
*
*
*
*
*
🍁📖Selamat Membaca📖🍁
*
*
*
*
*
Ini Aku Taehyung!
Ketika aku mengarahkan pandanganku ke arah pintu tadi aku seperti melihat Sohyun. Apa perasaanku saja ya? Jangan bilang ini halusinasi ku karena aku sudah sangat merindukannya? Tidak! Itu tidak mungkin.
"Taehyung-shi."
Panggil Jaehyun sambil menepuk bahuku dari belakang. Sebab kami sudah usai latihan.
"Gimana kabar Sohyun?" Lanjut Jaehyun penasaran akan kabar Sohyun. Membuatku sedikit bingung.
"Dia...baik-baik saja. Wae?"
"Ani...aku hanya ingin tahu keadaannya saja. Siapa tahu dia ngak betah di apartemenmu."
Aku menatap Jaehyun bingung. Kenapa dengannya? Kenapa dia menayakan keadaan Sohyun? Dan apa katanya tadi... Sohyun tidak betah tinggal di apartemenku? Apa maksudnya.
"Maksudmu apa?"
"Iya... kalau Sohyun tidak betah aku bersedia,____?"
"Taehyng-shi!"
Potong Jimin sambil mendekat ke sisi Jaehyun dan Taehyung.
"Nanti malam kita ke apartememu ya." Lanjut Jimin begitu sampai disisi Taehyung dan Jaehyun.
"Ngak boleh!"
"Wae? Sudah hampir 2 minggu ini kita jarang kumpul dan main game bareng. Bukankah kita selalu kesana tiap ada hari libur? Bahkan hampir setiap malam dan tanpa minta izin pun kamu selalu menyambut hangat kedatangan kami. Lalu kenapa sekarang kamu melarang kami?" Imbuh Jaehyun.
"Bukannya begitu,__?"
"Apa jangan-jangan kamu sudah tidak menganggap kami ada karena sekarang ada Sohyun?" Potong Jimin. Aissh! Main potong ajak pendek bantet ini. Kesalku.
"Bukan begitu. Hanya saja nanti malam aku tidak berada di apartemen."
"Memangnya kamu mau kemana?"
"Aku mau ke,____?"
"Taehyung-ahh."
Suara itu! Suara yang bikin aku ilpil. Ngapain dia kesini?
"Aku pergi duluan"
Kataku pada Jaehyun dan Jimin sebelum Tzuyu sampai. Jaehyun dan Jimin malah mentertawakanku. Dasar Duo J ini! Tidak tahu apa sahabatnya ini tidak suka dengan keberadaan gadis itu.
"Ya! Kim Taehyung, kamu mau kemana? Tunggu aku!"
Panggilnya saat aku keluar dari arah berbeda dengannya. Untungnya latihan untuk prakteknya sudah usai. Kalau ngak? Bisa mati aku. Memikirkannya saja membuat bulu kudukku berdiri ngeri.
*
*
*
*
*
Tzuyu terus mengejar Taehyung yang terus berlari menghindarinya. Sampai larinya menunju taman kampus Hanyang pun Tzuyu masih mengejarnya.
Langkah lebar Taehyung terhenti ketika melihat seorang gadis sedang asik bermain dengan beberapa bunga yang ada di taman dengan senyum mengembang terpatri di wajah cantiknya. Taehyung mengamati gadis itu dalam-dalam.
Dari pakaian yang gadis itu kenakan Taehyung dapat mengenali siapa gadis itu. Merasa gadis itu adalah gadis yang ia kenal, Taehyung mendekat ke tempat gadis itu berada.
Tzuyu yang sedari tadi mengejar Taehyung tiba-tiba berhenti dan mengamati kemana langkah Taehyung tertuju.
Tzuyu kaget tatkala langkah lebar Taehyung tertuju pada gadis yang ada di taman itu. Tiba-tiba Tzuyu ingat kejadian beberapa jam yang lalu. Waktu dimana gadis itu bertepuk tangan heboh karena penampilannya di depan gedung Hanyang tadi pagi. Dimana perhatian para penonton malah beralih pada gadis itu bukan pada dirinya. Jika demikian, kalian pasti bisa menebak jika gadis yang ditaman itu adalah Kim Sohyun.
Tzuyu tampak berpikir seperti berusaha mengingat sesuatu.
" Kenapa wajah gadis itu tampak tidak asing di mataku? Tapi jika dia adalah salah satu gadis yang aku maksud dia tidak mungkin bisa ada di sini bukan? Kecuali jika dia melakukan kesalahan fatal seperti apa yang sudah aku lakukan. Kalau pun itu benar-benar salah satu dari gadis itu akankah ia dapat mengenaliku? Kurasa tidak. Wajah ini wajah baru. Jadi aku rasa tidak ada orang yang akan dapat mengenaliku." Batin Tzuyu.
"Tapi.... itu tidak penting. Yang terpenting itu, kenapa gadis menyebalkan itu bisa mengenal Taehyung? Lihat! Bahkan mereka bisa seakrab itu?" Geram Tzuyu dengan tangan terkepal di bawah sana.
*
*
*
*
*
Sesuai janji!
Taehyung dan Sohyun saat ini sedang dalam perjalanan menuju perpustakaan umum. Tapi sebelum itu, mereka mampir makan dulu ke salah satu cafe berbintang. Begitu makanan yang Taehyung pesan sudah sampai di depan mereka, Sohyun langsung makan dengan kedua tangannya. Sebab sedari pagi Sohyun belum mengisi perutnya sama sekali.
Taehyung risih dibuatnya apalagi tatapan pelayan dan para pengunjung lainnya terus memperhatikan mereka dengan tatapan mengejek dan lain sebagainya. Taehyung kemudian mendekat dan berbisik pada Sohyun supaya Sohyun bisa makan pelan dan menggunakan sendok atau sumpit. Sayangnya Sohyun tidak peduli. Ia tetap makan sesuai inginnya mengabaikan apa yang Taehyung katakan.
Yang terpenting menurutnya saat ini adalah perutnya. Salahkan Taehyung yang tidak mengajak Sohyun sarapan dulu sebelum meninggalkannya di kampus.
Taehyung mendengkus malu sambil menutupi wajah dengan tangannya. Seketika rasa lapar Taehyung hilang. Ia bingung apa yang harus ia lakukan pada gadis aneh di depannya ini.
Parahnya, setelah makan Sohyun langsung bersendawa dengan volume yang sangat keras. Astaga! Sohyun kekenyangan. Sangat! Mendengar itu Taehyung langsung tertunduk malu. Sepertinya Taehyung telah salah membawa Sohyun ke cafe itu.
"Maaf. Aku sangat kekenyangan!" Kata Sohyun dengan senyum tanpa ada rasa malu sedikit pun sambil memegang perutnya. Tidak peduli Taehyung yang menatapnya tajam sambil memegang kepala seperti orang pusing.
Sehabis itu mereka langsung keperpustakaan umum. Sohyun kaget dengan banyaknya buku yang ada di sana. Apakah mungkin baginya untuk menemukan satu buku dalam deretan buku sebanyak itu. Tapi ia tidak peduli. Yang terpenting saat ini adalah menemukan buku itu. Sohyun kemudian mengitari semua rak buku sambil melihat-lihat buku yang akan dicarinya.
Hasilnya nihil. Ia belum menemukan buku yang ia cari. Sedangkan Taehyung bukannya membantu ia malah duduk di ruang baca sambil membaca buku tentang tata surya yang berhubungan dengan makhluk-makhluk yang ada di luar angkasa. Dasar! Segitu terobsesinyakah dia ke Pluto?
Dengan wajah lesu ia langsung duduk disamping Taehyung sambil membenamkan kepalanya di atas meja. Taehyung yang menyadari keberadaan Sohyun disampingnya melihat wajah sedih dan letih Sohyun seperti itu jadi bingung.
Sohyun menggeleng.
"Sudalah jangan terlalu dipikirkan! Kita bisa mencarinya besok-besok. Perpustakaan tidak hanya disini. Masih ada banyak perpustakaan di Kota Seoul."
"Jinjja!" Kata Sohyun mulai semangat lagi.
"Hemmm. Jadi kamu ngak usah sedih lagi"
"Kala gitu ayo kita kesana sekarang."
"Nde?! Ngak bisa. Hari sudah sore dan aku harus ke rumah nenek ku yang ada di Gangnam. Sebab aku sudah lama tidak kesana."
Itulah alasan kenapa Taehyung menolak Jaehyun dan Jimin datang ke apartemennya.
*
*
*
*
langit di atas sana sudah berganti warna menjadi gelap!
Taehyung dan Sohyun sudah sampai Gangnam. Pun mereka sudah sampai di depan rumah neneknya. Jika di lihat dari depan, dan atas! Rumah nenek Taehyung cukup besar, mewah, elegan dan terlihat sangat rapi.
Pintu gerbang terbuka untuk memberi Taehyung peluang masuk lebih dalam lagi oleh penjaga gerbang.
"Ini rumah nenekmu?" Tanya Sohyun begitu keluar dari mobil.
"Iya."
"Kenapa tidak setinggi apartemenmu?"
"Ini rumah. Yang menepati seorang lansia. Jadi rumah yang tidak berlantai tidak cocok untuk ukuran seorang lansia."
Sohyun mengangguk paham.
"Sekarang ayo kita masuk." Ajak Taehyung. Pun Sohyun langsung mengekori Taehyung dari belakang.
"Nenek! Nenek!" Panggil Taehyung begitu ada di ruang tengah.
"Nyonya besar sedang berada di taman belakang tuan muda." Kata salah satu maid memberi informasi akan keberadaan neneknya.
Taehyung langsung ke belakang. Pun Sohyun ikut. Mait yang memberi informasi pada Taehyung bingung setelah melihat wajah Sohyun.
"Nenek!" Panggil Taehyung dari pintu taman begitu melihat neneknya sedang duduk membelakanginya sambil menata tanaman bungannya.
Mendengar suara cucunya, nenek berbalik dan bagun.
"Taehyung cucuku." Kata nenek sambil tersenyum.
Taehyung langsung berlari dan memeluk neneknya.
"Aku merindukanmu nek." Lirih Taehyung dalam pelukannya.
"Apa kamu sudah makan?"
Taehyung menggeleng sebagai jawaban.
"Kebetulan. Nenek juga belum makan malam. Ayo kita makan malam bersama."
"Ayo. Tapi aku punya satu teman lagi."
"Siapa?"
"Aku."
Kata Sohyun baru datang sambil tersenyum. Nenek Taehyung langsung menatap Sohyun kaget.
"Jojo!"
Lirih nenek Taehyung. Taehyung mendengarnya. Nama itu, nama yang pernah memberi luka di hatinya 3 tahun silam.
"Nenek. Dia bukan Jojo. Dia adalah Kim Sohyun. Aku sudah mengenalnya selama 1 bulan ini." Imbuh Taehyung. Sohyun bingung. Siapa Jojo?
"Sungguh? Tapi kok wajahnya sama persis dengan Jojo?"
"Persis dari mana nek? Jojo itu wajahnya beda. Bahkan aku saja sudah tidak ingat lagi bagaimana bentuk wajahnya."
"Jojo siapa?" Tanya Sohyun.
"Tuu... Dia saja tidak tahu siapa itu Jojo. Sekarang ayo kita makan. Aku sudah sangat lapar nek."
Mereka sudah selesai makan!
"Nek. Nanti Sohyun tidur bareng nenek ya."
Sampai di kamar Sohyun diberi banyak pertanyaan oleh nenek Taehyung. Mulai dari asal usul Sohyun dan hal penting lainya. Untung Taehyung sudah memberi informasi ini sebelumnya pada Sohyun. Termasuk jawaban yang harus Sohyun jawab disaat neneknya mengajukan pertanyaan untuknya.
"Tapi kenapa wajahmu bisa mirip Jojo?"
"Jojo? lagi dan lagi nenek menyamakan wajah ku dengan si Jojo itu? Emang Jojo itu siapa sih nek?"
"Aaaa,___
Siapa itu Jojo? Tidak penting menurut nenek sekarang. Yang penting sekarang Taehyung sudah bisa membuka hatinya pada gadis lain yang pastinya lebih baik dari Jojo."
"Maksud nenek?"
"Tidak ada apa-apa. Lebih baik sekarang kita tidur." Ajak nenek Taehyung sambil berbaring membelakangi Sohyun.
*
*
*
Alam Catumaharajika!
Setelah memutuskan apa yang menjadi pilihan akhirnya untuk menyusul Sohyun ke Bumi Dewa langit langsung menghilang dari kamarnya.
Disinilah Dewa Langit sekarang. Di pintu pengubung antara alam Catumaharajika dengan bumi. Sebelum melewati pintu keluar Dwwa langit mencari tempat dimana alaram keamanan berada.
Dewa Langit menemukannya. Ia kemudian menggunakan kekuatannya untuk mematikan alarm itu. Baru setelah itu dewa langit melewati pintu gerbang menuju bumi. Sebelum terjun ke bumi dewa langit melirik kanan kiri untuk memastikan tidak ada yang melihatnya dan menghidupkan kembali alarm itu. Merasa sudah aman dewa langit langsung meluncur ke bumi dengan kekuatannya.
*
*
*
Entah kenapa malam ini tiba-tiba Sohyun gelisah. Ia tidak dapat tidur. Akhirnya ia memutuskan keluar untuk mencari udara segar. Dengan langkah pelan Sohyun keluar dan membuka pintu secara pelan juga.
Sohyun berjalan menuju taman belakang. Sampai di sana ia di kejutkan dengan sosok.......?
Tbc,____