Bidadari is Wasted

Bidadari is Wasted
Episode 20



*


*


*


🍁🍁🍁📖 Selamat Membaca 📖🍁🍁🍁


*


*


*


--------- --------- ---------- --------- ---------


Ini Aku Kim Taehyung!


Setelah mendapat telpon dari Jimin aku langsung mengambil mantel di atas nakas dan mengambil kunci mobil di atas meja sampaing ranjang tidur ku.


Begitu aku sampai di anak tangga terakhir!


"Tuan muda mau kemana buru-buru begitu?" Tanya kepala asisten rumah yang baru keluar dari ruang makan.


"Aku harus balik sekarang."


"Bukankah tuan muda akan makan siang di sini?"


"Tidak jadi. Aku sedang buru-buru sekarang." Jawab ku seadanya.


Sampai di luar aku langsung menyalakan mobil dan masuk mobil buru-buru. Pun aku langsung tancap gas dari area parkir rumah. Mobil pun aku lajukan sangat kencang. Bagaimana tidak?!


Resal kesal dan panik bercampur jadi satu. Aku kesal pada Jimin! Bagaimana bisa dia memberi tahu Tzuyu alamat apartemen ku yang selama ini aku sembunyikan darinya.


Aku panik! Sebab Sohyun sedang sendiri disana. Bagaimana jika Sohyun ditanya yang tidak-tidak olehnya. Kedua; Aku takut Tzuyu masuk kamar Sohyun dan melihat pigura yang tertutup di sana.


Pokoknya jika dua hal yang aku khawatirkan ini terjadi aku tidak akan membiarkan si Jimin bantet itu hidup tenang sedikit pun.


Tiba-tiba aku mengerem mobil. Sebab di depan ada lampu merah. Sial! Kalau kaya gini kepanikan ku akan semakin tidak menentu.


Akhirnya aku sampai juga! Setelah memparkir mobil aku langsung bergegas keluar dan berlari secepat mungkin.


Aku sampai di lobi apartemen!


Karena terburu-buru dan kurang memperhatikan apa yang ada di depan ku. Aku malah menabrak seorang pria tampan yang hampir menyamai ketampanan ku. Tingginya hampir sama dengan ku. Cuma dia agak berisi. Setelah dia minta maaf dengan sopan karena kelelaian ku dia malah tersenyum ramah. Saat itulah nampak gigi kelincinya. Dia lumayan imut dengan gigi kelinci yang dimilikinya!


Pun karena aku harus buru-buru ke atas aku tidak berkata sepatah kata pun padanya walau aku yang salah. Bagaimana pun pikiran ku saat ini hanya tertuju pada Sohyun seorang. Ku rasa kemarahan ku padanya lenyap dalam waktu sekejap. Seolah-olah tidak terjadi sesuatu di antara kami.


*


*


*


"Kok kamu susah banget sih jawabannya?!Aku itu hanya tanya apakah kamu benar-benar anak dari salah satu maid keluarga Kim atau tidak?!"


Tanya Tzuyu sambil berjalan menyudutkan Sohyun ke arah tembok kaca transparan apartemen Taehyung.


"Bukankah Tae... Maksud ku tuan muda Taehyung sudah mengatakannya semalam kalau aku adalah anak dari salah satu maid di rumahnya."


Jawab Sohyun sambil berjalan mundur.


"Tidak! Aku masih tidak percaya sebelum aku bertemu dengan orang tuamu langsung!"


"Apa yang dikatakan tuan Taehyung benar. Kalau aku adalah anak dari salah satu maid keluarga Kim."


"Bohong! Jika iya kenapa wajahmu harus mirip dengan wajahnya?! Apa karena wajahmu ini yang menyebabkan Taehyung harus menampungmu di sini tidak di rumah besarnya itu?!"


"Maksudnya?" Tanya Sohyun dengan tubuh yang sudah menyentuh tembok kaca.


"Tidak usah berlagak bodoh! Bagaimana pun aku tidak suka dengan wajahmu ini! Itu hanya akan membuat Taehyung mengingat masa___?"


"Tzuyu!"


Teriak Taehyung khawatir begitu melihat Sohyun sudah tersudutkan di tembok kaca.


"Oh Taehyung."


Kata Tzuyu berbalik dengan senyum hangatnya.


"Aaaa, aku.___?"


Kata Tzuyu sambil melihat kedua tangannya yang sudah sejak kapan menyentuh kedua bahu Sohyun. Reflek Tzuyu melepas kedua tangan dari baru Sohyun.


"Aku hanya ingin merapikan rambutnya saja. Benarkan Sohyun?" Lanjut Tzuyu beralih merapikan rambut Sohyun.


"Bohong!" Sarkas Taehyung sambil berjalan mendekat lalu menarik Sohyun supaya ada di belakangnya.


"Kamu pikir aku bodoh! Aku tahu maksud mu menyudutkan Sohyun di sini!"


Lanjut Taehyung sambil melihat ke tembok kaca dan melihat ke bawah.


"Apa kamu menuduh ku akan mencelakai Sohyun dengan mendorongnya ke bawah?!" Tanya Tzuyu tidak percaya. Sementara Sohyun kaget mendengarnya sambil melihat ke samping.


"Bukan aku yang bilang." Jawab Taehyung datar.


"Astaga Taehyun-ah. Aku bukan gadis jahat seperti yang ada dipikiran mu."


"Kamu pikir aku terpengaruh? Tidak! Aku tidak percaya dengan setiap kata yang keluar dari mulut mu itu! Sekarang juga kamu keluar dari apartemen ku!"


"Ya! Bagaimana bisa kamu mengusirku eoh?! Aku ini kekasihmu. Yang harus kamu usir itu dia! Bukan aku!"


"Sejak kapan aku mau menjadi kekasihmu eoh?!"


"Semalam waktu aku mengatakan aku adalah pacar mu kamu tidak membantah satu kata pun apa yang aku katakan?"


"Ada alasan kenapa aku tidak membantahnya."


"Alasan? Apa?!"


"Aku hanya ingin Sohyun cemburu!"


Tzuyu langsung menatap Sohyun nyalang. Sementara sang empu yang ditatap langsung salah tingkah akan ucapan Taehyung. Tak terduga Taehyung langsung menarik Tzuyu untuk keluar dari apartemenya.


"Ya! Taehyung-ah. Kamu tidak bisa memperlakukan aku seperti ini. Bagaimana pun aku adalah gadis yang begitu tulus mencintai mu. Pun aku juga tahu kalau kamu sebenarnya juga masih menyimpan rasa yang sama pada ku." Celoteh Tzuyu sambil berusaha menarik diri.


"Omong kosong apa lagi yang coba kamu katakan tentangku?!"


"Bakk!!!"


Pintu apartemen Taehyung langsung tertutup. Tzuyu dari luar tidak terima diusir seperti itu langsung mengetuk pintu apartemen Taehyung berulang kali sambil meminta Taehyung untuk membukanya kembali.


Karena tidak ada respon dari dalam Tzuyu akhirnya menyerah dan memutuskan untuk kembali dengan wajah kesal.


Sementara Taehyung begitu berada di ruang tengah langsung mendapatkan pertanyaan dari Sohyun.


"Apakah yang kamu katakan tadi benar?"


Taehyung canggung mendengar tanya itu. Pun ia jadi bingung harus jawab apa.


"Lupakan! Aku tidak ingin membahasnya lagi." Kata Taehyung mencoba menghindari tanya Sohyun. Pun setelah itu ia ingin ke kamarnya. Tapi?


"Tapi aku ingin membahasnya sekarang juga!" Kata Sohyun mengintrupsi langkah Taehyung


*


*


*


Begitu berada di lobi apartemen Taehyung Tzuyu berpapasan dengan Dewa Langit. Entah kenapa ada magnet tersendiri begitu Dewa Langit berpapasan dengan Tzuyu. Pun Dewa Langit langsung berhenti dari langkah lebarnya dan berbalik melihat punggung Tzuyu dengan tatapan tidak terbaca.


Tzuyu sudah sampai rumah! Rumahnya lumayan besar. Begitu sampai di ruang tamu ia disambut oleh beberapa maid yang ada di rumahnya.


Tzuyu langsung membanting tasnya dengan brutal. Sontak hal itu membuat beberapa maid ketakutan.


"Pergi! Jika kalian tidak ingin jadi pelampiasan kemarahan ku!"


Para maid itu langsung pergi dari sana. Selepas kepergia mereka Tzuyu mengepalkan kedua tangan dan berteriak sangat kencang sampai-sampai pigura yang ada di tembok berjatuhan. Belum lagi pas bunga yang ada di atas meja langsung jatuh tanpa sebab.


"Aku tidak akan membiarkan hati Taehyung berpaling pada gadis itu. Hati Taehyung hanya untuk ku!"


Wah! Ternyata sisi gelap Tzuyu tampak saat dia marah seperti itu. Lalu bagaimana manusia biasa seperti Tzuyu bisa melakukan hal mengerikan seperti itu hanya karena dia marah?


------ ------ ----- ----- -----


Tbc.____