
📖Selamat Membaca📖
*
*
*
*
*
*
"Jangan berisik! Nanti ada yang bangun." Lirih Taehyung sambil membekap mulut Dewi Lotus dan menatap manik dewi lotus. Pun mata mereka jadi beradu. Seketika Jantung Taehyung berdetak tidak karuan.
"Siapa?" Tanya Dewi Lotus menyadarkan Taehyung. Taehyung kemudian melepas tangannya dari mulut Dewi Lotus.
"Manusia seperti aku dan mereka semua cowok. Apa iya kamu akan tidur disini bersama kami?" Jawab Taehyung sambil menujuk J2. Dewi Lotus mengikuti jari terlunjuk Taehyung yang tertuju pada J2.
"Wae? Apa ada yang salah kalau mereka cowok? bukankah mereka sudah tertidur lelap? Lagian aku akan tidur disisimu agar mereka tidak bisa menyentuhku." Kata Dewi Lotus biasa aja seolah terbiasa tidur dengan para pria.
"Mwo? Tidak bisa! Bukankah kamu punya kekuatan? Seharusnya kamu menggunakannya untuk membuat tenda yang lain?"
"Tak!"
"Akkhh!" Ringgih Taehyung mengelus keningnya ketika Dewi lotus menjitak kepala Taehyung dengan jari tengahnya.
"Apa kamu lupa eoh? Kalau tendanya lebih, apa tidak akan menimbulkan pertanyaan?"
Betul juga katanya. Terus apa yang aku lakukan. Pikir Taehyung.
"Ayolah! Kasih aku tidur disini eoh. Aku sudah kedinginan karena dress mini ini apalagi dengan kaki telanjang seperti ini."
Taehyung melihat pakaian yang Dewi Lotus kenakan lalu beralih ke kakinya, membuat Taehyung sedikit perihatin.
"Bukankah tadi aku sudah membuatkanmu makanan?" Lanjutnya mengingatkan Taehyung akan kebaikannya tadi.
"Iya juga ya? apakah aku harus setega itu menyuruhnya tidur diluar. Tapi masak iya, ia harus tidur dengan deres mini itu? bisa-bisa aku ngak tidur semalaman gara-gara adikku.........? Apalagi dia tidur didekatku. Belum lagi tubuh dan wajah cantik mulusnya yang menggoda. Ayolah! Siapapun bisa tergoda apalagi aku yang masih normal ini, bisa gila aku. Kekuatan? Benar! Bukankah dia punya kekuatan? Jadi dia bisa menggunakannya untuk mengganti pakainnya." Batin Taehyung.
"Kalau gitu, kamu ganti bajumu dengan kekuatanmu." Kata Taehyung sedikit gugup.
"Benar juga iya. Kok aku bisa lupa ya?" Jawab Dewi Lotus bingung membuat Taehyung menatapnya aneh.
*
*
*
*
*
Taehyung melihat Dewi Lotus sudah tertidur lelap. Seharusnya Taehyung juga sudah tidur. Namun Taehyung malah memperhatikan wajah cantik dan mulus Dewi Lotus. Dalam hati Taehyung bersyukur Dewi Lotus datang disaat yang tepat sehingga ia bisa menyelesaikan hukumannya dengan cepat dan terutama ia bisa mengisi perut kosongnya. mengingat itu membuat Taehyung tersenyum tidak jelas. Anehnya lagi pertemuan mereka karena sama-sama mendapatkan hukuman.
"Apa dia takdirku?" Batin Taehyung. Tanpa sadar tangan Taehyung terulur mengelus pipi chuby Dewi Lotus. Lembut! Itulah yang Taehyung rasakan ketika tangannya mendarat di pipi Dewi Lotus.
"Dewi Lotus! Malaikatku." Lirih Taehyung tanpa sadar.
"Tunggu! Malaikat?" batin Taehyung setelah sadar apa yang telah diucapkan tadi sambil menarik tangannya.
"Ya! Taehyung-ssi sadarlah! Dia bukan manusia, ingat itu!" BatinTaehyung menepis apa yang ada dipikirannya. Pun Taehyung lalu membelakangi Dewi Lotus.
*
*
...🌹...
*
*
Kicuan burung terdengar sangat merdu di Bumi perkemahan Songnisal National Park sebagai pertanda langit gelap sudah memutih. Hembusan angin sepoi menambahkan kesejukan pagi ini; belum lagi cahaya kuning mentari pagi yang mulai menampakan diri dari ufuk timur memberikan kehangatan pada tempat itu; dan embun di dedaunan dan rerumputan memberi kesan kesegaran pada tempat yang indah dan masih asri itu.Â
Karena kesejukan yang ada di tempat itu membuat kumpulan orang yang berkemah di tempat itu enggan untuk keluar dari sangkarnya. Kecuali hanya satu orang. Orang itu adalah dosen Nam Woohyun.
Ia terlihat sedang menggerakan badan sambil bersenandung. Suaranya yang merdu seakan berirama dengan kicuan burung yang menyambut pagi itu sehingga memberikan kesan menarik untuk didengar. Tapi, semenit kemudian ia sadar jika mahasiswanya belum ada yang bangun satupun.
Karena tidak ada tanda-tanda ada yang bangun, dosen Nam masuk ketenda mengambil alat untuk membangunkan mereka. Keluar dari tendanya ia langsung membunyikan peluitnya dengan sangat keras berulang kali.
"PRIIITTTTTTTTTTTT!" 📣
Para mahasiswa mulai keluar satu-persatu dari tendanya tak terkecuali dosen pendamping yang lainnya. Diantara mereka yang keluar ada yang menguap; mengucek mata; menggerakankan badan mereka dan sedikit berlari ke sumber suara.
2J mulai bergerak sambil menguap dan mengucek matanya. Jaehyun bangun lebih dulu lalu disusul Jimin.
"Ayo kita cuci muka." Ajak Jimin sambil bangkit dari tidurnya.
"Ne! Tapi aku akan membangunkan Taehyung dulu!" Kata Jaehyun sambil merenggakan badanya.
"Taehyung ba.....?" Jaehyun ngak mampu melanjutkan katanya ketika melihat ada seorang gadis tidur di tenda mereka. Apalagi posisi Taehyung dan gadis itu saat ini.
"Ya! Alien bangun!" Teriak Jaehyun lantang Jimin langsung berbalik.
"Wae?" Tanya Jimin
"Itu...... yang dipeluk Taehyung?" Kata Jaehyun sambil menunjuk Taehyung.
"Ommo! Dia siapa?!" Kaget Jimin.
"Ya! Taehyung-ah!" Lanjut Jimin dengan teriakannya. Untung tenda mereka sedikit jauh dari yang lainnya.
"Aissshhh! Kalian berisik! " Jawab Taehyung sambil mengeratkan pelukannya pada Dewi Lotus seperti memeluk guling. J2 saling melihat bingung.
"Ya! Alien bangun!" Kata Jimin sambil memukul kepala Taehyung.
"Akkhhh, Sakit pendek!" Kata Taehyung kesakitan. Tapi anehnya Dewi Lotus tidak bergerak sedikitpun. Apa karena ia jarang tidur di alam Catumaharajika?
"Jelaskan ke kami dia siapa?" Tanya Jimin dengan tatapan tajamnya.
Taehyung langsung membuka matanya dan bangkit dari tidurnya ketika ia ingat Dewi Lotus yang membantunya semalam.
*
*
...🌹...
*
*
Dewa Langit!
Dengan langkah lebar dan dengan senyum mengembang aku memasuki istana mertuaku. Tidak lebih tepatnya calon mertuaku. Tujuanku datang pastinya karena ingin bertemu dewiku meski kami tidak terlalu lama berpisah tapi aku sudah sangat merindukannya. Sangat!
Dewa teratai dan istrinya kaget dengan kedatanganku. Tumben? Apa aku punya salah? Dan anehnya, aku tidak melihat dewiku ada dikursinya. kemana dia? Apakah dia belum pulang dari taman? Apa karena ini mereka menatapku seperti itu?
"Jungkook-ssi? Ada perlu apa kamu kesini?" Tanya Dewa teratai. Pertanyaannya aneh? bukankah Dewa teratai tidak pernah bertanya seperti itu? Bukankah Dewa teratai seharus bertanya dimana putrinya?
"Aku kesini untuk menemui dewiku. Wae? Apa ada yang salah dengan kedatanganku? Lalu, dimana dewiku?" Jawabku bingung dan tanyaku beruntun.
Dewa tertatai dan Ratunya saling lihat.
"Maafkan kami Dewa langit. Selama 1hari ini kamu tidak bisa bertemu denganya?"
"Wae?"
"Karena dia terbuang ke Bumi untuk menerima hukumannya. Dewi Lotus sudah mencuri apel mas di taman."
"Tidak mungkin dia melakukannya." Kataku tidak percaya sambil terduduk lemas.
Ini semua salahku, seandainya aku tidak meninggalkannya ini tidak akan terjadi.
"Bangunlah!" Kata Dewa teratai sambil membangunkanku.
"Dia hanya dihukum 1 hari dan pernikahan kalian masih 2 hari lagi. Jadi, bersabarlah menunggunya kembali eoh."
"Tidak baginda, aku rasa dewiku tidak mungkin mencuri apel mas itu. Dan kita tidak tahu perbedaan waktu 1 hari disini dengan di alam manusia."
Dewa teratai diam seperti membenarkan ucapanku.
*
*
*
Disinilah aku sekarang di kamarku yang sangat luas. Semua yang ada di ruanga ini terbuat dari emas. Aku berjalan mondar mandir layak setrika memikirkan cara agar aku bisa bertemu dengan dewiku segera.
"Kemanapun kamu pergi aku akan mengejarmu cintaku! Akan aku pastikan itu! Jadi tunggulah aku disana sebentar lagi. Aku akan datang menjemputmu." Lirihku setelah aku menemukan ide untuk menyusulnya ke Bumi.
*****🌹🌹🌹*****
Tbc,~