ku.


"Aahhh?! Bu...bu...bukan apa-apa?" Jawabku gugup.


"Bu...bu bukankah tadi...kamu ingin mandi? Si.... si...sini aku antar!"


Lanjutku sambil menarik tangannya untuk masuk kamar mandi. Padahal niat awalnya aku ingin meneriakinya dan memarahinya. Tapi.... Aku malah salting dibuatnya. Anehnya... Kenapa aku tiba-tiba jadi gagap seperti ini?


"Masuklah!" Imbuh ku sambil mendorong badannya untuk masuk ke kamar mandi.


"Kenapa aku harus masuk kesini?"


"Bukankah tadi kamu ingin mandi dan pergi ke Pluto bersamaku?"


"Sebelum kita pergi alangkah baiknya kamu mandi dulu.Disinilah kamu akan mandi."


"Oohh! Lalu... dimana kolam tempat aku,__?"


Aku langsung menutup pintu kamar mandi sebelum peertanyaannya semakin aneh-aneh. Aku menarik napas lega sambil menyentuh dada ku lalu bersandar pada pintu kamar mandi.


*


*


*


*


*


*


*


*


Taehyung terlihat sedang berbicang dengan seseorang melalui via telpon.


Tiba-tiba....!


"Auwww!"


Teriak Sohyun Lantang dari kamar mandi. Bagaimana tidak! Sohyun tanpa sengaja menyalakan kran shower dengan pantatnya. Saat itu ia sedang mencari kran untuk mengisi bathub. Alhasil air shower mengguyur tubuh Sohyun. Jadinya Sohyun basah kuyub.


Taehyung yang mendengar teriakan Sohyun reflek ke kamar mandi takut Sohyun terpeleset disana. Sampai di dalam?


"Hujan!"


Ucap Sohyun masih di dalam bathub sambil berdiri layaknya orang kehujanan.


"Taehyung! Kenapa disini ada hujan? Apa atapmu bocor?" Tanya Sohyun setelah Taehyung mendekat ke sisinya berada.


Taehyung menggeleng tidak percaya. Untung Sohyun masih memakai bajunya. Kalau tidak?! Giliran tubuh Sohyun yang dilihat Taehyung.


"Iya! Itu bukan hujan... Tapi air dari shower." Kata Taehyung sambil mematikan kran.


Sohyun kagum. Bagaimana bisa air itu mati tiba-tiba? Tapi Sohyun sudah bisa mencerna maksud Taehyung termasuk gerakan tangan Taehyung yang mematikan kran shower itu.


"Sekarang mandilah" Kata Taehyung sambil memutar kran satunya lagi. Sohyun memperhatikannya.


"Kalau airnya sudah penuh matikan krannya." Lanjut Taehyung. Sohyun mengangguk mengerti. Setelah itu Taehyung keluar.


*


*


*


*


*


"Tinong! Tinong! Tinong!"


Taehyung membuka pintu apartemennya untuk mengambil pesanan makanan yang sudah dipesannya tadi.


Disaat Taehyung menyiapkan makan, Jaehyun dan Jimin datang.


"Wah ada makanan... kebetulan sekali kami belum makan dari pagi." Kata Jimin sambil mendekat ke sisi Taehyung diikuti Jaehyun yang terlihat sedang mencari seseorang. Merasa tidak menemukan sosok yang dicarai Jaehyun bertanya.


"Sohyun mana?"


"Masih mandi."


"Ayo Kita makan sekarang." Imbuh Jimin sambil duduk di kursi.


"Yaaa! Pendek. Ini makanan bukan untuk mu." Sarkas Taehyung.


"Kalau bukan untuk kami... Terus untuk siapa?! Bukankah kamu sengaja menyiapkan ini semua karena kamu tahu kedatangan kami kan?"


"Jadi orang jangan kepedean. Aku tidak tahu kalian bakalan datang. Aku menyiapakan makanan ini untuk,____?"


Ucapan Taehyung terpotong begitu melihat Sohyun keluar dari kamar. Seketika tatapan Jaehyun dan Jimin ikut beralih pada Sohyun tanpa berkedip sedikitpun.


"Wah... Apakah itu benar-benar Sohyun? Kenapa dia bisa secantik itu. Lihatlah pakaian yang ia kenakan seakan sangat indah ditubuhnya....dan itu membuatnya benar-benar seperti bidadari sungguhan" Kagum Jimin.


Kata itu sontak menyadarkan Taehyung. Reflek ia berlari ke arah Sohyun dan membawanya masuk ke kamar lagi.


"Kenapa kamu memakai baju seperti ini eoh? Kamu mau identitasmu terbongkar?"


Sohyun menatap pakaian yang ia kenakan layakanya saat berada di alamnya.


"Aku bingung. Aku tidak tahu pakaian yang harus aku kenakan di dunia manusia?"


Betul juga. pikir Taehyung. Soalnya baju yang ia pakai sebelumnya karena melihat bajunya. Jadilah pakaian yang ia kenakan pakaian cowok. Sepertinya Taehyung harus mengajak Sohyun keluar untuk membeli pakaian.


Selesai makan, Taehyug langsung mengusir Jimin dan Jaehyun. Jaehyun dan Jimin menolak. Mereka bersi keras untuk tinggal dengan dalih main game. Namun Taehyung menolak sangat keras. Langkah yang diambil Taehyung pun dengan menyeret mereka keluar secara paksa.


Setelah mereka benar-benar pergi, Taehyung langsung mengajak Sohyun pergi.


Taehyung dan Sohyun sudah sampai mall. Pun mereka langsung menuju toko pakaian cewek. Sohyun kemudian di suruh mencoba beberapa pakaian disana. Sohyun masuk ruang ganti. Disana ia sedikit kebingungan cara menggunakan pakaian yang akan di cobanya. Begitu Sohyun keluar dari ruang ganti sontak semua pegawai di toko tertawa. Bagaimana tidak? Sohyun mengenakan baju kebalik.


Taehyung merass malu dibuatnya. Dengan cepat ia membawa Sohyun kembali ke ruang ganti untuk memperbaiki pakaian yang akan Sohyun kenakan.


Berhasil! Sohyun sudah bisa mengenakan baju dengan baik dan benar. Pun Taehyung dan semua petugas di toko itu langsung kagum dengannya. Setelah itu Sohyun mencoba pakaian yang lainnya. Lagi dan lagi Taehyung dan pegawai toko itu sukses membuat mereka pangling pada Sohyun.


Apapun jenis pakaian yang Sohyun kenakan selalu cocok ditubuhnya. Apakah ia berbakat jadi model? Kalau iya! Kenapa Sohyun tidak jadi model eommanya saja. Pikir Taehyung. Akhirnya semua pakaian yang Sohyun coba dibeli semua.


Habis itu Taehyung membawa Sohyun jalan-jalan. Meski awalnya Sohyun malu-maluin tapi justru itulah yang membuat Taehyung tersenyum. Walau tidak dapat dipungkiri kadang ada saatnya ia malu dengan tingkah konyol Sohyun. Bahkan saking asiknya mereka bermain, mereka sampai lupa waktu kalau langit sudah berganti warna gelap.


Kebersamaan yang mereka lalui bersama, tanpa sadar mampu menggetarkan hati seorang Kim Taehyung. Jika dilihat dari tawa, sorot mata Taehyung menatap Sohyun sepertinya ia sudah mulai jatuh hati pada Sohyun. Namun akankah sama dengan Sohyun?


Tbc,______