
*
*
*
*
*
🍁📖 Selamat Membaca 📖🍁
*
*
*
*
*
Taehyung terus berjalan menaiki anak tangga sambil ngobrol ini itu pada Sohyun tentang peraturan di rumahnya. Pun ia tidak lupa memperkenalkan apa saja tugas dari masing-masing maid yang berkerja rumah besarnya itu.
Taehyung terus ngomong tanpa menoleh ke belakang apakah lawan bicaranya ada dibelakangnya atau tidak. Sampai di depan pintu kamar pun ia terus ngomong.
"Masuklah! Untuk malam ini kita akan menginap disini. Kamu bisa tidur disini. Ini kamar tamu. Untuk itu sebelum kita makan malam. Mandilah dulu!" Kata Taehyung sambil membuka pintu kamar itu.
Taehyung bingung. Kenapa Sohyun tidak merespon? Taehyung yang merasa terabaikan oleh Sohyun membuang napas dan menoleh ke belakang. Apa?! Jadi dari tadi Taehyung hanya bicara sendiri.
Taehyung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia malu pada dirinya sendiri mengingat sudah berapa ribu kata terlontar dari mulutnya tapi malah tidak ada yang mendengarnya sama sekali. Setelah itu, ia kembali menutup pintu kamar itu lagi. Ia bingung kemana Sohyun pergi? Tapi bukanya mencari keberadaan gadis itu ia malah masuk kamarnya. Dasar alien!
Astaga! Sohyun dalam bahaya Taehyung. Cepat tolong dia! Dia tengah tenggelam meronta-ronta minta pertolongan di kolam besarmu.
*
*
*
*
*
Sedangkan di tempat lain yaitu di kamar hotel. Dewa langit tiba-tiba batinnya tidak tenang. Ia gelisah, sangat!
Bayangan akan Dewi Lotus terus muncul dibenaknya. Senyum Dewi Lotus ketika gadis itu memandangnya penuh cinta sampai senyum itu tiba-tiba berubah menjadi tangis. Pertanda apa ini? Apa hal buruk terjadi pada Dewinya? Pikirnya. Ia pun tiba-tiba teringat akan kata-kata dewa waktu.
"Jika seorang dewa/i kayangan dihukum ke dunia manusia maka secara berangsur ia harus hidup seperti manusia pada umumnya tanpa bisa menggunakan kekuatannya sama sekali."
"Dihari pertama ia mengijakkan kaki di bumi ia mungkin masih bisa menggunakan kekuatan yang dimiliki sepuasnya. Tapi beberapa hari setelah itu, beranggsur angsur kekuatanya akan hilang. Jika masa hukumanya sudah habis ia akan menghilang begitu saja. Satu lagi, bahkan dia bisa terbunuh dan kematiannya akan sama seperti manusia pada umumnya jika masa hukumannya belum berakhir."
Dewa langit langsung bangkit dari duduknya. Ia takut hal buruk terjadi pada Dewinya. Pun ia takut disaat Dewinya dalam bahaya dan tidak ada yang menolongnya sama sekali.
Sedangkan ia sendiri tidak tahu keberadaan Dewinya dimana. Karena merasa terganggu dengan pikirnya ia memilih keluar untuk mencari solusi agar ia bisa menemukan Dewinya secepat mungkin. Tapi pertanyaannya. Dapatkah ia menemukan Dewinya dalam waktu singkat?
*
*
*
*
Sementara Taehyung di kamarnya tiba-tiba khawatir dengan Sohyun. Apalagi gadis itu belum menampakan batang hidungnya. Kemana gadis itu pergi?
Merasa cemas akan keadaan Sohyun sekarang.Taehyung akhirnya keluar dari kamarnya. Pun ia menuruni anak tangga denga wajah panik. Sampai di bawah Taehyung langsung bertanya pada salah satu maid yang tengah mempersiapkan makan malam mereka.
Maid itupun menjawab dan menunjukan kemana gadis itu pergi. Bukankah itu arah ke kolam? Pikir Taehyung. Taehyung tiba-tiba ingat ketika gadis itu menanyakan tentang kolam di apartemennya. Reflek ia berlari ke arah kolam mengingat kedalaman kolam itu mencapai 3 m.
"Sohyun! Kim Sohyun!" Panggil Taehyung ketika sampai di tepi kolam tapi naasnya tidak ada jawaban apapun dari sang empu.
Beberapa detik setelah itu ia melihat bayangan Sohyun di dalam air yang sudah memejamkan mata tidak berdaya.
"Sohyun!" lirih Taehyung panik dan.
"Byur!!!"
Taehyung langsung terjun ke kolam. Dengan gerakan cepat ia berenang mendekati Sohyun yang sudah lemah dan terapung di atas air. Sampai di sisi Sohyun Taehyung langsung menarik Sohyun dan membawanya naik secepat mungkin.
Taehyung menidurkan Sohyun dipinggir kolam. Ia mengecek detak jantung Sohyun masih ada atau tidak. Masih ada!
Taehyung kemudian menggoyangkan bahu Sohyun beberapa kali sambil menyentuh pipi Sohyun dan memanggil nama Sohyun berulang kali.
"Ya! Kim Sohyun! Bangunlah!" Panik Sohyun dengan suara gemetar.
Sangking paniknya, tanpa berpikir panjang Taehyung langsung menempelkan bibirnya untuk memberi nafas buatan pada Sohyun sambil sesekali menekan dada Sohyun agar air yang terminum bisa keluar dari mulut Sohyun.
Sudah 5 kali Taehyung memberi napas buatan untuk Sohyun. Tetap tidak ada hasil. Sohyun masih belum sadar juga. Namun Taehyung tidak akan menyerah memberi Sohyun napas buatan sebelum Sohyun sadar.
So Hyun batuk ketika Taehyung memberi nafas buatan yang ke 6 kalinya. Taehyung langsung lemas ke belakang lega. Akhirnya Sohyun sadar juga. Namun Taehyung bingung kenapa seorang dewi harus selemah itu. Tidak bisakah ia menggunakan kekuatanya di saat-saat genting seperti tadi? Pikir Taehyung.
Pun Sohyun perlahan membuka matanya.
"Kwichana?" Tanya Taehyung.
Bukannya menjawab Sohyun malah menangis.
Reflek Taehyung membangunkan Sohyun dan membawanya ke dekapannya. Entah kenapa Taehyung tidak tega melihat Sohyun menangis seperti itu. Taehyung tahu. Sohyun pasti sangt ketakutan.
*
*
*
Ini aku Kim So Hyun!
Aku terus menangis di dekapan Taehyung. Aku takut aku akan benar-benar menghilang. Menghilang bukan berarti aku akan kembali ke alamku melainkan pada sebuah kematian.
Kalian tahu kenapa? Karena kami tercipta secara spontan otomatis kematian kamipun harus mati dengan cara yang sama dan hal itu benar-benar terjadi jika kami merasakan rasa sakit dibatin kami yang teramat dalam. Itu yang aku tahu tentang hukum kematian di alamku. Dan aku tidak tahu akankah itu tetap berlaku di alam manusia juga?.
Rasa sakit itu akan muncul jika memang masa kehidupan kami di alam Catumaharjika memang sudah habis. Sedangkan aku belum bertemu kedua orang tuaku dan Dewa langit pujaan hatiku. Namun, benarkah hanya karena itu saja? Tidak adakah hal lain yang mengganggu pikirku? Entahlah.
Aku akui kalau kami lahir secara spontan. Tapi, tetap saja kami memliki ayah dan ibu. Sebab pada saat kemunculan kami, kami ada diantara mereka yang kami sebut sebagai ayah dan ibu. Merekapun akhirnya yang merawat kami sampai dewasa meski butuh proses dan waktu yang sangat lama untuk tumbuh besar di alam kami.
"Apa kamu kedinginan?"
Tanya Taehyung membuyarkan lamunku. Pun aku mengangguk dalam pelukannya sebagai tanda aku mengiyakan akan tanyaannya.
"Kalau begitu istirahatlah. Ayo kita ke kamar."
Aku kemudian melepas diri dari dekapannya. Ketika aku akan bangun kakiku lemas tidak bisa berjalan.
"Wae?"
"Kakiku lemas."
Taehyung langsung menggendongku ala bridal style. Seketika aku kaget dibuatnya dan seketika itu pula entah kenapa aku merasakan jantungku berdetak tidak normal sambil memandingi wajah tampanya.
Tampan? Astaga! Ada apa denganku. Apa aku lupa kalau Dewa langit pujaankulah yang paling tampan. Ingat itu! Jika kamu lupa akan hal itu Dewi Lotus.
Sampai di ruang tengah salah satu maid di rumahnya mendekat dan bertanya apa yang terjadi padaku. Pun Taehyung menjawab apa adanya.
Setelah itu, dia menyuruh maidnya menyiapkan baju untukku. Aku mengerjabkan mata beberapa kali sambil melihat wajahnya. Kenapa dia bisa memerintah orang lain semudah itu? Apakah dia pangeran masa kini? Atau pangkatnya sama dengan Dewa langitku. Aa! Sepertinya aku terlalu berlebihan.
Sampai di kamar Taehyung langsung membawaku ke kamar mandi diikuti maid perempuan yang akan menggantikanku pakaian. Untung baju eommanya pas dengan tubuhku.
*
*
*
Taehyung kembali ke kamarku untuk mengajakku makan malam. Tapi aku menolak karena aku ngak kuat untuk turun. Akhirnya ia menyuruh salah satu maid untuk membawakan makan ke kamarku. Aku terharu dibuatnya. Kenapa dia bisa seperhatian ini? Dan yang membuatku terkejut lagi.
Taehyung menyuapiku!
Uuhuu, senangnya. Kalau gini terus apa aku sakit ajak iya biar bisa diperlakukan seperti ini terus, hehe. Lagi-lagi aku terpana akan ketampanannya yang begitu serius menyuapkan makanan ke mulutku. Aku ngak nyangka kalau alien seperti dia bisa bertindak baik seperti ini.
"Jangan memandangku seperti itu. Aku tahu aku tampan. Jadi, jangan pernah jatuh cinta padaku."
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Gara-gara ucapanya aku jadi tersedak. Reflek ia memberiku minum.
"Makannya kalau makan fokus pada makananya bila perlu diamati. Jangan fokus pada wajah tampanku."
Aissh alien ini!
"Dengar ya! Aku tidak mungkin jatuh cinta padamu. Tidak akan! Lagian 1 hari lagi aku akan menikah dengan Dewa Langit pujaan hatiku dan dia sudah menungguku di atas sana. Jadi jangan terlalu kepedean deh jadi orang."
Dia langsung terdiam ngak tahu alasannya apa? Apa ucapanku salah ya? Menit berikutnya.
"Makanlah sendiri. Aku mau istirahat!" Katanya sambil meletakan piring nasi itu disamping meja tempat tidurku dan setelah itu ia langsung pergi.
Aku menatap kepergiannya bingung. Ada apa dengannya? Apa dia marah? Tapi kata apa yang keluar dari mulutku yang menyinggung hatinya? Sampai-sampai dia bisa semarah itu? Isshh dasar manusia aneh. Masak dia harus tidur dijam segini? Bukankah ini masih sore. Ini kan baru jam 20.00 kst. Sudahlah biarkan saja. Mungkin dia lelah.
Tbc,___