
*
*
*
*
*đź“–Selamat Membacađź“–
*
*
*
*
*
*
Malam ini Taehyung mengajak Sohyun makan malam di salah satu cafe ternama yang ada di kota Seoul.
Taehyung memesan makanan yang enak-enak untuk Sohyun. Sohyun terlihat bahagia seakan lupa dengan alamnya. Taehyung yang melihat wajah berseri Sohyun jadi ikut bahagia.
Habis makan Taehyung mengajak Sohyun ke sungai Han. Suasana indah kini kembali tercipta di antara mereka. Melihat ada banyak kerumunan di pinggir sungai Sohyun mendekat.
"Kamu mau kemana?"
"Kesana." Jawab Sohyun sambil berlari ke arah kerumunan itu. Mau tidak mau Taehyung ikut kesana.
"Mereka sedang apa?" Bingung Sohyun akan suasana yang dilihatnya.
"Mereka sedang menyiapkan petasan?"
"Petasan? Apa itu?"
"Kamu akan tahu,___?"
"Dor! Dor! Dor!"
Seketika Sohyun langsung meloncat ke tubuh Taehyung. Alhasil karena tanpa aba-aba menyebabkan mereka jatuh ke rumput. Sohyun menindih tubuh Taehyung. Masih takut dengan suara petasan Sohyun tanpa sadar memeluk Taehyung sangat erat.
"Hentikan. Kau membuat ku tidak bisa bernapas."
Sohyun melonggarkan pelukannya untuk melihat wajah Taehyung. Mata mereka saling adu untuk menciptakan sensasi yang romantis diantara mereka. Pun jantung Taehyung kembali berdetak tak menentu dan sepertinya Sohyun mulai merasakan getaran itu pula. Namun ia masih belum menyadarinya.
"Dor!!! Dor!!!! Dor!!!!!"
Suara petasan kembali berkumandang lebih kencang lagi. Reflek Sohyun kembali mengeratkan pelukannya sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher bagian depan Taehyung. Jantung Taehyung kian berpacu tak menentu. Reflek ia mendorong Sohyun dan bangkit.
"Jika kamu takut dengan suara petasan. Kenapa kamu harus kesini."
Kata Taehyung lalu pergi meninggalkan Sohyun yang masih ketakutan disana. Taehyung pergi hanya untuk menyembunyikan kegugupannya.
"Ya! Tunggu aku." Teriak Sohyun sambil bangkit.
"Kenapa kamu pergi meninggalkanku" Lanjut Sohyun sambil mengejar Taehyung.
*
*
*
*
Taehyung dan Sohyun pulang!
"Maafkan aku. Aku tidak tahu kalau petasan yang kamu maksud memiliki suara yang menakutkan seperti itu."
Sesal Sohyun. Sebab sehabis itu bahkan sampai perjalanan pulang Taehyung terus mediami Sohyun.
"Istirahatlah!"
"Tapi sebelumnya maafkan aku eoh?!"
"Aku tidak marah. Aku hanya... hanya tidak biasa saja dengan sikapmu tadi. Apalagi itu di tempat umum." Bohong Taehyung.
"Jadi istirahatlah." Lanjut Taehyung lalu masuk ke kamarnya.
Sampai di kamar Taehyung langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi terlentang. Memory tadi masih melekat diingatnya membuatnya kembali merasakan detak jantungnya. Taehyung memegang dada kirinya.
"Setelah hampir 5 tahun tidak berdetak jantungku kembali berdetak lagi dan itu hanya karena kehadiran Kim Sohyun di sisiku. Apa aku sudah jatuh cinta padanya?. Tidak! Itu tidak mungkin terjadi."
Sohyun! Alih-alih masuk kamar sesuai titah Taehyung ia malah masuk kamar Taehyung. Pun Taehyung tidak mengkunci pintu kamarnya. Secara otomatis memberikan kemudahan untuk Sohyun menyelinap masuk.
Sebelum masuk Sohyun memasukan kepadanya lebih dulu.
Sementara Taehyung karena dilema akan perasaannya membuang napas berat dan bangkit dari tidurnya. Seketika atensinya langsung tertuju pada pintu. Pun Taehyung langsung kaget di buatnya dan melempari kepala Sohyun dengan bantal.
"Ya! Kalau kamu marah bilang saja. Tidak usah melempariku dengan bantal."
"Aku tidak marah. Aku hanya kaget. Kenapa kamu tiba-tiba ada disana eoh?!"
"Aku kesini hanya untuk memastikan apakah kamu sudah memaafkanku, itu saja."
"Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak marah. Jadi, tidak ada yang perlu dimaafkan Jadi sekarang kamu pergi tidur!"
"Ya...ya...ya. Aku keluar. Katanya tidak pernah takut dengan bentuk apapun. Tapi melihat aku yang hanya menyembulkan kepala saja sudah kaget. Dasar Alieen aneh!" Gerutu Sohyun.
"Mwo?!"
Sohyun langsung lari ke kamarnya. Takut-takut Taehyung marah lagi. Sampai di kamar ia duduk sejenak di ranjang tidurnya. Merasa ingin buang air kecil Sohyun lekas berlari ke kamar mandi.
Sohyun keluar dari kamar mandi. Begitu Menutup pintu tanpa sengaja tangannya menyentuh sesuatu di tembok. Seketika lemari yang berjarak 3 meter dari kamar mandi tergeser.
Sohyun kaget! Bagaimana bisa ada ruangan disana. Setahunya dibalik lemari itu adalah tembok. Sohyun mendekat untuk melihat apa saja yang ada di ruangan itu.
Matanya tertuju pada rak buku kecil tertata rapi yang berada di ruangan itu. Karena penasaran ia mendekat ke rak buku itu. Saat ia akan mengambil salah satu buku disana.
"Apa yang kamu lakukan disini?"
"Aku... aku,___?"
"Keluar!"
"Maafkan aku. Aku tidak sengaja mem,__?"
"Aku bilang keluar!"
Sohyun kaget. Semenjak mengenal Taehyung baru kali ini ia melihat Taehyung semarah itu. Pun mau tidak mau Sohyun keluar. Entah kenapa ia tidak ingin melihat Taehyung lebih murka lagi.
Selepas Sohyun keluar sebelum menutup pintu. Taehyung sempat melihat salah satu figura yang tertutup kain hitam.
"Ikut aku sekarang!"
Sohyun mengikuti Taehyung menuju ruang tamu.
"Apa maumu eoh? Apa ini caramu setelah aku memberimu tumpangan?"
"Aku sengaja melakukanya."
"Jika kamu tidak ingin aku mengusirmu jangan pernah kamu mengulangi hal itu lagi."
"Maaf." Kata Sohyun sambil menunduk sedih. Melihat itu, Taehyung jadi ikut sedih. Tidak seharusnya ia berkata seperti itu
"Jangan tidur disana lagi. Tidurlah di kamar tamu. Besok pindahkan semua barangmu."
*
*
*
Setelah bercermin Taehyung langsung keluar dari kamarnya.
"Kalau kamu ingin sarapan kamu bisa makan buah yang ada di kulkas!" Kata Taehyung sambil berjalan ke ruang tengah. Sohyun diam enggan menjawab. Sebab ia masih takut kalau Taehyung masih marah padanya. Taehyung sadar akan itu.
"Aku akan ke kampus. Jadi jangan kemana-mana. Jika ada yang datang. Jangan pernah membuka pintu."
Sohyun tetap diam tanpa bergeming dari tempat duduknya. Tidak ada respon, Taehyung memutuskan untuk pergi. Namun sampai di depan itu Taehyung berhenti dan berbalik menuju Sohyun.
"Ayo ikut denganku" Ajak Taehyung sambil menyodorkan tangannya pada Sohyun. Sebelum meraih tangan Taehyung Sohyun tampak berpikir antara ikut atau tidak.
Taehyung yang merasa Sohyun berpikir terlalu lama langsung menarik tangan Sohyun untuk bangkit dari duduknya dan pergi.
*
*
*
Di dalam mobil Sohyun tampak berpikir. Entah apa yang ada dipikirnya.
"Kamu kenapa? Apa sekarang kamu yang marah padaku?" Tanya Taehyung sambil mengemudi. Sohyun menggeleng sebagai jawaban.
"Lalu?"
"Aku ingin ke perpustakaan. Apa di kampusmu ada?"
"Kamu tahu kata perpustakaan dari mana? Dan... Sejak kapan?"
"Maaf. Aku menangkapnya dari rak buku yang aku lihat semalam."
Taehyung diam dan ingat tentang figura yang tertutup kain itu. Setelah itu ia melirik Sohyun singkat.
"Selain rak buku yang ada disana. Apa saja yang kamu lihat di ruangan itu."
Sohyun coba untuk mengingatnya.
"Aku tidak melihat apa-apa. Kecuali rak buku itu."
Taehyung bernapas lega dibuatnya.
"Lalu, alasan kamu ke perpustakaan?"
"Aku hanya ingin mencari tahu tentang perbedaan waktu antara kehidupan manusia dengan kehidupan para dewa/dewi alam Caturmaharajika. Dengan begitu aku bisa tahu masa hukumanku disini berapa lama."
Taehyung bingung? Emang buku tentang perbedaan waktu di kampusnya ada? Setahunya diperpusnya hanya ada tentang buku seni dan beberapa tentang sekenario dan beberapa novel karya penulis ternama. Apalagi jika mengingat kampusnya berbesik seni vokal & perfilman. Dan apa katanya tadi? Masa hukumannya?
"Ya! Taehyung kenapa kamu diam?"
"Aaaa itu....kalau kamu ingin ke perpustakaan kamu harus membawa identitas pengenal sebagai mahasiswa Hanyang. Kalau tidak kamu tidak akan bisa masuk sana."
"Terus gimana?"
"Iya kamu harus jadi mahasiswa disana seperti aku."
"Kalau gitu aku mau jadi mahasiswa seperti kamu."
Taehyung mendorong kepala Sohyun dengan telunjuknya.
"Ya pabboya! Jadi mahasiswa itu tidak semudah kamu membalikkan telapak tangan. Kamu harus punya izasah senior high school dan ada surat keterangan kamu pindahan kampus mana. Apakah dari luar negeri atau Korea!"
Sohyun sedih. Gimana caranya bisa melengkapi itu semua. Kekuatan? Iya! Bukankah Sohyun punya kekuatan? Tapi sepertinya dia belum berani melakukannya.
"Tapi jika kamu ingin ke perpus sepulang kuliah nanti aku akan membawa ke perpustakaan umum?"
Sohyun mengangguk semangat dan dengan wajah berseri. Untuk kedua kalinya Taehyung membuang napas lega. Sohyun sudah tidak murung dan marah lagi. Entah kenapa itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Taehyung.
*
*
*
Taehyung dan Sohyun sudah sampai kampus. Ia kemudian memparkir mobilnya di tempat biasa. Setelah itu ia mengajak Sohyun keluar.
"Ini kampusmu?" Tanya Sohyun.
"Heeem!" Jawab Taehyung sambil mengangguk. "Ingat pesanku tadi di mobil. Jangan bertingkah yang aneh-aneh disini."
Sohyun mengangguk paham.
"Aku pergi. Sebelum jam 11 kamu sudah harus ada disini dan jangan pergi terlalu jauh. Mengerti."
Sohyun mengangguk lagi dan selepas itu Taehyung langsung ke kelasnya.
*
*
*
*
*
Ini aku Kim So Hyun!
Setelah alieen itu tidak terlihat lagi punggunya aku melihat sekeliling dan duduk di salah satu kursi yang ada di sekitar tempat itu. Aku kembali mengarahkan atensi.
Sesuatu menarik perhatianku. Tidak jauh dari tempat aku duduk sekarang di depanku ada kerumunan. Pun terlihat beberapa orang disana bersorak sambil bertepuk tangan dan sebagaian besar mereka adalah para kaum pria.
Aku bangkit dan mendekat. Semakin mendekat samar-samar mulai terdengar suara petikan seperti suara gitar surgawi. Semakin kesini suara indah terdengar di runguku.
Aku semakin dekat! Dan sampailah aku di kerumunan itu. Ternyata di sana ada yang bernyanyi sambil memainkan gitar. Keren sekali! Tidak hanya berbakat tapi orang yang bernyanyi pun memiliki paras yang sangat cantik dan anggun.
Selesai bernyanyi!
Aku malah bersorak sambil bertepuk tangan heboh. Alhasil akulah yang jadi pusat perhatian. Bukan karena sikap hebohku melainkan mereka terpana akan paras yang aku miliki. Pun aku mendengar kata bisikan kagum dari mereka.
"Dia siapa? Apa dia mahasiswa baru? Kenapa kecantikannya bisa melebihi Tzuyu?"
Aku salting. Kenapa mereka memandangku kagum dan berbicara seperti itu? Bukankah di depan mereka ada penampilan seorang gadis yang tidak kalah cantiknya dariku. Reflek aku menatap gadis yang bernyanyi itu. Dia menatapku dengan tatapan tak terbaca. Apa dia yang bernama Tzuyu? Dia pasti sangat kesal karena kehadiranku yang mengalihkan perhatian orang-orang yang melihat penampilannya? Bisa jadi. Tapi sungguh, aku tidak bermaksud ke arah itu.
Ucapan Taehyung yang berpesan padaku untuk tidak jauh-jauh dari mobil teringat. Reflek aku pergi dan bersembunyi di balik mobil.
*
*
*
Merasa aman dan sepi aku keluar dari persembunyianku dan duduk di kursi yang aku duduki sebelumnya.
Taehyung mana? Kok dia belum keluar-keluar sih? Pantatku sudah sakit duduk disini menunggunya terlalu lama. Apa sebaiknya aku mencarinya. Dimana?
Merasa jenuh menanti aku bangkit dari dudukku dan berjalan menyusuri lingkungan kampus. Tanpa sadar aku berhenti di depan salah satu ruangan.
Ruangan itu sepertinya diisi oleh beberapa orang. Setelah aku perhatikan ternyata di dalam ada si Alien dan kawannya. Ia terlihat sedang meliuk liukan tubuhnya sambil bernyanyi. Entah kenapa aku malah kagum dengan gerakan tubuhnya. Sayangnya suaranya tidak sampai luar.
Detik berikutnya tatapannya mengarah ke luar. Lebih tepatnya ke pintu. Karena takut ketahuan aku langsung pergi dari sana. Sampai langkahku terhenti lagi ketika aku berada di sebuah taman. Tamannya lumayan indah meski tidak seindah taman Catumaharajika meski ada beberapa bunga yang tumbuh disana. Aku kemudian duduk disalah satu kursi di taman itu dengan dipayungi pohon besar. Aku merentangkan tangan sambil memejamkan mata untuk menghirup udara segar ditaman itu. Detik berikutnya mataku langsung terbuka.
Omong-omong soal bunga aku jadi teringat dengan Dewa Langit saat ia memetik bunga matahari untukku dan ketika dia menciumku waktu itu dan itu ciuman terakhir kami. Hari dimana aku mendapatkan hukuman. Apa dia merindukanku juga? Tanpa sadar kristal bening jatuh dari mataku.
Tbc,____