
📖Selamat Membaca📖
*
*
*
🌹
*
*
*
Aku Kim Taehyung!
Demi menyembunyikan identitas Dewi Lotus dari yang lainnya aku memilih tidak pulang bersama rombonganku. Terpaksa aku menghubungi ayahku untuk mengirim salah satu sopirnya ke tempat perkemahan.
Untung keluargaku kaya kalau tidak apa yang harus aku katakan pada dosen dan kawan-kawanku tentang Dewi Lotus. Lebih untungnya lagi si J2 percaya kalau Dewi Lotus aku temukan dipinggir sungai karena terbawa harus air sungai. Hahahahaa ***** ya mereka. Pun mereka percaya kalau Dewi Lotus lupa ingatan dan aku menamainya Kim So Hyun. J2 awalnya protes, kenapa marganya harus Kim? Karena aku yang menemukannya. Jadi, Dewi Lotus aku anggep adikku.
Kala dosen Nam memeriksa tenda kami aku spontan menutupi Dewi Lotus dengan sleeping bag dan jaket tebalku supaya tidak ketahuan kalau aku sudah menyembunyikan seorang cewek di tendaku. Kalau dia tahu akan hal itu, entah apa yang akan dia lakukan padaku.
Berkat bantuan J2 juga aku dikasih pulang sendiri. Mereka memang sahabat terbaik ku.
Omong-omong soal itu sudah berapa kali aku berbohong hari ini ya? Tapi... Aku juga senang karena aku bisa bebas dari Choi Tzuyu. Apalagi semenjak perjalan sampai di lokasi perkemahan ia selalu nempel seperti permen karet. Benar-benar bikin risih dibuatnya.
"Kenapa kita tidak pulang bersama mereka?Terus nanti kita pulang dengan siapa? Ooo, apa rumahmu berada disini?" Tanya Dewi Lotus beruntun setelah keluar dari persembunyiaannya di balik pohon. Saat itu bis sudah berjalan meninggalkan tempat perkemahan. Iya, semenjak ia bangun dari tidurnya aku menyuruhnya untuk sembunyi.
"Menghilang!" Jawab ku ketus akan pertanyaannya.
"Aishhh! Bukankah sudah aku bilang, kalau aku tidak bisa sembarangan menggunakan kekuatanku."
Dia serius banget jawabnya padahal aku hanya bercanda. Dasar! Tapi kok dia malah tambah imut ya.
"Kamu pikir aku juga mau memanfaatkan kekuatan yang kamu miliki eoh?! Tanpa kekuatanmu aku juga bisa melakukan apapun yang aku inginkan"
"Jinjja?! Wow! Aku baru tahu kalau manusia bisa sehabat itu. Lalu... Semalam, kenapa kamu menyuruh ku menggunakan kekuatan ku untuk membuatkanmu makanan?"
Aku menelan ludahku kikuk dengan pertanyaannya.
"Itu... Itu Hanya kebetulan persediaan makanan ku habis. Kalau ngak ogah aku memintamu membuatkanku makanan!" Jawabku sedikit gugup.
"Oh gitu! Terus.... Apa kita akan tetap disini? Inikan sudah sore mana cuacanya disini semakin dingin lagi. Masak iya ini rumahmu sih?"
"Ini hutan. Bukan rumahku. Makanya tunggu! Aku juga sudah mulai kedinginan. Ini juga semua gara-gara kamu. Kalau kamu tidak muncul tadi malam aku pasti sudah bisa tidur nyenyak dan bobok syantik di dalam bis!"
"Bis? Apa itu?!" Tanyanya polos.
Aaaa?! Masak bis dia ngak tahu sih? Apa di alamnya ngak ada bis ya?
"Itu lho yang dipakai untuk mengangkut teman-temanku pulang tadi!"
Jawabku sedikit kesel. Aku melihat dia mengangguk. Mungkin dia ngerti. Aku kemudian sedikit menjauh darinya untuk menghubungi sopir ayahku kembali.
"Kamcagiya!"
Kagetku ketika aku berbalik ada dia di depanku setelah aku menghubungi sopir ayahku.
"Itu apa?" Tanyanya sambil menunjuk ponsel ditanganku. Aku bingung dengan pertanyaannya sambil melihat ponsel ditanganku. Aduh! Apalagi ini apa aku harus menjelaskan satu persatu tentang apa yang ada di Bumi? Perasaan semalam dia ngak oon banget deh?! Kok dia malah ****** seperti ini sih?
"Kamu pengin tahu ini apa?" Dia mengangguk imut.
"Ini namanya handphone!"
"Hanphone?"
"Iya!"
"Kok iya? Akukan nanyak Handphone itu apa dan fungsinya apa?!"
Heol? Apa dia bertanya demikian tadi? Ngakkan? Jadi bukan salahku dong kalau aku menjawabnya singkat. Apa aku harus menjawabnya? Atau haruskah aku meninggalkannya disini? Tidak-tidak! Kasihan! Cewek secantik dia harus ditinggalkan disini apalagi..... jarang-jarang lho ada dewi surgawi terdampar ke bumi. Bukankah ini keberuntungan bagi Alien sepertiku yang menjelma sebagai Kim Taehyung yang lahir dari perut ibu ku bertemu seorang dewi.
"Kamu bisa membaca?"
"Mem...ba...ca..............?"
"Kalau begitu sampai apartemen aku akan menjelaskan semua yang ada di Bumi! Bila perlu semua benda yang ngak ada di alammu itu!" Potongku.
Dari pada dia bertanya lagi nanti. Bisa-bisa otak Alienku akan meledak. Belum nanti mulutku yang mengeluarkan busa karena harus berbicara panjang kali lebar padanya. Memikirkannya saja membuat aku ngeri plus mual.
"Apartemen?" Tanyanya lagi.
Aduh! Mati aku! Aku memukul kepalaku karena aku mengelurkan kata asing lagi. Capek deh! Apa pendapatku salah kalau aku tidak ingin meninggalkannya disini? Tolong siapapun yang bisa membaca pikiran ku untuk menjawab pertanyaan yang ada dipikiranku saat ini juga.
Omong-omong apa aku terlalu berlebihan ya?
*
*
*
*
Beberapa menit setelah itu mobil jemputan Taehyung datang. Jadi, Taehyung ngak perlu menjawab pertanyaan terakhir Dewi Lotus.
"Itu apa?" tanya Dewi Lotus setelah mobil itu berhenti tepat di depan mereka.
"Kalau kamu memang butuh tumpangan untuk tinggal lebih baik kamu naik sekarang! ngak...... usah banyak nyak atau kamu mau aku tinggal di sini?!" Imbuh Taehyung penuh penekanan pada setiap katanya.
Sementara sang sopir heran kenapa tuanya pulang bersama seorang gadis? Ia ingin bertanya tapi ia masih sadar dengan posisinya. Ia akhirnya keluar untuk memasukan barang-barang milik Taehyung ke bagasi tanpa suara.
Dewi Lotus memanyunkan bibir. Tanpa sadar Taehyung yang melihatnya jadi gemes. Pun Taehyung jadi mengurungkan niatnya untuk membuka pintu depan mobilnya.
"Masuk!"
Kata Taehyung sambil membuka pintu belakang mobilnya. Dewi Lotus malah bengong sambil menelisik mobil itu.
"Ya! Kenapa kamu bengong?!" Teriak Taehyung sambil menarik tangan Dewi Lotus.
"Kamu masuk atau aku tinggal kamu disini! Mau eoh!" Potong Taehyung sambil mendorong Sohyun dan menekan kepalanya supaya bisa masuk mobil.
"Ya! Kenapa kamu kasar padaku! Apa kamu lupa aku siapa dan darimana?" Teriak Dewi Lotus tidak terima.
"Bodo amat! Mau kamu dari galaksi manapun aku tidak peduli! Dan.... Asal kamu tahu! Aku juga dari planet Pluto!"
Jawab Taehyung sambil menutup pintu mobilnya. Tanpa mereka sadari pak Sopir tersenyum sambil memasang sabuk pengamannya di kursi kemudi. Pak sopir segera menghentikan senyumnya ketika tuannya membuka pintu depan mobilnya.
"Aku harap ajhusi tidak memberitahu mama dan papa ku tentang gadis aneh itu!" Titah Taehyung pada sopir ayahnya sambil memasang sabuk pengamannya. Ajhusi itu mengangguk sebagai tanda ia mengiyakan apa yang dikatakan tuannya sambil melirik wajah Sohyun dari spion depan. Setelah itu mobil menyala.
"Suara apa ini?" Tanya Dewi Lotus/Sohyun bingung karena suara itu terdegar asing ditelinganya. Taehyung menggeleng.
"Wah.... Kita berjalan meski kita hanya duduk saja!" Kagum Sohyun setelah mobil itu berjalan.
Pak Sopir bingung dengan sikap Sohyun. Cantik sih cantik? Tapi sikapnya seperti orang yang tidak pernah menaiki mobil sama sekali. Seolah itu mobil sangat asing banget baginya. Orang kampung juga tidak mungkin bertingkah seperti itu. Mungkin itu yang ada dipikiran pak sopir sambil sesekali melihat wajah Sohyun dari spion depan.
Taehyung sedikit risih setelah menyadari gelagat sopirnya akan sikap Sohyun yang aneh.
"Kamu bisa diam? Aku mau tidur! Jadi, ngak usah berisik dan anda ajushi Han lebih baik fokus ke depan. Ngak usah pedulikan gadis yang di belakang." Kata Taehyung sambil memejamkan mata untuk tidur.
Sedangkan Sohyun mendengkus sebel karena keseruannya dilarang oleh Taehyung. Tapi ia tidak peduli. Alhasil sepanjang perjalanan ia melihat kiri kanan dengan tatapan kagum dan heran. Sedangkan Taehyung yang tadi mememjamkan mata diam-diam ia menyembunyikan senyumnya ke samping jendela karena tingkah konyol Sohyun.
*
*
*
*
Setelah 1 jam perjalanan
Dewi Lotus/ Kim Sohyun......?
"Huak!"
Sohyun mulai mual karena mabuk perjalan apalagi dari tadi ia tidak bisa diam.
"Huak!"
"Ya! Ya! Jangan muntah di mobilku!" Teriak Taehyung setelah mendengar suara Sohyun yang ingin muntah. Pun pak Han sedikit panik dibuatnya.
"Ajhusi, tolonh berhenti!" Pinta Taehyung
Setelah mobil berhenti Taehyung langsung keluar dan membuka pintu belakang mobilnya.
"Keluar!"
"Ne...? Hem... Huak....!" Bingung Sohyun dengan nada lemas dan wajah pucatnya.
"Aku bilang keluar! Lebih baik kamu muntah di luar dari pada di dalam mobilku. Aku ngak mau mobil ku kotor gara-gara muntahanmu!" Kata Taehyung sambil menarik Sohyun keluar.
"Apa kamu akan meninggalkan ku disini......? Huak....?!"
"Sekarang jongkok! Lalu muntahlah! Ngak usah banyak nyak!"
Sohyun Jongkok menuruti titah Taehyung. Kemudian Taehyung memijat tengkuk Sohyun supaya cairan yang diperutnya keluar.
"Huak!.....Huak!....Huak!"
Semua yang ada diisi perut Sohyun keluar, seketika Sohyun lemas ngak bertenaga. Taehyung reflek menjaga tubuh Sohyun supaya tidak oleng ke tanah.
"Aku lemas!" Lirih Sohyun pelan pada Taehyung. Taehyung reflek menggendong Sohyun ala brydal style untuk masuk mobilnya lagi. Melihat Sohyun seperti itu ia terpaksa duduk di belakang dan menyandarkan kepala Sohyun pada bahunya.
Taehyung merasa aneh! Apakah seorang dewi akan mengalami rasa sakit seperti yang dialami manusia juga? Molla! Hanya alam yang tahu.
Mungkin didunia mereka iya. Mereka jarang mengalami sakit bahkan mungkin ngak pernah sama sekali. Tapi, satu hal yang harus kita tahu. Jika mereka mulai merasakan sakit di alam mereka, itu artinya masa kehidupan mereka akan habis. Secara otomatis tubuh mereka akan menghilang dengan sendirinya di alam itu.
Namun pertanyaannya. Bukankah sekarang Sohyun ada di dunia manusia? Itu artinya dia juga perlu beradaptasi dengan lingkungan barunya kan? Jadi wajar itu terjadi.
Tbc,__