
*
*
*
*
*
ππππSelamat Membacaππππ
*
*
*
*
*
Selesai makan siang! Taehyung, Sohyun, Jaehyun dan Jimin pergi ke wahana permainan. Mereka mencoba beberapa wahana permainan kecil dan menaiki beberapa wahana yang cukup ekstrim disana. Mereka terlihat sangat senang meski tidak dapat dipungkiri Taehyung sedang ketakutan ketika menaiki wahana kicir-kicir bersama Jimin. Sedangkan Jaehyun bersama Sohyun.
Begitu turun Taehyung langsung pusing dan ingin muntah. Sohyun yang khawatir langsung mendekat dan menanyakan keadaan Taehyung. Namun Taehyung mengambaikan tanya sang empu.
"Ayo kita naik wahana Hysteria!" Ajak Jaehyun yang sepertinya sangat kegiraan menaiki wahana bersama Sohyun.
"Bagaimana dengan Taehyung?"
"Jika Taehyung tidak kuat lagi biarkan dia istirahat disini."
"Tapi dia sendiri disini."
"Aaa, Jimin. Bagaimana kalau kamu menemani Taehyung saja disini?"
"Aku?! Ngak mau. Aku juga mau naik kesana. Rugi kalau aku tidak mencobanya." Tolak Jimin.
"Kalian pergilah. Aku tidak apa-apa sendiri disini." Imbuh Taehyung lesu sambil duduk di kursi.
"Tapi,__?"
"Sudah.Taehyung tidak keberatan kok sendiri disini." Potong Jaehyun sambil menarik tangan Sohyun pergi diikuti Jimin.
Taehyung menatap pegangan tangan Jaehyun dengan tatapan nanar. Saat Sohyun menoleh ke belakang reflek Taehyung membuang muka ke samping.
Mereka sudah turun! Pun mereka langsung mendekat ke tempat Taehyung berada.
"Sia-sia kamu kesini kalau kamu tidak menaiki wahana Hysteria." Kata Jimin sambil duduk disamping Taehyung.
"Bagaimana keadaanmu? Apa sudah membaik?" Tanya Sohyun.
"Ayo kita pulang!" Kata Taehyung mengabaikan tanya Sohyun.
"Eeee tunggu! Bukankah kita akan ke bioskop setelah ini?" Jaehyun mengingatkan akan planning mereka selanjutnya
Mereka sudah sampai di depan bioskop. Jaehyun yang bertugas membeli tiket bergegas pergi membeli tiket. Sementara Jimin pergi memesan cemilan.
Suasan tiba-tiba senyap dan kaku antara Taehyung dan Sohyun selepas kepergian Jaehyun dan Jimin.
"Apa kamu marah padaku?" Tanya Sohyun memulai pembicaraan terlebih dahulu. Taehyung enggan menjawab.
"Jika iya. Maafkan aku."
Taehyung melirik Sohyun yang sedang menunduk karena merasa bersalah.
"Setidaknya beri tahu aku apa salahku." Lanjut Sohyun sambil menatap Taehyung.
"Baiklah kalau kamu tidak memaafkanku dan memberitahu apa salahku. Itu hakmu. Tapi setidaknya jangan mendiamiku seperti ini. Kalau kamu terus mendiamiku seperti ini bagaimana aku bisa nyaman tinggal bersamamu?,___
Apa ini salah satu caramu mengusirku dari apartemenmu?"
Taehyung ingin menanggapi Sohyun. Tapi? Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di lengan kanan Taehyung. Taehyung kaget begitu pun Sohyun setelah menyadari siapa sosok orang tersebut.
"Tzuyu~ssi!!!" Teriak Taehyung sambil melepas tangan Tzuyu kasar.
"Tzuyu. Bagaimana kamu bisa ada disini?!" Tanya Jimin sambil mendekat.
Bukan menjawabTzuyu malah melingkarkan tangannya kembali pada lengan Taehyung sambil menatap Sohyun dengan tatap tidak terbaca.
"Bukankah kamu penyanyi itu?" Tanya Sohyun.
"Kalian sudah pernah bertemu?" Tanya Taehyung.
"Iyaa. Waktu aku ke kampusmu." Jawab Sohyun.
"Kapan aku bertemu denganmu?" bohong Tzuyu.
"Masak kamu lupa sih? Itu lho,__?"
"Kapan kamu membawa Sohyun ke kampus? Kok aku tidak tahu?" Potong Jaehyun baru datang dengan tanya pada Taehyung.
"Itu sudah lama." Jawab Taehyung. Jaehyun mengangguk paham.
"Dia siapamu?" Tanya Sohyun pada Taehyung sambil melihat lingkaran tangan Tzuyu di lengan Taehyung.
"Dia....?"
"Kekasih? Kok aku baru tahu" Tanya Sohyun lesu.
"Dia bukan,__?"
Tzuyu langsung membengkap mulut Taehyung.
"Kamu sendiri siapa? Kenapa kamu bisa bersama Jimin, Jaehyun dan Taehyungku" Tanya Tzuyu balik.
"Dia anak kepala asisten di rumahku."
Jawab Taehyung mengiris hati Sohyun. Sementara Jimin dan Jaehyun saling lihat tidak percaya. Bagaimana bisa Taehyung berkata demikian. Bukankah dia sudah menganggap Sohyun adiknya? pikir mereka.
"Syukurlah kalau dia hanya anak dari kepala asisten di rumahmu. Sekarang ayo kita masuk ruangan bioskop. Sepertinya film yang kita tonton sebentar lagi akan diputar." Kata Tzuyu sambil menarik tangan Taehyung.
"Tiket Taehyung!" Kata Jaehyun.
"Tidak usah. Aku sudah memesankannya." Jawab Tzuyu.
"Apa mereka sudah janjian ketemu disini?" Bingung Jimin.
"Mungkin." Jawab Jaehyun ragu.
"Ayo kita masuk!" Lanjut Jaehyun mengajak Sohyun yang masih melamun. Entah apa yang ada pikirannya saat itu.
Alhasil Taehyung dan Tzuyu duduk berdekatan. Pun Tzuyu tidak berniat melepas lingkaran tangannya pada lengan Taehyung. Meski sudah berapa kali Taehyung berusaha melepas tangan Tzuyu yang sedari tadi melingkar di lengannya tapi tetap saja hasilnya nihil.
Sohyun sesekali melihat ke samping kanan tepat dimana Taehyung dan Tzuyu berada. Pun mereka terhalang oleh Jaehyun dan Jimin. Sohyun bukannya fokus pada layar besar di depannya dia malah fokus memperhatikan Taehyung dan Tzuyu dengan tatapan tajamnya sambil memakan popcorn tanpa henti.
Entah kenapa dia marah tanpa sebab melihat kedekatan mereka. Apa mungkin dia mulai jatuh cinta pada Taehyung? Untung terhalang Jimin dan Jaehyun. Kalau tidak mungkin Sohyun sudah menjabak rambut Tzuyu.
Taehyung yang sadar akan hal itu sengaja membiarkan Tzuyu bersandar pada bahunya dan pura-pura fokus pada layar didepannya. Tentu hal itu membuat Tzuyu kegirangan dan semakin mengeratkan lingkaran tangannya pada lengan Taehyung.
Sedangkan Jimin dan Jaehyun terlalu fokus pada layar lebar di depannya sehingga tidak menyadari apa yang terjadi di sekitarnya. Walau tidak dapat dipungkiri Jaehyun sesekali menjaili Sohyun. Entah apa maksudnya.
Mereka keluar dari ruangan bioskop sambil sesekali tertawa mengingat adegan lucu pada film yang mereka tonton. Terutama Jaehyun dan Jimin. Tapi tidak dengan Sohyun yang malah memasang muka kusutnya.
Sampai di depan bioskop J2 memutuskan untuk berpisah mengingat langit yang sudah gelap kembali.
Sedangkan Tzuyu masih nempel di lengan Taehyung kayak perangko. Taehyung kemudian mengisyaratkan kepada J2Β untuk menarik Tzuyu dan membawanya pulang bersama mereka. Kalau tidak seperti itu, ia akan sulit lepas darinya. Itulah alasan kenapa Taehyung selalu menghindari Tzuyu. Iya, walau awalnya Tzuyu sempat menolak.
Sohyun berjalan duluan ke tempat parkir tanpa kata. Kini giliran dia yang marah. Anehnya lagi dia malah duduk di belakang begitu Taehyung menghidupkan mobilnya.
"Ya! Siapa yang suruh kamu duduk dibelakang? Pindah ke depan!"
Kata Taehyung setelah duduk di kursi kemudi. Sohyun malah membuang muka ke samping. Taehyung sedikit geram.
"Ya! Aku bilang duduk di depan. Aku bukan supirmu. Ingat itu!"
Teriak Taehyung. Sohyun mendekus dan terpaksa pindah. Sepanjang perjalanan ia terus diam dan membuang muka ke samping. Membuat Taehyung kikuk karena tingkahnya. Ia tahu Jika gadis itu sedang marah padanya.
Begitu pintu apartemen Taehyung terbuka ia langsung nyelonong masuk tanpa kata. Disaat Sohyun hendak membuka pintu kamar Taehyung dengan cepat mencekal tangannya.
"Kamu marah?"
Tanya Taehyung. Sohyun hanya diam dan sedikit berontak untuk melepaskan diri. Justru hal itu membuat Taehyun geram dan alhasil Taehyung menarik Sohyun sampai kepala Sohyun menabrak dada bidangnya.
Jantung Sohyun kembali berdetak tidak normal lagi. Ia mendongak! Mata mereka kembali bertemu. Cukup lama.
"Apa kamu marah karena Tzuyu?"
"Ti...dak!" Jawab Sohyung gugup sambil menunduk.
"Jika tidak kenapa kamu menunduk dan gugup?" Kata Taehyung sambil mengangkat dagu Sohyun supaya Sohyun menatapnya. Sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk memegang pinggang Sohyun.
"Aku tahu kamu marah! Karena aku memperkenalkamu sebagai anak kepala asistem di rumahku. Dan yang membuatmu lebih marah lagi karena Tzuyu tidak melepas lingkaran tangannya dari lenganku bukan?"
Sohyun ingin menyanggah itu semua tapi Taehyung lebih cepat mendahuluinya.
"Jangan mencoba membohongiku. Karena sejak semalam sampai tadi sore aku merasakan hal yang sama. Sama seperti yang kamu rasakan saat ini. Hanya saja penyebabnya ada sama dan ada yang tidak. Jadi aku tahu apa yang kamu rasakan saat ini."
"Apa maksudmu?"
"Kamu masih tidak ingat? Kenapa aku bisa marah tadi?"
Sohyun menggeleng.
"Apa perlu aku mengingatkanmu dengan mengulang kejadian yang sudah kita lalui semalam?"
"Nde?!"
Taehyung langsung mendekatkan wajah sampai hidung mereka bertemu. Membuat Sohyun tegang karena jantungnya semakin berdetak tak normal lagi begitu juga dengan Taehyung.
Karena tidak ada penolakan, Taehyung memiringkan kepala dan mendekatkan bibirnya pada bibir ranum Sohyun reflek Sohyun menutup mata. Merasa mendapat peluang Taehyung langsung ******* bibir Sohyun pelan. Taehyung tersenyum disaat Sohyun membalas ciumannya bahkan tangan Sohyun sudah melingkar di leher Taehyung.
2 menit setelah itu mata bulat Sohyun terbuka. Tiba-tiba dia teringat kejadian semalam. Hal itu pula membuatnya ingat dengan Dewa Langit. Reflek ia melepas diri dan mendorong Taehyung kasar.
"Maaf. Semalam dan saat ini tidak seharusnya terjadi."
Lirih Sohyun sambil menangis lalu masuk kamar. Taehyung kembali ternganga akan penyataan Sohyun. Apa itu artinya Sohyun tidak merasakan seperti apa yang ia rasakan saat ini?
------------------
Tbc,___