Bidadari is Wasted

Bidadari is Wasted
Episode 14



*


*


*


*


🍁📖 Selamat Membaca 📖🍁


*


*


*


*


Malam harinya di meja makan!


Taehyung dan Sohyun sedang menikmati santap malam mereka dengan nikmat terutama Taehyung. Sedangkan Sohyun? Tidak sama sekali. Tumben?


Ada apa dengannya? Dari tadi ia terus mengaduk-aduk makananya seakan ia tidak memiliki nafsu makan sama sekali. Ia terlihat seperti memikirkan sesuatu. Tapi apa?


Sesekali Sohyun menatap Taehyung layaknya seseorang yang menginginkan sesuatu dari ayahnya. Tapi ia ragu untuk sekedar mengungkapkannya.


"Why? Kenapa dari tadi kamu selalu curi padang melihatku eoh?!" Tanya Taehyung tiba-tiba. Sontak hal itu membuat gadis berpipi chubby itu salah tingkah.


"Apakah aku ini makanan bagimu? Sehingga mampu mengalahkan semua rasa enaknya makanan yang ada di depanmu itu?" Lanjut Taehyung.


Sohyun masih diam sambil sesekali melihat wajah Taehyung lalu beralih pada makanan yang ada di depannya. Sementara Taehyung terus memasukan makanan ke dalam mulutnya tanpa henti.


"Aaa... Apa aku begitu tampan? Aku tahu itu." Kata Taehyung dengan tingkat kepedean 100 kali lipat. Sohyun memelototkan mata tidak percaya. Kenapa ada alieen yang sepede ini ya? Bahkan ia terus berbicara sambil makan!  Mungkin itu yang ada dibenak Sohyun saat ini.


"Atau..... Aku lebih tampan dari dewa langitmu itu?" Lanjut Taehyung dengan mulut penuh makanan.


"Anni!" Bantah Sohyun cepat.


"Dewa langit ku jauh lebih tampan darimu. Bahkan tubuhnya lebih berisi dan kelebihannya dia memiliki gigi kelinci." Lanjut Sohyun tidak terima jika Taehyung menyandingkan dirinya dengan Dewa langit.


Taehyung terdiam dengan wajah viasnya karena malu sambil melihat tubuhnya. Ia malu karena: Pertama, ia terlalu kepedean menyamakan dirinya dengan seorang dewa. Kedua ia mengakui badannya memang kecil itu karena ia males olahraga. Dan yang ketiga ia memang tidak bergigi kelinci tapi ia memiliki senyum kota ciri khasnya. Tidak bisakah Sohyun menganggap itu sebagai salah satu kelebihan yang ia miliki?


"Lalu, jika aku tidak setampan dengan dewa langitmu kenapa kamu terus memandangku eoh?"


Imbuh Taehyung tidak terima sambil memasukkan makanan ke mulutnya lagi. Diam! Sohyun masih bingung mengutarakan keinginannya. Sampai beberapa menit kemudian.


"Aku.....?"


Sejenak Taehyung menghentikan aksi kunyah mengunyahnya dengan pipi mengembung dan dengan wajah bingung setelah melihat Sohyun malah menunduk ragu untuk mengungkapkan keinginannya yang terpendam.


Karena tidak ada kata yang terucap dari mulut Sohyun Taehyung kembali memasukan makanan ke dalam mulutnya. Sedangkan Sohyun dengan penuh keberanian ia memantapkan diri untuk mengungkapkan keinginannya.


"Aku ingin kuliah!" Kata Sohyun spontan. Reflek Taehyung?


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"


Taehyung kaget. Pun ia langsung tersedak dibuatnya. Semua makan yang ada di mulut Taehyung keluar tanpa sisa.


Taehyung meletakan sumpit di atas mangkuk makannya dengan kesal. Bagaimana bisa Sohyun meminta sesuatu yang menurutnya sangat mustahil untuk di wujudkan.


Masih untung meja makanan itu lebar. Kalau tidak..... Mungkin semua makanan yang keluar dari mulut Taehyung akan mengenai wajah cantik dan mulus Sohyun.


Pun Sohyun dengan sigap bangun dari duduk untuk memberikan Taehyung gelas minum yang berisi air putih. Taehyung mengambil gelas itu dari tangan Sohyun kemudian meminumnya sampai habis. Sementara Sohyun duduk dikursi samping Taehyung.


"Kamu serius dengan ucapanmu tadi?"


Tanya Taehyung untuk memastikan kembali apakah Sohyun benar-benar ingin kuliah atau itu hanya candaan sambil ia meletakan gelas itu di atas meja makan.


"Hemm." jawab Sohyun sambil mengangguk mantap.


Taehyung langsung tercengang. Taehyung pikir Sohyun sudah lupa akan ucapannya beberapa bulan yang lalu. Dan.... dia pikir Sohyun tidak akan mungkin menanggapinya dengan serius.


"Andwe!" Tolak Taehyung.


"Why? Bukankah waktu itu kamu yang menyarankanku? Agar aku bisa masuk perpustakaan di kampusmu aku harus menjadi salah satu mahasiswi disana?"


Tanya Sohyun dengan tatapan sayu karena keinginannya ditolak. Taehyung sakmat! Jika ia tahu akan seperti ini, Taehyung tidak akan mengungkapkan ide konyol itu.


"Aku hanya ingin melihat buku tentang perbedaan waktu. Itu saja! Agar aku bisa mengetahui masaku disini. Aku menyerah mencarinya diperpustakaan umum. Terlalu susah mencarinya karena sangking banyaknya buku disana. Kamu tahu sendirikan. Sudah hampir tiga bulanan kita mencarinya tapi tidak ketemu-ketemu juga."


"Apa kamu pikir segampang itu masuk kuliah? Apalagi kamu tidak punya identitas sama sekali. Apa kamu ingin mengungkap identitasmu yang sebenarnya? Yang ada kamu hanya akan jadi bahan tertawaan semua orang"


"Eeehemm....pokoknya aku ingin kuliah! Titik!" Kata Sohyun merjauk sambil menghentakan kakinya dan sedikit memohon layaknya anak kecil yang meminta dibeliin es krim.


Taehyung tercengang dibuatnya. Kenapa gadis ini bisa bertingkah manja seperti ini? Tapi Taehyung senang melihatnya. Buktinya ia menarik sudut bibirnya disaat Sohyun sedikit menunduk. Namun Taehyung ingat sesuatu yang membuat suhu tubuhnya sedikit naik.


"Kalau gitu sana minta bantuan sama Dewa Langitmu itu jika kamu benar-benar ingin kuliah." Ketus Taehyung.


"iiiiii.... Bagaimana aku bisa meminta bantuannya kalau dia saat ini tidak bersamaku? Kamu ya, semakin kesini malah aneh ajak deh!"


"Apanya yang aneh?"


"Kalau ngomong yang masuk akal."


"Omonganku itu sudah masuk diakal. Bukankah tadi kamu sangat memujinya. Bilang dia ini itulah."


Sohyun paham. Taehyung kecewa sebab ia terlalu meninggikan dewa langit.


"Okey, aku minta maaf. Sebab sudah membandingkanmu dengan Dewa Langit. Sekarang aku akui. Kalau kamu adalah lelaki tertampan di dunia. Selain itu, kamu punya banyak kelebihan kok."


"Sungguh?"


"Iya."


"Tunggu.__


Kamu memujiku supaya aku mau membantumu kan?"


"Tidak!"


"Bagiku di dunia manusia kaulah yang paling tampan."


Taehyung jadi tersipu malu mendengarnya. Dalam hitungan detik rasa kesalnya pun hilang seketika.


"Tapi....bagaimana dengan identitasmu. Kamu butuh izasah SHS untuk masuk dan surat keterangan pindah dari kampus mana kamu sebelumnya, jika kamu ingin seangkatan dan sekelas denganku."


Sohyun langsung terdiam mencerna apa yang dikatakan Taehyung itu adalah benar. Ia kemudian tanpak berpikir.


"Kalau izabsah mah gampang. Aku tinggal menikahimu,___?"


"Itu gampang saja." Celetuk Sohyun mengintrupsi Taehyung.


"Main potong saja!" Batin Taehyung.


"Yang penting kamu mau mendaftarkanku di kampus dan kelas yang sama denganmu." Lanjut Sohyun.


"Gampang-gampang! Dia pikir semudah ke KUA?" Batin Taehyung.


Taehyung bingung! Haruskah ia mengiyakan keinginan Sohyun. Pun Taehyung kembali malu karena ucapannya tadi seperti angin lalu bagi Sohyun. Bukankah itu menyebalkan.


"Otte?" Tanya Sohyun beraigo sambil mengedipkan mata dengan suara seperti anak kecil.


Tanpa suara Taehyung langsung bangkit dari duduk hanya untuk menghindari kegugupannya karena tingkah sok imut Sohyun.


"Kamu mau kemana?" Tanya Sohyun sambil berdiri.


"Aku mau ke planet Jupiter!"


Sontak Sohyun menatapnya nyalang sambil mendengkus sebel karena pertanyaannya dikacangin.


"Aisssh! Aku bertanya....?"


"Aku mau mandi. Puas! Disini terlalu panas! Why? Kamu ingin ikut mandi denganku? Ayo."


Sohyun dengan wajah ditekuk kembali duduk di tempat duduknya tadi.


"Oh iya. Aku ingin tahu bagaimana cara kamu mendapatkan izasah dan kartu identitasmu?" Tanya Taehyung masih berdiri ditempatnya tadi.


"Aku bisa menggunakan kekuatanku. Why? Bukankah kamu melarangku kuliah? Lalu kenapa......?"


"Ya...kin itu bisa membantu?" Tanya Taehyung mengintrupsi ucapan Sohyun.


"Yakin!"


Jawab Sohyun mantap. Setelah itu, Taehyung langsung masuk kamar.


Tbc,____