Bidadari is Wasted

Bidadari is Wasted
Episode 2



📖Selamat Membaca📖


💫💫💫💫


Kim Taehyung terlihat berlari dengan tas kemping besar di punggungnya. Ia berlari dari parkir menuju tempat teman-temannya berkumpul.


Di halaman kampus terlihat 3 bus besar berjejeran! Sebagaian besar mahasiswa Hanyang semester 6 sudah ada yang naik bus.


Tidak jauh dari tempat bus parkir, terlihat dua pria tampan sedang berdiri gelisah, yang satu memiliki lesung pipi dan satunya lagi seorang pria lebih pendek darinya. Mereka melihat ke sekeliling untuk memastikan apakah teman mereka Kim Taehyung sudah tiba apa belum.


Tidak jauh dari tempat mereka berada, juga ada seorang pria berumur 30 tahunan sedang memperhatikan mereka. Merasa ada yang mencurigakan pria itu mendekat.


"Apa Kim Taehyung akan datang?" tanya pria itu setelah sampai di dekat 2 namja itu.


"Iya pak! Dia dalam perjalan kesini." Jawab pria berlesung pipi itu gugup.


"Kalau dia tidak datang dalam waktu 5 menit! Maka kita akan....?"


"Jaehyun, Jimin!" Teriak Kim Taehyung dari kejauhan dengan napas ngos-ngosan! Semuanya menoleh ke sumber suara.


Jaehyun dan Jimin (2J) bernapas lega. Alien mereka tiba sebelum bus akan melaju.


"Itu dia sudah datang!" Jawab Jimin senang.


Taehyung menghampiri kedua sahabatnya masih dengan napas ngos-ngosan.


"Kenapa kamu baru datang disaat yang lain sudah datang semua?!"


Tae Hyung menggaruk kepala. Bingung harus jawab apa. Apalagi yang bertanya adalah dosennya.


"Op-pa!"


Teriak seorang gadis yang baru datang dan langsung bergelayut manja di lengan Taehyung. Taehyung risih dibuatnya.


"Tzuyu?! Kenapa kamu malah turun? Sebentar lagi kita brangkat! kembali ke Busmu! Sekarang!" Tegas dosen itu.


Tzuyu adalah primadona kampus yang sangat di kagumi oleh semua pria Hanyang. Kecuali Kim Tae hyung dan 2 rekannya.


"Shiro! Aku mau satu bus dengan Tae Oppa!" Jawab Tzuyu manja.


"Tidak bisa Tzuyu-ya! Ini sudah peraturannya! Kecuali...?" Kata dosen itu menggantukan kalimatnya.


"Kecuali apa?" Tanya Tzuyu penasaran.


"Kecuali kalau propesor Nam ngak ikut!"


Canda jimin ngak lucu sambil tetawa. Jimin berhenti tertawa ketika dosen Nam yang bernama lengkap Nam Woo hyun itu menatapnya tajam. Iya! Dia salah satu dosen Vokal di Hanyang. Kini giliran Tae Hyung yang mentertawakannJimin


"Berhenti tertawa! Atau aku akan menghukum kalian semua!"


Taehyung, dan J2 langsung diam tanpa kata!


"Ada yang bersedia menukar tempat denganmu!" lanjut Pak Nam pada Tzuyu dengan muka ditekuk.


"Kalau gitu aku akan tukaran dengan Jimin!" Jawab Tzuyu semangat.


"Shiro!" Tolak jimin cepat .


"Dan aku juga ngak mau satu bus denganmu apalagi sebangku!" Ketus Taehyung sambil melepas tangannya dari Tzuyu.


"Kalau aku memaksa bagaimana?"


Semua orang menatapnya tidak percaya. Taehyung berdecih sebal.


"Jimin kali ini kamu tidak akan bisa menolak!" Lanjut Tzuyu.


"Wae?"


Tzuyu mendekat ke posisi Jimin berada dan berbisik ditelinganya.


"Jinjja!" Kata Jimin dengan senyum mengembang. Tzuyu mengangguk.


"Kalau gitu ayo kita tukaran!" Lanjut Jimin langsung berjalan ke arah bus Tzuyu berada.


"Ya! Pendek! Mau kemana!" panggil Tae Hyung tapi si chim-chim seakan tuli.


"Aiisss! Awas aja nanti. Aku tidak akan mentraktirmu makan selama seminggu!" dengkus Taehyung sebal.


"Kajja!" lanjut Taehyung sambil menarik tangan Jae Hyun.


"Oppa? Tunggu aku!" Teriak Tzuyu.


"Tae kita mau kemana?" tanya Jae Hyun.


"Naik buslah!"


"Tapi bus kita di bus nomor 3!" Tae hyung berbelok dengan gurat malu di wajahnya dan tangannya tidak lepas dari tangan Jae Hyun. Sementara Tzuyu terus mengikuti mereka.


Sampai di dalam bus!


"Jae Hyun! Pindah!" Kata Tzuyu angkuh


Tae Hyung melarang Jae Hyung pergi dengan menautkan tangannya di lengan Jae Hyun.


Tzuyu mendekatkan wajahnya dan berbisik di telinga Jae Hyun.


"Apa kamu tidak lihat tatapan mereka ke kalian?"


Jaehyun melihat ke samping, depan dan belakang.


Jaehyun langsung dapat menangkap arti tatapan mereka. Apalagi melihat tangan Taehyung bergelayut manja di lengannya. Jaehyun risih, merasa dirinya masih normal ia langsung menarik tangannya dan bangkit. Sementara Taehyung cuek tidak peduli akan tatapan orang-orang.


"Ya! Kajima! Atau aku tidak akan mentraktirmu makan seperti Jimin!" Ancam Taehyung sambil menarik jaket besar Jaehyun.


"Terserah! Lagi pula orang tuaku masih mampu memberiku uang jajan!" kata Jaehyun sambil menarik jaketnya.


Jaehyun tidak mau imeztnya jadi cowok cool di kampus jatuh begitu saja karena dikira suka sesama jenis. Oh tidak!


Tzuyu pun langsung duduk di samping Taehyung dengan senyum penuh kemenangan. Taehyung dengan cepat memasang headseat, memakai topi jaket, menyandarkan kepalanya pada kaca bus dan menutup mata mengabaikan Tzuyu.


Ke-tiga bus itu akan melaju ke perkemahan di Songnisal National park. Angakatan yang berkemah khusus untuk angkatan semester 6 jurusan vokal dan teater. Tujuannya adalah untuk refresing selama 2 hari disana! Siapa tahu mereka akan menemukan ide untuk membuat lagu ataupun membuat scenario pendek untuk latihan akting mereka.


💫


Catumaharajika!



Alaram keamaan tiba-tiba berbunyi di balai kemanan.


"Kamu! Ikut aku ke ruang sidang sekarang!" Kata petugas keamanan.


"Nde?!"


Sampai di ruang sidang Sohyun mendapat tatapan tajam dari dewa hakim.


Dewa hakim mendekat dan menyuruh petugas keamanan membuka ranjang buah yang Sohyun bawa.


Pun petugas keaman langsung mengambil ranjang dan mengeluarkan seluruh isi ranjang Dewi Lotus.


Dewi lotus dan dewa hakim kaget tatkala melihat ada satu buah apel berwarna emas diantara buah-buahan yang Sohyun bawa.



Bagaimana buah apel berwarna emas itu bisa ada di ranjang buahnya? Dewi Lotus tahu kalau apel emas itu tidak boleh di petik oleh siapapun kecuali kalau apel emas itu jatuh dengan sendirinya.


"Apa ini?!" Tanya dewa hakim sambil mengambil apel emas itu.


"Aku tidak tahu, Sungguh!" Sanggah dewi Lotus. Karena memang dia tidak tahu apa-apa tentang buah itu.


"Lalu bagaimana bisa apel emas ini ada di ranjang buahmu, eoh?!" Bentak dewa hakim.


"Aku akui, tadi aku memang sempat lewat disana! Tapi aku berani bersumpah aku tidak memetiknya dengan tanganku! Dan... aku tidak tahu kenapa buah apel mas itu bisa ada di ranjangku"


"Tidak usah banyak alasan! Kamu pikir aku percaya, Eoh?! Mana ada maling yang mau ngaku!. Aku yakin kamu sudah tahu kalau apel ini tidak boleh di petik dengan tangan kecuali kalau ia jatuh sendiri, baru kamu bisa mengambilnya!"


"Benar tuan hakim aku tidak tahu apa-apa apel itu!"


Tiba-tiba Dewi Lotus ingat!


saat ia meninggalkan ranjangnya untuk melihat buah anggur di dekat pohon apel emas itu.


"Mungkin ada seseorang yang sengaja menaruhnya di ranjangku!"


"Kamu pikir aku akan percaya begitu saja eoh?"


Dewi Lotus bingung bagaimana cara menjelaskannya sedangkan ia tidak punya bukti sama sekali. Kekuatan? Ia tidak bisa menggunakan. Jika kekuatanya digunakan hanya akan memancing yang lainnya untuk menggunkan kekuatan mereka untuk saling menyerang. Dan itu dilarang keras di alam Catumaharajika demi untuk menjaga keutuhan dan keamanan alam Catumaharajika sendiri.


"Panggil Raja teratai dan Ratunya kesini!" Kata dewa hakim memerintahkan ajudannya.


"Jangan panggil mereka! Jebbal!" pinta Sohyun memelas.


"Tidak bisa! Mereka harus tahu tentang ini semua! Kamu akan mendapatkan hukumanmu dari perbuatanmu ini agar kejadian yang sama tidak terulang lagi ke depannya!" Tegas dewa hakim.


💫


Malam kedua di bumi Perkemahan.


Disaat semua sudah terlelap, Taehyung terbangun karena lapar. Ia kemudian mencoba membangunkan kedua sahabatnya. Tapi nihil 2J tidak bergerak sama sekali.


Taehyung dengan langkah pelan masuk ke tenda dapur untuk mencari makanan di sana!


Tanpa sengaja kakinya tersandung tali. Alhasil Taehyung tersungkur ke depan. Tali itu terikat dengan salah satu meja disana dan di atas meja itu ada ember berukuran sedang berisi air. Ember itu tumpah! Dan!


"Byur!"


Air itu tumpah ke tubuh Taehyung.


"Ya! Kim Tae Hyung-ssi! apa yang kamu lakukan dijam segini disini, eoh!" teriak seorang wanita berumur 37 tahunan.


"Aku...?"


"Lihat! Apa yang sudah kamu lakuakan?" Potong wanita itu sambil berjalan mendekat.


Taehyung melihat tubuhnya yang basah kuyub dan beralih menatap ember yang sudah kosong karena ulahnya!


"Aku... Tidak sengaja melakukannya bu!" kata Taehyung membela diri sambil bangkit.


"Sengaja atau tidak sengaja! Pokoknya kamu harus bertanggung jawab!" kata wanita itu tegas.


Taehyung mendekus sebal


"Sekarang kamu ambil botol putih itu!" lanjut wanita itu sambil menujuk letak botol putih berukuran sedang itu.


Tae Hyung mengarahkan tatapannya pada botol itu dan mengambilnya kemudian menyerahkannya kepada wanita itu.


"Ya! Kim Tae Hyung-ssi! Aku menyuruhmu mengambil botol ini untuk dirimu sendiri!!"


"Aku pikir ibu menyuruhku mengambilnya untuk ibu." Kata Taehyung dengan wajah oonnya.


"Pabboya! Sekarang kamu pergi ambil air di mata air dekat sungai di bawah sana dengan botol itu!!"


"Mwo?!" kaget Tae Hyung.


"Pokoknya ibu ngak mau tahu! Kamu harus melakukanya! Atau ibu panggil dosen Nam biar dia yang menghukummu lebih berat lagi!" kata wanita itu sambil melipat kedua tangannya dan jangan lupakan tatapan tajamnya.


Dengan terpaksa Taehyung menerimanya dari pada ia harus di hadapankan dengan dosen Nam.


"Besok ibu akan mengeceknya! Jadi pastikan embernya penuh! Kalau tidak!... Aku akan memberi tahu dosen Nam dan yang lainnya! Mengerti?!" Lanjut wanita itu lalu meninggalkan Taehyung.


Seadainya itu bukan dosennya mungkin Taehyung sudah menjabaknya tidak peduli dia perempuan.


Dengan langkah berat Taehyung melangkahkan kaki lebarnya menuju sungai.


Kondisi malam yang mencekam bisa membuat bulu kuduk siapapun berdiri. Apalagi jika hanya berjalan sendiri. Tapi tidak Untuk Taehyung. Dia tidak takut dengan hantu atau apapun itu. Dia lebih takut dengan manusia. Baginya manusia itu lebih menyeramkan dari makhkuk apapun. Tampangnya saja sok polos dan baik. Tapi, kenyataannya mereka bisa saling membunuh. Kalau hantu atau apapun itu hanya bisa membunuh dalam sinetron, drama dan di film horor.


Sampai dipinggir sungai ia berusaha mencari mata air yang dimaksud dosenya tadi dengan senter kecil yang ia letakan di kepalanya. Namun mampu memberi penerang untuk setiap langkahnya.


Ia tersenyum hambar ketika menemukan sumur kecil di pinggir sungai itu. Ia melanjutkan kaki lebarnya.


Tapi langkahnya terhenti ketika melihat cahaya cukup besar melintas di atas kepalanya dan jatuh di dekat sumur tempat ia akan mengambil air.


"Apa itu Alien saudaraku?" Lirih Taehyung pada dirinya sendiri.


Tanpa ada rasa takut sedikit pun ia tetap melanjutkan langkahnya ke tempat sumur itu berada.


Ia sudah sampai di dekat sumur. Tapi anehnya, tidak ada apapun disekitar sumur itu. Lalu cahaya yang jatuh disekitar sumur tadi apa? Taehyung tidak peduli dengan apa yang dilihat tadi dan lebih memilih memasukan botol itu ke dalam sumur untuk mengisinya.


"Aiishhh! Dengan perut kosong seperti ini, berapa kali aku harus bolak-balik untuk mengisi ember itu sampai penuh!" Gerutu Taehyung.


"Perlu bantuan?" Tawar Seorang gadis yang tiba-tiba muncul dari balik batu.


Seketika mata Taehyung terbuka lebar dengan mulut menganga, setelah melihat sosok gadis anggun beraura indah berdiri tepat dihadapannya.


Tbc,-