
*
*
*
🍁🍁🍁📖 Selamat Membaca 📖🍁🍁🍁
*
*
*
Ini Aku Kim Sohyun!
Di tempat parkir aku sedang menunggu Taehyung. Aku tidak sendiri. Ada Jaehyun. Katanya dia tidak tega membiarkan ku menunggu Taehyung seorang diri.
Ponselku berbunyi pertanda ada panggilan masuk dari Taehyung. Sebelum mengakatnya aku sedikit menjauh dari Jaehyun.
"Aku masih di parkir bersama Jaehyun. Apa kamu masih lama?" Tanyaku.
"Baiklah. Aku akan pulang bersama Jaehyun jika memang kamu masih lama." Lanjut ku.
Akhirnya aku pulang bersama Jaehyun atas persetujuan Taehyung.
*
*
*
Aku sudah sampai apartemen Taehyung! 4 jam berlalu dan Taehyung baru pulang. Pun ia langsung berjalan melewatiku tanpa menyapa ku dan dia langsung menuju kamarnya.
Brakkk!!!!
Suara detuman pintu kamar Taehyung yang tertutup cukup keras. Aku kaget. Ada apa dengannya? Apa dia marah? Sampai-sampai dia melewatiku seakan aku tidak ada? Tapi apa yang membuatnya marah?
Jangan bilang dia marah karena aku pulang bersama Jaehyun? Tidak mungkin kan? Secara aku pulang bersama Jaehyun atas izin dari Taehyung. Sebab dia tidak ingin aku menunggunya terlalu lama di sana. Pun Taehyung tidak memberitahu kenapa dia lama bertemu dosen Chae Won.
Alih alih bukannya masuk kamar Taehyung untuk menanyakan apa yang terjadi padanya aku malah memilih ke dapur untuk menyiapkan makanan sore mengingat waktu menunjukan pukul 17.00 kst. Mungkin kalian bertanya dari mana aku belajar memasak?
Aku belajar di Youtube dari ponsel yang Taehyung belikan. Jadinya ini masakan perdanaku. Semoga saja hasilnya enak dan bisa meredakan kemarahan Taehyung.
Selain itu, perutku juga sudah mulai keroncongan dan aku yakin dia pasti belum makan. Aku takut nanti dia kelaparan juga. Saat perutnya meronta-ronta ingin diisi aku yakin dia akan keluar dengan sendirinya untuk makan tanpa harus menggedor-gedor pintu kamarnya bukan? Disaat itulah aku akan menanyakan apa yang terjadi padanya.
Sudah hampir sejam aku memasak. Saat aku asik menggoreng sayur tiba-tiba sepasang tangan kekar melingkar di perut ku dari belakang.
Selain Taehyung siapa lagi pelakunya. Taehyung memelukku dari belakang. Seketika aku mematikan kompor dan diam mematung karena jantung ku yang berdetak tidak normal lagi.
Ada apa dengannya? Kenapa dia tiba-tiba bersikap seperti ini?
"Kamu kenapa?" Tanyaku sedikit gugup.
"Jangan pergi."
Katanya sambil terisak dalam tangisnya. Aku bingung. Kenapa dia menangis? Reflek aku berbalik menghadapnya.
"Apa maksudmu? Bukankah aku masih dihadapan mu?" Tanyaku sembari mengendorkan pelukannya dan melihat wajah alien dan mata merahnya.
"Aku bilang jangan pergi. Apalagi menghilang dariku. Aku ingin kamu tetap bersamaku selamanya disini."
Aku semakin bingung. Apakah itu mungkin? Bukankah dulu waktu aku cerita kalau sewaktu waktu jika masa hukuman ku habis aku akan menghilang dengan sendirinya dia tidak sesedih ini. Lalu kenapa sekarang dia malah menangis?
Salmak!
Apa hal yang aku takutkan akan benar-benar terjadi?
Jujur! Seiring perasaan ini yang mulai tumbuh untuknya aku juga mulai takut kehilangan dirinya. Apalagi sudah banyak kejadian aneh yang sudah kita lalui sejauh ini. Dan sekarang status kami sudah resmi menjadi pasangan kekasih.
Itulah alasan ku kenapa selepas kejadian waktu dia menciumku waktu itu aku lebih memilih menghindari kontak mata dengannya dan tidak mencarinya di kamar. Aku takut perasaan ku semakin besar untuknya. Aku takut dia yang akan paling terluka selepas masa hukuman ku berakhir nanti. Namun apa daya ku. Nyatanya aku tidak bisa mengubur rasai ini untuknya.
Sekarang di saat rasa kami terlanjur dalam seperti ini apa yang harus kami lakukan? Haruskah aku egois? Mengabaikan apa yang terjadi dikemudian hari hanya agar bisa menikmati hari-hari ku dengan indah di bumi bersama Taehyung? Sepertinya iya. Aku pun langsung memeluknya.
"Aku tidak akan pergi."
Kataku sendu dalam peluknya. Kini mata ku juga sudah mulai merah menahan tangis.
"Janji?!" Katanya meyakinkan ku.
"Janji."
Kata ku sembari mengangguk dalam peluknya dan mengeratkan pelukanku padanya. Aku tidak tahu akankah aku dapat menepati janji ku untuk tetap bersamanya?
Aku tahu apa yang aku lakukan saat ini adalah tindakan salah? Memeluk pria lain dan menjalin kasih disaat aku sudah bertungan dan sebentar lagi akan menikah dengan pria itu.
Namun salahkah cinta disaat cinta itu ada untuk yang baru?
Kata Taehyung sambil melepas dekapan diantara kami.
"Kalau begitu ayo kita kencan di luar. Bukankah semenjak kita jadian kita tidak pernah berkencal di luar?."
"Boleh."
Dia tersenyum sambil menatap ku. Sedetik kemudian ia menunduk! Entah karena alasan apa.
"Maafkan aku. Aku tahu ini salah sudah memintamu tetap disisi ku. Tapi aku sudah terlanjur mencintaimu dan aku tidak sanggup kehilanganmu."
"Kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Bagaimana pun aku juga mengingkannya. Kalau pun suatu hari nanti aku benar-benar menghilang dari hadapanmu aku minta maaf sudah meninggalkan luka di hatimu."
"Itu tidak akan pernah terjadi! Kamu tidak akan pernah menghilang. Selamanya kamu akan tetap di sisi ku disini selamanya."
Aku tersenyum dan terharu mendengarnya. Namun apakah itu mungkin?
"Dari pada membahas itu. Alangkah baiknya kita keluar sekarang."
"Lalu bagaimana dengan masakanku?"
Taehung melihat masakan Sohyun.
"Kita makan diluar saja."
"Tapi ini masakan perdanaku."
"Kamu bisa memasakanku lain waktu."
"Kajja!" Jawabku dengan senyum mengembang.
"Tapi bolehkah aku meminta satu permintaan?"
"Mboya?" Tanyaku bingung.
"Jangan mencari buku tentang perbedaan waktu?"
Awalnya aku ragu haruskah aku mengiyakannya. Tapi aku juga penasaran ingin tahu sampai kapan masa hukumanku disini. Karena tidak ingin membuatnya kecewa aku mengangguk. Setelah itu aku melihat dia tersenyum dan itu mampu menghangatkan hatiku.
*
*
*
Dua insan yang sedang dimabuk asmara itu benar-benar kencan diluar. Melupakan hidangan yang setengah jadi yang susah payah Sohyun buat.
Mereka sangat menikmati kencan pertama mereka di luar. Bahkan tangan mereka tidak terlepas sedikitpun meski mereka berada di dalam mobil.
Sehabis dari bioskop Taehyung mengajak Sohyun makan malam disebuah cafe elit di Seoul. Sehabis itu mereka langsung ke sungai Han untuk melihat kembang api disana. Setelah itu mereka duduk-duduk disalah satu kursi panjang yang ada di sekitar taman sungai Han. Sohyun menyandarkan kepalanya pada bahu lebar Taehyung sambil sesekali menyesap minuman bersoda yang menemani kencan mereka disana.
Setelah puas menikamti pemandangan Sungai Han mereka bangkit dari duduk mereka dengan senyum bahagia. Seakan hubungan mereka akan tetap bertahan seperti itu selamanya.
*
*
*
Taehyung dan Sohyun memasuki apartemen dengan wajah ceria tanpa melepas tautan ditangan mereka bahkan sampai mereka memasuki liftpun tetap sama.
Sampai lift menuju lantai 40 terbukapun tangan mereka masih saling bertautan enggan untuk melepaskan satu sama lain. Sampai pada saat mereka akan melangkah mata bulat Sohyun langsung terbuka sempurna karena terkejut disaat ia menyadari siapa sosok yang berdiri tidak terlalu jauh di depannya itu.
Reflek Sohyun melepas tangannya yang terpaut dijemari Taehyung.
Taehyung melihat tanganya yang terlepas begitu saja dari jemari Sohyun dengan tatapan bingung. Reflek ia mengarahkan pandanganya pada sosok orang yang berdiri dihadapan mereka. Taehyung mengenali siapa pria itu. Begitu pun sebaliknya.
Taehyung sudah bertemu dua kali dengan pria itu sebelumnya. Dia adalah Jeon Jungkook.
"Senang bertemu denganmu kembali tuan Jeon." Kata Taehyung sopan sambil tersenyum.
Sang empu yang disapa malah diam mematung sambil menatap Sohyun tanpa berkedip sedikit pun. Taehyung kemudian berbalik melihat Sohyun sama.
Taehyung mulai menyadari ada atmosfer berbeda antara Sohyun dengan Jungkook. Taehyung kembali bingung. Terlebih lagi disaat manik Sohyun dan Jungkook mulai memerah ingin menangis dan seakan enggan berkedip sedikitpun untuk memandang Sohyun.
Tidak lama setelah itu Jungkook berlari dan langsung menarik Sohyun kedekapannya. Taehyung langsung kaget bukan main. Pun ia mencoba untuk memisahkan mereka. Namun Sohyun malah membalas pelukan Jungkook sambil menangis.
"Akhirnya aku menemukanmu." Lirih Jungkook dalam tangisnya.
"Dewa Langit." Kata Sohyun dalam tangisnya.
Dek! Jantung Taehyung seakan di hantam ribuan paku. Nama itu! Nama yang sering Sohyun sebut saat awal-awal mereka bertemu. Reflek Taehyung mengurungkan niatnya untuk memisahkan mereka.
Tbc,___