
🍁🍁🍁📖 Selamat Membaca 📖🍁🍁🍁
-------- -------- -------- -------- --------
Ditengah-tengah ciuman antara Taehyung dan Sohyun berlangsung Sohyun ingat kejadian semalam saat ia mabuk.
Bayangan saat Sohyun mencium Taehyung lebih dulu muncul. Sebab Sohyun mengira kalau Taehyung adalah Dewa Langitnya.
Pun ciuman itu berlangsung cukup lama dan panas. Parahnya ciuman itu sampai berlanjut di tepat tidur Sohyun.
Oh tidak! Sekarang ciuman itu malah terulang kembali.
Seperti kaset rusak! Sohyun langsung membuka mata dan berhenti membalas lumatan Taehyung sembari melepas ciuman mereka lalu mendorong bahu Taehyung cukup keras.
"Apa yang terjadi semalam dan sekarang tidak seharusnya terjadi." Kata Sohyun lalu masuk kamar dan menutup pintu kamarnya cukup keras.
Sampai kasur Sohyun langsung mengerutui dirinya sendiri atas kehilafannya tadi.
"Bagaimana bisa aku berciuman dengan Taehyung. Parahnya aku malah membalas ciuman itu tanpa berontak sama sekali"
Selain itu, Sohyun sadar jika saat ini ia masih memiliki status tunangan dengan Dewa Langit yang sedang menunggunya di alam Catumaharajika. Bukankah tidak pantes bagi seorang dewi yang sudah memiliki kekasih malah berciuman dengan pria lain disaat sebentar lagi ia akan menikah dengan kekasihnya itu.
Dibalik itu, tidak hanya karena alasan itu tapi karena ada alasan lain.
Tiba-tiba ada rasa takut dalam diri Sohyun. Takut jika masa hukumannya berakhir maka ia akan menghilang dari bumi untuk selama-lamanya. Lalu? Bagaimana dengan nasib Taehyung di Bumi selepas kepergiannya? Diantara Sohyun dan Taehyung siapa yang paling terluka? Taehyunglah orang yang akan paling terluka. Dia pasti yang akan paling terluka dan tersiksa dengan kepergiannya nanti. pikir Sohyun.
Mengingat itu semua membuat Sohyun membuang napas berat sambil tidur terlentang menghadap langit kamarnya. Sementara ia sendiri belum tahu masa hukumannya akan berakhir di bumi kapan.
"Apa jangan-jangan aku mulai menyukainya dan takut kehilangannya? Tidak! Itu semua tidak benarkan? Aku hanya takut Taehyung nanti benar-benar jatuh cinta padaku. Iya. Itu yang benar. Itu artinya rasa takut yang muncul dalam diriku karena hanya sebatas kasihan padanya. Bukan karena hal lain." Batin Sohyun.
"Tapi... Jika iya. Kenapa aku harus marah saat dia bermesraan dengan Tzuyu di depan mataku?" Lanjut Sohyun dalam batin.
"Aisshhh! Kenapa harus memikirkan itu sih?" Gerutu Sohyun sambil menghentakan tangan dan kakinya di atas tempat tidur.
Sepertinya Sohyun mulai dilema akan perasaannya. Sohyun belum bisa memastikan jika dirinya saat ini sudah jatuh cinta akan pesona Kim Taehyung. Sebab di satu sisi ia masih memikirkan Dewa Langit. Buktinya dalam mabuk ia masih bisa membayangkan Taehyung adalah Dewa Langitnya.
Taehyung masih menatap pintu kamar Sohyun dengan wajah nanar. Ia ingin mengetuk pintu kamar Sohyun. Namun ia malu. Sebab ia sudah terlalu kepedean menanggap Sohyun menyukainya.
Dengan kepala menunduk Taehyung pergi meninggalkan apartemennya sendiri tanpa sepengtahuan Sohyun. Mungkin menghindar dari hadapan Sohyun untuk sementara waktu adalah yang terbaik. Pilihan Taehyung adalah pergi ke rumah orang tuanya.
Dalam perjalanan Taehyung masih mengingat kejadian semalam. Kejadian yang membuat ia sangat marah dan kecewa pada Sohyun. Sampai Taehyung harus mengambil jalan dengan cara mendiami Sohyun selama sehari.
Flashback Onn
Disaat Jimin dan Jaehyun terkapar karena mabuk Sohyun terus ngomong ini itu pada Taehyung. Sementara Taehyung masih sepenuhnya sadar. Sebab ia hanya minum sedikit.
Sohyun tersenyum sambil memandang wajah Taehyung dan sesekali memainkan wajah Taehyung dengan jari telunjuknya.
"Kamu tampan." Kata Sohyun sambil sesekali tertawa ala orang mabuk. Sontak wajah Taehyung merona karena malu. Sohyun terus memandang Taehyung memuja. Tiba-tiba wajah Taehyung berubah menjadi wajah Dewa Langit.
Alhasil Sohyun kaget dan mengucek mata beberapa kali untuk memastikan apakah dia benar-benar Dewa Langitnya. Masih sama. Wajah itu wajah Dewa Langit. Tanpa sadar Sohyun menangis sambil tersenyum.
"Aku merindukanmu. Sangat."
Lirihnya Sohyun pelan sembari menangkup wajah Taehyung. Awalnya Taehyung bingung terlebih lagi saat tangan mungil nan halus itu menariknya mendekat dan lebih dekat lagi. Sampai akhirnya benda kenyal tak bertulang itu bersentuhan. Dan Sohyunlah yang menempelkannya lebih dulu.
Taehyung kaget! Itu tergambar jelas disaat manik tajam Taehyung terbuka lebar. Parahnya laga saat Sohyun ******* bibirnya pelan. Mata Taehyung terpejam dan membalas lumatan bibir Sohyun lembut. Ciuman itu berlangsung cukup lama dan sampai di tempat tidur Sohyun. Pun Taehyung sudah menindih Tubuh Sohyun.
Ditengah-tengah ciuman itu tiba-tiba Sohyun.
"Dewa mph....mph Langit !" Lirih Sohyun.
Taehyung langsung membuka mata sambil melepas ciuman panas itu. Pun Taehyung langsung berdiri.
Jadi?! Sohyun mencium dirinya karena berpikiran dia adalah Dewa Langit. Mungkin itu yang ada di benak Taehyung.
Kecewa? Tentu. Taehyung benar-benar berharap kalau ciuman itu memang untuk dirinya meski ia tahu gadis itu tidak dalam keadaan sadar.
Taehyung mengeruti dirinya sendiri karena berharap lebih. Pun ia berbalik hendak keluar. Tapi Sohyun mencekal tangan Taehyung dan menarik Taehyung kembali kesisinya. Alhasil Taehyung kembali menindih tubuh mungil Sohyun.
"Jangan pergi! Tetaplah disini bersamaku! Temani aku!"
Lirih Sohyun dengan mata terpejam. Taehyung menarik diri tapi tiba-tiba ia melemah setelah melihat kristal bening itu keluar melalui sudut manik Sohyun. Taehyung jadi tidak tega meninggalkanya.
"Kekuatan ku Sudah hilang? Lalu bagaimana aku akan kembali?"
Lirih Sohyun lagi masih dalam tangisnya dan masih dengan mata terpajam.
Sohyun masih kepikiran dengan kekutannya. Itu artinya saat ini ia mengharapkan Taehyung benar-benar ada disisinya untuk menenangkannya.
Taehyung merasa kasihan! Ia menyesel. Tidak seharusnya ia langsung keluar meninggalkannya Sohyun di kamar.
Taehyung hanya berpikir jika kekuatan Sohyun akan kembali lagi. Taehyung akhirnya memperbaiki posisi tidur miring dan membawa Sohyun ke dekapannya. Untuk menenangkan Sohyun. Jadilah malam itu mereka tidur bareng.
Kala pagi tiba! Taehyung bangun lebih dulu. 30 menit setelah itu Sohyun bangun dengan wajah ceria seakan tidak terjadi apa-apa semalam. Pun ia menyapa Taehyung tanpa ada rasa canggung sedikitpun berbanding terbalik dengan Taehyung yang gugup setengah mati karena kejadian itu.
Untung Jimin mengusulkan keluar! Kalau tidak bisa-bisa Taehyung benar-benar terbang ke planet Pluto dan Jupiter karena kegugupannya pada Sohyun selama 1 hari penuh. Mengingat mereka hanya berdua di apartemennya itu.
Flasback off
------ ------- ------- -----
Tbc,___