
*
*
*
*
*
🍁📖 Selamat Membaca 📖🍁
*
*
*
*
*
Ini aku Dewa Langit!
Aku membeli mobil untuk mempermudahku mencari keberadaan Dewi langit. Setelah itu aku membeli ponsel. Setidaknya dengan benda ini akan lebih mempermudahku untuk menemukan Dewi Lotus dalam cepat.
Merasa lengkap dengan apa yang aku butuhkan aku memulai aksiku untuk mencari keberadaan Dewi ku.
Seharian ini aku sudah berputar-putar mencari keberadaa Dewiku. Namun, aku tak kunjung menemukannya. Entah kenapa ada sesuatu yang membuat ku heran. Kenapa hari begitu cepat gelap. Pun aku memberhentikan mobil sebab hari sudah semakin larut, dan aku belum mengisi perutku sama sekali.
Aku bingung. Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa cepat menemukan Dewiku? Sementara waktu begitu cepat berlalu.
Aku harap kamu baik-baik saja sampai saat itu tiba. Tunggulah aku. Aku pasti akan menemukanmu secepat mungkin. Ingat itu dewi ku.
Setelah itu, aku memilih untuk melanjutkan pencarianku tidak peduli hari sudah larut dan perutku yang sudah kelaparan. Aku tidak peduli. Intinya aku tidak boleh menyerah begitu saja. Bagaimana pun tujuanku kemari hanya untuk Dewi Langit dewi ku.
*
*
*
*
*
Ini aku Kim Taehyung!
Pagi-pagi sekali aku bangun dari tidur dan bergegas ke kamar mandi. Selesai mandi dan memakai baju aku langsung ke kamar Sohyun untuk membangunkannya. Sebab pagi ini aku harus balik ke apartemen. Mengingat hari ini aku ada kuliah pagi.
"Sohyun! Sohyun-shi, bangun!"
Sudah berapa kali aku membangunkannya tapi sang empu tak kunjung bangun jua. Bagaimana ini?
"Ya! Kim Sohyun! Bangun!!" Teriak ku di telinganya.
"Eeehhh, aku masih ingin tidur. Bukankah ini terlalu pagi untuk bangun." Katanya setengah sadar.
"Baik kalau kamu masih ingin tidur maka aku akan meninggalkan mu disini."
"Aissshhh! Iya. Aku akan bangun Alien!" Kesal Sohyun langsung pergi ke kamar mandi.
Apa katanya tadi? Dia mengataiku Alien? Apa aku tidak salah dengar?
*
*
*
"Sebelum pulang, Kita sarapan dulu."
Kataku pada Sohyun saat menuruni anak tangga bersamanya. Sampai di bawah ia langsung berjalan menuju meja makan enggan menanggapiku. Pun di meja makan sama. Dia tetap diam meski aku mengajaknya bicara. Bahkan menatap mataku pun enggan.
Anehnya lagi!
Selesai sarapan dia langsung keluar meninggalkanku. Di dalam mobil pun sama. Dia tetap diam meski mulutku ini hampir berbusa menegurnya. Ada apa dengannya? Apa dia marah sebab aku sudah mengganggu tidurnya? Lucu! Bukankah seharusnya aku yang marah? Secara tadi ia dengan lantangnya mengatai aku Alien.
Masih sama! Ketika kami ada di dalam lift. Suasana semakin senyab sebab hanya kami berdua. Aku pun ikut diam tidak memulai pembicaran dengannya sejak turun dari mobil. Mungkin dengan begitu ia sadar, bagaimana rasanya dicuekin. Menyebalkan.
Begitu lift terbuka aku langsung nyelonong keluar mendahuluinya. Walau demikian dia tetap mengikutiku dari belakang. Bukankah itu aneh?
Setelah masuk apartemen aku langsung menuju kamar untuk ganti baju. Selesai ganti baju dan beres-beres aku bergegas keluar kamar.
Aku tidak melihat Sohyun? Dimana dia? Apa dia ada di kamar?
Aku mengeceknya ke dalam kamar? Ada. Dia terlihat duduk melamun menghadap Jendela.
Haruskah aku pergi tanpa berpamitan? Kalau dia mencariku bagaimana? Dengan suasana hatinya seperti ini aku rasa dia tidak akan mencariku? Bukankah dia sudah tahu kemana aku pergi? Tapi....? Sebaiknya aku mengalah saia deh. Dari pada nanti dia kebingungan mencari keberadaanku dimana.
"Sohyun-shi!"
Panggilku pelan dari pintu. Dia tidak menoleh sama sekali. Pun pandangannya tetap fokus ke luar jendela. Seperti memikirkan sesuatu. Apa? Karena penasaran plus khawatir aku mendekat.
"Sohyun-shi!" Panggilku lagi. Dia langsung mengusap matanya. Baru setelah itu ia berbalik menghadapku.
"Apa sesuatu mengganggumu? Kalau iya. Coba katakan padaku?"
Sohyun malah menangis. Reflek aku membawanya ke dalam dekapanku.
"Waktu kamu akan meninggalkanku aku jadi teringat kejadian di Kolam." Katanya dalam tangis. Aku melepas dekapanku.
"Apa hubungannya?" Tanyaku tidak percaya.
"Aku takut. Aku takut kejadian yang sama akan terulang lagi pada ku."
Rasanya aku ingin tertawa dalam hati.
"Jadi, karena itu kamu mendiamiku sejak tadi?"
Sohyun mengangguk. Entah kenapa membuatnya terlihat imut. Sangat.
"Dengar. Aku tidak serius mengatakanya. Kata itu hanya sebuah gertakan supaya kamu mau bangun. Itu saja."
"Sungguh?"
"Iya."
"Syukurlah. Itu artinya kamu tidak akan mengusir aku kan?"
"Tidak akan?"
*
*
*
Sohyun sudah mulai sembuh dari masa marahnya. Aku lega. Pun aku berpamitan.
"Aku mau ke kampus dulu? Jadi jangan kemana-mana, apalagi melakukan hal yang aneh-aneh, Okey!" Kataku padanya yang saat ini lagi asik nonton TV. Aku sengaja menyalakan TV untuknya. Agar dia tidak akan kemana-mana.
Dia mengangguk sebagai jawaban akan apa yang aku perintahkan padanya. Serius banget nontonnya. Tenyata dia lagi fokus nonton drama. Dasar!
Sudahlah! Setidaknya dia sudah mendiami aku lagi. Dengan begitu aku bisa meninggalkannya tanpa harus khwatir.
Sampai di depan pintu aku ingat sesuatu terkait dengan dirinya. Aku kemudian berbalik.
"Kim Sohyun. Kalau hal buruk terjadi. Gunakan kekuatanmu untuk melindungi dirimu sendiri ya?"
*
*
*
Sohyun langsung mematung mendengar ucapan Taehyung berbarengan Taehyung menutup pintu apartemennya.
"Omong-omong soal kekuatan. Kenapa waktu aku tenggelam aku tidak bisa menggunakannya ya? Apa mungkin karena pengaruh air atau rasa takutku ? Sudahlah! Itu semua tidak penting. Dari pada memikirkan itu aku lebih baik fokus pada tontona ku." Batin Sohyun.
*
*
*
*
*
Alam Catumaharajika!
Gadis yang menaruh appel emas di ranjang buah Sohyun datang ke istana Dewa langit.
"Dewi Rose" Kaget ayah Dewa Langit yang melihat kedatang Dewi Rose. Rose menduduk pada Dewi Angkasa dan Dewi Angkasa.
"Anggin apa yang membawamu kesini? Tumben?" Tanya Dewi Angkasa.
"Aku hanya ingin menemui Dewa Langit baginda Dewi. Apa Dewa Langit ada? Disaat seperti ini. Aku hanya ingin menghiburnya. Maaf. Aku sudah lancang. Tapi sebagai sahabat hanya itu yang bisa aku lakukan untuknya apalagi Dewi Lotus saat ini terdampar ke bumi. Sebab telah mencuri buah appel mas itu. Aku sungguh prihatin. Bagaimana bisa Dewi Lotus melakukan hal memalukan seperti itu." Dewi Rose dengan nada dan mimik sedih yang dibuat-buat.
Dewa Angkasa dan Dewi Angkasa saling lihat seakan larut dalam kesediahan Dewi Rose. Akhirnya mereka mengizinkan Dewi Rose untuk ke kamar putranya mengingat semenjak mereka tidak mengizinkannya pergi ke bumi ia tidak keluar-keluar meski itu belum lama. Tapi berdiam diri di kamar bukanlah kebiasaan sang putra.
*
*
*
"Dewa Langit!"
Panggil Dewi Rose. Dewa Langit langsung menoleh ke sumber suara dengan senyum hangatnya.
Dewi Rose memandang Jungkook sedikit aneh! Tidak biasanya Dewa Langit menyambut kedatangannya dengan senyum seperti itu. Biasanya senyum itu hanya ia berikan pada Dewi Lotus.
Akankah penyamaran Dewa Langit terungkap secepat itu?
Tbc,____