Bidadari is Wasted

Bidadari is Wasted
Episode 16



*


*


*


*


*


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ“–Selamat Membaca๐Ÿ“–๐Ÿ๐Ÿ


*


*


*


*


*


Sohyun, Taehyung, Jaehyun dan Jimin keluar dari lift bertepatan saat Dewa langit memasuki lift sebelah mereka.


Saat rombongan Sohyun melewati Lift yang dinaiki Dewa Langit. Sohyun tiba-tiba berhenti dan menoleh ke arah lift yang dimasuki Dewa Langt.


Jeng!


Jeng!


Jeng!


Akankah Sohyun melihat Dewa Langit atau sebaliknya?


"Kim So Hyun!"


Panggil Jaehyun bertepatan saat pintu lift yang dimasuki Dewa Langit tertutup. Pun Jaehyun memanggil Sohyun setelah menyadari Sohyun tidak ada disampingnya. Mendengar namanya dipanggil sontak Sohyun menoleh dan berlari untuk menyamakan langkah mereka kembali sambil sesekali menoleh ke belakang dimana lift berada.


Entah kenapa Sohyun merasa ada magnet tersendiri yang muncul dari dalam lift itu. Membuatnya ingin dan ingin melihat siapa sosok yang ada di dalam lift. Pun hal itu mengundang tanya dalam diri Taehyung setelah menyadari gelagat Sohyun dan sesekali ia pun ikut menoleh ke belakang.


Pun dengan Dewa Langit. Dewa Langit sempat melihat punggung Sohyun dan mendengar nama gadis itu dipanggil. Merasa tidak asing dengan pemilik punggung reflek ia ingin keluar.


Sayang pintu lift keburu tertutup dan naik. Begitu sampai atas ia langsung menekan tombol turun. Sampai di bawah Jungkook langsung keluar dari lift untuk mencari keberadaan Dewi Lotus. Namun sosok yang dicari sudah tidak ada disana. Dewa Langit nampak kecewa kemudian kembali ke atas dengan lesu.


*


*


*


Ini Aku Kim So Hyun!


Disinilah kami sekarang! Yaitu di pusat belanja kota Seoul.


Mengingat hari ini hari minggu. Bantet Jimin alias chim-chim mengajak kami ke sini untuk bersantai sekalian menemani si bantet belanja. Katanya sih biar ngak penat di apartemen apalagi dihari libur begini. Apa salahnya mencari kegiatan di luar biar kelihatan happy gitu.


Aku mah ikut-ikut saja. Yang penting aku dibayarin, bisa makan gratis aku mah senang-senang aja hehehe. Tapi...?


Sampai kapan aku terus bergantung pada Taehyung ya? Apalagi kekuatanku sekarang sudah tidak berfungsi. Haruskah aku berkerja seperti orang-orang itu. Aku mengarahkan atensiku ke beberapa kariyawan yang ada di dalam mall lalu beralih pada Taehyung yang asik melihat jam tangan bersama Jimin dan Jaehyun.


Apalagi si Alien itu dari tadi terus mendiamiku. Apa dia mulai bosan padaku? Atau apa aku sudah melakukan kesalahan? Apa?


Soalnya sejak bangun tidur tadi ada yang aneh dengan si Alien itu. Dia terus mendiamiku seakan aku tidak ada. Pun yang mengajak aku pergi bukan dia, tapi Jaehyun dan Jimin. Bahkan waktu di mobil dia menyuruhku duduk di belakang bersama Jimin. Alhasil Jaehyunlah yang di depan bukan aku. Biasanya aku walau J2 ada.


Kira-kira apa ya salahanku?ย  Sampai dia bisa semarah itu? Seingatku semalam?


*


*


*


Flashback Onn


Semalam aku menangis hebat. Pun air mataku hampir terkuras habis kalau aku tidak cepat berhenti menangis. Bagaimana aku tidak menangis. Kekuatan ku tiba-tiba tidak ada. Mendengar suara canda mereka di luar reflek aku mengusap air mata dan keluar dari kamar lalu ikut bergabung bersama mereka. Tepatnya di depan ruang tv. Pun mereka tengah minum minuman berakhohol tinggi.


Aku ikut minum! Sebab kata si Jimin dengan minun bisa menghilangkan stres setelah dia menyadari mataku yang bengkak. Taehyung melarangku. Tapi aku bersikeras ingin mencobanya. Siapa tahu dengan begitu kesedihanku bisa hilang.


Setelah itu aku tidak ingat apa-apa. Aku baru sadar tadi pagi. Itupun aku tahu-tahu sudah ada di tempat tidur. Pertanyaanya! Bagaimana bisa aku ada di kamar?


Flashback off


*


*


*


"Ya! Sohyun~ssi!"


Panggil Jimin menyadarkan lamun Sohyun. Pun mereka sudah jauh di depan.


"Kenapa kamu malah bengong disana? Apa kamu ingin kami meninggalkanmu disini?!" Lanjut Jimin.


Di tempat parkir.


"Jaehyun, kamu yang mengemudi!" Kata Taehyung datar.


"Tidak. Aku duduk di belakang saja. Biarkan Jimin yang mengemudi." Tolak Jaehyun sambil membuka pintu belakang untuk Sohyun. Taehyung menatap Jaehyun heran. Sementara Jimin langsung masuk di kursi kemudi.


Di dalam mobil!


Taehyung dalam diam duduk disamping kanan Jimin sambil sesekali melihat Sohyun dan Jaehyun dari kaca depan mobilnya.


"Alien Jupiter!"


Mendengar sebutan itu keluar dari mulut Jimin membuat Jaehyun langsung tertawa lepas. Sementara Sohyun malah bingung sendiri.


"Hentikan tawamu!" Sarkas Taehyung tidak suka sambil membuang muka ke samping jendela.


"Dan kamu Jimin. Berhenti memanggilku seperti itu! Atau kalian mau aku menurunkan kalian semua disini?!"


"Kok Taehyung marah? Apa panggilan itu untuknya? Dari siapa?" Tanya Sohyun beruntun.


"Ya. Sohyun-shi! Bukankah semalam kamu sendiri yang menamai Taehyung seperti itu?! Bagaimana kamu bisa lupa sih?" Imbuh Jaehyun tidak percaya. Sementara Taehyung jangan tanyakan lagi bagaimana kesalnya dia.


"Aku?!" bingung Sohyun sambil mencoba mengingatnya. Apa benar dia yang memberi nama itu untuk Taehyung?


"Iya. Kok kamu bisa lupa sih? Kami ajak masih ingat. Walau kami sangat mabuk darimu waktu kamu bilang seperti itu." Sambung Jimin.


"Aaaa... begitu ya? Mian. Aku tidak ingat sama sekali." Jawab Sohyun sambil nyengir gugup karena rasa bersalahnya muncul pada Taehyung.


"Pantes Taehyung mendiamiku. Rupanya dia marah karena itu. Salah sendiri! Tiap aku tanya mau kemana, dia selalu menjawab ke planet ini itulah seakan-akan dia dari sana. Jadi, jangan salahkan aku dong jika aku memanggilnya seperti itu. Namanya juga tidak sadar." Batin Sohyun.


"Ini saja dia tidak ingat. Apa lagi yang itu?!" Batin Taehyung dengan jiwa berapi-api siap meledak kapan pun dia mau.


"Kalau kamu tidak ingat biar aku mengingatkanmu." Imbuh Jimin.


"Alien Jupiter! Kenapa tadi kamu pergi begitu saja dari kamar dan membiarkanku menangis seorang diri di eoh!" Lanjut Jimin ala-ala mabuk meniru gaya Sohyun semalam.


Sontak hal itu mengingatkan Taehyung dengan tingkah dan raut muka Sohyun saat mengatakan itu. Pun Sohyun mengatakannya berulang kali tanpa henti. Bahkan setelah itu ia menangis sejadi jadinya untuk meluapkan kesedihannya sama persis seperti saat Moon Chae Won menangis mabuk di film today's Love bersama Lee Seung gi. Saat dimana Lee Seung gi harus menggendongnya pulang dan menjatuhkannya di jalan.


"Hentikan mobilnya sekarang juga!" Teriak Taehyung lantang.


"Kok berhenti sih?" Tanya Jimin.


"Bukankah tadi aku sudah bilang untuk tidak membahas itu lagi! Atau kita tidak usah melanjutkan kegiatan kita hari ini!" ancam Taehyung.


Mereka langsung diam dari tawa mereka. Aku ngak mau mengingat kejadian itu Jika mereka terus nyerocos tanpa henti apalagi kalau Jimin sudah ngomong membuatku teringat akan hal itu dan aku ngak mau mengingatnya terlalu jauh. Bagaimanpun hanya aku yang ingat kejadian itu.


J2? Untungnya mereka sudah terkapar waktu itu. Bahkan sebelum Sohyun menangis mereka sudah ambruk di tempat. Aisss! Mengingat itu saja membuatku malu sendiri dan jengkel. Terutama Sohyun!


Entah kenapa aku ingin menghindar darinya sebelum aku jatuh terlalu dalam pada pesonanya. Apalagi ia terus mengingat Dewa Langitnya itu meski pada saat ia tidak sadar. Tidak hanya itu, aku takut dia akan pergi meninggalkanku. Jadi sebelum terlambat aku hanya ingin mengubur rasa ini untuknya.


Iya! Aku akui sekarang. Kalau aku menyukainya. Bahkan sudah mencintainya. Jantungku kembali berdetak hanya karena dirinya.


*


*


*


Ini Aku Dewa Langit!


Tak terasa matahari sudah ada di atas kepala. Setelah menata barang-barang aku mengistrahatkan tubuhku di atas kasur. Aku mendekus! Kemana lagi aku harus mencari keberadaan Dewiku.


"Dewi Lotus, aku merindukanmu. Sangat. Aku ingin sudah sangat melihat wajah cantikmu, melihat senyum manismu. Tidak hanya itu, aku rindu mencubit pipi chubymu. Rindu saat-saat kita tertawa bersama. Pokoknya aku merindukan semua yang ada pada dirimu." Tanpa sadar aku menangis.


"Kenapa harus sesulit ini mencari keberadaamu? Jika dalam waktu 2 bulan aku tidak menemukanmu maka aku akan kembali.__


Aku akan sabar menunggumu disana sampai masa hukumanmu berakhir. Aku akan menyiapkan pernikahan yang mewah untuk kita nanti disana."


------------------------


Tbc.___