Bidadari is Wasted

Bidadari is Wasted
Episode 15



*


*


*


*


*


🍁📖 Selamat Membaca 📖🍁


*


*


*


*


Ini aku Kim So Hyun


Aissh! Kenapa si Alieen itu bertanya ini itu kalau ujung-ujungnya tetap mengabaikan inginanku. Dasar Alieen kutub!


Selesai membersihkan sisa makanan di atas meja dan mencucinya aku langsung ke kamar Taehyung. Aku harus melihat kartu identitas dan izasahnya sebagai contoh. Kalau tidak aku tidak akan bisa membuatnya. Walau ia belum mengizinkanku untuk melihatnya.


Setidaknya diriku masih berjuang!


Siapa tahu setelah kartu identitasku ada dia bisa mengabulkan inginanku. Apa salahnya mencoba.


Ck... lik!


Aku membuka pintu kamar Taehyung dengan sangat pelan dan memasukan kepala terlebih dahulu untuk memastikan apakah saat ini ia sudah menggunakan baju apa belum. Aku tidak mau kejadian itu terulang lagi. Apalagi katanya dia aka mandi.


Aman! Taehyung masih berada di kamar mandi. Merasa sangat aman aku masuk dan menutup pintu kamarnya lagi dengan sangat pelan.


"Aisshh! Kamarnya berantakan lagi! Padahal tadi pagi aku sudah merapikannya!  Dasar Alieen! Bisa ngak sih sehari saja kamarnya tetap rapi!" Gerutuku dalam hati sambil membersihkan pakaiannya yang berserekan di tempat tidur lalu memasukannya ke lemari pakaiannya.


"Ya!!"


Astaga! Belum apa-apa Taehyung sudah keluar sih? Jadi ketahuan kan?


"Apa yang kamu lakukan di kamarku?!"


Lanjutnya dengan tanya setelah aku menutup lemari pakaian sontak aku menoleh ke sumber suara.


Dek! Dek!! Dek!!!


Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang aneh di jantungku. Jantungku? Jantungku berdetak kencang hanya karena melihat rambutnya basah. Pun kaos putih tipis yang ia kenakan dapat memperlihatkan lekuk tubuh kecilnya. Walau kecil namun itu terkesan sangat seksi. Apalagi celana pendek berwarna hitam setinggi lutut yang bermerek Fumma yang ia kenakan seakan menambah ketampannya melebihi Dewa langit.


Teeeee.........eeeet! Sejenak aku sadar.


Tunggu? Apa kataku tadi?  Melebihi Dewa Langit? Apa aku tidak salah ucap? Tidak! Dewa langit tetap yang paling tampan. Tidak ada yang dapat menyamai ketampannya. Titik.


Dengan cepat aku membuang kekagumanku pada Alieen itu. Aku kemudian menggelengkan kepala dan menarik nafas untuk menetralkan detak jantungku kembali.


"Kenapa kamu hanya diam?"


Tanyanya lagi yang sudah sejak kapan berdiri di hadapanku. Sontak aku menatapnya.


"Ada apa dengan wajahmu? Terus kenapa kamu bernafas seperti itu? Apa kamu sakit? Kenapa wajahmu bisa semerah itu eoh?"


Lanjutnya dengan tanya yang beruntun sambil mengakat tangan ingin menempelkan tangannya di keningku. Reflek aku menepis tangannya sebelum sampai di keningku. Sebab semakin dia mendekat jantung ku semakin susah untuk di kendalikan belum lagi suhu tubuhku yang semakin meningkat.


"Aku....butuh....kartu identitas dan izasahmu sebagai contoh Carikan aku sekarang, Setelah itu bawa ke kamarku." Jawabku cepat dan langsung keluar dari kamarnya.


*


*


*


*


*


Ini aku Kim Taehyung!


Ada apa dengannya? Apa dia sakit? Pikirku! Setelah ia menutup pintu kamarku.


Sebelum ke kamar Sohyun aku menghubungi seseorang lebih dulu. Aku menekankan pada orang itu supaya mama dan papaku tidak mengetahuinya.


Cklek!


Aku membuka pintu kamar Sohyun tanpa mengetuknya lebih dulu. Begitu mendengar pintu terbuka ia langsung menoleh. Jika diperhatikan dia sedang duduk di kursi rias. Entah apa yang ia lakukan disana.


"Ini!"


kataku sambil meletakan kartu identitas dan izasahku di atas tempat tidur.


"Terima kasih"


Katanya senang sambil bangkit dari duduk dan melihat kartu identitas dan izasahku.


"Apa yang akan kamu lakukan dengan benda-benda itu?"


Tanyaku sambil duduk di tepi ranjangnya.


"Lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan dengan benda-benda ini." Katanya sambil duduk berhadapan denganku.


"Awas saja kalau kamu sampai merusaknya!,__


Apa kamu baik-baik saja?" Lanjutku dengan tanya. Sebab aku masih khawatir dengan keadaannya yang tadi.


"Nde? Eeeemmmm. Aku tidak apa-apa kok. Sungguh."


Jawabnya. Setelah itu,  ia mulai mengerahkan kekuatanya. Tapi......anehnya dia gagal! Apa yang terjadi?  Apa mungkin kekutannya sudah hilang? Entahlah.


Sementara Sohyun sendiri bingung. Lalu ia mencobanya lagi. Gagal dan slalu gagal lagi.


"Coba lagi."


Kataku setelah melihat raut kecewa di wajahnya. Sohyun mengangguk. Ia kemudian memejamkan mata mencoba untuk fokus dengan objek di depannya. Tangan kanannya terangkat setinggi telingga lalu ia menarik nafas dalam-dalam kemudian mendorong tangannya ke depan seperti mendorong sesuatu.


Cling!


Berhasil! Aku melihat ia bernafas lega. Mungkin karena kekuatnya sudah kembali.


"Apa sebelumnya kekuatanmu pernah tidak berfungsi seperti tadi?"


"Tidak"


Jika tidak? Kenapa tadi kekuatannya tidak berfungsi? Bingungku.


"Sekarang lanjutkan untuk yang lainnya." Kataku mengingatkan.


*


*


*


*


*


Sohyun kembali memajukan tangan. Tapi kekuatannya tiba-tiba tidak berfungsi lagi. Sontak Taehyung menatapnya bingung. Tapi Sohyun tidak akan menyerah begitu saja. Meski sudah gagal beberapa kali iapun terus mencobanya dan mencoba. Bahkan kedua tangannya sudah ia kerahkan sekarang.


*


*


*


Jimin dan Jaehyun keluar dari lift dengan kantong plastik berwarna hitam. Sepertinya berisi beberapa kaleng minum dan daging segar. Begitu sampai di depan pintu apartemen Taehyung. Jaehyun langsung memasukan sandi apartemen Taehyung.


Cklik!


Pintu terbuka! Mereka masuk tanpa memanggil tuan rumah lebih dulu. Karena tidak ada siapapun di ruangan tengah. Jaehyun langsung berjalan ke kamar Taehyung meninggalkan Jimin yang sedang menaruh kantong plastik bawaannya di dapur.


Sayang sang empu tidak ada di kamarnya. Jaehyun kemudian menutup kamar Taehyung lagi.


"Taehyung tidak ada di kamarnya." Kata Jaehyun memberi tahu Jimin. Pun mereka jadi saling lihat. Seakan sama-sama melempar tanya kemana Taehyung pergi?


"Apa dia keluar? Apa Ini salah kita tidak memberitahunya lebih dulu?" Kata Jimin


Setelah itu, Jaehyun berjalan mencari Taehyung di kamar sebelah. Siapa tahu Taehyung ada disana. Pikirnya.


Alhasil Jaehyun menemukan pintu kamar satunya sedikit terbuka. Jaehyun mendekat dan sampai di depan pintu ia mendengar suara yang menurutnya sangat ambigu.


"Coba lagi. Siapa tahu bisa."


Suara Taehyung. Jaehyun mengintip ia hanya melihat punggung Taehyung dari belakang yang sedang duduk di atas kasur.


"Aku sudah capek! Aku sudah tidak bisa melakukannya lagi!" Suara Sohyun yang sedikit ngos ngosan. Sontak Jaehyun memundurkan wajah kaget.


"Why? Apa dia ada di dalam sana?" Tanya Jimin yang sudah sejak kapan ada di belakang Jaehyun.


"Sutttttt!" kata Jaehyun sambil meletakan jari telunjuk dibibirnya dan menoleh. Tentu Jimin jadi ikut bingung dibuatnya.


"Apa kamu yakin"


"Hemmm!" jawab Sohyun masih dengan nafas ngos-ngosan karena ia sudah mengerahkan semua kekuatannya berulang kali dan tetap tidak membuahkan hasil sama sekali.


"Apa yang mereka lakukan di dalam sana?,____


Apa jangan-jangan......?"


Lanjut jimin lalu mengintip ke dalam. Jimin melihat Taehyung dan Sohyun saling berhadapan dengan peluh membanjiri kening Sohyun. Reflek Jimin menarik diri.


"Coba sekali lagi eoh? Bukankah kamu ingin masuk,___?"


"Aku menyerah! Aku sudah lemas! Sudah tidak kuat lagi melakukannya?"


"Masuk, lemas!" Lirih Jimin kaget.


"Cobalah! Aku akan membantumu. Sekarang tarik nafas dalam-dalam lalu,____?"


Braakkk!!!


"Apa yang kalian lakukan?" Teriak Jimin diikuti Jaehyun di belakangnya. Taehyung dan Sohyun menoleh dengan wajah kaget.


"Kalian?!"


"Ya! Kenapa kalian masuk tidak mengetuk pintu dulu eoh? Dan apa tadi kamu bilang?" Lanjut Taehyung sambil bangkit dari duduknya.


Jaehyun dan Jimin menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal karena apa yang mereka pikirankan salah besar. Buktinya pakaian Sohyun masih utuh dan Taehyung sendiri celananya masih dipinggang. Aisshh! Apa mereka saja yang terlalu yadong. Dasar Jimin!


"Ti...dak! Ka...mi tidak ngomong apa-apa? Kami tadi sengaja mengagetkan kalian saja kok. Iyakan Jaehyun?" kata Jimin gugup sambil menyengol lengan Jaehyun.


"Aaa! Iya."


"Lalu, apa tujuan kalian datang kesini?"


"Eeeee. Bukankah biasanya malam minggu kita selalu kumpul. Sudah lama lho kita tidak kumpul. Apa kamu sudah lupa eoh?!"


"Tapi aku harap kamu jangan lupa kebiasaan kita kalau kita tidak keluar pada saat malam minggu." Timpal Jaehyun.


"Ayo kita minum-minum malam ini!" Lanjut Jimin dengan senyum bahagianya.


*


*


*


*


*


Di Alam Catumaharajika!


Dewi mawar keluar dari istana bersama Dewa langit. Sepanjang perjalanan keluar bibirnya tidak henti-hentinya mengembang karena senyum.


Sebelum benar-benar pergi ia menoleh masih dengan senyum.


"Apakah impianku menjadi Dewi di istana Dewa Langit sebentar lagi akan tercapai?"


*


*


*


*


*


Sinar matahari masuk melalui celah jendela dari tirai kamar Sohyun. Anehnya Gadis itu tidak tidur sendiri. Tapi ada orang lain yang tidur di sebelahnya. Dan pria itu memeluknya posesif dari belakang. Kenapa mereka bisa tidur bareng? Bahkan mereka terlihat sangat intim! Apa yang terjadi semalam ya?


*


*


*


Disisi lain, Dewa Langit terlihat sedang memasuki area parkir apartemen yang sama dengan Kim Taehyung. Apa yang akan dilakukannya disana ya?


Setelah memarkir mobil dengan sempurna ia keluar dari mobilnya dengan kaca mata hitam bertengker dihidungnya. Wowww! Dia terlihat sangat tampan. Setelah itu ia berjalan ke bagasi dan membukanya. Ia mengeluarkan koper besar dari bagasi itu.


Astaga! Apa dia akan tinggal disana juga. Jika iya. Itu artinya ia semakin dekat dengan Dewinya. Akankah ia bertemu dengan Dewinya dalam waktu cepat?


Pun Dewa Langit sudah sampai di depan lift. Ketika pintu lift di depannya terbuka, lift disebelahnya terbuka menampakan 3 laki-laki tampan dan satu gadis cantik jelita. Siapa lagi kalau bukan Taehyung, Jimin,  Jaehyun dan Sohyun.


Ketika melewati lift yang dinaiki Dewa Langit Sohyun berhenti dan menoleh ke arah arah lift yang Dewa langit naiki dan?


Jreng!


Jreng!


Jreng!


Jreng!


"Kim Sohyun!"


-----------------------------


Tbc,__